Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Pertemuan Yang Menyebalkan


__ADS_3

Matahari pagi masih bersinar lembut berbaur dengan udara sejuk, Casandra menuju ruang kelasnya dengan langkah yang berat. Sebenarnya yang ia pikirkan, seperti apa ulang tahun Riko semalam? Sedih tidak bisa hadir menyaksikan Riko ulang tahun. Selama ini ia menantikan kesempatan itu, tapi apa daya, Casandra tidak bisa datang, semua sangat diluar rencana.


 


"Casandra" sapa kedua sahabatnya yang merangkul dari belakang. Casandra tersenyum menyambutnya, kemudian ekspresi wajah kembali seperti semula.


"Eh, semalam Riko nanyain kamu loh" ucap Sara.


"Hah? Yang bener?" Mata Casandra langsung berbinar menatap Sara.


"Iya. Tapi... Aku jawab aja kamu ga bisa dateng karena diajak pertemuan sama Om Sam dan Tante Riyu. Maaf ya Ndra"


"Ga papa kok Sar. Makasih ya" Casandra menepuk pundak Sara.


Tiga sekawan itu duduk di bangkunya masing-masing, "Emangnya apa yang terjadi sama kamu kemarin? Waktu aku telepon kamu kaya habis nangis. Sebenarnya ada masalah apa Ndra?" ucap Nanda menatap seksama.


Casandra terdiam menghela nafasnya panjang. "Ayahku marah besar. Dan... " Casandra terdiam lagi.


"Apa yang kamu lakuin sampai Om Sam marah besar?"


"Kemarin waktu perjalanan pulang dari mall. Aku berkelahi" ucap Casandra lirih.


"Apa???" ucap Nanda dan Sara bersamaan.


"Panteslah Om Sam marah! Kok bisa sih kamu berkelahi Ndra! Ya ampun ini anak." Nanda menopang kepalanya dengan tangan.


"Ya... Aku ga bisa dong liat orang ditindas gitu aja! Di persimpangan lampu merah kemarin aku lihat ada wanita lagi ditindas, kedainya dihancurin, bahkan wanita itu lagi diinjak-injak! Masa aku harus biarin wanita dikeroyok empat orang pria!"


Nanda dan Sara terdiam saling pandang, mungkin dia juga ga akan terima dan tega kalau ada diposisi Casandra. "Terus. Kamu di marahin Om Sam?" Sara memberanikan diri untuk bertanya.


"Ngga cuma itu Sar. Ayah bahkan memberhentikan Om Aji" Casandra tertunduk dalam. Mereka langsung tau kalau sahabatnya ini begitu menyesal dengan apa yang terjadi, Nanda mengelus punggung Casandra lembut.


"Aku yang salah, Om Aji bahkan cidera gara-gara aku. Tapi ayah malah memukulnya dan memecatnya" ucapnya lagi sambil menyeka air matanya.


"Kamu yang sabar ya Sandra" ucap Sara menggenggam tangan Casandra.


"Mau bagaimanapun juga, aku harus minta maaf sama Om Aji. Kalian mau kan, nganterin aku ke sana?"


"Siaap" jawabnya serentak. "Jangan sedih ya Ndra. Semua pasti akan kembali seperti semula, udah yuk, mending kita ke taman sambil minum kopi" Ajak Nanda.


Masih ada waktu setengah jam lagi untuk mereka bersantai menikmati kopi di taman kampus.


*****

__ADS_1


Disisi lain, waktu yang bersamaan. Sanya kembali bersemangat untuk membuak awal yang baru. Dalam waktu semalam kini kedainya sudah kembali seperti semula, bahkan, perabotan juga diganti dengan yang baru.


"Anan. Setelah ini kakak minta tolong antarkan kue ini kampus ya" ucap Sanya penuh semangat.


Tapi tidak dengan Anan. Mendengar kata kampus ia langsung menatap kakaknya tajam. "Ngga ada tempat lain apa kak? Aku milih disuruh anter ke seberang lautan daripada ke kampus!"


Sanya tertawa geli, ia tau kalau adiknya itu memiliki pengalaman mengerikan tentang kampus. Pernah pada saat Anan mengantarkan kue untuk acara kampus, ia pulang dengan wajah musam dengan pipi merah akibat cubitan para gadis.


"Apa kau takut dengan serangan gadis gila lagi? Haha"


"Diamlah kak" ucap Anan enggan mengingat kejadian memalukan itu.


"Ini kuenya sudah siap. Anan tolong ya anter kue ini. Kau tenang saja, gadis itu tidak akan menyerang wajah manismu lagi. Ini kue untuk dosen kok, bukan untuk acara kampus seperti dulu."


