Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Genggam Tanganku, Riyu.


__ADS_3

Malam semakin larut tapi semakin banyak juga orang yang datang untuk menyaksikan pelepasan kembang api. Riyu mengajak Noval untuk naik kincir raksasa, dari puncak kincir itu maka kembang api akan terlihat jelas.


Antrian di sana cukup sesak dan panjang, Noval berusaha menerobos ke loket tiket dan membayar 3x lipat supaya tidak mengantri dan meminta kincir berhenti tepat di puncak supaya melihat kembang api dengan jelas.


"Kau lihat wanita yang di sana? Biarkan aku dan dia naik terlebih dulu tanpa antri!" ucap Noval sambil memberikan beberapa lembar uang.


"Beres bos!" jawab pemilik kincir senang hati. Setelah membayar Noval berusaha menerobos banyak orang lagi untuk sampai di dekat Riyu.


Sampai di barisan depan pemilik kincir mempersilahkan Riyu untuk naik, spesial gerbong kincir itu hanya dinaiki dua orang saja.


"Ayo Noval, kita akan naik dan melihat kembang api dari atas" ucap Riyu penuh semangat sambil menarik tangan.


Setelah di dalam kincir, Riyu begitu sibuk melihat kota Y yang terlihat seperti lautan manusia. Perlahan kincir pun bergerak naik semakin tinggi...


"Lihat danaunya sudah kelihatan, sebentar lagi pelepasan kembang api, Noval kau..." Riyu berbalik, ia berhenti bicara karena terkejut.


"Sam???" Ucap Riyu benar-benar tidak menyangka.


"Um... Kau menarik tanganku" jawab Sam dengan wajah polos sambil mengangkat bahunya.


"La... Lalu dimana Noval?!" Riyu dan Sam saling pandang.


****


Di sisi lain... Setelah berusaha keluar dari himpitan orang yang mengantri, akhirnya Noval berhasil masuk di barisan depan.


"Okey... Setelah ini kita bisa naik. Apa kau puas!" Ucap Noval dengan nafas yang terengah. Tapi saat wanita yang dia ajak bicara itu menoleh, Noval terkejut kalau dia bukanlah Riyu.


"Hey dimana wanita yang ada di sini tadi!" Tanya Noval pada pemilik kincir.


"Tuan bukankah kau menyuruhku untuk memberinya dia gerbong khusus? Tenang saja dia sudah naik bersama kekasihnya ke atas sekarang"


"Apa!!!"


Noval mendekati pemilik kincir lalu mencengkram erat kaosnya. "Bukankah sudah aku bilang kalau wanita itu akan naik bersamaku! Kenapa kau membiarkan nya naik tanpa aku!"


"Ma... Maafkan aku bos, aku tidak bisa mendengar dengan baik karena terlalu ramai"


jawab pemilik kincir ketakutan.


"Sekarang juga kau turunkan kincirnya!"


"Maaf bos, tidak bisa" jawab pemilik kincir dengan wajah yang menyesal. Noval mengepalkan tangannya, siap untuk memukul wajahnya. Tapi dia sadar, sedang banyak orang di sana. Noval pun melepaskan cengkeramannya lalu pergi dari sana.


"Sam kau keparat!" Umpat Noval lalu menyeka keringat di keningnya.


Lila dari tadi mencari Sam, meskipun dia sudah mengelilingi tempat itu tetap saja dia tidak menemukannya. Di tengah matanya yang sibuk mencari, Lila melihat Noval yang muram sedang duduk di bangku panjang. Ia pun langsung menghampirinya... "Loh Noval, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu dan Riyu naik kincir raksasa?!"


"Bukan aku dan Riyu. Tapi Sam dan Riyu!" Jawab Noval dengan nada kesal.


"A... Apa? Gawat!"


Noval menatap Lila yang cemas saat melihat ke arah kincir raksasa. "Apa yang kau rencanakan?!" Tanya Noval menatap tajam.

__ADS_1


Lila gugup lalu berbalik menghindari tatapan Noval. Merasa ada sesuatu, Noval menarik tangan Lila... "Jawab Lila, apa yang kau rencanakan!"


"A... Aku hanya..."


Noval langsung menghempaskan Lila dan berlari menuju kincir raksasa.


****


Sam dan Riyu terjebak dalam suasana yang begitu canggung. Tapi bukankah ini adalah kesempatan untuk mereka?. Sesekali terlihat Riyu menggosok lengannya, matanya terus memandang ke luar jendela kincir.


"Pemandangan yang bagus bukan? Ini kedua kalinya kau dan aku melihat pemandangan kota di malam hari" ucap Sam membuka perbincangan.


"Apa maksudmu kedua kalinya?!"


"Riyu... Kau mungkin lupa dengan ingatanmu, tapi aku rasa perasaanmu tidak akan pernah hilang" ucap Sam menatap Riyu dalam.


"Jujurlah, kau masih memiliki perasaan itu kan?"


Riyu terdiam, ya... Riyu memang memiliki perasaan aneh saat dia melihat Sam, jangankan melihat wajahnya, bahkan saat menyebut namanya saja jantungnya berdegup dengan kencang.


"Sam... Maafkan aku. Aku tidak ingat apakah kita dulunya adalah sepasang kekasih atau hanya sekedar saling suka tapi... Aku kakak iparmu" Riyu berdiri dan memalingkan wajahnya ke arah jendela lagi.


"Hubungan kita tidak hanya sekedar saudara ipar Riyu! Tapi lebih dari itu!" Sam berdiri dan menahan Riyu dengan tubuhnya.


"Sa... Sam... Jaga sikapmu. Tolong lepaskan aku!" Riyu mencoba menjauhkan Sam dari hadapannya. Tapi Sam semakin erat memeluk Riyu.


