
Casandrapun masuk ke dalam mobil, topi Anan masih terpasang di kepalanya, wajahnya terus menghindar dari tatapan Anan. Bagaimana tidak? Anan selalu menatapnya dengan ekspresi wajah tengil yang sudah bisa ditebak, wajah meledek.
Setengah perjalanan suasana dalam mobil senyap, tanpa ada perbincangan dikeduanya.
Kling... Ponsel Casandra berdering.
"Maafkan aku Sandra, aku sudah mengacaukan kencan kita. Maaf karena aku terlalu egois, aku seharusnya lebih mengerti kamu. Sekarang kau dimana? Aku akan menjemputmu" pesan dari Riko.
Casandra tersenyum membaca pesan itu. Sesekali Anan memperhatikan yang sedang tersenyum sambil mengetikkan jarinya.
"Tidak apa-apa Riko. Kau tidak perlu menjemputku, aku sedang dalam perjalanan pulang sekarang" balas Casandra.
"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan. Sandra. Aku mencintaimu.❤️☺️." balasan dari Riko lagi.
"Aaaaaaa......." teriak Casandra secara tiba-tiba.
Anan terkejut, ia oleng menyetir mobil, ia menginjak rem sekuat-kuatnya sampai Casandra kepentok kepalanya. "Kau kenapa?! Kesurupan?!" ucap Anan kesal.
"Hey. Bisa gak sih nyetir mobil!" protes Casandra sambil mengelus keningnya.
"Kalau kamu ga teriak, aku ga bakal nginjek rem!"
Memang benar, teriakan Casandra membuat Anan kaget. "Maaf kalau gitu" ucap Casandra merasa bersalah.
Anan melirik tajam, kemudian mengemudikan mobilnya perlahan. Dasar. Mengagetkan saja! gerutu Anan dalam hati.
"Kau tau? Riko bilang kalau dia mencintaiku. Hahaha" ucap Casandra girang.
"Aku gak nanya." jawab Anan acuh.
Casandra langsung mrengut memanyunkan bibirnya. "Menyebalkan! Aahh, jomblo mana paham"
"Hey! Lebih baik jomblo dari pada ditipu oleh cinta"
"Apa maksudmu? Jadi kau anggap Riko menipuku?" Casandra keberatan.
"Nona, coba ingat-ingat lagi ucapanku. Apa aku menyebutkan nama Riko?"
Casandra terdiam sejenak. "Em... Enggak sih"
"Sepertinya kepalamu bermasalah karena terbentur tadi"
"Hemh!" Casandra membuang wajahnya kesal, beralih menatap keluar jendela. Kenapa di Dunia harus ada orang seperti dia si.
__ADS_1
*****
Sam terlihat santai dengan koran di tangannya, ia duduk di ruang keluarga dengan satu kaki yang berpangku di kaki lainnya. Dari kamar utama Riyu datang dengan wajah cemas, sesekali matanya melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Sayang, sudah jam segini kenapa Casandra belum juga pulang?" tanya Riyu duduk tepat di sebelah Sam.
"Sebentar lagi juga pulang" ucap Sam merengkuh pundak istrinya.
Riyu terdiam menatap Sam seksama. "Tumben kau santai sekali? Biasanya kau yang paling heboh karena Casandra pulang terlambat. Sam, aku khawatir karena dia pergi sama pemuda itu" jelas Riyu menggigit jari telunjuknya.
"Riyu, Casandra memang ijin pergi sama Riko. Tapi aku tidak khawatir karena sudah ada Anan di belakangnya. Biarkan dia menikmati malam ini" ucap Sam yang kemudian mengecup lembut kening Riyu.
"Sam, kau tidak demam kan?" Riyu menempelkan punggung tangannya ke kening suaminya. Heran, Sam tidak seperti biasanya yang langsung heboh kalau putrinya tidak ada kabar.
"Tidak sayang. Ada Doni juga yang mengawasi mereka. Aku sudah dapat laporan kalau Casandra aman dan dia senang malam ini"
"Benarkah?" ucap Riyu berbinar. "Menurutmu, Riko itu orangnya gimana?"
Sam cuek dengan pertanyaan yang dilontarkan Riyu, matanya masih sibuk membaca huruf demi huruf di koran.
"Sayang, kau tidak mendengarku?!" merajuk.
"Sayang, bibirmu membuatku gemas" ucap Sam menatap Riyu sayu, tanpa aba-aba lagi Sam langsung ******* bibir Riyu yang pink merona.
