Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Rahasia Liontin 2


__ADS_3

 


Nita melangkah di lorong rumah sakit menuju kamar tempat Noval dirawat, luka dalam dan patah tulang rusuk cukup membuat Noval lama pulih.


 


Setelah agak mendingan Nita memutuskan untuk mengintrogasi anaknya, ia masih tidak percaya ingin memastikan jika Noval dan Lila telah tidur bersama, seperti apa yang diucapkan sam waktu itu.


"Noval, kau sudah lebih baik?" ucap Nita berdiri di sisi ranjang Noval.


"Ya, lebih baik" jawab Noval santai.


"Baiklah. Sekarang jawab pertanyaanku! Apa benar kau dan Lila... "


"Ya, hanya sekedar saling memuaskan" ucap Noval memotong ucapan Nita lalu memalingkan wajah.


"Apa kau gila! Dimana otakmu Noval! Kau berani berbuat seperti itu?"


"Aku hanya ingin balas perbuatan mereka ma, jika Riyu bisa berselingkuh dengan Sam kenapa aku tidak boleh berselingkuh dengan Lila?"


Nita memijat keningnya, ia merasakan pening mendengar jawaban Noval.


"Bodoh! Kau benar-benar bodoh! Gara-gara kebodohanmu sekarang rencana kita jadi kacau semua! Riyu pasti akan menceraikanmu setelah ini, Dan kita tidak akan bisa mendapatkan harta dari Galuh!"


Nita menghela nafas panjang, ia mondar mandir memegangi keningnya. "Mahesa sekarang muak melihatku, dia lebih percaya pada Sam daripada kita!"


"Semua sudah terlanjur, lebih baik kita ucapkan perang sekalian! Aku sudah muak berdrama mah"


"Apa maksudmu?!" Nita berhenti, ia mengerutkan kedua alisnya.


"Aku sudah memiliki rencana, kau lebih baik tunggu saja hasilnya"


"Apa kau bisa dipercaya?"


"Mama, anggap saja ini adalah kesempatan terakhirku" ucap Noval menyeringai. Ia mengambil ponselnya lalu menelpon anak buahnya.


"Lakukan rencananya!" ucap Noval pada seseorang melalui ponselnya.


Meskipun ragu tapi kali ini sepertinya Noval memang yakin dengan rencananya, Nita mencoba bersabar dan memberikan Noval kesempatan sekali lagi.


*****


Riyu menoleh ke arah Sam yang masih tertidur lelap disebelahnya, ia turun dari tempat tidurnya dengan hati-hati mencoba untuk tidak membuat pantulan.


"Aku akan membangunkanmu nanti" Riyu mengecup kening Sam perlahan lalu bergegas ke kamar mandi.


Riyu masih berfikir kalau hari ini adalah mimpi, ia masih tidak percaya bisa bersama dengan Sam sekarang ini. Iringan suara kemericik air dari shower yang mengguyur tubuhnya, mengingatkan Riyu pada malam itu, malam yang hujan dimana saat pertama kali Sam menyentuhnya.


Mata Riyu terpejam Namun... Riyu tersentak saat seseorang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Sontak Riyu langsung menoleh untuk melihat siapa yang memeluknya saat dia sedang mandi. "Sam kau... Tadi, kamu masih tertidur" ucap Riyu menyembunyikan wajahnya.


"Ya. Aku masih tidur sampai seseorang menciumku, aku bangun karena merasa panas dengan kecupannya" bisik Sam


Jantung Riyu berdegub kencang, lebih kuat dari yang pertama kali.


"Apa kau malu? kenapa tiba-tiba mematung. Bukankah kau sudah menyerahkannya padaku"


Jika di bandingkan dengan malam itu, rasanya sangat jauh berbeda. Saat ini Riyu dengan kesadaran penuh tanpa emosi, sedangkan malam itu Riyu di selimuti oleh keputusasaan.


"Sam..." ucap Riyu gugup.


"Hemm?"


"Su.... Sudah waktunya untuk bersiap ke kantor" Tidak ada ucapan Riyu yang di tanggapi oleh Sam.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Makanan untuk sarapan sudah tersedia di atas meja, setelah bersiap Sam dan Riyu berjalan bersama menuju meja makan.


"Kenapa kau memakai syal?!" Tanya Sam mengerutkan keningnya.


"Ini semua salahmu! Kakek akan mencubitku sampai gosong jika melihat kecup yang kau buat!" ucap Riyu kesal.


