Melupakanmu

Melupakanmu
Rahasia Yang Lama Tersimpan


__ADS_3

Dirga menepuk-nepuk pipi Ariani yang pingsan di dekapannya, namun tidak membuat Ariani bangun. Dirga menggendong Ariani sampai ke mobil, lalu ia membawa mobilnya pergi meninggalkan taman. Di perjalanan Dirga berpikir apakah ia harus membawa Ariani pulang ke kontrakannya? tapi ia tidak tahu dimana kontrakan tempat tinggalnya, sebelumnya Dirga sudah mencari ponsel milik Ariani untuk menghubungi temannya tetapi ia tidak menemukan ponsel didalam tasnya. Waktu sudah menunjukkan tengah malam dan Ariani masih belum juga sadarkan diri. Dirga dilema, haruskah ia membawanya pulang kerumahnya? Dirga menengok ke arah kursi belakang Ariani berada yang masih memejamkan mata.Akhirnya Dirga memutuskan untuk membawa pulang Ariani ke rumahnya.


Dirga sudah sampai dirumahnya, ia menggendong Ariani masuk kedalam rumahnya lalu membaringkan nya di sofa ruang tamu. Ia membuka sepatu Ariani dan mengambil handuk lalu mengeringkan rambut Ariani, hatinya berdesir melihat wajah pucat Ariani.


"Hei, bangun. Ayo bangunlah Ariani." ia mengusap tangan Ariani yang dingin dengan lembut, ia mencoba membangunkan nya. Kemudian ia membuka jaket miliknya yang menyelimuti Ariani saat kedinginan dan membuka kardigan Ariani yang basah lalu menutup tubuhnya dengan selimut.


Dirga mengoleskan minyak kayu putih di hidung Ariani agar Ariani sadar dan tak lama kemudian ada pergerakan dari Ariani, matanya mengerjap dan ia bangun dari pingsannya. Ariani yang sudah terbangun ia mengedarkan pandangan melihat sekeliling nya, ia berada di sebuah ruangan yang asing baginya.


"Aku dimana?" Ariani berusaha untuk duduk dan memegang kepalanya yang masih pening.


"Kau sudah sadar, kau sekarang berada di rumahku." Dirga memberikan air hangat, merasa lega Ariani sudah sadar dari pingsannya. Ariani meminum air hangat dengan pandangan melihat ruangan rumah Dirga dengan raut wajah penuh tanya, mengapa Dirga membawanya ke rumahnya?


"Aku tidak tahu tempat tinggal mu dimana dan waktu sudah tengah malam, kau pingsan dan lama tidak sadarkan diri, jadi aku membawamu kemari." Dirga yang seperti mengerti dengan apa yang ada didalam pikiran Ariani lalu memberikan penjelasan.


Ditempat lain, Ryan bersama Tomi kini berada di sebuah tempat hiburan malam, ia ingin melepaskan semua beban pikirannya dengan minuman alkohol. Ia tahu itu sangat tidak baik dan tidak menjamin masalahnya akan selesai dengan sendirinya, tetapi ia ingin menghilangkan bebannya walaupun sejenak. Ryan memikirkan kejadian siang hari itu, ia merasa kasihan dengan Ariani yang terus menjadi kambing hitam oleh Elma tunangannya, sebenarnya akhir akhir ini hubungan Ryan dan Elma sedang tidak baik, mungkin sedang ada batu kerikil yang sedang menguji hubungan mereka, namun melihat Elma yang bertindak kasar pada temannya sendiri membuatnya berpikir apakah Elma gadis yang baik untuknya dan patut kah hubungan ini dipertahankan?


"Mengapa ia berubah? apa sudah tidak mempercayai ku." Ryan merasa sikap Elma yang sudah berubah, selalu berfikiran negatif padanya dan terlalu posesif. Ryan melirik Tomi yang disebelah nya sedang tertidur telungkup di meja karena sudah terlalu mabuk.

