
Malam menampakkan sunyinya, bulan bersinar dengan bertemankan bintang menambah indahnya suasana malam itu, jiwa yang lelah sudah berada di alam mimpinya tetapi tidak dengan seorang gadis yang berada di dalam rumah sederhana yang dikelilingi sawah yang masih terjaga bertemankan hati yang lara.
Ariani yang berada di kamarnya memeluk bantalnya yang sudah basah karena air matanya terus mengalir, rasa tak percaya,sedih dan hancur menyelimuti nya.
"kenapa? kenapa harus dia?" Ariani merasa dihianati? tidak menyangka jika lelaki yang bertunangan dengan temannya adalah Ryan.
"Setelah sekian lama aku menjaga rasa ini hanya untukmu, tetapi kau memilih orang lain." Ariani yang seolah bicara pada Ryan.
" Sekarang, apa yang bisa kulakukan? Kau memilihnya, aku mencintaimu tanpa kau mengetahui seberapa besar cintaku. Memang ini salahku, harusnya aku menyatakannya padamu.Hiks..." Ariani menyadari kesalahannya yang tidak dapat mengungkapkan perasaannya sedari dulu, meskipun ia juga tidak tahu sebenarnya perasaan Ryan padanya.
"Sakit... rasanya sakit sekali... huhuuu..." Ariani memukul mukul dadanya yang sangat terasa sesak dan wajahnya yang merah karena menangis. Kini ia merasakan apa yang namanya patah hati, sakit sekali. Bukan diputuskan cintanya karena kekasih, tetapi melihat orang yang dicintai dalam hatinya memilih yang lain. Ariani yang menyembunyikan perasaannya dan Ryan tidak mengetahui nya. Ariani hanya menunggu,menunggu ungkapan cinta dari Ryan dan mana mungkin itu bisa terjadi? Karena bagi Ariani jika mengungkapkan perasaan cinta kepada lelaki itu sama saja menghancurkan harga dirinya sebagai wanita, meskipun tidak sedikit orang yang merendahkannya karena ia seorang gadis yang bukan dari kalangan berada, tetapi ia harus menjaga harga dirinya sebagai wanita.
"Aku akan melupakanmu, aku akan menghapus namamu di hatiku. Aku akan berusaha semampuku, aku pun ingin bahagia... " Ariani mencoba untuk bangkit dan melupakan orang yang sudah lama terpatri namanya dihatinya.
"Kau jahat, kau tidak peka, atau memang kau tidak pernah menyukaiku hingga tak pernah sekalipun melihatku?" Masih menangis seperti wanita yang sedang putus cinta.
Aku pasti sudah gila.
Ariani masih meracau mengeluarkan isi hatinya, hingga akhirnya lelah dan mengantuk ia pun tertidur sendiri.
Pagi hari pun datang dengan semangat matahari menyinari alam membuat insan bersemangat pula menyongsong hari.
__ADS_1
"Bu, kakak mana?" Kirani dan ibunya sedang makan sarapan.
"sepertinya masih di dalam kamar." Ibu merasa ada yang berbeda dengan anaknya, tidak seperti biasanya Ariani belum keluar kamar, biasanya Ariani selalu bangun awal dan menyiapkan sarapan.
"Apa dia sakit?"
Di dalam kamar Ariani sedang berada didepan cermin.
"mataku bengkak, terlihat aneh sekali." Ariani melihat matanya yang sembab karena ia menangis semalam. Ariani pun mengingat apa yang terjadi semalam, ia menangisi lelaki yang bukan siapa - siapanya.
Bodohnya aku...aku menangisinya sedangkan dia berbahagia.
Ariani menyesali perbuatannya, seperti tidak ada pria lain saja di dunia ini hingga menangisi pria yang bukan kekasihnya. Tetapi dalam sekejap wajahnya berubah murung dan matanya berkaca kaca mulutnya bisa berkata bahwa ia kuat menerima kenyataan tetapi dalam hatinya ia merasa rapuh.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya,
tok.. tok..
"Nak, kau baik - baik saja? ayo kita makan." ibu datang untuk melihat kondisi putrinya yang belum keluar dari kamarnya.
"Iya bu, aku baik - baik saja, sebentar lagi aku keluar". Ariani pun keluar dari kamarnya dan bergabung bersama ibu dan adiknya untuk sarapan.
__ADS_1
" Kakak baik - baik saja?" Kirani menanyakan kabar kakaknya.
"kakak baik kok, ayo lanjut makan." Ariani menutupi keadaan nya.
"Tapi mata kakak terlihat bengkak" Adiknya yang merasa ada perbedaan di wajah Ariani dan ibu pun tahu Ariani merasa bingung menjawabnya kemudian memotong pembicaraan.
"Sudah, ayo lanjutkan makannya." Dan akhirnya mereka makan tanpa ada suara.
.
.
.
maaf jika ada typo..
Hai..ini karya pertamaku...
mohon berkomentar dengan bijak... 🙏
pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..
__ADS_1
Terima kasih... 🙏