"Tapi ka... "


"Kau memang adikku yang paling manis, sudah sana berangkat. Jangan sampai kau terlambat" Sanya langsung menghilang dibalik pintu dapur.


Anan menatap box kue itu, ia geli dengan serangan para mahasiswi kampus, tapi Anan juga tidak mau mengecewakan kakaknya.


"Aakkhh" keluhnya sambil menyambar box lalu menghampiri motornya untuk pergi ke kampus.


*****


Sesekali Casandra menyeruput kopi susu favoritnya, namun mata dan telinganya tidak ingin sedetikpun melewatkan cerita dari Sara dan Nanda.


"Permisi nona-nona. Maaf jika aku mengganggu perbincangan kalian"


Sara, Nanda, dan Casandra langsung menoleh kearah sumber suara tadi. "Riko?" pekik Casandra. Sedangkan pria yang berdiri di hadapannya itu tersenyum menatapnya, semakin membuat jantung Casandra berdegub kencang.


"Ehh hehe. Riko. Ada apa?" tanya Sara, Riko melihat ke arah Casandra.


"Ooh. Baiklah. Casandra kita duluan ya, aku lupa kalau aku belum menyelesaikan tugas fisika" Ucap Nanda yang mengerti isyarat dari Riko.


"Tugas fisika? Hari ini kan... "


"Sudahlah kami duluan!" Nanda dan Sara berlari menjauh meninggalkan Casandra dan Riko di taman.


Aduh... Gimana ini. Aku deg degan.


"Casandra." ucap Riko yang sekarang sudah duduk di sampingnya.


"I... Iya. Ada apa Riko?"

__ADS_1


"Kenapa semalam kamu ngga dateng ke pestaku?" dengan wajah agak kesal.


"Aku... Maaf Riko, aku memang ngga bisa datang ke pestamu. Tapi, aku masih punya hadiah buat kamu" ucap Casandra riang.


"Oh ya?" Riko menyipitkan matanya.


"Iya! Bentar yaa" Casandra merogoh tasnya, tapi barang yang ia cari tidak ditemukan. "Ya ampun, aku lupa. Masih di loker Riko, maaf ya" Casandra menyesal.


"Ayo kita ambil. Aku penasaran sama hadiah yang akan kau berikan padaku"


Riko menggandeng tangan Casandra lalu menuntunnya menuju loker kampus. Mereka berjalan beriringan, Casandra menahan debaran jantung dan senyum malu-malu karena baru kali ini Riko menggandeng tangannya.


*****


Tok... Tok.... Tok... Suara ketukan pintu, Anan berdiri dengan senyum ramahnya di depan ruangan dosen.


"Selamat pagi prof, kue pesanan anda" ucap anan menganggukkan kepalanya sopan.


"Nah, bawa masuk. Aku sudah menunggu dari tadi hahaha" jawab Si dosen.


Usai Anan mendapatkan bayaran dari kue itu, ia kembali mengawasi luar pintu sebelum dirinya keluar dari ruangan dosen. Aman. Pikirnya, karena tidak terlihat ada gadis-gadis disana. Kemudian Anan keluar dengan santai sambil memutar-mutar kunci kontaknya.


"Tukang kue ganteeenggggg" ucap para gadis yang keluar dari lorong kampus menghadang perjalanan Anan.


"Sial!" ucapnya, tanpa berfikir lagi dia langsung lari menerobos tanaman bunga. Entah kemana dia lari yang penting, Anan bisa lolos dari gerombolan gadis iseng itu.


"Iihh. Dia keren banget ya" bisik Casandra sambil menikmati pemandangan perasaan manis yang sudah ia nanti Sejak lama.


"Emm... Riko"


"Iya Sandra. Ada apa?" Riko berbalik menoleh ke Casandra dengan senyum yang penuh pesona. Casandra sampe bengong dan lupa mau ngomong apa sama Riko.


Bruuukkk....


Ditengah perasaan hati yang berbunga-bunga, seseorang menabrak Casandra. Casandra hampir saja tersungkur tapi untung saja Anan langsung memeganginya.


Mata kuning cerah yang menjadi hipnotis untuk siapapun yang menatapnya, kini sedang bertatapan dengan Casandra.


"Pedagang kue tampaann" teriak para gadis bersahut-sahutan.


"Maaf Nona. Aku harus pergi." Casandra langsung jatuh ke tanah karena Anan langsung melepaskan dekapannya. Cepat-cepat Anan menyambar topi yang terjatuh akibat tabrakan tadi, langsung berlari menuju motornya.


"Hey kau brengsek! Jangan lari!" Casandra berteriak sambil mengelus pinggulnya yang terasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2