
Kasus kecelakaan yang menewaskan pembisnis besar Galuh Saputra, menjadi perbincangan lagi setelah 7 tahun berlalu. Bagaimana tidak? Pemberitaan di televisi hampir seluruhnya membahas tentang itu sejak Riyu melakukan peresmian hak waris di depan pers, banyak orang terkejut akan hal ini.
Β
Karena selama ini sosok Riyu sama sekali tidak pernah diketahui oleh orang banyak, Riyu tiba-tiba hadir lalu melakukan pengumuman kalau dia yang akan menggantikan posisi presiden direktur di perusahaan terbesar kota Y.
"Bukankah itu Riyu? Si gadis kampungan itu!" ucap Mangsur sambil menatap ke layar televisi.
"Apa? Apa benar dia putri Galuh yang hilang itu pah?" ucap nyonya Mangsur lalu menyimak serius layar televisi yang memampangkan wajah Riyu.
"Selama ini aku mencari dia dan ternyata selama ini juga dia ada di hadapanku! Akting anak ini sangat luar biasa." ucap Mangsur sambil meremas koran yang ada di tangannya.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?"
"Kali ini aku akan mengajak kakaknya Sam untuk bekerja sama"
"Noval maksudmu?"
"Ya, Noval. Dia pasti memiliki berbagai ide picik untuk hal ini" Mangsur lalu beranjak dari tempat duduknya.
Hati Mangsur kini berubah lebih cemas, selama ini dia bisa menutup pembunuhan terhadap Galuh dengan rapat. Tapi kini Riyu sudah ada di atasnya, ditambah lagi kini Tuan Darma mendukungnya, kali ini pasti Mangsur akan habis jika semua kejahatannya diketahui oleh Darma. Mangsur menuju ruangan kantor Noval dengan langkah cepat.
"Waw... Tuan Mangsur. Ada angin apa sampai kau sudi untuk datang ke ruanganku?" sambut Noval ketika Mangsur berada di ruangannya.
"Tidak perlu basa basi lagi Noval, aku rasa kau sudah tau kalau istrimu sedang menjadi trending topik sekarang ini"
"Jadi sekarang kau cemas karena kau sekarang berada di bawah kakinya?"
"Bukan hanya aku, tapi kau juga!"
"Baiklah aku akui"
"Lalu apa rencanamu?" ucap Mangsur dengan kening yang berkeringat.
"Aku tau kecemasanmu tuan Mangsur, meskipun aku muak padamu tapi karena tujuan yang sama aku menerimamu menjadi partnerku"
"Tidak usah berbelit-belit Noval!"
"Aku sudah menyuruh anak buahku, namun melihat posisi Riyu yang sekarang ini sangat sulit karena penjagaan yang ketat. Kau tunggu saja kabar baik dariku tapi... Apa jaminannya jika aku berhasil membantumu?" ucap Noval mengerutkan keningnya.
"Jangan khawatir, aku akan memberikan 25% perusahaanku yang ada di kota S"
"Deal" Noval menyeringai.
"Tapi kau jangan lupakan adikmu yang telah memperainkan putriku!"
__ADS_1
"Tenang saja Tuan Mangsur, rencanaku kali ini akan ada dua lalat yang mati dalam sekali tepuk" Noval menatap Mangsur tajam.
*****
Usai melakukan pers Riyu kembali ke Darma union untuk membahas kelanjutan statusnya, meskipun Riyu telah menyelesaikan tugas dengan baik namun tinggal satu lagi yang belum bisa ia penuhi yaitu bercerai dengan Noval.
Β
"Kakek. Pengacara telah melakukan sidang awal, namun Noval belum ada respon sampai sekarang ini"
"Kau tenang saja Riyu, namun harus tetap hati-hati. Aku yakin dia tidak akan rela melepaskanmu apalagi dengan statusmu yang sekarang ini"
"Aku paham kek" ucap Riyu cemas.
"Baiklah kau tidak perlu khawatir, sekarang kembalilah terlebih dahulu. Setelah aku selesai urusanku, aku akan pulang lebih awal"
"Baik kek" jawab Riyu sambil mengiringi langkah Darma keluar dari ruangannya.
Sejak Riyu tinggal di kediaman Darma, ia jadi jarang sekali bertemu dengan Sam, ia mengirim pesan pada Sam dan membuat janji di restoran yang tak jauh dari perusahaan Mahesa. untung saja hari ini Riyu memiliki waktu luang setelah beberapa Minggu sibuk dengan pengurusan hak waris dan mengurusi berkas-berkas yang harus ia tandatangani.
Saat Riyu hendak naik ke mobilnya, tiba-tiba seseorang menelpon dengan nomor yang tidak tertera di layar ponselnya.
"Hallo, Siapa ya?" Jawab Riyu.
"Kau dengar baik-baik, sekarang ini orang yang kamu cintai sudah ada digenggamanku" ucap seorang pria tak dikenal dari telepon itu.
