Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Sekali ini, jangan anggap aku adik ipar...


__ADS_3

"Riyu, apa kau sudah siap?" Tanya Sam dari luar pintu kamar.


"Iya sebentar lagi Sam" Jawab Riyu dari dalam kamar, Sam pun menunggu sambil bersandar pada pintu, sesekali ia melihat ke jam tangannya.


Pesta pernikahan akan di mulai pukul 8, itu tandanya hanya tinggal tersisa waktu 15 menit lagi. Sam memaklumi jika Riyu berdandan cukup lama, sebagai orang ternama seperti dia memang harus berpenampilan yang terbaik.


Ceklek... Riyu membuka pintu dari dalam, Sam yang bersandar terkejut lalu menjauh beberapa langkah sambil menatap arah pintu. Saat itu juga Riyu keluar dari kamarnya, parfum yang lembut langsung tertangkap di hidung Sam, matanya kemudian melihat ke arah kaki yang jenjang, tubuh yang anggun dan... Wajahnya... Riyu terlihat luar biasa.


"Apa ada sesuatu di wajahku? Kau melihatku seperti melihat hantu!" Protres Riyu yang nerves saat Sam menatapnya tidak berkedip.


"Ehm... Bukan hantu, tapi bidadari" jawab Sam dengan nafas yang berat.


"Berangkat sekarang?"


Riyu sengaja buru-buru, melihat Sam yang menatapnya seperti singa lapar membuat dirinya berdebar keras. Ketika Riyu berjalan di depan Sam, tangannya langsung di tarik hingga Riyu terhempas dan Sam langsung memeluk pinggulnya dengan erat.


"Riyu untuk pertama kalinya, bolehkah aku minta satu permintaan?" Ucap Sam menatap lembut.


"A... Apa?" Tanya Riyu gugup, ia bisa merasakan nafas Sam yang membelai wajahnya.


"Selama kita berada di sini, bisakah kau tidak menganggapku sebagai adik ipar?"


Riyu terdiam... Ia menatap Sam dalam, matanya menyiratkan penuh harap padanya. Riyu ingin menjawab tidak, tapi... Jawaban itu tidak sesuai dengan kata hatinya.


"Tapi Sam..."


"Please" ucap Sam lirih.


"O... Okey" jawab Riyu gugup.


"Thanks..." Sam tersenyum.


Tangan Sam beralih ke tengkuk Riyu lalu membimbing wajahnya lebih dekat hingga nafas mereka saling beradu... Tatapan Sam yang penuh dengan perasaan membuat Riyu terpejam perlahan...


Tok... Tok... Tok...


"Bos, sudah waktunya untuk berangkat" ucap Aji mengejutkan mereka berdua.


"A... Aji sudah datang, lebih baik kita berangkat sekarang" ucap Riyu tersipu melepaskan tangan Sam dan segera keluar menemui Aji. Sedangkan Sam hanya berdiri mematung, padahal tinggal sedikit lagi dia akan ******* permen manisnya...


"Selamat Malam Nona Riyu" sapa Aji mengangguk sedikit membungkukkan badannya.


"Malam..." Jawab Riyu tersenyum singkat.


"Selamat malam bos" Sapa Aji pada Sam ketika ia keluar dari pintu.


"Seharusnya kau datang 5 menit lagi! Dasar!" Ucap Sam gemas dengan nada sedikit berbisik lalu berjalan melewatinya.


Aji tertegun menatap punggung Sam, ia tidak tau apa kesalahannya hingga membuat Sam kesal padanya.


****

__ADS_1


Pesta ....


Sam dan Riyu berjalan di atas karpet merah menuju gedung resepsi, tangannya merangkul lengan Sam, senyum ramah terpasang di wajahnya menyapa tamu yang memandang mereka berdua.


"Sam? Riyu?" Lila terperangah saat melihat Sam dan Riyu hadir bersama di resepsi itu, kemudian Lila mengawasi mereka dari jauh.


"Sam, resepsi pernikahan sahabatmu benar-benar megah" ucap Riyu agak berbisik.


"Apa kau menyukainya? Aku akan membuat yang lebih megah lagi saat kita menikah nanti!" Ucap Sam penuh percaya diri.


Mendengar Sam berkata konyol, Riyu langsung mencubit lengan Sam hingga meringis kesakitan. "Rasakan!" Ucap Riyu. Sedangkan Sam hanya meringis sambil melihat wajah Riyu yang kesal.


Sebelum menuju ke meja prasmanan, mereka berdua terlebih dulu menemui kedua mempelai pengantin. Kevin, teman baik Sam sangat gembira ketika Sam bisa menghadiri pernikahannya.


"Sam, kau datang" Kevin memeluk Sam.


"Tentu kawan"


"Siapa wanita cantik yang ada di sisimu itu?" Tanya Kevin sambil melirik ke arah Riyu.


"Dia calon istriku" Sam menjawab tapi berbisik di telinga Kevin. Seketika Kevin tertawa bahagia mendengarnya, sedangkan Riyu menatap penuh tanda tanya.


