
#ferry
Waktu itu pukul 16.00, cuaca kota bandung begitu bersahabat, villa di tempat kita singgah ada kebun binatang mini disitu ada monyet yang bebas berkeliaran dihalaman, Aku yang pencita hewan primata mencoba menakhlukannya, Dan mengedukasi anak - anak untuk mencintai hewan primata, sebagian mereka ada yang takut termasuk Icha dia paling takut dengan monyet,
Ya Dia pernah dilecehin monyet roknya pernah ditarik monyet pas nonton topeng monyet, kalau ingat kejadian itu aku kadang suka tertawa terbahak bahak,
"cha, coba deh pegang monyet babbynya lucu deh" kataku sambil mengelus monyet imut yang baru lahir.
"Ogah banget, hii takut, tapi kalau dilihat mirip sama kamu cocok kamu jadi bapaknya" kata Icha meledek.
gak buang waktu gak banyak bicara aku samperin dia dan bawa monyet lansung aku letakan dipundaknya,
"Iya ,kamu ibunya".
Dia yang ketakutan dan kegelian sama monyet kecil itu lompat - lompat dan spontan memelukku,
"Aaaaahhh "
Aku yang tertawa melihat tingkahnya yang mirip cacing kepanasan, sejenak terdiam, ketika dia memelukku, aku tidak sadar bahwa suaminya dan istriku melihat kelakuan kita yang seperti anak kecil.
"huuusstt diam sudah pergi monyetnya takut karena teriakkan kamu" kataku menenangkannya.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada kita, melihat dengan penuh keanehan.
Sesampainya di villa aku bercerita sama istriku dan suaminya.
"Icha, itu penakut ngak ayam ngak monyet dia takut" kataku membuka cerita makan malam kita.
"Dan kamu yang paling sering menganggu aku, setiap hari, apa lagi setiap hari bawa monyet sudah macam sibuta dari gua hantu,"sahut icha
"Kalian dulu katanya pernah ada hubungan spesial bener gak??" tanya suami icha
"boro-boro pacaran adanya tiap hari kita ribut saling caci, puncaknya aku lempar dia pake pecahan genteng kenak perutnya, gimana aku ngak jengkel setiap hari diledekin mulu"
kata Icha menceritakan kenangan itu
"ya habis kamu nyebelin" imbuhnya sambil lempar kacang rebus kemukaku
"Dia nih 20 tahun ngediamin aku, gila ya jahat banget sampai kita gak ketemu berapa tahun ya ?? aku pergi kekalimantan dan kamu kejogja lalu ke jakarta"kenang aku,
Malampun semakin larut, kamipun masuk kekamar masing - masing.
"Kamu masih ada rasa sama icha??"tanya amy
__ADS_1
Aku yang hanya terdiam sejenak
"Ah kamu ngacau dia sudah punya suami dan aku sudah punya kamu" jawabku menenangkan kegalauan hatinya.
"Tapi aku nangkepnya beda kamu lebih bahagia dekat dengan Icha" kata amy sedikit ragu,
"Sudah ya aku mau tidur capek, terserah kamu" aku yang agak jengkel dengan tuduhan amy
«« Dikamar lainpun sama suami Icha menanyakan hal yang sama, karena aku mendengarnya ketika aku terbangun dari tidur sejenakku.
"Aku cemburu melihat kamu dengan Ferry tadi sore, Apa kalian masih ada rasa?? " tanya suami Icha
"Kamu itu apaan sih bahas sesuatu yang ngak penting" jawab Icha agak kesal,
"Aku punya mata, semua orang juga melihat kelakuan kalian tadi sore" kata suami Icha agak meningikan nada
"Sudah lha gak usah dibahas itu hanya gerakan reflek, lagian aku juga ngak gila mau selingkuh sama laki orang" kata Icha agak sebal.
Aku yang keluar villa mencari hawa sejuk untuk menenangkan pikiran, entah mengapa rasa itu muncul kembali, rasa yang puluhan tahun silam hilang kini seakan datang kembali, semakin hari semakin kuat.
Rasa itu mengalahkan logika, Aku dan icha sering bertemu diam - diam entah itu sekedar makan atau jalan.
__ADS_1
Walaupun aku tidak bisa memilikinya cukup bersama dengannya akupun sudah bahagia, tanpa membuat orang disekitar kita sakit hati.