
Hari ini terasa begitu lama, mungkin karena Riyu merasa bosan sendirian di rumah. Ia duduk menopang dagu pada kedua tangannya, sesekali matanya melirik ke arah jam dinding yang terus berdetak.
"Baru setengah hari, Sam masih lama pulang ke rumah" gumam Riyu dengan wajah yang bosan. Riyu lalu menggeletakkan kepalanya di atas meja. Tak berselang lama kemudian.
"Ehem... Sepertinya ada yang merindukan aku"
Sontak Riyu langsung duduk tegak lalu menoleh ke sumber suara.
"Samm..." ucap Riyu, dalam sekejap ekspresi Riyu berubah ceria, ia langsung berlari memeluk Sam.
"Slow down beb..." ucap Sam yang hampir jatuh karenanya.
"Sam kau pulang." Riyu memeluk Sam dengan erat, "Tapi Katamu akan pulang sore nanti"
"Aku sengaja pulang lebih awal, seharusnya ini kan hari libur, jadi tidak ada salahnya jika hanya bekerja setengah hari saja kan?"
Riyu menatap Sam sambil memiringkan bibirnya, "Kenapa? Apa kamu tidak suka? Kalau begitu aku akan kembali ke kantor" Sam berbalik ke luar pintu, sengaja menggodanya.
"Eehhh tidak, tidak. Kamu sudah janji mau menemaniku jalan-jalan!" Riyu menarik tangan Sam.
"Baiklah tuan putri, aku akan menemanimu jalan-jalan tapi sebelum itu aku bisakah kau memberi aku kekuatan lebih dulu?" ucap Sam sambil ia melepaskan dasinya dan beberapa kancing kemejanya.
"Sam, kau tidak akan melakukannya di sini kan? Hehe... Kau baru saja pulang kerja pasti capek kan?" Ucap Riyu beralasan sambil melangkah mundur pelan.
"Memang capek kalau harus bekerja lagi, tapi untuk meminta kekuatanku aku masih kuat sampai pagi" Sam melangkah maju.
"Kau gila!."
"Aku tetap bisa menangkapmu!" ucap Sam yang bersiap, saat melihat Riyu mengambil ancang-ancang untuk lari.
Mereka berdua seperti anak kecil yang kejar-kejaran di ruangan rumah, membuat keributan dan membuat beberapa barang bergeser dari tempatnya. Mungkin jika para pelayan tau, mereka pasti akan menepuk jidatnya karena melihat kelakuan dua orang ini.
"Kena kau!" ucap Sam menerkam Riyu, mereka berdua terhempas di atas sofa ruang tamu.
"Sam lepaskan aku!"
__ADS_1
"Tidak akan! Aku akan memberimu pelajaran karena kau telah membuatku berlarian!"
Sam mulai menggelitik perut Riyu, disusul dengan suara tawa Riyu yang geli akibat ulahnya.
"Oke cukup! Cukup Sam aku menyerah" teriak Riyu yang sudah lemas karena tertawa.
"Aku akan menghabisimu di sini"
"Sam kau... Pelayan akan melihat kita! Hentikan!" protes Riyu.
Tangan Sam menahan tangan Riyu yang mencoba berontak, seorang pelayan yang hendak membawakan jus langsung menutup matanya dengan satu tangan saat melihat Sam dan Riyu.
"Ow... Dewa Dewi sedang memadu kasih" ucap pelayan itu lalu membawa jus itu kembali ke dapur lagi.
"Sam. Hentikan! Pelayan melihat kita!" protes Riyu.
Namun tidak ada jawaban dari Sam, ia semakin membenamkan wajahnya di area favoritnya. Tapi tiba-tiba...
"Braakkk.... Prannggg" Pintu terdobrak begitu kencang hingga menjatuhkan vas bunga yang tak jauh dari pintu itu, Sam dan Riyu terkejut lalu menoleh ke orang-orang yang berdiri rapi di depan pintu.
