Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Kencan Yang menyebalkan


__ADS_3

Sedangkan di rumah belakang, Anan masih asik mengobrol dengan orang-orang yang bekerja di kediaman Sam. Mereka cukup ramah, bahkan sudah seperti keluarga meskipun Anan orang baru disana.


"Tuan Anan, tuan Sam menyuruh anda bersiap" ucap Tira, ditangannya membawa pakaian yang memang untuk dikenakan Anan.


Anan menatap baju itu dan menelan ludah. Apa aku mau di eksekusi? gumamnya dalam hati. Namun meskipun berat, Anan menerima pakaian itu.


"Setelah itu kau harus menemui tuan Sam di ruangan utama" jelas Tira lagi.


"Baiklah" jawab Anan lirih.


Kembali melangkah ke kamarnya, sambil melihat baju ditangannya. Sepertinya baju santai biasa, ada celana jeans bermerk terkenal juga kaos polos berwarna hitam serta ikat pinggang.


"Tunggu, ini bukan baju eksekusi. Tapi baju untuk pergi, mau diajak kemana ya? Jangan-jangan tuan Sam sengaja ingin mengajakku jalan-jalan lalu setelah itu aku akan di eksekusi" ucap anan memegangi lehernya. Dasar konyol 😒.


*****


Langkah dan wajah ragu terlihat jelas pada gelagat Casandra, perasaannya campur aduk, takut kalau ayahnya akan melarang dan memarahinya. Ia kemudian duduk di sofa yang tidak jauh dari Sam.


"Kau sudah siap sayang? Pemuda ini sudah menunggumu"


Casandra terkejut, tidak ada wajah garang di wajah ayahnya, justru ada senyum hangat. Ini artinya, ayah mengijinkan dia pergi dengan Riko.


"Ayah mengijinkan?" tanya Casandra ragu.


"Tentu, usiamu 17 tahun kan? memang sudah waktunya untuk pergi berkencan" jawab Sam dengan nada santai.


"Terimakasih Ayah, Casandra sayang padamu" kecupan hangat terparkir di pipi kiri Sam. "Kalau begitu, kami pergi dulu ya Ayah" ucap Casandra beranjak dari tempat duduknya.


"Tunggu" ucap Sam. Casandra dan Riko menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa Ayah?" tanya Casandra bingung.


Saat itu juga Anan datang dari rumah belakang. Rupanya baju yang Sam berikan sangat cocok di tubuhnya, belum lagi topi yang ia kenakan menambah ketampanan dan keseksian bodyguard muda itu.


"Selamat malam Tuan, anda memanggil saya?" tanya Anan sopan.


Kurang ajar, ternyata dia lebih tampan dari tadi pagi. Ucap Sam dalam hati. "Ya" jawab Sam mendekat ke arah Anan.


"Ayah, apa-apaan ini?"

__ADS_1


"Aku tidak mungkin membiarkanmu berkencan sendirian Nak, Anan akan ikut bersama kalian" ucap Sam menepuk pundak Anan.


"Apa?" Jawab Riko, Anan, dan Casandra yang sama-sama terkejut.


"Ayah tapi kan .... " terhenti ucapan Casandra.


"Pergilah, dan pulang tepat waktu" Ekspresi Sam berubah dingin, sangat berbeda jauh dari yang pertama tadi. "Anan, kau lakukan tugasmu dengan baik"


"Baik, Tuan" jawab Anan. Meskipun berat hati tapi apa daya, ini sudah resiko dari pekerjaannya. Mengawasi nona muda yang cerewet yang akan berkencan dengan musuh bebuyutannya.


Mereka berangkat ke lokasi pertama, bioskop. Menggunakan mobil yang memang sudah disiapkan oleh Sam. Casandra dan Riko duduk di belakang sedangkan Anan fokus dengan kemudinya.


"Aku tidak menyangka kalau Si Kumal ini bisa bekerja menjadi bodyguard kamu sayang" ucap Riko yang tidak mampu menyembunyikan kekesalannya.


"Sudahlah, aku ngga mau ada keributan. Lebih baik kita nikmati kencan ini dan anggap saja Anan tidak bersama kita" ucap Casandra enggan. Sebenarnya dia juga kecewa tapi juga tidak mampu mengungkapkan karena sudah pasti kalah telak.


