
Pagi itu Ariani sedang belanja keperluan dagangan nya di toko agen yang berada di pasar itu, dimana lagi kalau bukan toko milik Ryan, bukan hanya untuk berbelanja tetapi ia bisa sekaligus memandang sang penyemangat nya, Ariani merasa setiap menjumpai Ryan hatinya merasa semangat. Tetapi hari ini Ariani merasa Ryan tidak seperti biasanya, wajah yang selalu ramah dan tersenyum teduh kepadanya itu sekarang menampilkan raut yang acuh tak acuh, tidak ada senyum dari bibir Ryan sorot matanya pun sinis kala Ariani berada di depannya, seperti menjaga jarak dengannya
tidak seperti biasanya kau seperti ini.
Dijalan Ariani masih memikirkan perlakuan berbeda Ryan padanya, Ariani yang tidak tahu apa penyebabnya. Ternyata Ryan termakan gosip yang dibuat Tomi tentangnya yang katanya merupakan wanita penggoda, mungkin saja Ryan menghindarinya karena takut digodanya. kasihan sekali Ariani.
......................
Malam hari pun datang dan sebentar lagi Ariani akan pergi bersama Indah menghadiri acara pertunangan Elma. Ariani masih di kamarnya sedang berdandan.
"aku tidak punya baju bagus ternyata." Ia melihat isi lemari nya. Akhirnya setelah lama memilih ia mengambil baju yang dirasa pantas untuk acara itu lalu memoles wajahnya sedikit.
Tidak lama kemudian Indah pun datang.
"Ariani, Indah sudah datang." Ibu memanggil nya.
"baik Bu, sebentar lagi."
Tidak lama kemudian Ariani pun keluar dari kamarnya. Lalu menemui Indah yang sedang duduk di ruang tamu bersama ibu.
"Wah, cantik sekali temanku ini." Indah memuji Ariani, Indah adalah teman dekat Ariani tetapi ia tidak tinggal dikampung lagi karena sudah bekerja di kota.
" Terima kasih "Ariani mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Mereka kemudian berpamitan kepada ibu, Ariani dan Indah pergi bersama dengan motor. di perjalanan menuju rumah Elma mereka mengobrol dengan laju motor pelan.
" Ariani, bagaimana kondisi adikmu? " Indah bertanya tentang sakit Kirani.
"Dokter bilang aku harus membawanya ke rumah sakit, untuk pemeriksaan." jawab Ariani yang tiba-tiba sedih.
"apakah Kirani sakit parah?"
"Iya, sepertinya sakit yang dideritanya cukup serius. Aku takut saat melihatnya pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah, aku tidak ingin kehilangan dia. Aku harus mendapatkan uang yang banyak, tetapi aku tidak tahu harus kemana mencarinya." Ariani bicara dengan suara bergetar. Lalu tanpa sadar mereka sudah sampai di rumah Elma, Indah menepuk bahu Ariani, memberi kan perhatiannya kepada temannya.
"Jika kau perlu bantuanku, jangan sungkan bilang saja padaku. Aku akan membantumu sebisa ku." Indah menyemangati, Ariani tersenyum getir.
"Apa kau tidak ingin mencari pekerjaan yang lain? Apa kau ingin ikut bersamaku kerja di luar?" Indah mengajak Ariani bekerja bersamanya di kota.
Ariani merasa bimbang dengan ajakan Indah, di samping ia membutuhkan uang yang banyak untuk Kirani tetapi dengan berjualan mie dan kopi di desa apa mungkin uangnya akan cepat terkumpul? jika ia ikut dengan Indah bekerja di kota sudah pasti ia akan hidup berjauhan dengan keluarganya, bagaimana dengan ibu dan adiknya?
"Baiklah, ayo kita masuk." kemudian mereka masuk kedalam.
Didalam ruangan yang besar sudah ada beberapa orang yang duduk lesehan diatas karpet, Ariani duduk disamping Indah, ia melihat sekeliling nya dan melihat beberapa orang yang ia kenal.
Bukankah mereka orang tua kak Ryan, adiknya juga ada.
Selain itu juga ia melihat beberapa teman Ryan di antaranya ada Tomi yang juga disana. Ariani tidak berpikir macam - macam, mungkin Ryan dan Elma adalah saudara. Dan akhirnya acara pun dimulai, pembawa acara membuka acara.
__ADS_1
" ... Terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu dan saudara sekalian yang sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara pertunangan ananda Elma Anggraini dan Ryan Ernando ..... " pembawa acara yang merupakan kerabat dari Elma membuka acara. Ariani seketika membeku jantungnya seperti mau loncat setelah mendengar apa yang ia dengar.
Tidak mungkin, aku pasti salah dengar.
Ariani menormalkan degup Jantungnya, kemudian ia membulatkan matanya ketika melihat pria yang berjalan ke depan menghampiri Elma adalah Ryan
Deg...
"Jadi benar, dia kak Ryan." Ariani menundukkan kepala dan tangannya meremas pakaiannya,ketika Ryan menyematkan cincin dijari manis Elma. Setetes air jatuh di pangkuannya. Hatinya sakit, bagai teriris. Ada sepasang mata yang ternyata sedang memerhatikan Ariani, bibirnya menyeringai, dia adalah Tomi.
Aku tahu kau sudah lama menyembunyikannya dari semua orang, tapi tidak denganku.
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
__ADS_1
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
Terima kasih... 🙏