Melupakanmu

Melupakanmu
Dirga Mendatangi Ryan


__ADS_3

Dirga meyakini ada sesuatu yang terjadi selepas kepergiannya saat meninggalkan Ariani di halte, pasalnya Ryan juga berada di sana malam itu. Ia pria yang bersama Ariani saat Dirga akan berpamitan padanya.


Apa yang dilakukan pria br*ngsek itu pada Ariani?


Dirga mulai menduga Ryan telah melakukan kekerasan terhadap Ariani.


"Awas kau!! Lelaki sialan!" Dengan wajah yang menunjukkan amarah Dirga membanting bola basket hingga memantul tinggi ke angkasa, kemudian ia pergi meninggalkan Bian yang dengan susah payah menangkap bola yang ia lempar. Bian menerka-nerka siapa pria sialan yang Dirga maksud?


"Hei, kau mau kemana? Aku belum selesai bicara sialan!" Bian balik memaki Dirga yang pergi begitu saja padahal ia belum selesai menceritakan semuanya. Lalu ia mengambil ponsel milik Ariani pemberian Dirga di saku celananya, Ariani meminta tolong padanya untuk mengembalikannya pada Dirga. Ponsel yang saat itu rusak kini sudah terlihat baik, layarnya pun sudah mulus seperti baru, ternyata Bian memperbaikinya.


"Maaf Ariani, sepertinya aku tidak bisa membantumu. Aku melihatnya begitu peduli padamu, sebagai teman aku memihak Dirga. Kau selesaikan masalahmu dengannya." Bian berbicara pada ponsel itu seolah sedang berbicara dengan Ariani, lalu ia memasukkan kembali ponsel itu kedalam saku. Bian memutuskan untuk tidak memberikan ponsel itu pada Dirga, ia berpikir Dirga pasti akan merasa kecewa karena Ariani telah mengembalikan barang pemberiannya. Bian dapat melihat kerapuhan hati Dirga dalam diamnya, sebagai sahabat ia tidak ingin melihat Dirga terpuruk.


Kemudian Bian masuk kedalam rumah menyusul Dirga yang tadi pergi lebih dulu, namun ternyata ia tidak mendapati Dirga di dalam rumahnya. Dilihatnya mobil milik Dirga sudah tidak terparkir di garasi.


"Kemana perginya anak itu?" Bian sedikit kesal dengan sikap Dirga yang tidak bisa ditebak.


Di lain tempat Ryan dan Tomi yang sedang berada di rumah sewa mereka sedang duduk bersantai merehatkan tubuh mereka yang lelah setelah seharian bekerja.


"Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu?" Tomi membuka percakapan mereka sambil ngopi dan ngobrol santai.


"Masih banyak yang harus aku urus, besok kita akan survei melihat rumah." Ryan sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahannya bersama Elma, ia mencari rumah untuk huniannya nanti setelah menikah.


"Kau yakin dengan semua keputusanmu?" Tomi mencoba mengulik isi hati Ryan, intinya menyinggung perasaannya kepada Ariani.


"Apa maksudmu?" Ryan memicingkan mata merasa curiga, lagi-lagi Tomi membahas masalah yang sama.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya memastikan. Kau dan Elma sudah melangkah sejauh ini, jadi benar kalau kau memang tidak pernah menyukai Ariani?" Seperti ada yang menyayat hatinya, rasa bersalah Ryan pada Ariani kembali muncul setelah ia coba hapus dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius bersama Elma.


"Sudah kubilang jangan membahas itu di hadapan ku" Ryan tidak ingin mengingat perbuatan bodohnya yang tidak bisa membela Ariani saat itu.


"Baiklah, aku hanya bertanya saja. Kau tak perlu marah." Dalam hati Tomi tersenyum senang, berarti ia masih ada kesempatan untuk mendekati Ariani.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar, Ryan dan Tomi sama-sama menengok ke arah pintu rumah siapa yang datang ke tempat mereka, lalu mereka saling tatap mengira-ngira siapa yang datang.


"Apa kau ada janji dengan Elma?" Tomi bertanya pada Ryan, Ryan menjawab dengan mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu karena ia merasa tidak membuat janji dengan Elma. Kemudian Tomi memberi isyarat pada Ryan untuk membukakan pintu dan akhirnya Ryan yang membuka pintunya, setelah pintu itu dibuka Ryan dibuat kaget melihat tamu tak diundang yang datang ke rumahnya.


Dirga?


"Kau?!" Ryan membelalakkan matanya tak pernah menyangka tiba-tiba Dirga bertamu ke rumahnya.


"Kenapa kau terkejut? Biasa saja lah, kau tak perlu terkejut seperti itu melihat ku." Dirga menjawabnya dengan cuek, setelah melihat ekspresi Ryan yang tercengang melihat kedatangannya, seperti melihat hantu saja. Tomi yang penasaran ingin tahu siapa tamu yang datang, ia pun menghampiri Ryan yang berdiri mematung. Dilihatnya Dirga berdiri dihadapan Ryan.


