Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Janji


__ADS_3

 


Seperti biasanya, sebelum memasuki kediaman Darma Sam dan Riyu harus melewati beberapa gerbang di jarak 200m sebelum sampai di rumah utama. Riyu yang baru pertama kali datang kerumah kakeknya merasa bingung dan tidak nyaman saat dia juga menjadi salah satu orang yang akan diperiksa secara ketat, meskipun di tempat kakeknya sendiri.


 


Para penjaga itu menyuruh Riyu dan Sam turun dari mobil dan merentangkan kedua tangannya untuk diperiksa, apa mereka membawa senjata berbahaya atau tidak. Sam yang giliran pertama diperiksa.


"Hey bung, tunggu sebentar" ucap Sam yang tidak rela ketika salah seorang penjaga akan memeriksa pinggang Riyu.


"Dia adalah cucu Tuan Darma, apa kau akan merabanya juga!" ucap Sam.


"Maaf bos, tapi ini adalah tugas"


"Mana mungkin gadis bodoh seperti dia akan mencelakai kakeknya sendiri!" ucap Sam menatap tajam pada penjaga itu.


Namun ada rencana lain dari Sam, "Oh tapi baiklah, aku akan memeriksa untuk mewakilimu, oke?" Sam menyeringai.


"A... Apa maksudmu?" Tanya Riyu dengan perasaan yang tidak enak, ia tau kalau Sam pasti akan mengerjainya jika Sam menyeringai seperti itu.


"Memeriksamu sayang, apalagi?" ucap Sam berlagak lugu.


Sam lalu berjalan ke hadapan Riyu yang masih merentangkan tangannya, Sam memulai meraba dari pinggang Riyu. Berlanjut ke kaki, lalu naik sampai ke paha.


"Sam kau!" ucap Riyu menahan geli.


"Tenanglah, daripada mereka yang melakukannya! Aku tidak akan rela siapapun menyentuh kulitmu!" ucap Sam lalu melanjutkan memegang pinggul Riyu lagi.


Tiba saatnya Sam hendak memeriksa bagian dada Riyu, tangannya sudah berancang-ancang untuk mendekat tapi...


"Sam jika kau teruskan, akan aku potong tanganmu!" Teriak tuan Darma dari speaker yang terpasang di pintu gerbang.


Seketika Sam kaget langsung menyembunyikan kedua tangannya.


"Disini terpasang kamera CCTV yang langsung bisa dilihat oleh tuan Darma" ucap salah satu penjaga di sana.


Riyu tertawa geli melihat ekspresi Sam yang merah karena keisengannya ketahuan kakek Darma.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi!" bisik Sam kesal pada bodyguard.


Setelah itu mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah.

__ADS_1


"Kakek" ucap Riyu yang langsung memeluk Darma setelah sampai di ruang tamu. Sedangkan Sam berdiri, mengalihkan pandangannya canggung karena kejadian tadi.


"Tenang saja Riyu, kakek akan memberi pelajaran pada bocah mesum itu" ucap Darma menatap Sam.


"Hihi dia sudah mendapatkan pelajaran setimpal kek, oh iya ada apa kakek menyuruh kami datang?"


Darma menghela nafas panjang "Ayo, kita makan malam dulu. Setelah itu ada sesuatu yang harus aku rapatkan dengan kalian" Ucap Tuan Darma, ekspresinya berubah drastis menjadi serius.


Lalu Darma membawa mereka ke ruang makan, meja yang besar, panjang, dan terdapat berbagai jenis makanan di atasnya.


Seorang kakek yang selama ini tinggal sendirian, dengan rumah besar dan mewah tapi ia kesepian. Istri Darma sudah meninggal sejak Almarhum Galuh pergi dari rumahnya, namun Darma adalah orang yang setia karena ia tidak menikah lagi setelah itu.


"Riyu, kau bisa tinggal di rumah ini bersama kakek. Apa kamu mau?" ucap Darma di tengah-tengah menikmati makan malamnya.


Riyu terdiam menatap Darma dalam. "Selama ini kakek pasti kesepian, akulah satu-satunya keluarga untuk nya. Jika aku tinggal bersama kakek mungkin akan lebih aman, karena kakek pasti akan melindungiku" bisik Riyu dalam hati.


"Baiklah, Riyu mau tinggal bersama kakek. Tapi... Apa Sam boleh mengunjungiku kek?"


"Tidak! Jika tanpa seijin ku" ucap Darma menatap tajam kearah Sam.


Riyu bingung melihat keduanya yang saling menatap tajam satu sama lain, seperti mau perang Dunia saja!


