Melupakanmu

Melupakanmu
Ariani, Kau Pilih Siapa?


__ADS_3

Siang yang sudah berganti malam menandakan waktu untuk Ariani pulang dari bekerja, ia bersyukur hari ini pekerjaan nya berjalan dengan lancar. Meskipun tadi ia sempat bertemu dengan Ryan yang datang ke cafe, tapi Ariani bersikap profesional untuk tidak berlama-lama berbicara dengannya. Ariani tahu Ryan terlihat kecewa saat ia pergi meninggalkannya begitu saja.


"Dia datang untuk meminta maaf padaku, padahal aku sudah mulai bisa melupakan kejadian itu." Ariani yang sedang duduk di halte menunggu bis, hatinya merasa galau.


"Mengapa dia yang meminta maaf, seharusnya Elma yang datang meminta maaf padaku kan dia yang menyerang ku." Ariani teringat kembali kejadian tak mengenakan itu, disela lamunannya ada seseorang yang datang lalu berdiri di hadapannya. Ariani melihat ke arahnya.


"Kak Ryan? Sedang apa disini?" Ariani terkejut dengan kemunculan Ryan yang tiba-tiba.


"Aku menunggumu, ayo aku akan mengantarmu pulang." Ariani merasa aneh dengan sikap Ryan yang tak biasa. Ia merasa ada perubahan sikap dari Ryan karena dulu Ryan tidak begitu peduli dengan keberadaannya, tapi mengapa sekarang Ryan menjadi peduli sampai-sampai menunggunya pulang dan ingin mengantarnya, apakah hanya untuk menebus kesalahannya kemarin?


"Tidak perlu kak, aku naik bis saja. Sebentar lagi bis nya juga datang." Ariani berdiri dari duduknya dan menghindar, ia menolak Ryan yang ingin mengantarnya pulang. Namun Ryan kembali mendekatinya, mereka tidak melihat ada sepasang mata didalam mobil sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Siapa lelaki itu, apa dia lelaki yang disukainya?" Dirga yang berada didalam mobilnya mendekati halte lalu berhenti menepikan mobilnya, Ariani dan Ryan sama-sama menengok ke arah mobil Dirga yang berhenti tak jauh dari halte. Dirga kemudian keluar menghampiri keduanya, ia menatap Ryan yang juga balik menatap nya sedangkan Ariani berdiri di tengah di antara mereka.


"Kau siapa?" Ryan membuka pertanyaan untuk Dirga, ia masih ingat wajah Dirga yang pernah ditemuinya.


"Kau yang siapa?" Jawab Dirga tidak mau kalah. Ryan menengok ke arah Ariani.


"Ayo kita pulang, aku akan mengantarmu." Ryan memegang tangan Ariani sebelah kiri, ingin membawa Ariani pergi dari sana. Namun ternyata Dirga juga tidak mau kalah, ia juga memegang tangan Ariani yang sebelah kanannya.


"Aku yang akan mengantarmu." Dirga berbicara menengok kearah Ariani sebentar lalu kembali menatap Ryan dengan pandangan dingin nan tajam. Ariani bingung melihat tingkah dua lelaki dihadapannya, mengapa mereka berebut ingin mengantarnya?


"Cukup." Ariani melerai kedua tangannya dari Ryan dan Dirga. Ariani menengok ke arah Ryan.

__ADS_1


"Maaf Kak, aku akan pulang bersamanya." Ariani mendekati Dirga, ia memilih pulang bersama Dirga. Ryan terdiam, mengapa Ariani lebih memilih pulang bersama pria lain, bukankah Ariani menyukainya? Harusnya Ariani lebih memilih pulang bersamanya.


"Kau yakin? Kau lebih memilihnya?" Pertanyaan Ryan yang mengandung penekanan membuat Ariani membeku, seolah Ryan seperti memberi lampu hijau. Memberi Ariani harapan untuk bisa dekat dengan Ryan namun ia sia siakan.


"Ya, aku pulang bersamanya." Ariani memejamkan matanya, mengangguk lalu berdiri berdampingan dengan Dirga, Ariani tidak tahu betapa bahagianya hati Dirga saat ini karena ia memilih pulang bersamanya. Dirga merasa menang, Ryan kemudian meninggalkan mereka berdua menuju mobilnya. Ariani menatap kepergian nya dengan hati yang bergemuruh.


"Apa kau tidak menyesal? Bukankah aku lelaki yang kau cintai tapi mengapa kau lebih memilih pria lain?" Ryan yang sudah berada didalam mobilnya meninggalkan Ariani dan Dirga, ada rasa kecewa dalam hatinya.