"Ada apa kau kemari? Dari mana kau tahu tempat tinggal ku?" Ryan langsung memberondong Dirga dengan pertanyaan mengenai kedatangannya, namun Dirga menanggapinya dingin, diam tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dirga membalikkan badan membelakangi mereka, kemudian menyelipkan tangannya kedalam saku hoodie nya. Tomi dan Ryan dibuat melongo dengan tingkah Dirga yang seenaknya.


"Kau tak perlu tahu, karena aku bisa melakukan apa yang aku mau." Dirga tahu dimana Ryan tinggal karena ia telah mencari tahu siapa Ryan setelah kejadian Ariani pergi, ia menyewa seseorang untuk mencari tahu kehidupan Ryan. Seketika hening, dua orang dibelakang Dirga tak mengerti maksud kedatangannya, Tomi dan Ryan saling melirik. Apa yang sedang dilakukan pria ini?


"Dimana dia?" Masih berdiri dengan posisinya Dirga menanyakan keberadaan Ariani pada Ryan.


"Siapa maksudmu?" Ryan tak mengerti siapa yang Dirga bicarakan, Dirga menengok kebelakang melirik Ryan dengan sudut matanya. Lalu ia tersenyum miring.


"Apa yang kau lakukan padanya malam itu?" Deg! Ryan mulai mengerti maksud pembicaraan Dirga, Dirga membahas peristiwa malam itu. Dirga mulai melayangkan tatapan tak bersahabat padanya.

__ADS_1


Mengapa dia menanyakan Ariani? Aku pikir mereka sudah hidup masing-masing.


"Kau kan orang yang bersamanya di halte itu? Apa yang kau lakukan hingga Ariani pergi meninggalkan ku?!" Dirga menaikkan volume suaranya sudah tidak sabar menunggu Ryan yang diam seribu bahasa, Dirga menarik kerah baju Ryan hingga terangkat. Tomi melotot terkejut melihat perlakuan Dirga terhadap temannya.


"Jika kau tidak mencintainya jangan memberi harapan padanya. Kau sengaja kembali hadir dalam hidupnya untuk menghancurkannya, iya? Kau hanya membuatnya menderita!" Dirga melepaskan Ryan dengan sedikit mendorongnya hingga Ryan sedikit mundur, terlihat nafas Dirga yang naik turun menahan emosinya.


"Aku tidak pernah bermaksud menyakiti Ariani, ini semua terjadi diluar dugaan ku." Ryan berusaha memberi alasannya, Tomi masih diam menyimak pertunjukan didepannya.


"Apa? Dugaan? Jadi kau yang merencanakan semuanya? Apa kau sudah merasa hebat karena telah diperebutkan banyak wanita?" Ucapan Dirga hampir membuat Ryan berpikir lagi tentang perasaan Ariani yang sebenarnya, akan tetapi Tomi yang mengetahui itu tidak membiarkan Ryan untuk memikirkan nya lebih dalam. Jangan sampai Ryan tahu perasaan Ariani yang sebenarnya padanya.


"Hentikan omong kosong mu bodoh." Tomi menarik hoodie Dirga lalu memukul hidung Dirga yang belum siap menerima pukulannya, alhasil keluarlah darah dari lubang hidungnya. Mendapat serangan tiba-tiba dari Tomi Dirga semakin terpancing melampiaskan emosinya yang lama terpendam.


"Kau tidak perlu mencampuri urusanku dengannya, B*ngs*t!!!" Dirga menatap Tomi dengan tatapan siap menghunus, lalu balik membalas Tomi dengan bogem kerasnya. Ia tak suka Tomi ikut campur masalahnya dengan Ryan, dan akhirnya terjadilah perkelahian antara keduanya, Dirga nampaknya lebih unggul dari Tomi.


"Dirga hentikan, ku mohon hentikan. Ya, aku telah bersalah. Aku minta maaf karena telah menyakiti Ariani." Ryan tak tega melihat Tomi yang berada dalam jeratan Dirga berusaha melerai perkelahian itu, ia meminta maaf mengakui bahwa benar Ariani mengalami kekerasan karena dirinya. Bukan, sebenarnya Ryan melindungi Elma yang telah membuat Ariani babak belur.


Setelah puas mendengar pengakuan Ryan akhirnya Dirga melepaskan Tomi.


"Mulai sekarang jauhi dia, akan ku patahkan kakimu jika kau mendekatinya." Dirga menunjuk wajah Ryan dengan telunjuknya, mengancam Ryan untuk tidak mendekati Ariani lagi. Kemudian ia pergi meninggalkan Ryan yang mematung tak pernah membayangkan Dirga membalas perbuatannya hanya karena untuk membela Ariani. Sedangkan Tomi mengepalkan tangannya mendengar ucapan Dirga, satu hal yang bisa ia simpulkan dari kejadian ini, Dirga mencintai Ariani.


"Kau tidak apa-apa?" Ryan membantu Tomi berdiri.


"Aku baik-baik saja." Tomi mengangkat tangannya mengisyaratkan ia tidak memerlukan bantuan Ryan, lalu ia masuk ke dalam menuju kamarnya disusul Ryan yang juga masuk kedalam kamarnya. Tak lama kemudian Ryan mendengar deru mesin mobil yang menyala kemudian ia melihat keluar dari jendela, ternyata Tomi pergi.


"Pergi kemana dia?"

__ADS_1


......................


Bersambung...


__ADS_2