*****


Malam minggu, pertama kalinya Casandra pergi keluar rumah bersama orang yang ia harapkan. Berjalan di mall, beriringan sambil bergandengan tangan. Senyum lebarnya terus terpancar sepanjang perjalanan, sepertinya mereka benar-benar menganggap Anan tidak ada disana.


"Riko, film apa yang akan kita tonton?" tanya Casandra.


"Apa? Aku lebih suka film action. Bukannya bagus film action? Perang, berburu, dan... "


"Aku sudah memesan tiket untuk film romantis" jawab Riko dengan nada dingin.


"Bisa kan diganti? Atau biar aku pesan tiket baru" Casandra menawar.


"Casandra, aku sudah memesan tiket ini dari kemarin. Masa mau diganti?" Riko keberatan.


"Seharusnya kan kamu juga tanya dulu ke aku, jadi kita bisa putuskan sama-sama"


Riko terdiam menatap Casandra marah. Sedangkan Anan menyimak perdebatan itu sambil menikmati popcorn di tangannya. Melihat kalian bertengkar lebih mengasyikkan dari film manapun. Ucapnya dengan wajah serius mengamati.


"Sudah waktunya. Ayo Casandra filmnya sudah mau mulai" Riko menggandeng tangan Casandra masuk ke dalam bioskop.


"Aku ngga mau Riko. Aku ngga suka nonton film romantis." tangannya kini bersedakap di depan dadanya.


"Jadi sekarang apa maumu?' tanya Riko mulai kesal.

__ADS_1


"Aku mau nonton film yang lain" jawab Casandra.


"Oke. Kalau begitu pergilah nonton sendiri." ucap Riko lalu pergi meninggalkan Casandra.


"Apa-apaan ini? Dia beneran ninggalin aku demi film favoritnya?!" Casandra kesal melihat punggung Riko yang mulai hilang dibalik pintu bioskop.


"Mungkin dia juga akan meninggalkanmu demi wanita lain" Sambung Anan.


"Apa maksudmu?" Casandra berbalik menatap Anan tajam.


"Aahhh haha. Tidak. Lihat, aku hanya sedang berbicara dengan kotak popcorn ini. Kau mau?" Anan menyodorkan popcornnya.


"Cih. Aku mau pulang!" Casandra berbalik meninggalkan gedung bioskop.


Anan menyusulnya dan masih tetap mengikuti Casandra dibalik punggungnya. Mereka hanya diam sepanjang perjalanan, Casandra terlihat kecewa dengan perlakuan Riko yang seperti itu. Mata Casandra menatap kosong menatap eskalator yang dipijaknya.


Pintu keluar utama, tiba-tiba saja Casandra terhenti. Sesekali ia menatap ke belakang berharap Riko menyusul dan mengajaknya kembali, tapi tetap saja, tidak ada tanda-tanda dari Riko.


"Aku pulang" tulis Casandra pada pesan yang dikirim ke Riko. Tapi tetap saja tidak ada balasan bahkan cuma ceklis.


Casandra menghela nafas panjang. "Kita pulang saja" ucapnya pada Anan. Wajahnya terlihat kesal dan murung.


Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang, Anan melirik nona muda disampingnya yang masih termenung mengamati jendela luar. Seharusnya dia merasa senang karena kencan yang berakhir, tapi melihat Casandra yang biasanya bawel jadi terasa ada yang kurang. Tanpa berucap Anan langsung memutar mobilnya ke jalur yang berlawanan arah dari jalu pulang.


"Hey. Mau kemana?"


"Masih ada waktu dua jam Nona, jadi santailah sebentar" jawab Anan dengan nada tenang.


"Iya, tapi kau mau membawaku kemana?! Awas kalau kau berani macam-macam!" protes Casandra.


"Memangnya kalau aku macam-macam kau bisa apa? Hanya ada kita berdua disini"


"Apa kau bilang? Hentikan mobilnya!"


"Tidak. Sebelum sampai ke tujuanku"


"Anan. Aku bilang hentikan mobilnya!" ucap Casandra dengan nada tinggi dan bergetar. Sepertinya suasana hatinya memang sedang tidak bisa diajak bercanda.


Entah Anan membawanya kemana, tapi saat itu mobil terasa berjalan di jalan yang menanjak dengan sisi kanan dan kiri yang gelap. Casandra terus meminta Anan balik dan menghentikan mobilnya tapi sedikitpun Anan tidak menggubris.

__ADS_1


__ADS_2