"Boleh aku tau namamu Nona?"


"Riyu" jawab Riyu tersenyum ramah menyambut jabatan tangan ke Kevin.


"Sam kau sangat beruntung bisa mendapatkan wanita ramah dan anggun, kapan kalian akan menyusul kami?" Tanya Kevin.


"Ah, tunggu saja undangannya! Oke kami akan menikmati pestanya" ucap Sam langsung menggiring Riyu menuju meja prasmanan.


"Apa maksudnya tadi?" Riyu menatap Sam bingung.


"Maksudnya kita akan berdansa malam ini Riyu" Sam tersenyum jail. "Ayo kita nikmati saja acaranya" ucap Sam lagi.


Begitu banyak orang yang hadir di sana, Riyu sudah mulai pegal bersalaman dan tersenyum. Tapi di sisi lain dia juga tidak enak jika berpamitan saat itu karena acara baru saja di mulai.


Sam memandang Riyu yang berdiri menyendiri sambil menikmati minuman di tangannya...


"Ikutlah denganku" ucap Sam tersenyum menjulurkan tangannya pada Riyu.


"Kemana?"


"Kau akan tau"


Riyu menerima ajakan Sam dan mengikuti kemana Sam akan membawanya. Tepat di sebuah pintu Sam berhenti, ia membuka pintunya dan kembali menggenggam tangan Riyu lalu menariknya keluar...


Ternyata di sana ada sebuah balkon yang tidak begitu luas, tapi cukup nyaman dan sepi. Sam kembali memeluk pinggang Riyu, merangkulkan tangan Riyu ke pundaknya dan mulai mengajaknya mengikuti gerakan kakinya.


"Tempat ini cukup untuk membuatmu rileks" ucap Sam.


Riyu hanya tersenyum lalu menyembunyikan wajahnya ke arah lain, Sam benar... Balkon ini cukup nyaman untuk Riyu yang mulai suntuk menghadapi orang banyak, ia mulai menikmati musik yang terdengar dari resepsi dan semakin santai bergerak mengikuti langkah Sam, ia mulai merasa nyaman sehingga perlahan kepala Riyu bersandar di pundaknya.

__ADS_1


"Maafkan aku Noval, mungkin aku telah bersalah tapi... Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan ini" bisik Riyu dalam hati.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Sam memecah keheningan.


"Tidak ada" jawab Riyu lirih, ia memejamkan matanya menikmati setiap ayunan tubuh Sam yang begitu lembut. Namun perlahan bayangan hitam putih kembali muncul saat Riyu terpejam,


"*Biar kau tau posisimu! kau tidak akan pernah layak mendapat kelembutanku"


"Akan aku ingatkan juga, bahkan wanita pelayanku saja adalah orang yang berpendidikan dan kaya. Sedangkan kau berani bermimpi untuk melayaniku*!"


Melihat ingatan itu Riyu langsung menghentikan langkah dansanya, tangannya semakin memeluk Sam dengan erat dan gemetar. Sam terdiam merasakan sikap Riyu yang aneh.


"Tidak" Kata-kata yang keluar dari bibir Riyu, matanya masih terpejam erat.


"Riyu kau kenapa?" Tanya Sam tanpa melepas pelukannya.


"Cih! Kau membuatku muak!" kata itu memggema di telinga Riyu. Kata yang terucap dari suara yang ia kenal... Noval...


"Tidak..." Riyu mulai terisak, seperti ada sesuatu yang menusuk relung hatinya.


Sam menegakkan wajah Riyu, ia melihat Riyu yang terpejam terpekik menahan sesuatu. "Riyu ada apa denganmu!" Ucap Sam cemas sambil menggoyangkan wajah Riyu pelan.


Tapi Riyu tidak menjawab, ia terlihat pucat dan meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. Sam langsung menggendong Riyu, ia menerobos para tamu, tidak peduli kalau saat itu Sam menjadi perhatian orang-orang di sana, Sam tetap melanjutkan langkahnya untuk membawa Riyu ke rumah sakit.


Aji bergegas menyiapkan mobil saat tau Sam keluar dari gedung resepsi,


"Aji kita ke rumah sakit!" ucap Sam cemas. Tanpa berkata lagi, Aji langsung menjalankan mobilnya.


"Tidak Sam... Jangan bawa aku ke rumah sakit" Ucap Riyu lirih. "Kita pulang saja"


"Tapi Riyu..."


"Aku mohon Sam"


Sebenarnya Sam tidak tega melihat Riyu yang pucat pasih, tapi dia juga tidak bisa menolak permintaannya.


****


Apartemen


Sam meletakkan Riyu perlahan di atas ranjangnya...


"Riyu... Riyu..." Sam semakin panik melihat Riyu tidak bergerak sama sekali.


"Sam... Obat..." ucap Riyu lirih.


"Dimana... Dimana obatnya?"


"Koper..."


Seketika itu juga Sam bergegas mencari obat di koper Riyu yang tersimpan di lemarinya, Tepat di resleting kecil, di sanalah Sam menemukan obatnya.

__ADS_1


__ADS_2