Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Bab 10


__ADS_3

Flashback...


  Galuh Saputra... Adalah pemegang saham terbesar di kota Y pada masa itu. Riyu adalah anak semata wayang dari keluarga Galuh, tidak banyak orang yang tau tentang keberadaan Riyu setelah kecelakaan itu terjadi. Kecelakaan yang merenggut keluarga Galuh Saputra....


"Aku tetap akan bersikeras membatalkan kerjasama antara kita, aku tidak mau penghasilan yang kotor. Mangsur!"


"Kita ini hidup di Dunia bisnis Galuh! Ambisi, egois, dan akal itu perlu kita gunakan untuk mengembangkan perusahaan!"


"Itu kau... Bukan aku! Sekarang pergilah dan jangan paksa aku lagi untuk bekerjasama denganmu"


 


Pak Mangsur menyeringai lalu pergi keluar dari ruangan Galuh. Galuh dan Mangsur adalah sahabat dekat dari kecil, bahkan mereka sudah seperti saudara kandung yang tidak bisa di pisahkan. Tapi sejak berkecimpung di dunia bisnis, kekayaan merubah sikap Mangsur. Ia menjadi orang yang tamak, picik, berambisi dan harus mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.


Hingga pada suatu hari, Galuh berniat merayakan ulang tahun Riyu yang ke 12. Mereka sudah merencanakan jauh hari untuk merayakan ulang tahun anak semata wayangnya itu bersama anak-anak lainnya untuk di undang ke villanya yang berada di puncak Kota Y, salah satunya adalah Lila anak Mangsur.


Dekorasi telah tersusun indah, makanan, hadiah sudah di persiapkan dan di susun sedemikian rupa. Saatnya mereka bersiap untuk pergi ke villa...


"Happy Birthday Riyu sayang, hari ini adalah hari istimewa mu. Apa kamu senang?" ucap Galuh mencium kening Riyu.


"Riyu sangat senang ayah, Riyu sudah tidak sabar untuk pergi ke vila. Pasti di sana sudah banyak teman-teman yang menunggu" jawab Riyu riang.


"Haha lihat Bu, anak kita sudah tidak sabar"


"Memang sudah waktunya kita berangkat ayah, kita tidak akan membiarkan tuan putri kita terlambat bukan?" ucap Bu Galuh tersenyum.


"Tenang saja sayang, vila di puncak tidak terlalu jauh dari tempat kita. Masih ada satu setengah jam lagi, kita tidak akan terlambat" ucap Galuh membetulkan posisi dasi di lehernya.


 Riyu sangat gembira ketika di dalam mobil, ia bernyanyi dan bercerita sepanjang perjalanan menuju puncak. Galuh dan istrinya memang tidak pernah membiarkan anaknya kurang perhatian, sesibuk-sibuknya mereka Riyu tetap di utamakan. Bu Galuh yang penuh kelembutan, dan pak Galuh yang penuh kasih sayang. Banyak bangsawan lain yang iri pada kehidupan harmonis mereka.


 


Acara ulang tahun Riyu telah usai dan berjalan dengan lancar, banyak hadiah yang diterima oleh Riyu...


"Riyu, acara ulang tahunmu meriah sekali! Aku juga akan merayakan hari ulang tahunku dengan mewah!" ucap Lila sebelum dia masuk ke dalam mobil.


"Kamu akan mengundangku kan Lila?"


"Pastilah Riyu, aku akan mengundangmu, biar kamu tau perayaan ulang tahunku lebih megah darimu" ucap Lila lalu melangkah pergi.

__ADS_1


Riyu merasa bahwa ucapan Lila adalah bentuk iri hatinya pada Riyu. "Riyu... Kenapa kamu murung nak?" tanya Bu Galuh membelai Riyu.


"Ibu, apa Lila masih iri padaku? Dia bilang akan mengundangku ke pesta ulang tahunnya nanti supaya aku tau kalau pestanya lebih meriah dari ini" ucap Riyu.


Galuh dan istrinya saling pandang mendengar ucapan Riyu, "Jangan terlalu berfikir sayang... Lila tidak iri, mungkin dia memang ingin acara ulang tahun yang spesial, sama sepertimu. Sudah ayo kita pulang, nanti keburu sore" ucap Galuh menenangkan Riyu.


Saat perjalanan pulang...


Tin... Tin... Klakson mobil yang berada tepat di belakang mobil Galuh, terlihat bergerak cepat.


"Ayah mungkin pengemudi itu sedang buru-buru beri sedikit jalan" ucap Bu Galuh cemas.


"Seharusnya dia tau Bu, ini adalah jalanan yang menurun. Apalagi di depan sana ada tikungan tajam, tidak seharusnya menyalip itu sangat berbahaya" ucap Galuh sambil konsentrasi menyetir mobilnya.


Tiinnn ..... Braakkk.... Mobil Galuh tergoncang dan mulai oleng.


"Hati-hati pa..." teriak Bu Galuh ketakutan.


