Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Kembali ke kediaman Mahesa


__ADS_3

Sore harinya sepulang dari kantor, Riyu mendapati Noval yang sudah berada di kamarnya. Tatapan benci langsung di lemparkan pada sosok pria yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Tas tangan yang Riyu pegang langsung terbanting tepat berada di samping Noval, "Apa-apaan ini?!" tanya Noval geram melihat tingkah Riyu.


"Kau. Kau pasti terlibat dalam masalah ini kan?!" Tanya Riyu tak kalah kesal.


"Apa maksudmu?!"


"Ga usah pura-pura deh. Kamu menghianati kepercayaan Kakek. Kamu memanfaatkan kesempatan saat tinggal disini! Kau sengaja memata-matai kami kan?!"


Noval terdiam, wajahnya terlihat kaget. Bagaimana Riyu bisa tau kalau dia memang sedang memata-matai Darma. "Hemh. Tatapanmu menjawab bahwa semua itu benar" Riyu tersenyum getir.


"Baiklah, kau berhasil. Kau berhasil membuat Darma Union goyah! Apa kau puas sekarang?! Seluruh data Darma union sudah kau bobol dasar serakah! Sebenarnya kau ingin menguasai seberapa besar lagi Noval?! Jawab!" Riyu mulai tidak bisa mengendalikan emosinya. Tapi Noval lebih terkejut lagi mendengar kejelasan Riyu.


"Apa?. Data perusahaan di bobol?" tanya Noval langsung berdiri menatap Riyu penuh tanda tanya.


"Kenapa kau memasang wajah sepolos itu? Bukankah kau senang sekarang karena rencanamu berhasil?!"


Noval terdiam, memang ia menjadi mata-mata tapi bahkan belum melakukan apa-apa sudah tertangkap duluan oleh Darma. "Aku tidak melakukannya" ucap Noval datar.


"Bohong! Kau bohong!" Riyu memukul dada Noval dengan kencang. "Noval aku membencimu, sangat membencimu. Ingat itu" tatapan tajam diiringi air mengalir deras terlempar mengenai Noval.


Riyu bergegas keluar dari kamarnya, sedangkan Noval hanya berdiri masih dengan penuh kebingungan. Siapa yang... Ah sial. Jadi aku yang jadi kambing hitam di sini. "Brengsek!" Noval meninju udara.


*****


Makan malam kali ini terasa begitu sangat berbeda, kehangatan yang tercipta di rumah Darma selama ini, seakan tersimpan kembali. Riyu menyantap makanan dengan kurang selera, sesekali ia melirik wajah kakeknya yang terlihat sangat tenang. Sangat jauh berbeda dengan kondisi hatinya, Riyu justru merasa sangat khawatir.


"Riyu, Noval. Kakek senang kalian sudah bisa beraktivitas lagi sekarang. Dan... " Darma menghela nafas panjang. "Kalian boleh kembali ke kediaman Mahesa" senyum tuanya terlukis cerah.

__ADS_1


"Tidak kek. Riyu mau nemenin kakek di sini" ucap Riyu spontan.


"Hehe Riyu, kau sudah memiliki suami. Jangan bersikap kekanak-kanakan"


"Tapi Riyu ga mau ninggalin kakek di sini" ucapnya bergetar, ingat dengan apa yang di ucapkan Darma tadi siang. Rasanya berat jika harus berpisah dengannya.


"Riyu, kan ada Maya yang nemenin kakek di sini. Kau tidak perlu khawatir" Darma tersenyum lagi.


"Kakek benar, aku janji akan jaga kakek dengan baik oke." Sahut Maya.


"Aku percaya padamu May, tapi kau tidak tau kalau... "


"Riyu." Darma mencegah Riyu meneruskan kata-katanya, takut jika Riyu asal bicara apalagi membahas tentang masalahnya. "Sudah kakek putuskan, kau harus kembali ke kediaman Mahesa" Darma menatap Riyu seksama. "Disana kau akan aman Riyu" bisik dalam hati.


Noval hanya memandang dan mendengarkan percakapan itu. Sangat berat untuk Riyu pergi meninggalkan Darma, di tambah lagi dalam posisi yang genting seperti ini. Suasana kembali senyap, sibuk lagi dengan makanan masing-masing.


Minggu pagi, Darma dan Maya mengantar Riyu dan Noval menuju mobilnya. Sebelum masuk kedalam mobil, Riyu kembali menatap Darma yang tersenyum lembut. "Sepertinya dia benar-benar tidak rela jika harus pergi dari rumah ini, aku harus mencari tau seberapa besar masalah yang di hadapi Darma sekarang" bisik Noval dalam hati, sambil memandangi Riyu yang sedang memeluk kakeknya.


Di saat itu juga mata Maya dan Noval bertatapan, Maya melempar senyum hangat padanya. Entah kenapa wanita itu benar-benar tegar, meskipun apa yang telah dia lalui, masih saja berani berkata masih mencintai orang yang telah menghancurkan hidupnya.


