Melupakanmu

Melupakanmu
Ariani Meninggalkan Desa


__ADS_3

Pagi telah tiba mentari sudah menyapa. Ariani sedang bersiap untuk melakukan perjalanannya, semalam ia tidak bisa tidur hatinya berdebar karena ini pertama kalinya ia akan melakukan perjalanan jauh, sendirian pula. Berbekal catatan alamat dan rute jalan yang diberikan Indah, ia memberanikan diri menghilangkan rasa takutnya. Ariani berpamitan pada Ibu dan Kirani, dengan menahan tangis ia mencoba tangguh, menguatkan hati agar orang yang akan ia tinggalkan tidak merasa khawatir padanya.


" Ibu, Ariani berangkat ya. Do'akan Ariani semoga selamat, jaga kesehatan ya Bu. Ariani janji akan memberi kabar setelah Ariani sampai." Ariani mencium tangan dan memeluk Ibunya, matanya sudah memerah menahan air matanya.


"Hati-hati, jangan lupa sholat. Ibu akan menjaga kesehatan dan juga menjaga Kirani, jaga dirimu baik - baik ya.. hiks." Ibu sudah tidak bisa menahan tangisnya, ditinggalkan putri tersayang yang merupakan tulang punggung keluarga. Ariani pun akhirnya pecah meluapkan kesedihan nya meninggalkan orang-orang yang ia sayang.


"Kakak.. Bagaimana dengan Kirani, setelah kakak pergi nanti tidak ada yang menemani Rani belajar bikin PR dan jalan - jalan. Kirani akan kesepian kak, Hiks..." Kirani pun ikut berhambur memeluk keduanya.


"Kakak juga akan merindukanmu, nanti kakak akan sering telepon, jaga kesehatan ya. Biar nanti pas kakak pulang kita bisa pergi ketempat yang indah, jalan - jalan. Hemm..." Ariani mengelus punggung Kirani mencoba menenangkan adiknya yang sedih karena akan ditinggal jauh darinya. Setelah selesai dengan drama perpisahan, Ariani pun berangkat dengan diantar tetangga naik motor menuju terminal yang jaraknya jauh dari desa. Setelah sampai di terminal Ariani pun membeli tiket Bus menuju kota B tempat temannya bekerja, setelah menunggu satu jam akhirnya Bus pun berangkat.


Bismillah... semoga selamat sampai tujuan.


Ariani berdo'a sepanjang perjalanan, ia juga menikmati perjalanan dan melihat indahnya pemandangan dari kaca jendela mobil di iringi suara musik daerah asalnya yang menambah kerinduannya pada Ibu dan juga adiknya yang baru beberapa jam ia tinggalkan.


"Baru beberapa jam saja aku sudah merindukan mereka." Ariani tersenyum, betapa besar perjuangannya untuk menghidupi keluarganya hingga ia harus bekerja di kota. Air matanya menetes saat ia teringat warung kopinya yang sudah menjadi sumber kehidupannya dulu, mengapa warungnya bisa terbakar? masih ada tanya dalam benaknya mengapa itu bisa terjadi. Ariani pun teringat penjaga hatinya, Ryan. Mungkin dengan ia pergi dari desa akan mudah untuk melupakan cintanya, semoga saja. Lama bergelut dengan pikirannya, akhirnya Ariani pun mengantuk dan tertidur.


Setelah menempuh perjalanan berjam jam, Ariani pun akhirnya sampai di terminal Kota B, ia turun dan menaiki bis kota menuju halte tujuan.

__ADS_1


"Indah bilang turun di halte B kan?" Ariani memastikan tempat dan melihat kertas catatannya. Kemudian ia menelepon Indah.


"Halo, Indah aku sudah naik Bis dan akan turun di halte B." Ariani bicara ditelepon layaknya orang yang baru pertama kalinya ke kota,takut nyasar.


"Baiklah, nanti jika kamu sudah sampai. Tunggu saja di sana aku akan datang." Indah pun segera siap siap menjemput temannya itu.


Bis pun sudah berhenti di halte, Ariani turun dan duduk memangku tas besar berisi barangnya, ia memakai tas selempang kecil juga berisi handphone jadul dan uang seadanya untuk kehidupannya di kota. Halte itu terlihat sepi, seseorang pun datang dan duduk disebelah Ariani.


"Sedang menunggu teman ya?" Lelaki itu bertanya pada Ariani.


"Iya." Ariani yang menjawab dengan polosnya.


"Benarkah?" Ariani yang lugu tidak menaruh curiga.


"Ayo." Ariani mengikuti pria yang baru ditemuinya itu tanpa ada rasa curiga sedikitpun, mereka pergi meninggalkan halte dan hingga ia dan lelaki itu berada di sebuah gang kecil tiba-tiba pria itu menjambret tas kecil milik Ariani kemudian ia lari kabur.


" Tas ku, pencuri... pencuri. Hei... kembalikan tas ku... Hei...penjahat." Ariani pun berlari berusaha mengejar pencuri tas nya, dan hingga ia tidak menyadari akan menyeberangi jalan ia tidak melihat ada pengendara motor melaju kearahnya.

__ADS_1


"Aaaaa...." Akhirnya Ariani pun terserempet motor, hingga ia jatuh dan kepalanya terbentur trotoar. Ariani pun tergeletak di jalan hingga ada beberapa orang berkerumun menghampirinya.


Ibu... Kirani... jika nanti aku tidak kembali... maafkan aku...


Ariani melihat wajah orang-orang di sekeliling nya dan kepalanya merasa pusing hingga ia pun akhirnya pingsan, air mata menetes diujung matanya.


.


.


.


maaf jika ada typo..


Hai..ini karya pertamaku...


mohon berkomentar dengan bijak... 🙏

__ADS_1


pembaca yang baik hati... jangan lupa like 👍 karyaku ini..


Terima kasih... 🙏


__ADS_2