Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Memutuskan Pertunangan


__ADS_3

"Sam cukup hentikan!"


Mahesa membentak dengan suara tinggi menahan sesak di dadanya, Sam berhenti sejenak. Suasana di kediaman Mahesa menjadi begitu tegang dan senyap.


"Kenapa? Kau bisa menghajarku seperti dulu jika aku sudah selesai dengan keparat ini!" Balas Sam dengan nada tinggi.


Mahesa terdiam menatap gemetar, ia belum pernah melihat Sam begitu marah dan berani melawannya meskipun Mahesa menyakiti Sam dengan cara apapun.


"Kau bisa jelaskan padaku, kenapa kau melakukan ini Sam. Kenapa kau menghajarnya!"


"Uhuk... Uhuk..." Noval batuk d Sertai darah segar keluar dari mulutnya. Ia menarik tubuhnya mundur menjauhi Sam.


Namun secepat kilat Sam kembali mencengkram lehernya... "Dia. Manusia keparat ini yang selalu kau bela!"


"Buukkk..... Mereka bisa menghabisi mama, merebutmu, dan bahkan menguasai kekuasaan Mahesa, aku masih bisa bertahan, aku masih bisa menerima" Sam menoleh menatap Mahesa tajam. "Tapi kali ini aku tidak akan mengampuninya karena dia telah menyakiti orang yang aku cintai!"


"Baaanngggg" Sam kembali menendang Noval yang langsung terbanting merobohkan lemari hias.


"Ayo keparat! Mana kekuatanmu? Apa kau hanya berani dengan seorang wanita! Sekarang aku berdiri di hadapanmu, ayo lawan!" tak henti Sam menyerang Noval dari berbagai arah.


"Maksudmu Riyu?! Apa. Apa yang terjadi sebenarnya? Kau tau Riyu dimana?!" ucap Mahesa.


"Luar biasa sekali kau tuan Mahesa, sebagai kepala keluarga kau bersikap seakan tidak tau apa-apa?! Riyu datang padaku dengan luka yang parah di wajah dan tubuhnya! Kau tau kenapa? Karna DIA!!!"


"Baanggg...." Sam kembali menendang Noval hingga terkulai tak berdaya.


Mahesa terduduk di sofa karena syok dengan kejadian hari ini. "Kau berhenti berbicara sembarangan!" sahut Nita.


Sam langsung menghampiri Nita , karena amarah sedang menyelimuti Sam, ia langsung mencekik Nita dengan kuat.


"Kau yang harusnya berhenti bicara, semua kelicikan putramu adalah hasil dari didikanmu! Kau orang yang tak tau malu, jika bukan karena Mahesa kalian hanya sampah!" ucap Sam bergetar karena amarah.


"Cukup Sam... Aku mohon hentikan" ucap Mahesa dengan nada yang bergetar lemah.


Nita terlepas dari cengkeraman tangan Sam, Lila memapah Nita yang lemas duduk di sofa.


Ruangan itu kembali senyap, Mahesa meneruskan ucapannya "Aku akui... Aku bersalah, Bersalah pada Riyu menantuku dan... Bersalah padamu" Mahesa menatap Sam tidak berdaya.


"Aku gagal menjadi seorang ayah bahkan aku gagal menjadi seorang mertua, Sam... Kau boleh menghukumku setelah ini, tapi berhenti kotori tanganmu dengan darah Noval. Aku akan memberinya hukuman tersendiri untuknya"


"Baik!. Aku akan berhenti, tapi kalian tidak boleh mencampuri urusanku. Dan Riyu... Akan tinggal bersamaku!"


"Tapi Sam..." Lila keberatan.


Sam beralih menatap Lila, ia melepaskan cincin pertunangannya lalu melemparnya tepat ke kaki Lila.

__ADS_1


"Aku putuskan untuk membatalkan pertunangan dengan mu!"


"Tidak. Aku tidak mau! Sam aku sangat mencintaimu, aku ga mau pisah sama kamu!"


"Apa? Apa aku tidak salah mendengar? Kau bisa bilang mencintai aku tapi kau tidur dengannya?! Cih... Menjijikkan"


Sontak Nita dan Mahesa menatap Lila yang langsung gugup dan salah tingkah,


"Kalian benar-benar menjijikkan!" ucap Sam lalu melangkah pergi.


"Apa yang di ucapkan Sam benar? Kau tidur dengan Noval?!" ucap Mahesa menatap Lila tajam.


"Ti... Tidak om"


"Pergi dari sini" Mahesa tidak sudi menatap Lila lagi.


"Tapi om..."


"Pergi!' bentak Mahesa.


Lila tidak bisa lagi membendung air matanya, ia langsung berlari keluar menuju garasi mobil.


"Pelayan! Bawa anak yang tidak tau diri ini ke rumah sakit!"


