Melupakanmu

Melupakanmu
Sudahi Saja Perjuanganmu


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Ariani dengan baik, kini ia sudah bisa beradaptasi kembali dengan pekerjaannya. Seperti sekarang ini, Ariani mulai nyaman melakukan pekerjaannya, ia tidak ingin terlalu memikirkan masalah yang pernah terjadi sebelumnya. Ariani berusaha melakukan pekerjaan dengan baik sesuai harapan Dara. Bukan hanya pekerjaannya saja yang membuatnya merasa nyaman, namun hubungannya dengan Dirga pun terlihat berjalan lancar. Ia sudah mulai dekat dan tidak merasa canggung bersama Dirga, layaknya seorang teman ia bercerita menceritakan kejadian yang terjadi di cafe tempatnya bekerja. Dirga pun setia menjadi pendengar yang baik saat Ariani menceritakan pengalamannya, ia ingin membuat Ariani nyaman bersamanya. Dirga yang sudah mulai pendekatan dengan Ariani selalu menyempatkan waktunya untuk menjemput Ariani pulang, meskipun ia harus menunggu Ariani keluar dari tempat kerjanya, mereka belum bisa bertukar kabar karena Ariani belum memiliki ponsel dan Ariani dengan halus menolak saat Dirga memberikan ponsel padanya, ia ingin membelinya dengan hasil jerih payahnya. Dirga pun paham dan dengan terpaksa mengikuti kemauan gadis incarannya.


Hari ini Ariani mendapatkan gaji pertamanya, ia bahagia dan bersyukur dengan apa yang sudah ia dapat dari hasil keringatnya. Ia langsung mengirim uang untuk keluarganya di desa, membeli obat untuk Kirani dan biaya sekolahnya serta biaya hidup mereka. Ariani pun tidak lupa dengan kebaikan Indah yang sudah meminjamkan nya uang untuk kebutuhannya di kota, ia akan mengembalikan uang pemberian Indah.


"Indah, hari ini aku gajian. Aku ingin mengganti uang yang kau berikan padaku. Ini." Ariani menyodorkan beberapa lembar uang gajinya kepada Indah yang telah membantunya.


"Tidak, kau gunakan untuk kebutuhanmu saja dulu, belikan ponsel dengan uang gaji mu. Untuk ku nanti saja." Indah menolak uang pemberian Ariani, ia ingin Ariani mempergunakan gajinya untuk membeli ponsel terlebih dahulu. Ariani memeluk Indah, ia merasa terharu dengan sahabatnya yang pengertian.


"Kau baik sekali Indah, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu. Kau sahabat terbaik ku." Ariani merasa beruntung memilki sahabat seperti Indah. Indah tersenyum dan membalas pelukan nya. Mereka kemudian keluar kontrakan menyambut rezeki di tempat kerjanya masing-masing.


Di cafe milk Dara tempat Ariani bekerja Bella dan Ryan datang di waktu yang sama. Mereka sama-sama sendiri datang ke cafe itu untuk makan siang, mereka duduk di meja terpisah namun jarak mejanya berdekatan. Ariani melihat kedatangan Ryan merasa terkejut dengan kedatangan nya. Ryan melihat Ariani yang mengetahui kehadirannya, ia menyangka Ariani akan menghampiri nya namun ternyata tidak. Ariani malah menghampiri meja Bella yang duduk berada di meja belakangnya. Ryan sedikit menengok ke arah belakang saat pelayan lain sudah memberikan nya buku menu padanya.


Mengapa dia tidak menghampiri ku ?


Ryan yang datang ke cafe itu rencananya ingin memastikan apakah ucapan Tomi tempo hari itu benar atau salah, ia ingin bertanya langsung pada Ariani tentang perasaannya. Namun Ariani yang sepertinya ingin menghindari Ryan karena ia takut kejadian itu terulang lagi. Ariani melirik ke arah meja Ryan sambil menunggu Bella memesan makanan.


Setelah Ariani menulis menu yang sudah Bella pesan, Dara datang ke meja Bella. Dara melihat dua wanita yang tidak saling mengenal namun sama-sama memiliki kedekatan dengan Dirga.


