Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Pertemuan Di Makam


__ADS_3

Di Perbatasan kota, terdapat rumah mewah dengan gaya klasik. Pemilik rumah ini memang dikenal sosok yang misterius dan paling suka menyendiri. Ia jarang sekali bersentuhan dengan orang luar setelah putra semata wayahnya meninggal. Penyesalan dan kesedihan mendalam membuatnya menutup diri. Pertemuannya dengan Riyu malam itu mebawa setitik cahaya terang dalam hidupnya, Semangatnya bertahan hidup kembali bangkit.


Darma Galuh... Sambil memandang dari balkonnya, ia mengenang beberapa ingatan manis dalam hidupnya. Setelah bertahun-tahun di dirundung keputus asaan, akhirnya keyakinannya bangkit kembali setelah pulang dari pesta pertemuan. Darma berjalan di bantu tongkatnya menuju bangku santai, lalu menyeruput tehnya.


"Bagaimana. Apa yang kau temukan?" ucap Darma pada salah satu anak buahnya.


"Saya sudah mendapatkan data tentang gadis itu Tuan, Namanya Riyu, tinggal dan di besarkan di desa oleh keluarga sederhana" Asistennya memberi tau seluruh informasi Riyu dari umur 12 tahun hingga sekarang. "Tapi Tuan, ada satu yang mungkin akan mebuat tuan terkejut."


"Apa maksudmu?!"


"Saya menemukan ini" Asistennya menyodorkan beberapa lembar foto.


"Sam... Riyu? Bukannya mereka adalah kakak dan adikipar!" Darma mengerutkan keningnya. Tidak habis dengan apa yang ia lihat, foto Sam dan Riyu berciuman.


"Benar Tuan. Sam adik ipar Riyu. Tapi... "


"Kau simpan foto-foto ini!. Jangan sampai siapapun melihatnya. Kau paham maksudku?!"


"Baik tuan" Setelah menerima kembali foto itu, asisten ebungkuk lalu kembali dalam tugasnya. Darma termenung menggenggam tongkat dengan erat. Tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh kedua kakak dan adik ipar itu.


"Sam... Jika kau berani mempermainkan cucuku, aku akan membuat organ dalammu berserakan!"


*****


**Pemakaman X**


Sam menatap nisan yang terpampang nama Galuh dan Diana, Ia berjongkok meletakkan rangkaian bunga di kedua nisan. Senyum tipis terlukis di wajahnya, mengingat kembali saat-saat dirinya pertama kali bertemu dengan Diana. meskipun hanya pertemuan singkat, wajah lembut dan perlakuan hangat Diana masih Sam ingat hingga sekarang.


(__Flasback__)


"Kau berdarah?" ucap seorang wanita dengan nada yang lembut, langsung duduk di sebelah Sam yang sedang terdiam sendirian dibangku taman. "Kau tunggu di sini, Tante akan mengambil kotak obat. Tidak akan lama, itu di sana rumah Tante" ucap wanita itu dengan senyum keibuan sambil menunjuk rumah mewah yang ada di seberang taman. Sam terdiam matanya terus memandangi seksama wanita itu. Tidak lama kemudian wanita itu datang kembali membawa kotak obat dan makanan.


"Ini kau pasti lapar kan? Makanlah. Biar Tante obati lukamu"


Sam masih diam tak mengucapkan sepatah kata pun. Padahal saat itu dia ingin menyendiri dan tidak mau diganggu, tapi disisi lain ia juga tidak mau menolak perlakuan hangat dari seorang ibu. Tangan halusnya mengolesi obat pada luka Sam yang masih engeluatkan darah, tatapan dan senyumannya begitu tulus. Jika Sam tidak bisa mengendalikan dirinya, ungkin ia akan reflek memeluk Diana.


"Kau bisa memanggilku Tante Diana, boleh aku tau siapa namamu?"


"Sam" jawab Sam singkat sambil melahap makanan. Mengalihkan semua perasaan haru di hatinya.

__ADS_1


"Haha, pelan-pelan Sam. Berapa lama kau tidak makan? Dan bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" Tanya Diana. Tapi Sam tetap terdiam. "Anak ini pendiam sekali, tapi dari tatapannya dia sangat kesepian" gumam Diana dalam hati.


"Apa kau akan segera memiliki bayi?" Tanya Sam tiba-tiba sambil melihat ke arah perut Diana yang besar.


"Ya. Aku akan segera memiliki bayi. Kau tau? ini adalah hal terindah yang kami nanti-nantikan" Diana tersenyum mengelus perutnya.


Sam terdiam lagi, dalam benaknya dia berfikir. Di sisi lain orang tua sangat ringan tangan dan selalu memukul anaknya, tapi di sisi lain orang tua sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Sam berhenti makan lalu beranjak dari tempat duduknya. Diana hanya terdiam menatap punggung bocah kecil itu. Namun, beberapa langkah kemudian Sam berhenti.