"Pengemudi gila! Ini... Ada yang tidak beres!" gumam Galuh dalam hati.


Mereka semakin dekat dengan tikungan tajam, Galuh semakin hati-hati mengemudikan mobilnya tapi...


Braakkk.... Mobil di belakangnya tadi menyerempet mobil Galuh hingga hilang kendali dan menabrak pembatas jalan, mobil Galuh terjatuh ke dalam jurang...


"Astaga suara apa itu!" ucap Parso, seorang pria desa yang sedang mengumpulkan kayu bakar di hutan. Parso bergegas menghampiri sumber suara tadi.


"Astaga... Ternyata suara mobil yang jatuh" ia terkejut dan langsung menghampiri mobil yang terbalik itu. Parso mengamati ke dalam mobil yg telah ringsek.


"Oh Tuhan ternyata masih hidup, bertahanlah pak saya akan mencari bantuan untuk menolong bapak" ucap Parso


Galuh terluka sangat parah darah keluar dari kepala dan hidungnya, sedangkan istrinya sudah tidak bergerak lagi.


"To... Tolong bawa pergi Riyu anak saya" ucap Galuh terpekik di sisa nyawanya.


Parso langsung membongkar pintu mobil belakang, dan benar ada seorang gadis kecil tidak sadarkan diri disana.


Bersusah payah Parso mencoba menolong Riyu, beberapa saat kemudian Parso berhasil mengeluarkan Riyu dari mobil.


"Pak anak bapak sudah aman! Ayo sekarang saya akan mengeluarkan bapak" Parso sedikit panik melihat luka Galuh yang mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


"Waktu saya sudah tidak banyak, tolong titip Riyu anak saya. Anggap anak itu sebagai anakmu, jangan sampai ada orang yang tau kalau Riyu adalah anakku" ucap Galuh kesulitan berbicara.


"Tapi pak!" ucap Parso.


"Ini... Ini adalah batu berlian, cukup mahal jika kau menjualnya. Tolong jaga Riyu....."


Parso menerima kotak perhiasan berwarna merah yang di berikan oleh Galuh.


"Pak.... Pak..."


Berkali-kali Parso menggoyang goyangkan tangan Galuh, tapi dia sudah tidak bergerak lagi. Parso sangat menyesal karena dia tidak bisa berbuat banyak.


Beeesssss..... Tiba-tiba muncul asap tebal dari belakang mobil Galuh. Melihat itu Parso bergegas menggendong Riyu menjauh, Bllaaammmm.... Suara ledakan terdengar.


"Nak... Semoga kamu bisa tabah, mulai sekarang pakde akan menjadi orang tuamu" ucap Parso menangis sambil membawa tubuh Riyu menuju rumahnya.


**Rumah Parso...


Sengaja menunggu malam, Parso pulang sambil melihat le arah sekitar berharap tidak papasan dengan warga lain...


"Pak kenapa kamu lama sekali! Eh anak siapa ini!" Siti terkejut saat melihat suaminya pulang membawa seorang anak gadis.


"Ssstt Bu, jangan kencang-kencang!"


Parsopun menceritakan tentang apa yang terjadi hingga ia mendapatkan Riyu, Siti memahami sikap baik suaminya dan mulai hari itu Riyu di asuh oleh Parso dan Siti.


Mereka sangat bahagia dengan adanya Riyu, karena selain putranya, Agi... Akhirnya Parso dan Siti bisa merasakan rasanya memiliki anak perempuan.


Malam harinya Parso memberi tahu Siti isi yang ada di dalam kotak perhiasan itu, Di sana ada sebuah liontin perak bermata berlian dan di dalamnya ada foto kecil Riyu bersama ayah dan ibunya. Sedangkan di sebelah liontin itu ada beberapa batu berlian.


"Bu ini adalah pemberian dari orang tua Riyu, yang berlian ini kita bisa jual. Tapi kalau liontin ini lebih baik kita simpan untuk Riyu dan kita berikan saat dia dewasa nanti" ucap Parso.


Siti mematuhi apa yang menjadi keinginan Parso, beberapa bulan kemudian Parso mencoba menjual satu berlian ke toko mas ternama di kota Y. Ia menjual berlian itu untuk biaya Riyu sekolah, tapi tidak di sangka harga satu berlian itu bahkan bisa membuat hidupnya berubah.


 


Selain untuk biaya sekolah Riyu, Parso juga bisa merenovasi rumah dan membeli perabotan untuk rumahnya. Siti merasa bahagia akan hal itu, hingga pada suatu hari. Riyu jatuh sakit dan harus di operasi karena penggumpalan darah di otaknya.


 

__ADS_1


Parso membutuhkan biaya besar untuk operasi Riyu, iapun berniat menjual berlian satunya namun... pada saat perjalanan pulang, Parso meninggal akibat kecelakaan.


Riyu sembuh tapi ia juga kehilangan pakde Parso, sejak saat itulah Siti sangat membenci Riyu. Karena memperjuangkan nyawanya Siti kehilangan suami tercintanya...


__ADS_2