Riyu kembali mengetik pesan untuk Sam, berkali-kali nomor tak dikenal itupun menelpon Riyu lagi. Namun Riyu terus mereject panggilan itu. Tak lama kemudian notifikasi sebuah email masuk di ponselnya.
Riyu langsung membuka email itu yang berisi:
"Jawab teleponku, jika tidak orang yang ada di foto ini akan aku habisi!"
Ketika Riyu melihat foto itu dia benar-benar terkejut, seseorang yang diikat disebuah kursi dengan kondisi yang terluka dengan darah dibajunya. Riyu zoom fotonya dan mengamati baju serta tubuh orang yang ada di dalam foto.
"Sam? Tidak...." ucap Riyu gemetar.
Tidak lama kemudian nomor tak dikenal menelpon lagi,
"Apa yang kau lakukan pada Sam!" hardik Riyu seketika.
"Tidak apa-apa, hanya memberinya sedikit pelajaran! Kau datanglah ke alamat yang aku kirim, jangan coba-coba menghubungi polisi atau bantuan apapun. Kau harus datang sendiri, jika tidak... Kau akan tau akibatnya!"
Tut... Tut... Tut... Telepon itu terputus.
"Hallo! Hallo!" ucap Riyu panik.
__ADS_1
"Sam..." Riyu menangis, khawatir, tanpa pikir panjang ia berlari menjauh dari mobilnya dan langsung menghentikan taxi menuju ke alamat yang telah dikirim orang tadi.
Pikiran Riyu tidak karuan, ia duduk di jok belakang dengan hati yang tidak tenang. Sepanjang perjalanan Riyu hanya diam sambil memikirkan nasib Sam yang terluka, sampai pada saat itu juga Riyu merasakan nyeri dibagian kepalanya.
"Aduh. Rasa sakit ini lagi!" keluh Riyu sambil memegangi kepalanya.
"Ada apa nona? Apa kau perlu ke rumah sakit?" ucap sopir taksi yang cemas melihat Riyu dari spionnya.
"Tidak! Aku harus pergi ke alamat itu sekarang. Bisa lebih cepat lagi pak?!" ucap Riyu meringis menahan sakit.
"Ba. Baik Nona"
Sopir taksi langsung melajukan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya, beberapa lama kemudian Riyu sampai di tempat seperti yang ada di alamat itu.
Riyu membayar sopir taksi lalu keluar dengan sempoyongan. "Nona apa kau yakin baik-baik saja?" tanya sopir taksi, ia merasa tidak tega melihat Riyu yang pucat.
"Aku baik-baik saja, aku harus pergi sekarang" ucap Riyu berusaha menyeimbangkan tubuhnya.
Riyu melihat ke tempat itu, di sana hanya ada lahan luas dan sebuah gedung tua yang terbengkalai. Di tengah kebingungannya mencari posisi Sam yang diculik, Riyu kembali mendapatkan telpon dari orang misterius itu.
"Aku sudah berada di tempat yang kau inginkan, sekarang dimana Sam!"
"Hahahaha ternyata kau benar-benar sangat mencintainya, dia sekarat di gedung terbengkalai yang ada di depanmu itu"
Riyu langsung mematikan ponselnya dan bergegas menuju gedung.
"Sam. Sam!" teriak Riyu sambil terus mencari Sam disetiap ruangan yang terlihat usang. Sampai disuatu ruangan yang luas, Riyu melihat Sam duduk tertunduk disebuah kursi, ada darah yang menetes dari kepalanya.
"Sam..." Riyu langsung berlari menghampirinya, namun pada saat ia mendongakkan kepalanya ternyata, Pria yang dikira Sam itu tertawa sambil melihat Riyu.
"Kau... Kau menipuku!" Riyu tersentak lalu mundur menjauh.
"Hahahaha.... Riyu, Riyu, kau menjadi bodoh saat mencintai seseorang. Bahkan aku hanya memakai bajunya saja kau sudah mengira aku adalah Sam? Mudah sekali menipumu!" ucap Noval beranjak dari kursi dan menyeka darah palsu di kepalanya.
"Dimana Sam! Apa yang kau lakukan padanya!" teriak Riyu masih menahan pening di kepalanya.
"Seharusnya kamu menghawatirkan dirimu sendiri Riyu. Tapi tenang saja sayang, Aku akan membawa Sam kemari untuk menemuimu!" ucap Noval.
Di saat itu juga, seseorang memukul kepala Riyu dari belakang, seketika ia langsung ambruk tidak sadarkan diri.
"Ikat dia! Dia akan menjadi umpan yang bagus untuk memancing mangsa kita selanjutnya!" ucap Noval sambil melepaskan baju Sam yang ia kenakan.
Yuk dukung terus author ya, supaya lebih semangat lagi nulisnya. Jangan lupa komen dan likeπππ
oh iya mampir juga yuk ke novel author lainnya π
__ADS_1
"Bos Gangster Dan Gadis Buta"