*****
"Ini semua salahmu! Gara-gara kau aku jadi terlambat pulang" protes Casandra.
"Hey Nona, kenapa kau selalu menyalahkan orang. Kau terlalu lama terkesima dengan kembang api, makanya terlambat"
"Itu tidak akan terjadi kalau kau tidak mengajakku ke sana kan! Pokoknya kalau ayah marah, kamu yang harus tanggung jawab. Hemh!" Casandra bergegas masuk kedalam rumah, disusul Anan.
"Kau takut Nona?" ucap Anan menyeringai.
"Eng... Enggak. Siapa bilang aku takut!" ucap Casandra.
"Kalau begitu kenapa kau masih berdiri di sini? Ayo cepat masuk dan temui tuan Sam. Kau harus meminta maaf padanya" ucap Anan mendorong, menggiring pundak Casandra dari belakang.
"Lepaskan aku dasar kau... " ucapan Casandra terputus lalu terpekik. "A... Apa-apaan ini?" gumam Casandra terbelalak.
Anan langsung mengalihkan pandangannya ke arah samping, pura-pura tidak tau adegan Sam dan Riyu yang sedang berciuman di sofa, sedangkan Casandra masih melotot memandangi polah orang tuanya itu.
"Sam! Kau ini... " ucap Riyu seketika melepas paksa bibir Sam yang masih saja ingin bermain. "Eh... Nak. Kau... Sudah pulang?" ucap Riyu terkejut dengan wajah memerah. Reflek tangannya langsung menepuk kencang pundak Sam.
__ADS_1
"Kalian ini, selain tengil juga ternyata suka sekali mengintip kegiatan orang tua ya!" ucap Sam menyeka bibirnya.
"Apa? Siapa yang mengintip? Jelas-jelas Ayah yang melakukannya di ruangan terbuka seperti ini" protes Casandra.
"Banyak alasan" ucap Sam. Padahal dia yang salah tapi karena kepergok ya, ga maulah ketahuan malunya kan.
"Sam, kau ini." ucap Riyu menahan tawa, tapi juga kesal.
"Anan. Bukankah putriku ada janji dengan kekasihnya? Tapi kenapa malah kau yang mengajaknya berkencan?!" tanya Sam dengan nada datar.
Anan tersentak, ia gelagapan bingung mau menjawab. Sedangkan tujuan utamanya tidak selancang itu, Anan hanya tidak ingin nona mudanya pulang dengan wajah yang murung. Casandra tersenyum puas, senang rasanya ketika Anan mulai dimarahi.
"Tuan saya tidak... Maaf Tuan, tadi saya hanya... "
"Dimaafkan" ucap Sam menyela ucapan Anan.
"Apa? Cuma itu Ayah?" protes Casandra.
"Terus apalagi?" Sam mengangkat kedua bahunya.
"Dia sudah membuatku pulang terlambat Ayah, masa Ayah tidak menghukumnya, sedangkan aku selalu Ayah hukum jika pulang terlambat. Ayah tidak adil" rengeknya. Casandra langsung memeluk ayahnya yang sedang duduk.
"Apa dia juga menindasmu sayang?" tanya Sam pada Casandra.
"Tidak hanya menindasku Ayah, dia juga bahkan selalu membullyku" ucap Casandra manja, ia melirik ke arah Anan lalu menjulurkan lidahnya.
Dasar rubah betina. Gumam Anan dalam hati.
"Oh begitu ya" jawab Sam menatap Anan. "Kalau begitu Anan, aku memang harus menghukummu"
"Hukum saja dia Ayah." ucap Casandra yang kini bersemangat duduk tegap penuh kemenangan.
"Anan. Aku akan menghukummu. Mulai malam ini dan seterusnya aku tidak mengijinkan kau pulang kecuali atas ijinku, dan kau harus menjaga putriku selama 24 jam!" ucap Sam menyeringai tipis.
"Rasakan itu... Apa???" Casandra terkejut.
"Sudahkan? Ayah sudah menghukumnya" ucap sam tersenyum.
"Tapi... Tapi... Ergh!" Casandra langsung bergegas menuju kamarnya.
Riyu tersenyum menatap Sam yang sedang menatap Anan, entah kenapa ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Sam pada Anan. Tapi apapun itu, ada suatu kelegaan di hati Riyu.
Sam... Sebenarnya ada apa dengan pemuda ini. Gumam Riyu dalam hati.
__ADS_1
""Ayo dukung author ya, like, share bila perlu, vote. Supaya lebih semangat lagi nulisnya. Makasiiihh❤️❤️❤️""