
Tin tin.... Suara klakson dari mobil Casandra. Ia sudah sampai di parkiran kampus sengaja menyembunyikan klaksonnya ketika melihat Nanda dan Sara yang sedang berdiri menunggunya.
"Eh, itu kan.... Casandra?" ucap Nanda dan Sara serentak.
Dengan senyum lebar Casandra keluar dari mobilnya, ia bersandar pada pintu mobil sambil menggoyangkan kunci, seperti mengisyaratkan bahwa ia merasa bebas dan bahagia hari ini.
"Casandra. Tumben kamu bawa mobil sendiri" ucap Nanda.
"Apa... Om Doni dipecat? Atau.... Para penjaga tuan Sam sudah diberhentikan semua???" tambah Sara.
"Haha. Mana mungkin ayah memecat mereka! Hari ini aku diijinkan bebas oleh ayah" jawab Casandra dengan penuh semangat.
"Itu berarti... Kita bisa... " Nanda ragu.
"Jalan-jalan haha" ucap ketiganya serentak.
Casandra, Nanda, dan Sara berjalan berangkulan masuk kedalam kelasnya. Hari ini mereka berencana pergi ke mall usai jam kuliah nanti. Mumpung sedang bebas, Casandra akan memanfaatkan waktu untuk bersenang-senang.
Meskipun sebenarnya Casandra tau, beberapa penjaga terus mengawasi dan juga mengikutinya. Tapi itu tidak masalah karena jarak mereka yang tidak terlalu mencolok, lagian, Casandra juga bergaul pada teman yang positif. Meskipun ia diberi waktu untuk bersenang-senang, tapi Casandra tau batasan pergaulan.
"Casandra, gimana masalahmu? Apa pria itu sudah mengembalikan topimu?"
Casandra terdiam menatap kedua sahabatnya. Bingung mau menjawab, bayangan wajah Anan yang banyak luka langsung terpampang di matanya.
"Sandra! Malah bengong." ucap Sara.
"Topiku sudah balik sih, tapi... Sepertinya ayah mengambil paksa. Ayah tau kalau pria kue itu yang mengambilnya"
Nanda dan Sara saling pandang dengan wajah pias, jika Sam yang bertindak pasti tidaklah main-main. "Trus, apa pria itu masih hidup sekarang?" ucap Sara dengan jantung berdebar. Berfikir pasti Sam membunuhnya, atau meskipun hidup juga pasti cacat karena tangannya mungkin sudah dipotong olehnya.
"Masih. Tadi pagi aku bertemu dengannya, dan... Wajahnya banyak luka lebam" jawab Casandra lirih lalu menundukkan wajahnya.
Ia juga kesal pada Anan. Tapi hati Casandra juga merasa bersalah, karena Anan tidak sengaja mengambil topi itu.
"Tapi dia ga cacat kan?" kata Nanda bergidik ngeri.
"Haha. Dia masih utuh Nanda. Cuma babak belur" ucap Casandra mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
"Tapi.... Kalau dipikir-pikir, cowok kue itu manis deh. Casandra, kenalin aku sama dia dong"
Ucapan Sara membuat Casandra mengangkat sebelah alisnya, sifat centilnya mulai bergejolak kan!. Aneh aja, tipe Sara selama ini kan suka sama cowo kaya dan keren. Masa iya sih, dia naksir sama penjual kue?
"Aku... Ga salah dengar kan?" ucap Casandra bingung.
"Enggak. Ayolah Casandra" rengek Sara.
Casandra terdiam sejenak, Boleh juga, cowok kue itukan ga tau seperti apa anak ayah. Mungkin Sara bisa menggantikan aku sebentar hihi. Casandra geli sendiri dengan ide isengnya itu.
"Ok. Aku akan ngenalin kamu sama dia" jawab Casandra membuat Sara menepuk tangannya dengan senang hati.
*****
Beberapa jam berlalu, tiga sekawan itu langsung menuju ke tempat parkiran dengan hati yang tidak sabar. Casandra melihat Doni yang memakai baju biasa, bukan setelan jas resmi seperti biasanya. Tapi tidak masalah, biarkan dia menguntitnya dan melaksanakan tugasnya. Lakukan saja sesukamu om. Hari ini aku mau lakukan sesukaku juga.
"Casandra, beneran nih hari ini kita bisa jalan-jalan?" ucap Nanda. "Om Sam dan tante Riyu ga marah kan?"
"Enggak kok, tadi aku sudah mengirimkan pesan untuk ayah. Dia ngijinin aku jalan-jalan. Itu, di belakang kita juga ada Om Doni yang ngawasin" ucap Casandra santai sambil konsen menyetir.
