
Pundak Ariani terasa dingin setelah tertumpah es cokelat milik Bella.
"Oops, maaf tidak sengaja." Permintaan maaf Bella sedikit mengejek, dalam hati ia menertawai baju Ariani yang terlihat kotor terkena es cokelat miliknya.
"Tidak apa-apa nona, permisi." Ariani tersenyum tegar, kemudian ia berdiri lalu pergi setelah melihat beberapa orang memperhatikan kejadian yang menimpanya, sekilas ia melirik Dirga yang diam melihat kepergiannya.
"Lain kali hati-hati, kasihan kan bajunya jadi kotor." Dara menegur Bella setelah Ariani pergi, ia tahu Bella sengaja menumpahkan minumannya hingga mengenai baju Ariani. Sedangkan Dirga diam seribu bahasa, entah apa yang sedang di pikirkan nya.
"Aku bilang tidak sengaja, lagi pula mengapa tiba-tiba kau peduli dengannya?" Bella tidak ingin mengalah, ia duduk menyandar lalu mengangkat dagunya.
"Jelas lah, dia kan pegawai ku." Dara melengos, menyudahi pertikaian nya dengan Bella. Ia malas meladeni adu mulut dengan Bella yang pasti tidak akan selesai dan tak berujung.
"Dirga, ada apa denganmu? Apa kau masih sakit?" Bella beralih pada Dirga yang dari tadi hanya diam, ia kembali dengan sikap lemah lembut mencari perhatian Dirga, ia mengangkat tangannya dan ingin menempelkan punggung tangannya di kening Dirga, namun segera ditepis oleh Dirga.
"Jangan melampaui batas." Dirga menatap Bella tidak suka, ia muak dengan segala perhatian Bella . Dara menutup mulutnya menutupi senyum yang tersungging di bibirnya menyaksikan pertunjukan di depannya, sebenarnya ia mengapresiasi kegigihan Bella mendekati Dirga, meskipun selalu gagal. Tiba-tiba ponsel Dirga berbunyi, Dirga melihat layar ponselnya kemudian pergi menjauh dari dua wanita itu untuk menerima panggilan telepon nya, tidak lama setelah menerima panggilan Dirga pergi meninggalkan Bella dan Dara yang masih duduk bersamanya. Kini kedua wanita itu terlihat canggung, Bella menatap Dara dengan sebal, ia sudah merasa dikhianati oleh Dara. Dara yang ditatap seperti itu terlihat santai, ia sudah tidak ingin ikut campur membantu Bella dengan obsesinya mendapatkan Dirga, ia sudah muak dengan sifat Bella yang arogan.
"Sepertinya sudah ada yang menjadi penghianat." Bella berbicara sambil mengaduk aduk gelasnya, ia menyindir Dara dengan tatapan menghujam.
"Kau bicara apa? Habis nonton film?" Dara berkilah, ia tahu sebenarnya Bella sedang menyindirnya.
__ADS_1
"Dengar, dengan atau tanpa bantuanmu aku akan mendapatkan Dirga. Meskipun sekarang kau sudah tidak lagi ada di pihak ku, aku akan tetap terus mengejarnya. Aku akan menyingkirkan siapapun yang mengganggu jalanku untuk mendapatkannya, tidak peduli siapapun itu." Bella menatap tajam Dara, ia memberikan peringatan padanya. Membuat Dara bergidik mendengar nya.
"Kau sudah gila." Dara pergi meninggalkan Bella yang tersenyum smirk melihat kepergiannya.
Di toilet Ariani sudah mengganti baju kerjanya dengan baju cadangan yang ia bawa dan disimpan di loker. Ariani sedang membasuh noda cokelat yang menempel di bajunya.
"Susah juga membersihkan nodanya, pekat sekali." Ariani berusaha mencucinya sampai bersih hingga nodanya hilang, ditengah aktifitas nya ia mendapat pesan dari ibunya bahwa adiknya sakit. Kemudian Ariani menghubungi ibunya yang ada di desa, ia menanyakan keadaan Kirani yang sedang sakit sampai tidak menyadari ada panggilan masuk dari Dirga.
"Apa dia sangat sibuk?" Dirga mencoba menghubungi Ariani kembali tetapi tetap saja tidak ada jawaban, Dirga merasa geram karena panggilannya tak kunjung di jawab.
"Dirga tadi menelepon. Ada apa ya?" Ariani melihat ponselnya setelah mengakhiri panggilan dengan ibunya, Ariani pun balik menelepon Dirga. Ternyata panggilannya pun tidak diangkat.
