
Tepat di koridor rumah sakit Noval kembali berpapasan dengan Nita, ia mengamati Noval yang sepertinya sedang resah, merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan putranya.
"Noval apa yang terjadi?" Tanya Nita, matanya kemudian melirik dimana Noval keluar dari kamar Sam.
"Apa yang kau lakukan! Kau tidak menghabisinya kan?!" Nita menatap Noval tajam.
"Hampir" jawab Noval singkat dengan nada yang getar.
"Kau gila! Jika ada yang melihatnya maka Mahesa tidak akan mengampunimu!"
"Mama bisakah kau diam! Sam masih hidup, kau tenang saja!" Wajah Noval terlihat memerah tingkahnya tidak seperti biasanya, ia berpaling lalu bergegas pergi.
"Noval. Noval!" Panggil Nita, namun tidak selangkah pun Noval menghentikan langkahnya.
"Apa yang terjadi pada anak itu sebenarnya?" gumam Nita, ia langsung bergegas menjenguk keadaan Sam, takut Noval terlalu gegabah karena marah.
Noval beranjak pergi, melangkah dengan kaki cepat membawa emosinya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bar di kota Y.
"Selamat datang bos Noval, lama kau tak mengunjungi kami" Sambut manager menatap Noval yang terlihat resah.
"Kau Siapkan wanita untukku, bawa dia ke ruangan yang biasanya" ucap Noval dengan nafas yang berat.
"Baik bos" manager bar memandang Noval dalam.
Di dalam ruangan bar VIP yang dingin Noval mencoba untuk rileks, ia duduk memijat pelan kedua keningnya, tak lama dua orang wanita tercantik di bar itu datang menghampiri Noval. Satu memijit Noval lembut dan yang satu menuangkan anggur untuknya.
"Kau terlihat resah, ada apa Tuan?" tanya salah satunya dengan nada lembut.
"Tidak apa-apa, malam ini temani aku. Jika kalian bisa menghilangkan suntukku maka akan aku berikan 2x lipat dari yang biasanya"
Mata kedua wanita itu berubah berbinar mendengar Noval ingin membayar dua kali lipat. Berbagai keahlian dan permainan mereka coba lakukan, Noval mulai terbuai dengan sentuhan-sentuhan lembut dari kedua wanita itu. Namun, mata Riyu yang kosong kembali menghampiri angannya.
Noval terperangah lalu terbangun dengan nafas yang menderu "Ada apa tuan? Apa aku terlalu kasar?" tanya salah satu wanita merasa cemas.
"Menyingkir lah! Aku sudah selesai" ucap Noval beranjak dari duduknya lalu membetulkan resleting dan bajunya.
"Tapi kita baru saja mau mulai, kau yakin sudah selesai?"
"Diam atau aku akan merobek mulutmu! Ambil ini!" Noval melempar uang ke depan kedua wanita penghibur lalu pergi dengan langkah cepat.
"Sial. Sial. Sial! Kenapa tatapan itu datang lagi!" umpat Noval, ia menghentikan mobilnya disuatu sudut jalan yang sepi.
Tatapan mata Riyu yang sedang koma menjadi teror tersendiri untuk Noval membangkitkan kembali rasa bersalah. Setelah bertahun-tahun ia kembali resah, teringat dimana saat Ranu. Ibunya Sam sedang sekarat. Noval duduk di mobilnya sambil menengguk alkohol, ia menatap telapak tangannya yang mulai gemetar.
__ADS_1
Flashback
"Mama... Mama..." Teriak Sam kecil menggoyangkan tubuh Ranu, melihat mamanya sekarat Sam langsung menghampiri Mahesa yang saat itu sedang berada di kamar utama.
Melihat Sam telah jauh Noval langsung masuk, menghampiri Ranu yang sedang kejang dengan mata yang terbelalak. Noval yang masih berusia belasan tahun menatap mata Ranu yang terbelalak, ia menelan ludah untuk meyakinkan dirinya.
Tangan Noval perlahan bergerak menjangkau bantal yang ada di samping Ranu. Tangannya dingin, gemetar. "Tante, setelah ini kau tidak akan menderita lagi" ucap Noval berbisik. Dengan kuat Noval langsung membekap wajah Ranu dengan bantal lalu menindihnya.
Ranu kian mengejang, sedangkan Noval semakin kuat menekan bantal. Setelah beberapa menit kemudian Ranu terdiam.
Noval membuka bantalnya, ia melihat ekspresi Ranu yang menyedihkan. Mulut terbuka dan mata yang tidak tertutup. Ranu telah tewas, Noval merasa lemas langsung melempar bantal tadi ke samping jasadnya. Di tengah rasa takut yang mulai muncul, terdengar hentakkan langkah kaki yang berbondong-bondong menuju ke gudang itu.
Noval langsung bergegas pergi sebelum ketahuan, ia mengawasi dari luar. Sam kecil dan anak buah Mahesa panik, cemas melihat kondisi Ranu yang sudah tidak bergerak. Sampai sekarang, tidak ada yang tau bahwa Noval ikut campur tangan dalam kematian Ranu.
"Arrgghhh." botol di tangannya dilempar hingga hancur berserakan. Noval menyangga kepala dengan kedua tangannya
"Tidak. Aku ga boleh lemah hanya gara-gara masa lalu. Lagian. Selama ini aku sudah terbiasa menghabisi nyawa orang, aku tidak boleh lemah dan aku tidak akan mundur!" Noval terengah menstabilkan emosional.