"Ergh! Kalian lagi! Bisakah kalian datang tanpa mendobrak pintuku?!" ucap Sam kesal karena lagi-lagi pintunya rusak.
"Ya! Mereka menjebol pintu kantorku" jawab Sam kesal.
"Bos Sam, tuan Darma ingin kami menjemput bos Sam dan nona Riyu. Tuan Darma ingin kalian berkunjung ke kediamannya" ucap para bodyguard itu dengan ekspresi dan suara yang datar.
"Kau... Hahhhh...." Sam menghela nafas kes, ia duduk di samping Riyu yang wajahnya merah merona sambil membetulkan posisi duduknya.
"Kalian tunggu saja di luar aku mau mandi dulu" ucap Sam
"Tidak ada waktu bos, kita berangkat sekarang" jawabnya masih dengan ekspresi dan suara yang datar.
"Haish!" umpat Sam kesal. "Sudahlah ayo!" tanpa aba-aba lagi Sam berjalan keluar.
Riyu menahan tawanya saat melihat Sam gemas dan pusing gara-gara kelakuan bodyguard kakeknya.
Riyupun bergegas menyusul Sam yang sudah masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh tuan Darma, namun saat Riyu lewat di depan bodyguard itu ia berkata.
__ADS_1
"Terimakasih tuan, kau telah menyelamatkan aku kali ini!" ucap Riyu tertawa.
"Sama-sama Nona Riyu" jawabnya yang sama sekali tidak menoleh ke arah Riyu atau bergeming sedikitpun, ia masih berdiri tegak dengan tatapan mata lurus kedepan.
Riyu melambai-lambaikan tangannya ke depan wajah bodyguard itu, "Tenang saja nona, penglihatan saya masih cukup tajam" ucap bodyguard membuat Riyu terkejut dan menghentikan lambaiannya.
"Owh... Hehe, aku hanya memastikan saja. Kau manusia atau robot? Mungkin ada suatu kabel khusus yang kakek pasang di punggungmu" ucap Riyu sambil melongok ke punggungnya.
Bodyguard langsung menatap Riyu, seketika itu juga Riyu langsung berjalan cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Sam.
"Dia menakutkan dan menyebalkan" bisik Riyu di telinga Sam.
"Ya, kau bisa mengadu pada kakekmu nanti, supaya mengganti bodyguard yang tidak bikin bangkrut!" ucap Sam yang masih kesal.
Mereka menahan tawa dan berbisik, namun saat si bodyguard itu masuk ke dalam mobil, Riyu dan Sam berhenti berbisik dan tertawa sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela masing-masing.
"Tuan bodyguard, bisakah kau memberi tau kami kenapa tiba-tiba kakek Darma mengundang kami ke rumahnya?" Tanya Riyu di tengah perjalanan.
"Tuan Darma ingin kalian menginap di rumahnya" jawab si bodyguard sambil konsentrasi menyetir.
"Apa?! Kenapa kau tidak beri tau sejak awal! Aku tidak bawa persiapan apapun!" protes Riyu.
"Tenang saja, semua yang nona Riyu perlukan telah tersedia di sana"
"Hey bagaimana denganku?" tanya Sam.
"Bos Sam, kau bisa meminta bantuan bos Aji untuk membawakan mu kebutuhan yang kau perlukan"
"Ooooww... Ini tidak adil! Tidak kah tuan Darma memperhatikan aku juga!" Sam merasa keberatan.
"Kau bisa katakan itu langsung pada tuan Darma nanti" jawab bodyguard itu.
Riyu menahan tawanya karena melihat Sam yang benar-benar berhasil dikerjai kakeknya.
"Apa kau merasa puas nona!" Sam menatap Riyu.
"Ya sangat puas! Selama ini kau yang selalu membullyku, lihat giliran kau yang di bully oleh kakekku haha"
__ADS_1
"Kau tunggu saja pembalasanku!" Bisik Sam pada Riyu.
Yah,,, meskipun Sam merasa kesal telah dikerjai Tuan Darma, tapi ia juga berasa senang bisa melihat Riyu tertawa hari ini.