"Hai, Bella. Apa kabarmu?" Dara duduk, Bella tidak menjawab pertanyaannya. Ia melihat Bella memegang ponselnya sedang menghubungi seseorang, namun nampaknya panggilannya tidak dijawab dan Bella menampakkan wajah kesal.

__ADS_1


"Kau sedang menelepon siapa?" Dara yang melihat bibir Bella cemberut dengan tangan menopang dagu.


"Sudah sekian lama aku mengejarnya, berharap ia akan luluh setelah melihat perjuangan ku. Tapi hingga saat ini tidak sekalipun dia menengok padaku, apa kekurangan ku hingga ia tidak pernah membalas perasaanku?" Dara mengerti apa yang dibicarakan Bella, Bella ternyata tadi menelepon Dirga untuk makan bersama tapi Dirga tidak menerima panggilannya. Bella yang memang sudah lama mengejar Dirga untuk mendapatkan cintanya namun nampaknya masih bertepuk sebelah tangan. Tidak lama kemudian Ariani datang membawakan minuman untuk keduanya, Dara melirik ke arah Ariani dan Bella secara bergantian.


"Bella, sebagai temanmu aku mendukung usahamu untuk mendapatkan Dirga, tapi dengan perjuanganmu yang tidak ada hasil lebih baik kau sudahi saja perjuanganmu itu. Kau harus tahu bahwa perasaan itu tidak dapat dipaksakan." Dara yang merupakan teman Bella dan Dirga sudah tahu seberapa besar usaha Bella untuk dapat meluluhkan hati Dirga, ia menyarankan Bella untuk mundur saja, pandangan Dara masih tertuju pada Ariani yang sudah meninggalkan mereka dari kejauhan.


"Tidak, aku hanya menginginkannya. Tidak ada pria yang aku sukai selain dia. Dia harus aku miliki, aku akan meluluhkan nya. Kau lihat saja nanti." Bella menggebrak meja membuat Dara tersentak kaget.


"Lalu, bagaimana jika Dirga sudah menemukan wanita yang diinginkan nya?"


Ayolah Bella, sudahi usahamu untuk mendapatkan Dirga. Aku tahu Dirga sudah menyukai wanita lain.


Dara yang sudah tahu kedekatan Dirga dan Ariani dari kejauhan ia memerhatikan mereka, Dirga yang sering mengantar jemput Ariani dan menelepon nya meminta izin Ariani tidak bekerja. Dari situ ia sudah bisa menyimpulkan bahwa Dirga menyukai karyawan nya, tapi ia tidak ingin mencampuri urusan mereka karena Dirga adalah temannya. Bella menengok ke arah Dara, ia mengepalkan tangan setelah mendengar ucapan Dara menyuruhnya untuk mundur saja.


"Ya sudah, kalau kau tidak ingin percaya dengan ucapan ku. Tapi aku hanya mengingatkan mu jangan menutup mata dan hatimu untuk pria lain, carilah kebahagiaan mu meskipun tidak harus bersama Dirga, yang kau lakukan itu hanyalah sebuah obsesi Bella, kau tidak bisa memaksakan hati seseorang untuk mencintaimu." Bella terdiam merenungkan apa yang diucapkan Dara, benarkah ia hanya terobsesi ingin memiliki Dirga? Dara menepuk pundaknya lalu pergi meninggalkan nya.


Di samping itu, Ryan yang merasa dicueki Ariani tidak bisa tinggal diam. Ryan sengaja memegang kuat tangan Ariani agar saat melewatinya hingga Ariani berhenti ditempatnya karena pegangannya yang kuat. Ariani hanya diam melihat tangannya dipegang Ryan.


"Aku perlu bicara denganmu, ada yang ingin ku katakan. Aku meminta maaf atas kejadian kemarin." Ryan menatap Ariani yang melihat kearahnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dibicarakan Kak, jika itu tentang kejadian kemarin aku sudah melupakannya seperti angin lalu. Permisi." Ariani berhasil melerai tangannya dari pegangan Ryan, sebenarnya ia masih merasa sakit bila mengingat kesalahpahaman itu. Ariani kemudian pergi meninggalkan Ryan yang belum menemukan jawaban dari rencananya.


......................


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏

__ADS_1


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa...


ヾ(^-^)ノ


__ADS_2