"Baik tuan" ucap 2 orang pelayan laki-laki menggotong Noval untuk diantar ke rumah sakit.


"Baik Tuan" jawab Mirah.


Malam yang kacau dalam sejarah kehidupan kediaman keluarga Mahesa, ia duduk tertunduk di ruang bacanya sambil memegangi foto Sam dan Ranu.


Tidak ada kata lagi yang mampu diucapkan Mahesa, ia begitu terkejut dengan kenyataan yang telah terbongkar...


"Ranu. Kau memiliki anak yang jenius dan teliti, bahkan aku sendiripun tidak menyadari tentang apa yang terjadi di rumah ini. Seandainya waktu bisa aku putar, maka akan aku gunakan untuk memperbaiki kesalahanku"


Mahesa larut dalam kesunyian, menyendiri di ruangannya.


****


Lila masuk kedalam rumahnya dengan hati yang kesal, ia merasa direndahkan karena Sam berani memutuskan pertunangannya.


"Ada apa sayang? Kenapa kau terlihat begitu kesal?" ucap nyonya Mangsur membelai anaknya. Sendangkan Mangsur menatap seksama.


"Ini semua gara-gara Sam! Dia memutuskan pertunangannya denganku!"


"Sam?" Mangsur mengerutkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Iya pah, Sam! Dia lebih memilih Riyu dari pada aku!" Lila mulai terisak.


"Apa? Itu tidak mungkin Lila! Bukankah Riyu adalah istri kakaknya?!"


"Secara umum memang mereka saudara ipar! Tapi kenyataannya mereka menjalin kasih pa. Papa lakukan sesuatu untuk memberinya pelajaran" Lila merengek pada Mangsur.


"Aku kira Sam adalah pemuda yang baik, tapi ternyata... Kau tenang saja putriku, akan aku urus masalah ini! Sam, Riyu, gara-gara dia juga aku pernah dipermalukan oleh tuan Darma"


Mangsur memeluk Lila untuk menenangkan putrinya supaya berhenti menangis, selama ini Mahesa selalu berharap bisa bekerja sama dengannya, namun. Kini Mangsur akan memutuskan kontrak untuk memberi Sam pelajaran.


*****


Sam kembali ke villa, ia melihat Riyu yang sedang termenung di balkon.


"Sudah larut kenapa kau disini?" ucap Sam lembut sambil memasang jaketnya ke tubuh Riyu yang memakai gaun tidur.


"Sam... Sejak kapan kau tau kalau kakek Darma adalah kakekku?" pandangan Riyu lurus kedepan menatap kosong.


"Hemh. Jadi kamu juga sudah tau" Sam tersenyum hangat.


"Aku tau dari liontin ini. Kenapa kalian tidak berterus terang saja?"


"Kami akan berterus terang saat semuanya sudah tepat Riyu, tapi kini sudah tidak ada yang bisa di sembunyikan lagi. Besok kita akan menemui Tuan Darma untuk membereskan semuanya"


Riyu melirik ke tangan Sam yang lecet, "Kau terluka? Apa yang kau lakukan selama pergi!" Riyu menatap Sam cemas.


"Hanya luka kecil. Aku pergi untuk memenuhi sumpahku untuk menghajar keparat itu, dia sedang di UGD sekarang"


"Apa?"


"Kenapa? Dia pantas mendapatkan itu, mulai sekarang kau juga tidak perlu lagi kembali ke rumah Mahesa, mereka sudah tau kau tinggal bersamaku"


"Apa kau gila? Bagaimana jika tunanganmu tau!"


"Sekarang satu-satunya wanita yang ada di sampingku adalah kamu, aku sudah memutuskan pertunanganku dengan Lila"


Riyu terdiam, dia tidak menyangka jika Sam akan melakukan hal besar seperti itu. Riyu kenal keluarga Mangsur, ia pasti tidak akan melepaskan Sam begitu saja.


"Seandainya kita tidak pernah bertemu, maka aku tidak akan membuat kekacauan ini Sam"


"Riyu. Apa kau bodoh? Aku memang sudah menunggu kekacauan ini, justru aku bersyukur, dengan adanya kamu aku bisa berbuat hal yang sudah aku tunggu sejak dulu"


Riyu menatap Sam seksama, "Dan lagi... Kau milikku sekarang! tidak akan aku biarkan satupun menyentuhmu tanpa ijinku"


Sam menarik dagu Riyu lalu mencium bibirnya lembut.

__ADS_1


Dengan bukti yang Sam punya sekarang, ia tidak akan gentar menghadapi Mangsur yang pasti akan membalas Sam karena telah memutuskan pertunangan dengan putrinya.


Sam juga tau, kalau Nita dan Noval memiliki kekuatan di dunia gelap. Tapi Sam juga telah bersiap untuk itu, apalagi sekarang Sam mendapatkan dukungan dari tuan Darma.


__ADS_2