"Tatapan kalian seperti akan mengadakan perang dunia ke 3" ucap Riyu, Membuat keduanya berhenti menatap dan kembali melahap makanannya masing-masing.


Begitu juga dengan Darma, meskipun ia ketat namun bukan berarti tidak menyetujui Sam berada di sisi Riyu. Karena Darma yakin, Sam juga bisa menjaga Riyu dengan baik.


Usai menikmati makan malam, Darma mengajak mereka menuju ruangannya yang berada di lantai 3 kamarnya. Di rumah itu terdapat lift khusus yang selalu digunakan untuk Darma.


"Riyu, mungkin setelah orang-orang tau bahwa kau pewaris tunggal dari Galuh Saputra, akan banyak orang yang berusaha menjatuhkan atau bahkan mempersulitmu" ucap Darma, saat mereka sudah berada di ruangannya.


"Termasuk keluarga Mangsur?!" ucap Riyu serius.


"Ya. Ditambah lagi, Dari keluarga Mahesa" Darma beralih menatap Sam yang masih menyimak percakapan itu.


"Aku paham kek, Noval dan Nita pasti akan mengincar ku juga"


"Mereka memang mengincarmu sejak lama Riyu, tapi setelah jumpa pers nanti. Aku khawatir mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu, apalagi dengan statusmu yang masih sah menjadi istri Noval"


"Kakek jangan khawatir, aku pasti akan secepatnya bercerai dengan Noval" jawab Riyu lugas.


"Tapi. Aku juga harus memikirkan keselamatan bude dan juga mas Agi, mau bagaimanapun juga mereka masih keluargaku kek, apa kakek tidak keberatan?" ucap Riyu penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, kau mulailah dengan mereka. Aku akan membawa mereka pindah dari kota Y ini, mungkin akan terpisah jauh dari mu Riyu, namun setidaknya mereka aman"


"Aku percaya pada kakek, tapi sebelum itu... Bolehkah Riyu bertemu dengan mereka? Aku akan memberi tau mereka tentang ini"


"Baiklah, kau dan Sam aku ijinkan untuk menemui mereka besok" ucap Darma.


Banyak hal yang mereka bahas, hingga tidak terasa waktu sudah sangat larut.


"Kalian tidurlah, sudah larut malam" ucap Darma mengakhiri rapat keluarga.


"Kakek... Aku belum ngantuk, apa boleh aku dan Sam pergi ke balkon untuk berbincang-bincang?"


"Ya, tapi kau harus mengganti pakaianmu dengan yang lebih hangat, udara di luar Cukup dingin" ucap Darma lalu beranjak pergi.


  Balkon yang berada di rumah tuan Darma sangatlah besar, di sana ada taman dan juga kolam renang. Meskipun kolam itu tidak seluas dengan yang di halaman belakang, Riyu dan Sam berbincang di bawah sinar bulan yang sedang terang malam itu.


 


"Kau terlihat resah Riyu, tidak perlu khawatir. Perang bisnis ini memang sudah sering terjadi sejak dulu" ucap Sam dengan tatapan lembut.


"Sam. Aku tidak takut karena ada kakek yang membimbing ku, dan Ada kau yang pasti akan melindungiku" ucap Riyu tersenyum manis.


"Lalu. Apa yang kau khawatirkan?"


"Entahlah. Perasaanku tidak enak, seperti ada perasaan bahwa akan pergi jauh untuk beberapa saat"


"Apa maksudmu!" ucap Sam mengerutkan kedua alisnya.


"Sam. Dalam keadaan apapun, kau masih tetap mau menungguku bukan?"


Sam terdiam menatap Riyu, ia tidak mengerti kenapa Riyu bisa berbicara mengerikan seperti itu membuat perasaan Sam menjadi tidak karuan.


"Jangan berbicara yang tidak-tidak Riyu" ucap Sam menepis kecemasannya.


"Berjanjilah kau akan tetap setia padaku" ucap Riyu tersenyum menyodorkan jari kelingkingnya.


"Aku janji" jawab Sam menyambut kelingking Riyu dengan kelingkingnya.


 


Meskipun Riyu terlihat tersenyum tenang, namun Sam merasakan ada sesuatu yang menjadikan dirinya tidak tenang. Ia memeluk Riyu di bawah sinar bulan purnama yang menjadi saksi, Sam harap tidak ada hal buruk pada orang yang ia cintai. Sam berharap... Ia tidak akan kehilangan untuk yang kesekian kali.

__ADS_1


 


 


__ADS_2