Mobil mulai melaju melewati gerbang utama kediaman Darma, tidak ada percakapan selama perjalanan. Riyu sibuk memandang keluar jendela mobil dengan segala angannya. Utuk sementara ini Riyu harus menuruti perintah Darma. Di sisi lain juga, meskipun ia akan jauh dari Darma, Riyu akan tinggal serumah lagi bersama keluarga Mahesa, dan juga... Sam.


*****


Sampailah di kediaman Mahesa. Beberapa pelayan langsung menyambut kedatangan Riyu dan Noval, bergegas Mereka menurunkan barang-barang yang ada di bagasi mobil. Terlihat juga Mahesa dan Nita menyambut mereka di pintu, dengan senyum hangatnya.


"Lihat wanita keji itu, bahkan dia juga memiliki senyum yang mengerikan" gumam Riyu melihat ke arah Nita. Ia merasa ikut sakit hati atas apa yang di alami oleh Maya, tapi selagi Nita tidak mengusik hidupnya, selama itupun Riyu akan tetap menjaga sikap padanya. Merekapun berpelukan bergantian, setelah itu berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


Ada perasaan was-was saat Noval memasuki rumah, matanya menyisir setiap ruangan yang ia lewati. Dalam hatinya berharap bahwa adik tirinya itu tidak ada di rumah, tapi, harapan Noval tidak terkabul. Saat ia memasuki ruang keluarga, terlihat Sam yang sedang berjalan menuruni tangga sambil bersiul mendendangkan irama, dan berjalan semakin dekat ke arahnya.

__ADS_1


"Oohoho... Selamat datang orang yang aku benci dan orang yang aku cintai. Antara aku senang dan tidak senang kalian bisa kembali ke rumah megah ini" Sapa Sam penuh energi menyambut Noval dan Riyu dengan nada bicara yang menyebalkan.


"Sam!" ucap Mahesa menatapnya kurang enak hati.


"Kenapa? Oh, hai ka kakak ipar. Aku sangat merindukanmu. Muach muach... " Sam langsung merauk wajah Riyu dengan kedua tangannya, dan langsung mengecup kedua pipi, kening, terakhir bibir Riyu dengan cepat dan gemas. Riyu berontak sambil menahan nafasnya, matanya terpejam rapat. Tapi Sam tetap tidak menghentikan kelakuannya.


"Hey kau!" Noval geram melihat kelakuan Sam yang langsung nyosor istrinya begitu saja. Ruangan itu jadi heboh seketika gara-gara Sam. Noval menarik tangan Riyu lalu menyembunyikannya di balik punggungnya.


"Jangan kau sentuh istriku!" ucap Noval sambil menunjuk Sam dengan geram. Tapi Sam hanya menanggapi Noval dengan mengangkat kedua bahunya dan tersenyum puas.


"Sam jaga sikapmu! Jangan keterlaluan! Kau tau kalau... " Mahesa angkat bicara, ia ikut terkejut atas keberanian Sam. Namun belum Mahesa menyelesaikan ucapannya, Sam langsung menyahut


"Papa" ucapnya riang langsung memeluk Mahesa, benar saja Mahesa terkejut. Selama ini Sam jarang sekali memanggil papa apalagi memeluknya. "Kau tau aku sangat bahagia pa, tapi kebahagiaan itu akan aku tunda dulu karena aku harus pergi sekarang ini" Sam mengecup pipi Mahesa.


Mahesa tersentak kaget, ia tidak mengerti kenapa sikap Sam tiba-tiba berubah manja dan manis seperti ini.


"Ah haha, baiklah hati-hati di jalan nak" ucap Mahesa tertawa riang sambil menepuk punggung Sam.


"A... Apa?!" Nita dan Noval bingung, saat tau Mahesa malah senang.


Sikap manja Sam yang langka itu membuat Mahesa lupa kalau dirinya akan meledak tadi. Pelukannya telah lepas.


"Riyu, apa kau tidak memelukku dulu sebelum aku pergi?" Sam membuka tangannya lebar-lebar, tapi Noval tetap menahan Riyu di belakang punggungnya.


"Sam! Hentikan tingkah konyol mu itu, dasar kau menyebalkan!" Riyu gemas karena sudah di serang bertubi-tubi di depan keluarga Mahesa.


Tapi tanggapan Sam hanya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya, "Oke, aku tidak akan merusak suasana kalian. Bersenang-senanglah selagi aku tidak ada di rumah, karena... Kalian tidak akan memiliki waktu bersenang-senang setelah aku pulang" Sam menepuk pundak Noval, sontak tangannya langsung mengibaskan tangan Sam dari pundaknya.


Sam tertawa ringan, rasanya senang sekali melihat Nita dan Noval kesal. Ia pun melambaikan tangan pada Riyu lalu beranjak pergi.

__ADS_1


__ADS_2