Sam tersenyum geli melihat ekspresi Riyu yang menggemaskan, "Bukankah itu bagus" ucap Sam menggodanya.


"Kau berlebihan! Tapi. Siapa tau tuan Darma memang memiliki cucu lain untuk di jodohkan denganku kan?


"Ga akan!" Riyu kesal melempar Sam dengan serbet makan.


"Riyu, nanti biar Aji yang mengantarmu. Hari ini aku ada rapat tidak bisa mengantarmu ke Darma union"


"Tidak apa-apa Sam, Aku akan berangkat bersama Aji"


Sam dan Riyu berpisah dimobil masing-masing. Rasanya sudah lama tidak bertemu kakek Darma, Riyu semakin tidak sabar bertemu dengannya. Kali ini Riyu bertemu dengan Darma tidak lagi berstatus sebagai orang lain, melainkan sebagai cucu kandungnya.


Riyu berjalan menuju ruangan Darma dengan riang dan tidak sabar, Semua karyawan menyapanya ramah menyambut Riyu kembali bekerja.


"Nona Riyu..." Ucap sekertaris senang melihat Riyu kembali.


"Sekertaris, apa kabarmu? Lama kita tidak berjumpa"


"Nona Riyu apa yang terjadi? Kami sangat khawatir padamu. Kau menghilang seperti di telan bumi, apa lagi tuan Darma, dia sangat mencemaskan mu"


"Ceritanya panjang sekertaris, tapi untuk yang pertama, aku ingin menemui kakek dulu, aku sangat merindukannya"


"Silahkan Nona"


Riyu langsung bergegas naik lift mempercepat langkah kakinya, Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk kedalam ruangan Darma.

__ADS_1


Orang tua itu sedang merenung memandang hampa ke luar jendela, Riyu sangat bersyukur karena akhirnya ia bisa bertemu dengan kakek yang ia bayangkan sejak kecil.


"Kakek..." Sapa Riyu dengan nada bergetar.


Darma menoleh kearah suara yang menyapanya, ia tertegun lalu berdiri dari tempat duduknya. Matanya yang keriput membendung air mata.


"Kakek..." Riyu langsung berlari memeluk Darma erat.


"Riyu. Aku tidak sedang berhalusinasi kan?"


Riyu menggeleng.


"Aku takut jika harus kehilangan cucuku lagi, kau kembali" ucap Darma bergetar membalas pelukan Riyu.


"Kakek. Kau kejam! Kenapa kau tidak memberi tauku kalau kau adalah kakekku!" Protes Riyu lalu melepaskan pelukannya.


"Jadi. Kamu sudah tau?" Darma menatap Riyu seksama.


"Iya kek" ucap Riyu menghapus air mata di pipinya.


"Apa Sam memberitahumu?!"


"Tidak. Sam juga tidak memberi tau apapun. Kalian bersekongkol kan!"


Darma merapatkan bibirnya, ia menghampiri kursinya lalu duduk memandang Riyu yang kesal.


"Aku merasa heran saat kau tau benar tentang liontin ini, ternyata kau juga ada di dalam liontin" ucap Riyu menyodorkan liontin yang terpampang Galuh dan Darma.


"Jadi kau tau karena liontin ini?"


"Hemp"" Riyu mengangguk"


"Apa kamu juga sudah tau tentang rahasia lain liontin ini?" Darma tersenyum.


"Aku rasa begitu. Eh tunggu sebentar. Apa maksudmu rahasia lain?" Riyu mengerutkan keningnya.


"Ternyata kau masih belum tau rahasia terbesar dari liontin ini"


"Rahasia? Apa maksudmu? Apa masih ada rahasia lagi di liontin itu?" Tanya Riyu menatap Darma dengan serius.


"Keluarga Galuh tidak sembarangan mendesain liontin ini Riyu, karena semua sudah terkuak maka aku akan memberi tau rahasia itu padamu" Darma beranjak dari kursinya.


"Ikutlah denganku" ucapnya lagi.


"Mau kemana kek?" Tanya Riyu semakin bingung.


"Nanti kau akan tau" Darma menoleh Riyu sambil tersenyum. "Bayu siapkan mobil ayo kita pergi, sudah saatnya" ucap Darma lagi.


Riyu segera mengimbangi langkah kaki Darma yang begitu semangat. Riyu masih belum paham dan belum tau kemana Darma akan membawanya pergi.

__ADS_1


__ADS_2