Melupakanmu

Melupakanmu
mengingat masa lalu


__ADS_3

#Ferry


Ketika senja menyapa, Aku masih tak mau beranjak pergi, Aku masih duduk dibawah menara sutet di depan rumahku, Terkenang kisahku diwaktu kecil, Yang selalu bermain bersama kawan - kawan.


Yaaa... mereka kini sudah sibuk dengan keluarganya masing - masing dan juga sibuk mencari uang, Serasa seperti kampung mati tidak ada seorangpun yang lewat.


Jika aku kembali kesini, selalu aku teringat tentang dia, dia yang begitu mencintaiku tapi aku dengan tega merendahkannya, menghinanya, mencacimakinya dan mungkin kesalahan itu tidak termaafkan.


Berawal ditahun 2000 konflik itu muncul, memang aku yang memulai, Setiap hari aku selalu cari gara - gara demi mendapat perhatiannya, Tapi mungkin perbuatanku keterlaluan hingga membuatnya benar - benar membenciku,


Aku yang selalu menghinanya karena dia gendut, Tapi dia tidak pernah membalasnya dengan kata - kata kasar atau makian.


"Gendut ... gendut... gendut" itulah makian yang aku selalu lontarkan setiap hari.


Hampir 20 tahun berlalu ternyata itu masih membekas diingatan dan hatinya, dia yang dulu ceria seakan menjadi patung diam seribu bahasa.


Sore itu aku berjumpa dengannya, kita berhadapan, aku memanggil namanya, dengan sebutan emy gendut.


"Emi gendut" pangilku, dan diapun terhenti dan menoleh


"Aku punya nama namaku bukan emi gendut atau apalah seperti yang kamu sebut" Sahutnya sedikit jengkel


"Kamu masih mara sama aku ya cha?" aku bertananya kepadanya,


"Terus aku harus jawab apa?, percuma debat dengan orang yang punya hati dan perasaan" ucapnya agak sedikit ketus


"Oke, aku minta maaf sama kamu kalau aku salah"kataku mencairkan suasana,


"kamu enggak salah, aku yang salah, salah mengartikan perasaan, Hal yang terbodoh yang pernah aku lakukan adalah mencintai kamu, itulah kesalahanku,mengagumi seseorang yang tidak layak untuk dicintai" ucapnya sambil menahan air mata yang akan menetes.

__ADS_1


Aku menarik tangannya dan memeluknya,sejenak aku melupakan bahwa dia istri orang dan aku suami orang.


"Maafkan aku, aku mohon maaf jika aku telah menyakitimu" bisikku lirih,


Dia yang hanya terdiam seperti patung tidak membalas dekapanku, aku tahu pedihnya begitu dalam, luka yang aku berikan kepadanya mungkin masih membekas, hinaan demi hinaan, cacian demi cacian pernah aku ucapkan.


Dia mencoba melepaskan pelukanku, aku tarik tangannya lalu tanpa kita sadari bibirnya dan bibirku menempel, ya.. bisa dibilang ini adalah ciuman pertama kita.


Walaupun aku sering melihatnya, ketika aku kembali kerumahku tapi baru kaliini aku berbicara dengannya lagi setelah 20 tahun berlalu.


Kita seakan kembali kemasa lalu, melupakan jati diri kita saat ini, rasa itu masih tersisa dihatiku dan hatinya, kita lupa bahwa diluar itu semua kita telah memiliki keluarga kecil, kita terbuai dan larut kedalam cinta terlarang, senyum itupun kembali merekah diantara bibir kita.


"Yang kamu kok kelihatan beda ?? " kata amy kepadaku dan bertanya -tanya


Amy adalah istriku.


"Ah... biasa saja cuma perasaan kamu aja sayang" balasku dengan mengelus rambutnya yang panjang.


***


Date with Icha


Kitapun berjumpa untuk kesekian kalinya, aku dan icha memutuskan untuk mengelilingi kota, tanpa kita sadari hujan turun dengan lebatnya, sejenak kita berhenti di halte bus sambil memandangi hujan yang begitu lebatnya,


"Kamu ingat ngak waktu kita kecil, kita suka main hujan - hujanan, berkejar kejaran dan berlaruan kesana kemari" kataku mengingatkan tentang kenangan di masa lalu.


"Iya, seru ya hampir setiap hari hujan turun setiap hari itu pula kita hujan - hujanan sampai kamu besoknya sakit, kamu tahu ngak pas kamu sakit, aku minta sama tuhan agar kamu yang disembuhkan, biar sakitmu aku yang ganti, tapi nyatanya kita sama - sama sakit" katanya mengenang masa itu, aku ternyata tidak tahu kalu dia sampai segitunya sama aku, dan aku merasa bersalah dibuatnya.


Hujan masih belum terang aku dan dia masih menunggu di halte, aku menoleh kebelakang ternyata dibelakang ada hotel, yang beseberangan dengan mall, akhirnya kita memutuskan untuk membeli baju di mall tersebut untuk menganti baju kita yang basah terkena hujan.

__ADS_1


"Habis beli baju kita ke hotel itu ya, makanannya enak banget ada supnya pas nih enak dimakan pas hujan -hujan gini" katanya mengajakku kehotel,


"Boleh juga, sambil sewa kamar buat istirahat, capek soalnya jalan -jalan sambil nunggu hujan redah" jawabku sambil mengajak isirahat


"ayo" sahutnya


Setibanya di hotel kita menuju restaurant untuk makan, lalu kita memesan kamar,


kitapun bergantian membersihkan diri dari mandi sampai ganti baju,kita rebahan didinginnya hawa hujan yang menyelimuti, aku dan dia saling pandang dan saling senyum, lalu kita saling berpelukan dan saling cium, kita lupa bahwa kita milik orang lain, dan aku terbawa suasana sehingga aku hendak melakukan itu dengannya, tapi dia menolaknya.


"jangan... kita sudah menikah dengan orang lain, bagaimana jika pasangan kita tahu penghianatan kita, pasti ada yang tersakiti" katanya menolak ajakanku untuk bercumbu


"huuufffttt... iya lupa, kalau kita sudah menikah dengan orang lain, maaafin aku ya" ucapku menyesal.


***


Setelah kejadian itu aku dan dia tidak pernah berjumpa sekitar 6 bulan lamanya, sampai pada akhirnya kampungku mengadakan taur bersama, ternyata dia ikut juga.


Sesampainya disana mereka memilih villa, 1 villa 2 keluarga,dan tanpa kita sadari hanya kita yang belum memilih villa, Akhirnya mau tidak mau kita satu villa.


"icha ferry satu villa ya, soalnya tinggal satu gak apa - apakan??" tanya bu rt


"Ya, buk tidak masalah" jawab icha.


"Bu rt, gimana sih mereka berduakan gak akur buk, dari mereka kecil sering ribut sampai gak sapaan lho" kata bu puji tetangga sebelah rumah karin


"Ah masa sih buk beberapa bulan lalu saya sempat melihat mereka pelukkan" sahut bu rt


"Apa jangan - jangan mereka sudah baikkan, soalnya sebelum meregka ribut mereka dulu itu pacaran buk" kata bu puji menerka nerka

__ADS_1


"Iya ,saya tahu kalau mereka pernah ada sesuatu,tapi itukan dulu,mungkin mereka sudah berdamai dan mereka berpikir dudah dewasa untuk apa ribut ribut" sahut bu rt


"iya kali buk ya" kata bu puji sembari meninggalkan lobby custumer service.


__ADS_2