"Tidak diangkat, sepertinya dia sedang sibuk." Ariani melihat foto Dirga yang sedang selfie, Dirga yang memasang fotonya sendiri lalu dijadikan gambar kontaknya.
"Tampan, tapi sayang aku tidak tahu bagaimana isi hatimu padaku. Kau memintaku melupakan kak Ryan, apa kau akan menyatakan cinta padaku? Tapi kapan?" Ariani berbicara dengan foto Dirga yang ada dilayar ponselnya.
"Atau jangan-jangan kau sudah punya kekasih?" Ariani teringat Bella yang datang tiba-tiba menghampiri Dirga saat mereka sedang mengobrol, sepertinya mereka terlihat akrab. Bella masuk kedalam toilet tanpa sepengetahuan Ariani, ia berjalan lalu menyenggol Ariani hingga Ariani menjatuhkan ponselnya ke lantai. Beruntung ponsel Ariani tidak rusak karena sempat terbentur kaki Ariani meskipun terlihat layar ponselnya yang retak. Ariani terkejut mendapat serangan dari Bella, Bella mengambil ponsel Ariani lalu ia melihat layar ponsel yang sedikit retak itu sedang menampilkan gambar Dirga. Bella tersenyum, ia menatap Ariani dengan tatapan yang tidak bisa terbaca.
"Kau mengenalnya?" Bella mengembalikan ponsel Ariani padanya sambil menunjukkan layar ke wajah Ariani. Ariani mengangguk, mengambil ponsel miliknya lalu menyimpannya di saku celana. Bella berjalan mengitari Ariani, melihat penampilannya sepertinya Ariani bukan berasal dari kota.
__ADS_1
Cih... Sejak kapan Dirga tertarik dengan gadis kampung macam ini.
"Sepertinya kau bukan berasal dari sini, kau dari desa ya?" Ariani pun mengangguk lagi mendapat pertanyaan Bella mengenai asal usulnya.
"Aku tidak tahu mengapa Dirga bisa dekat dengan gadis kampung, jelek dan miskin sepertimu. Kau tidak selevel dengannya." Ariani menatap Bella, ia tidak mengerti apa maksud ucapan Bella. Mengapa tiba-tiba ia mendapat hinaan seperti ini.
"Maaf, anda siapa?" Ia tidak terima diperlakukan seperti itu, Ariani merasa tidak bersalah tetapi mengapa Bella mengatainya rendah.
"Kau ingin tahu aku siapa?" Bella berjalan mendekat lalu dengan cepat ia menjambak rambut Ariani dengan kencang, Ariani kesakitan ia berusaha melepaskan tangan Bella yang mencengkram kuat rambutnya.Tetapi sia-sia, Ariani kalah tenaga.
"Aku adalah calon istri Dirga. Jadi jauhi dia, kalau kau masih berhubungan dengannya. Kita lihat, apa yang akan terjadi padamu." Bella, berbicara di dekat telinga Ariani, mengancamnya untuk menjauhi Dirga.
"Lepaskan nona, anda tidak bisa berbuat seperti ini. Kita tidak saling mengenal, tapi mengapa anda menyerang saya. Apa salah saya?" Wajah Ariani sudah memerah menahan sakit dan tangisnya.
"Salahmu adalah sudah hadir dalam kehidupan Dirga dan kau salah sudah mengenalnya. Mulai sekarang jauhi Dirga, pergi dari kehidupan nya." Bella mendorong Ariani hingga jatuh terduduk, kepala Ariani terbentur tembok hingga mengeluarkan darah sedikit.
"Bella, apa yang kau lakukan!" Dara datang menolong Ariani. Perasaannya sudah tidak enak saat terakhir mendengar ucapan Bella, hingga akhirnya ia teringat Ariani. Dan ternyata dugaannya benar, Bella melakukan apa yang telah diucapkannya pada Dara, Bella menyerang Ariani.
"Kau sudah gila. Ingat, kau akan membayar mahal semua perbuatan yang sudah kau lakukan padanya." Dara menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir mengapa Bella bisa berbuat sekejam itu pada Ariani.
__ADS_1
Akan ku adukan kau pada Dirga.
"Ariani, ayo kita pergi dari sini." Dara membawa Ariani keluar. Bella melipat tangannya di dadanya melihat kepergian Dara dan Ariani, ia tersenyum puas sudah memberikan pelajaran pada Ariani. Baginya, Ariani adalah batu kerikil yang mengganggu usahanya mendapatkan Dirga, maka ia harus menyingkirkan nya.