"Sam aku peringatkan lagi, lepaskan aku!" Riyu berontak dan mendorong Sam ke belakang. Tapi Sam menahan tangan Riyu lalu menciumnya....


****


"Riyu..."


"Cukup! Jika kau mendekat aku akan lompat dari kincir ini!" ucap Riyu sambil terisak.


Sam memandangnya dengan kecewa, sedikitpun Riyu tidak ingat dengan perasaannya. Dan... Tiba-tiba...


Blaaarrrr.... Ledakan keras menghantam kincir raksasa. Riyu terpental jatuh di atas Sam.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sam cemas.


"Apa yang terjadi?" Riyu dan Sam menengok ke bawah. Asap hitam mengepul dari penopang kincir raksasa.


"Sepertinya ada kesalahan mesin" Ucap Sam dengan suara berat. Riyu melihat ada darah segar yang mengalir di leher Sam.


"Sam kau terluka" ucap Riyu cemas.


Tangan Sam meraba ke kepala bagian belakang, seketika itu terlihat banyak darah yang menempel di tangannya. Riyu semakin cemas, dia berdiri lalu berteriak minta tolong dari jendela gerbong kincir.


Krengkeeeeetttt.... Suara decitan besi terdengar sangat mengerikan, kincir mulai bergerak miring seperti mau roboh.


"S... Sam..." ucap Riyu terbata dan gemetar.


****

__ADS_1


Sementara itu kekacauan terjadi di bawah sana, orang-orang yang berada di perayaan itu panik dan berhamburan keluar. Noval semakin sulit menerobos kekacauan itu, ia cemas saat melihat kincir yang semakin bergerak miring.


"Apa yang terjadi!" Teriak Noval pada pemilik kincir yang saat itu terluka cukup parah karena ledakan.


"Saya tidak tau bos, ada ledakan tepat di penyangga besi kincir itu" jawab pemilik kincir sambil meringis kesakitan. Noval melihat ke puncak, ia melihat Riyu yang panik sambil berteriak minta tolong. Selain itu, ada juga orang yang sedang berusaha keluar dari gerbong kincir dan memanjat perlahan.


Noval berlari ke tempat yang lebih sepi, ia mengambil ponselnya dan menelpon untuk mencari bantuan.


"Oh tidak..." Noval terperangah saat melihat kincir yang semakin bergerak miring.


****


Greekkk.... Seluruh gerbong terombang-ambing bergerak tak karuan, Sam langsung melindungi Riyu di dalam pelukannya.


"Sam, kincir ini akan segera roboh!" Riyu semakin ketakutan memeluk Sam erat.


"Tidak apa-apa, dengan begitu kita akan mati bersama dengan romantis" Sam meringis.


"Kau gila! Ini bukan waktunya untuk bercanda Sam!" Riyu berteriak kesal.


Sam menoleh ke seluruh arah mencari cara dan celah untuk menyelamatkan diri.


"Riyu... Kita harus memanjat keluar dari kincir ini. Kau lihat besi itu? Kondisi kincir sudah miring dan kau bisa berpijak di sana" ucap Sam memberi arahan.


"Sam aku tidak mau mati dengan ide gilamu itu!" protes Riyu.


"Baiklah kalau begitu kau lebih memilih mati dengan cara yang romantis tadi" Sam tersenyum nakal.


"Ergh... Lalu apa lagi?" Tanya Riyu kesal.


"Aku akan keluar terlebih dahulu, setelah aku berada di atas sana, aku akan membantumu naik. Oke" Sam meyakinkan Riyu.


Dengan tubuh yang gemetar, Riyu mencoba yakin dengan instruksi yang di berikan Sam. Dia merasa ngeri saat melihat Sam memanjat keluar gerbong kincir yang kritis.


Setelah yakin dengan keseimbangannya, Sam menjulurkan tangannya ke arah Riyu. Riyu ragu, dia benar-benar takut dengan ketinggian.


"Genggam tanganku Riyu..." Ucap Sam dengan lembut.


Riyu menatap mata Sam yang penuh dengan keteduhan, Sam tersenyum lalu mengangguk pelan. Seperti menyalurkan suatu kekuatan yang membuat Riyu merasa nyaman dan mengurangi ketakutannya. Perlahan tangan Riyu bergerak ke dalam genggaman tangan Sam. Saat itu juga Sam langsung menggenggam erat tangan Riyu dan menariknya ke atas.


Cukup sulit bagi mereka berdua berdiri seimbang di atas besi gerbong kincir itu, "Ayo cepat Riyu" ucap Sam.


Riyu semakin berusaha memanjat, baru beberapa detik Riyu berhasil berdiri bersama Sam. Besi kincir langsung roboh.


Sam memeluk erat tubuh Riyu, Mata Riyu terpejam kuat, iapun berteriak ketakutan.


Siuuuttt...


Kincir bergerak cepat kebawah, dengan perhitungan yang tepat Sam meyakinkan dirinya untuk melompat ke pohon sebelum kincir itu terhempas hancur di tanah.


"Sekarang!" Sam langsung melompat sekuat tenaga saat ujung kincir tepat berada di dekat pohon. Sam tetap memeluk Riyu dengan erat, ia memutar tubuhnya supaya Riyu terlindungi oleh tubuhnya.


Gelegarrrrr..... Kincir terhempas di atas tanah dan hancur. Slerek... Slerek... Ranting-ranting pohon patah karena tidak kuat menopang Sam dan Riyu. Buukkk.... Merekapun mendarat bersamaan di atas tanah dan tidak sadarkan diri. Sam masih memeluk Riyu yang berada di atas tubuhnya....

__ADS_1


__ADS_2