Tidak berselang lama kemudian dari kegelapan datang mobil menghampiri Noval, seseorang turun dan mendekati dirinya.
"Loh Noval, ngapain kamu di sini?" ucap Lila sambil menoleh sekitar yang sepi.
"Nona Lila kau mengejutkan aku. Aku hanya sedang menyalakan rokok" ucap Noval dengan seringai yang biasanya.
"Hemh. Aku cuma pengen suasana baru, kau tau? Jika di bar maka akan banyak wanita yang menggangguku"
"Oh ya? Kalau begitu biar aku yang mengganggumu" ucap Lila melendot manja di pundak Noval.
Perlahan Lila mendekatkan wajahnya hingga sampai akhirnya mereka saling berciuman, namun di tengah nafas yang mulai menderu, Noval mendorong Lila pelan dan menghentikan ciumannya.
"Haha. Ada apa Noval? Gak seperti biasanya kau menolakku. Jujur deh kamu lagi resah kan! Kenapa? Apa kau merasa luluh saat melihat istrimu koma? Kata Tante Nita kamu berubah setelah menjenguk Riyu"
"Lila aku lagi ga mood bahas apapun" Noval beranjak hendak masuk ke dalam mobil.
"Noval! Jangan bilang kau mulai jatuh cinta pada Riyu!"
Mendengar ucapan Lila Noval berhenti lalu berbalik menatap Lila dengan tatapan tajam. "Nona, hubungan kita hanya sekedar batas kesenangan. Jadi berhentilah ikut campur urusanku!" Noval langsung masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan Lila yang masih berdiri memandangnya.
"Dasar!" Gerutu Lila yang kemudian menyusul pergi dari tempat itu.
*****
Sesampainya di rumah, Lila berjalan menuju kamarnya, namun saat menengok ke bangku taman, ia merasa heran melihat Mangsur yang sedang tertawa sendiri menatap layar ponselnya.
__ADS_1
"Papa? Apa yang sedang Papa lakukan?" Ucap Lila dengan ekspresi heran.
"Lila. Putriku, papa sedang merasa sangat bahagia"
"Oh ya? Apa yang membuatmu begitu bahagia? Sampai-sampai kau tertawa sendiri seperti orang yang kehilangan akal!"
Mangsur terkekeh lalu mendekat ke arah Lila, "Putriku, aku tau kau masih kecewa dengan perlakuan Sam padamu. Tapi kita masih ada peluang lain"
"Tentu ada peluang lain pa, apa lagi sekarang Riyu sudah pergi, Jadi aku bisa ada kesempatan untuk mendekati Sam kan?
"Itu anganmu Lila! Papa ada rencana lain.
"Rencana lain? Maksud Papa?" Lila mengerutkan keningnya.
"Kau memang tidak bisa mendapatkan Sam Lila, tapi bukankah kau bisa mendapatkan Noval?" Ucap Mangsur yang ingin memanfaatkan putrinya.
"Noval? Pa, aku dan Noval hanya sekedar bersenang-senang! Lagian Lila ga cinta sama Noval" Protes Lila.
"Lila! Untuk masalah ini kesampingkan dulu rasa cinta yang konyol itu! Sekarang Noval sudah berhasil berdiri sebagai tuan dikeluarga Galuh, ditambah lagi keadaan Riyu yang sekarang ini dia pasti memiliki kekuasaan besar. Kau bisa memanfaatkan kesempatan ini"
Lila terdiam menatap Mangsur,
"Kau tau kan maksud Papa?" Ucap Mangsur di iringi tawa sinisnya.
"Em... Tapi pa, tadi aku bertemu dengan Noval di jalan. Dia terlihat aneh setelah menjenguk Riyu"
"Aneh gimana?"
"Ya... Aneh pokoknya. Papa. Apa Noval mulai jatuh cinta pada Riyu?"
Mendengar ucapan Lila Mangsur tertawa terpingkal. "Lila. Mana mungkin Noval jatuh cinta pada Riyu! Sedangkan selama ini dia sangat membencinya. Jangan berfikir terlalu jauh, yang harus kau pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya supaya kau tetap dekat dengan Noval. Paham!"
Lila mengangguk pelan.
"Puluhan tahun sudah aku menunggu kesempatan ini Lila, mungkin dalam kesempatan ini aku berhasil menguasai perusahaan itu"
"Tapi aku masih ga ngerti pa, kenapa sih papa masih saja mengincar perusahaan itu. Sedangkan perusahaan papa sendiri juga sudah sukses dan maju!" Lila menatap Mangsur dengan mimik wajah yang serius.
"Hmmm. Maafkan aku putriku, aku belum bisa menceritakan kepadamu sekarang. Baiklah, sudah malam. Ayo kita masuk" ucap Mangsur merangkul putrinya.
"Jadi kau masih saja tertutup padaku?" protes Lila.
"Lila ada saatnya papa akan menceritakan semuanya padamu, jika aku ceritakan padamu sekarang papa takut kau akan keceplosan dan memberitahu kepada orang!"
__ADS_1
Lila terdiam dan menghentikan langkahnya sambil memandang punggung Mangsur. "Sepertinya sangat penting sampai-sampai papa tidak mau mengatakannya padaku, apa sebenarnya yang sedang diincar papa" gumam Lila, ia pun mengangkat kedua bahunya lalu langsung beranjak menuju kamarnya.