Melupakanmu

Melupakanmu
Berita Mengejutkan.


__ADS_3

Dirga berada di halaman belakang rumahnya, di sana terdapat lapangan basket dengan satu ring basket, ia bermain basket karena itu adalah hobinya dan ketika masih kecil ia sering bermain basket bersama ibunya. Sejak saat itu ia sering bermain basket bersama teman-temannya dan terkadang ia bermain sendiri jika merindukan ibunya seperti sekarang ini, mengulang kenangan indah yang masih ada dalam ingatannya. Dirga memainkan bola dengan cepat dan seperti ada yang sedang ingin ia luapkan dalam permainannya itu, dengan nafas memburu ia berlari menggiring dan memasukkan bola kedalam ring dan akhirnya bolapun masuk, dengan nafas terengah-engah dengan wajahnya yang merah ia mengusap wajahnya kasar.


" Aaaa....!!! " Berteriak meluapkan emosinya.


"kenapa, kenapa kau harus pergi. Aku membutuhkanmu, Ibu. Tidak ada wanita yang bisa menggantikanmu." Dirga masih belum bisa menerima kepergian ibunya, memang ibunya meninggal yang karena kecelakaan itu membuat ia belum siap menerima kepergiannya.


Ayahnya yang menikah beberapa bulan setelah kepergian ibunya itu sebenarnya bukan tidak peduli kepada Dirga, sebenarnya ayahnya sudah meminta Dirga untuk ikut bersamanya pindah keluar kota, akan tetapi bayangan Dirga dari cerita teman - temannya mengenai stigma ibu tiri itu jahat, tidak akan menyayanginya dan hanya mencintai ayahnya itu membuatnya lebih memilih tinggal bersama Tama. Hingga sampai sekarang ia tidak begitu menyukai ibu sambungnya, ayah Dirga tidak memiliki anak bersama istri barunya itu, mereka tidak sempat menceritakan penyebabnya kepada Dirga.


Akhir - akhir ini kondisi kesehatan ayah Dirga tidak baik, maka dari itu ia menginginkan untuk menikahkan anak satu satunya sebelum ia tiada. ini menjadi sebuah beban untuk Dirga, yang memang belum pernah merasakan getaran cinta, meskipun banyak wanita yang mengejarnya tetapi tidak ada satupun yang dapat menyentuh hatinya termasuk Bella, wanita cantik yang gigih mengejarnya selama bertahun-tahun.


" Apa yang harus aku lakukan? memangnya menikah itu gampang?" Dirga yang masih ingin bebas menjalani kehidupannya yang masih tergolong muda tidak ingin terlalu memikirkan keinginan ayahnya itu.


......................


Malam hari yang sunyi di desa Ariani sudah bersiap akan tidur untuk memulai aktivitas esok hari. Hari ini warungnya terasa sepi seperti suasana hatinya. Temannya yang bekerja di kota sudah kembali ke pekerjaannya, begitupun Ryan dan Tomi yang sudah habis masa cutinya pun melanjutkan pekerjaannya yang berada di kota.

__ADS_1


"Hari ini sepi sekali, aku tidak melihatnya. Sepertinya dia sudah kembali ke kota menjalani rutinitasnya." Ariani yang masih sempat sempat nya memikirkan Ryan yang sudah kembali bekerja di kota.


"Semoga esok akan lebih baik dari hari ini." Sebelum tidur ia berbicara sendiri membuat kalimat motivasi untuk penyemangat diri.Kemudian ia menarik selimut dan mematikan lampu.


Di lengangnya malam, Seseorang sedang berada di depan sebuah warung kecil, ia kemudian membobol kunci gembok pintu warung itu, kemudian menyiram bahan bakar di seluruh ruangan dalam warung itu kemudian sebelum pergi, ia menyalakan lalu melemparkan korek api ke dalam warung dan api menyebar dengan cepat membakar bangunan semi permanen dari kayu itu yang juga terdapat benda yang mudah terbakar. Meja, kursi plastik, tirai, dan gabung gas pun akhirnya meledak. Warung yang terbakar itu adalah warung mie dan kopi milik Ariani.


"Kebakaran.... kebakaran... " seluruh warga berbondong-bondong memadamkan kobaran api itu.


Dirumah Ariani yang sedang tertidur lelap mendengar ketukan pintu rumahnya, siapa yang datang tangah malam begini? Ibunya yang membuka pintu dan mendapatkan kabar bahwa warungnya habis terbakar berteriak.


"Ada apa bu?" Melihat ibunya duduk terlukai lemas dilantai.


"Ariani, warung kita, nak... warung kita terbakar... hiks... hiks... " Ibunya yang tak kuasa menahan tangis menyampaikan berita yang mengejutkan itu.


"Apa? Tidak mungkin... tidak mungkin" Ariani membulatkan matanya, terkejut namun ia yang tidak percaya mengambil sepedanya langsung menuju warung. Dan akhirnya, ternyata benar ia sudah melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bahwa warungnya sudah hangus terbakar. :'(

__ADS_1


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏

__ADS_1


__ADS_2