Agak aneh sih, Nanda dan Sara juga merasa curiga. Kok tiba-tiba banget Sam membiarkan Casandra bebas. Tapi biarlah, itu bukan urusan mereka.
"Sandra. Kenapa?" tanya Nanda yang heran melihat Casandra terdiam.
"Eh kalian tunggu disini ya, aku mau beli sesuatu di dalam" ucap Casandra. Sara dan Nanda mengangguk sebagai tanda setuju.
Tidak lama kemudian Casandra keluar sambil menjinjing tas kecil berisi barang belanjaannya. "Sudah yuk" ucapnya.
"Eh, apa ga terlalu awal kita pulang sekarang? Casandra kita kan baru aja bersenang-senang masa mau pulang sekarang!" rengek Sara.
"Aku kan ga bilang kita mau pulang!"
"Terus. Kita mau kemana?" kata Nanda.
"Aku mau ajak kalian ke kiosnya kak Sanya. Katanya kan Sara minta dikenalin sama pria kue itu" Casandra menyeringai tipis.
"Aaahhh, Sandra. Kau baik sekali" Saya memeluk Casandra gemas.
__ADS_1
"Iiisshhh, apaan sih. Lepasin ga?" Casandra geli. Seketika itu juga Sara langsung melepaskan pelukannya.
"Eh tapi ada syaratnya ya!" ucap Casandra lagi.
"Syarat? Apa syaratnya?" tanya Sara.
"Pokoknya apapun yang aku katakan kamu ga boleh banyak tanya. Cukup bersikap santai dan lakukan aja seperti aturanku" ucap Casandra serius.
Sara menatap Nanda, ia tidak mengerti rencana apa yang ada di otak sahabatnya itu. "Oke deh!" jawab Sara setuju.
*****
Kios Sanya
Sebelum turun dari mobilnya Casandra terlebih dulu memastikan Anan benar-benar ada di sana. Dia terluka, ga mungkin kan kalau nekat antar kue. Pikir Casandra. Tapi, baru saja tangannya menyentuh pintu mobil, Casandra melihat Anan yang baru sampai membawa barang belanjaan dikedua tangannya.
Casandra terdiam sejenak, setelah Anan masuk ke dalam kios iapun bergegas turun. "Ingat ya Sara lakukan seperti intruksiku. Dan di depan pria kue itu aku akan memanggilmu Nona"
"Apa??? Tapi kenapa??" Sara terkejut. Tadi Casandra tidak memberi tau itu sebelumnya.
"Sudah. Lakukan saja, selain kau bisa berkenalan dengan pria itu juga kau dapat pahala karena sudah membantuku. Iya kan?" Casandra Menyeringai tipis. "Sudah, ayo kita turun"
Mengetahui Casandra datang, Sanya langsung menyambut mereka dengan senang hati. Berbagai sajian kue dan juga minuman menjadi teman obrolan mereka. Tapi sayang sekali, Sanya tidak bisa menemani mereka untuk ngobrol lama karena banyak pesanan kue untuk pelanggan.
"Kalian tunggu disini ya, biar aku cari cowok kue itu" ucap Casandra beranjak dari tempat duduknya. Meninggalkan Sara dan Nanda yang masih asik melahap kue buatan Sanya.
"Kak. Anan ada?" tanya Casandra agak ragu.
"Ada. Coba kau masuk saja, mungkin dia sedang menyiapkan bahan kue" ucap Sanya menoleh sebentar lalu kembali pada boxnya.
Langkah kaki Casandra ragu memasuki ruangan di dapur. Tapi, ternyata Anan tidak ada disana. Duh, di mana dia? Gumamnya sambil melihat ke seluruh ruangan dapur.
Casandra terus berjalan melewati dapur, sampai akhirnya ia menemukan sebuah tangga menuju lantai atas. Perlahan Casandra naik sambil terus menajamkan pandangannya mencari sosok Anan yang bahkan sampai di lantai dua pun ia belum melihatnya.
"Tadi aku lihat dia masuk ke kios ini, apa udah pergi lagi ya?" gumam Casandra.
Klotak.... Suara benda jatuh di salah satu ruangan. "Permisi" ucap Casandra, tapi tidak ada jawaban. "Hei pria nyebelin. Apa kau ada disini?!" ucapnya agak sedikit berbisik. Tapi tetap saja Casandra tidak melihat ada tanda-tanda seseorang di ruangan lantai dua itu.
__ADS_1
Ada sebuah ruangan lagi, seperti kamar namun tidak terlalu besar. Casandra melongok kedalam siapa tau orang yang dicarinya ada disana. Blaakkk sreeeettt. Pintu tertutup kencang, seketika itu juga ada seseorang yang menyekap Casandra dari belakang.