"Lelaki itu, apa dia kekasihnya? Sepertinya aku pernah melihatnya bersama seorang wanita di cafe itu" Ryan masih ingat bahwa ia pernah berjumpa dengan Dirga bersama Bella, Ryan memukul setir mobilnya.


Sedangkan keheningan terjadi didalam mobil yang ditumpangi Dirga dan Ariani, Dirga yang bungkam setelah Ryan meninggalkan halte merasa Ariani mengkhianatinya. Mengkhianati? memang apa hubungan mereka selama ini? Ariani yang tak nyaman dengan suasana canggung ini, ia hanya melirik kearahnya.


"Dia siapa?" Dirga yang sudah tak tahan akhirnya bertanya siapa lelaki yang bersama Ariani.


"Siapa namanya?" Dirga memancing Ariani lagi, ia pun ingin memastikan bahwa dugaannya benar. Ariani menengok kearahnya, iya sedikit gusar mendengar pertanyaan Dirga.


"Namanya Ryan." Ariani berbicara tanpa menatapnya ia menghadap depan, jantungnya berdegup menyebut nama itu. Dirga mengeratkan pegangan setir mobilnya, air mukanya mulai berubah.


Jadi benar lelaki itu yang bernama Ryan, orang yang disukai Ariani selama ini. Cih... lebih tampan aku dari sudut manapun.


Dirga berbicara dengan hatinya,ia merasa dirinya lebih baik daripada Ryan tetapi mengapa Ariani bisa tergila-gila dengan lelaki itu, padahal itu hanya kalimat untuk menghibur hatinya yang sedang panas.


"Besok apa kau ada waktu?" Ariani berbicara dengan melirik Dirga, ia mengetuk jari telunjuk pada tasnya yang ia pangku.

__ADS_1


"Kenapa?" Dirga menengok ke arah Ariani membuat Ariani juga melihatnya, pandangan mereka bertemu. Dirga menepikan mobilnya di pinggir jalan, ia ingin mendengar dengan jelas ucapan Ariani. Ariani tidak mengerti mengapa Dirga menghentikan mobilnya di tepi jalan, ia menengok kanan kiri suasana jalanan yang sudah sepi.


"Katakan." Dirga yang tertarik dengan perkataan Ariani.


"Tidak, maksudku besok aku mengambil libur kerja dan aku... aku ingin mengajakmu makan. Aku ingin membalas kebaikanmu, itu saja. Jadi, apa kau punya waktu untuk pergi bersamaku?" Ariani mengajak Dirga makan, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mentraktir Dirga saat gaji pertamanya keluar.


" Kau ingin mentraktir ku? Kau yakin?" Dirga menatap wajah Ariani apa ia sungguh-sungguh mengajaknya pergi, dan Ariani menganggukkan kepalanya dengan pasti.


"Mmm... Baiklah, kita lihat besok." Dirga mengetuk hidungnya pura-pura berpikir.


"Baiklah, besok siang kita bertemu di taman kota, aku akan menunggumu." Mata Ariani berbinar, ia senang karena Dirga mau menyempatkan waktu untuk pergi bersamanya.


"Janji." Dirga meminta Ariani saling mengaitkan jari kelingking mereka, Ariani pun meladeni tingkah kekanakan Dirga. Ia tersenyum menatap Dirga dan dibalas dengan senyum Dirga yang tiba-tiba terbit dari bibirnya membuat Ariani terkesima melihat senyuman Dirga yang mahal itu.


Senyuman itu, aku pernah melihatnya di mimpiku.


Ariani mengingat mimpinya yang berciuman dengan lelaki asing namun ia tidak bisa melihat wajah pria itu, tetapi ia mengingat senyuman di bibir lelaki itu. Seketika jantung Ariani berdegup dengan cepatnya. Ia tidak tahu mengapa perasaannya bisa berubah saat melihat senyuman Dirga, Ariani terus menatap bibir Dirga. Seperti terhipnotis tiba-tiba tangan Ariani mendarat menyentuh bibir Dirga membuat lelaki itu membeku.


"Maafkan aku." Ariani tersadar, menurunkan tangannya dari bibir Dirga. Ia menunduk lalu kembali ke posisi duduknya.


"Ehemm..." Dirga berdeham, Ariani tidak tahu secepat apa denyutan jantung Dirga saat ini. Dirga kemudian menyalakan mesin lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat kontrakan Ariani.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2