"Anak yang di dalam perutmu sangat beruntung, aku yakin kalian tidak akan pernah memukul anak sendiri bukan? Jangan seperti Papaku!"


"Ten... Tentu tidak... " ucap Diana bergetar. "Apa. Dia terluka karena di pukul orang tuanya?" Diana merasa kasihan juga sedih.


"Oh iya..." ucap Sam dengan nada datar. Ia berbalik memandang Diana dengan mata sayu. "Terimakasih Tante Diana" ucap Sam melempar senyum tipis lalu pergi.


*****


Sam tersenyum dalam pejaman matanya, mengingat kembali wajah Diana dan membayangkan wajah Ranu ibu kandungnya. Pantas saja dunia ini dipenuhi orang-orang jahat, orang yang baik dan penuh kasih sayang memilih pergi meninggalkan dunia.


"Sam?" Sapa seorang wanita membuyarkan kenangan Sam. Ia membuka matanya lalu menoleh ke belakang. Suara itu berasal dari Riyu, orang yang sangat dia rindukan.


"Em... Sedang apa kau disini?" Riyu menatap Sam heran. Kenapa Sam bisa ada di makam orang tuanya.


"Tante Diana? Ibuku?" Sahut Riyu tambah bingung. "Apa kau mengenal ibuku sebelumnya?" tanya Riyu. Tapi Sam hanya menatap Riyu, ia bingung ingin menjelaskan dari mana. "Sudahlah tidak perlu kau jawab, wajahmu terlihat bodoh!" ucap Riyu. Mereka terdiam, dibalut rasa canggung.


"Setelah menjenguk orang tuamu, temui aku" ucap Sam memecah keheningan.Ia berbalik meninggalkan Riyu.


"Tidak." Riyu menjawab cepat.


Mendengar jawaban yang mengecewakan, Sam langsung menarik tangan Riyu dan membawanya ke dalam mobilnya. "Aji, jalan!."


"Kau gila! Aku baru saja sampai dan belum berdoa untuk ayah dan ibuku!" protes Riyu berusaha melepaskan genggaman tangan Sam.


"Aku sudah mewakilkan doa untukmu. Aji, Kita ke villa"


"Tidak! Hentikan mobilnya sekarang juga!" protes Riyu. Sam menarik tangan Riyu lalu memeluknya.


"Sam... "


"Diamlah!."

__ADS_1


Jantung Riyu berdegub kencang, entah kapan terakhir kali ia merasakan dekapan hangat itu. Sam mengangkat Riyu untuk duduk di atas pangkuannya, Riyu sangat terkejut dengan kelakuan gilanya, sedangkan Aji sekilas melirik ke arah spion. "Draa cinta akan segera dimulai" gumamnya dalam hati, menyembunyikan senyum tipis dibalik keudi.


"Sam. Turunkan aku!" protes Riyu.


"Riyu apa kau tidak tau seberapa besar aku merindukanmu?"


"Kalian memang kurang ajar! Bisakah tahan sampai villa nanti!" gerutu Aji dalam hati.


Riyu memejamkan matanya, ia takut tak ampu mengendalikan diri saat menatap Sam. "Ti... Tidak! Lepaskan aku Sam!" Riyu ulai gemetar.


"Sstt. Kau juga merindukan aku kan?" nada bicara Sam mulai berat.Tidak bisa menyangkal, dihatinya yang paling dalam Riyu memang sangat merindukannya. Sam memeluknya semakin erat, eberi sentuhan pada setiap lekuk tubuhnya, tapi Riyu menjerit kesakitan.


"Riyu. Kau kenapa?" Sam tersadar menatap Riyu cemas.


"S... Sakit" ucap Riyu meringis kesakitan.


Sam terdiam sesaat, ia menatap bagian perut Riyu. Sam merebahkan Riyu lalu menyibaknya kaosnya.


"Tidak Sam. Jangan!" ucap Riyu ketakutan.


Sam masih tetap ingin tau apa yang membuat Riyu menjerit kesakitan, saat kaosnya terbuka ia melihat luka lebam membiru di perut Riyu.


"Apa ini!" ucapnya menatap Riyu tajam, tidak akan meberi kesempatan jika sampai menjawab bohong..


"Ini. Ini bekas aku jatuh kemarin Sam. Di... "


"Kau masih mau membohongiku Riyu! Katakan! Apa Noval yang melakukannya?!"


Riyu tidak menjawab...


"Putar balik! Biar ku hajar keparat itu!"


"Tidak. Jangan Sam, jika kau melakukan itu keadaan pasti akan semakin buruk" Riyu memegangi lengan Sam.


"Aku tidak peduli!"


"Apa kau juga tidak peduli padaku? Jika kau menghajarnya. Maka Noval juga akan menghajarku lebih parah lagi!"


Sam diam menatap Riyu. Suasana ini benar-benar menjebak, ingin melindungi Riyu tapi ketika Sam melindunginya Riyu pasti akan semakin menderita.

__ADS_1


__ADS_2