__ADS_1


"Ariani." Ryan menyebut nama Ariani, mengapa gadis itu yang selalu disalahkan saat bertemu dengannya, dua kali ia bertemu dan selalu mendapat hinaan dari kekasihnya.


"Kau, kau lelaki bodoh." Tiba-tiba Tomi yang masih memejamkan mata, meracau menimpali ucapan Ryan, Ryan tidak mengerti maksud ucapan Tomi.


"Apa maksud mu? Mengapa kau bilang aku lelaki bodoh?" Ryan mengangkat tubuh Tomi yang sudah sempoyongan untuk duduk.


"Kau itu bodoh, kau tidak peka. Ariani menyukaimu sejak lama, sejak sekolah. Kau buta, kau tidak melihatnya memperhatikan dan memperlakukan mu berbeda. Hemm..." Tomi dengan cengengesan mengatai Ryan, Tomi yang sudah mabuk parah akhirnya keceplosan, ia telah membuka rahasia yang lama ia simpan, tidak sadar dengan apa yang di ucapkan nya. Betapa terkejut nya Ryan mendengar ucapan Tomi, namun tidak serta merta ia percaya begitu saja dengan ucapan sahabat nya yang sedang mabuk itu. Mungkin saja hanya omong kosong.


"Kau sedang mabuk, jangan mengarang cerita. Aku tidak mempercayai mu." Ryan mendorong tubuh Tomi yang langsung telungkup ke meja. Dalam hatinya Ryan akan mencari tahu sendiri kebenarannya apakah benar yang dikatakan Tomi?


Ariani sudah mandi membersihkan badannya, ia lupa bahwa ia tidak memiliki baju ganti. Ariani keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, ia ingin mencari baju di lemari yang ada dikamar itu barangkali ada baju untuk bisa ia pakai. Namun lemari itu dikunci.


"Bagaimana ini?" Ariani menggigit bibirnya, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Masa iya ia harus tidur dengan tidak berpakaian? Disaat Ariani yang kebingungan karena tidak menemukan pakaian tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh Dirga yang nyelonong masuk tanpa permisi atau mengetuk pintu dahulu. Ariani terlonjak kaget melihat kedatangan Dirga yang tiba-tiba, Dirga pun sama terkejutnya dengan apa yang sedang dilihatnya, Ariani yang hanya memakai handuk membuat jantung nya serasa ingin loncat. Dirga membulatkan mata, dengan susah payah ia menelan salivanya tercengang dengan keindahan didepan matanya. Dirga menyadarkan diri dan langsung membalikkan badan.


"Maafkan aku, harusnya tadi aku mengetuk pintu dulu." Wajah Dirga memerah, ia gelagapan namun ia berusaha bicara setenang mungkin.


"Apa ada baju yang bisa aku pakai? bajuku basah, aku tidak punya baju ganti." Ariani menyilangkan tangan menutup dadanya, ia malu karena Dirga melihat nya yang hanya memakai handuk.

__ADS_1


"Tunggu sebentar." Dirga keluar kamar Ariani dengan langkah kaki seribu. Setelah sampai di kamarnya Dirga berdiri menyandar pintu, nafasnya naik turun.


"Hufth... bisa bisanya ia hanya memakai handuk di hadapan ku, untung saja aku bisa menahan. Kalau tidak, dia akan habis ku makan." Dirga yang masih berusaha menormalkan detak jantungnya dan sesuatu miliknya.


.


.


.


Author pengen tahu nih, kira - kira Visual tokoh Ariani, Ryan dan Dirga yang ada di bayangan kalian siapa?


Hai... reader's, mohon support nya untuk Author, klik vote dan like 👍 ya... Author sangat berterima kasih dengan kebaikan reader's sudah mau membaca karya pertamaku.


Silahkan kirim komentar yang membangun untuk Author agar bisa lebih baik lagi dalam menulis dan berkarya.


thanks... 💜

__ADS_1


__ADS_2