Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Bab 14


__ADS_3

Matahari telah terbenam di ufuk barat, Riyu membalikkan badannya, ia merasakan tempat yang luas dan selimut yang hangat di atas tubuhnya.


 


"Sam!"


Riyu bangun dan langsung duduk, kepalanya berputar melihat sekitar, ternyata dirinya sudah ada di kamarnya.


"Kok aku bisa ada di kamar? Bukankannya tadi aku masih di mobil Sam?" Riyu mencoba mengingat kembali kejadian tadi.


"Pasti Sam yang membawaku ke sini" bisiknya dalam hati.


Riyu merasa lapar, sejak pergi bersama Sam tadi dia memang belum makan. Riyu keluar dari kamarnya menuju meja makan, tapi sesampainya di sana... Riyu terdiam sejenak karena di kursi makan ada Sam yang sedang duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik.


"Dasar laki-laki! bisanya mempermainkan perempuan. Tadi dia menyentuhku dan sekarang dengan mudah dia bermesraan dengan wanita lain! Dasar brengsek!" gumam Riyu dalam hati sambil menatap kesal ke arah Sam.


"Non sudah bangun? Non pasti lapar kan? kebetulan bibi sudah siapin makanan untukmu" ucap Bi Mirah membuyarkan lamunan Riyu.


"Iya bi makasih ya, Riyu mau makan di kamar aja" ucap Riyu mengangkat piring dan jus jeruknya.


"Aduh, sudah non biar bibi yang bawa" bi Mirah mengambil makanannya lalu mengantarkan makanan itu ke kamar Riyu.


Riyu menyusul langkah Mirah.


"Kakak ipar" panggil Sam kepada Riyu, Riyu berbalik memandang Sam.


"Kau mau berlalu begitu saja? tidak mau kenalan dengan wanita yang ada di sampingku ini? Aku yakin kamu akan menyukainya" Sam menyeringai.


Riyu tau Sam pasti sengaja menggodanya.


"Oh jadi kamu kakak iparnya Sam?" wanita itu berdiri menghampiri Riyu dan mengajaknya bersalaman, Riyu membalas jabatan tangannya.


"Kenalin aku Lila" ucapnya tersenyum.


Mendengar nama itu Riyu terdiam mengerutkan dahinya "Lila?" ucap Riyu kaget.


"Iya namaku Lila, namamu?"


"Lila... Aaahhh mungkin hanya kebetulan saja, lagian nama Lila di Dunia ini ga cuma anaknya Mangsur saja" gumam Riyu dalam hati.


"Hey kok malah bengong"


"O oohhh maaf, namaku Riyu" ucap Riyu terpaksa ramah.


Sam memandangi mereka, membaca ekspresi satu sama lain yang saling tertegun berpandangan.


"Sam kami sudah berkenalan, aku akan kembali ke kamarku kalian lanjutkan lah". Riyu bergegas pergi. Lila mengamati Riyu seksama.


"Riyu... Namanya sama dengan... Ah mungkin hanya kebetulan saja, tapi wajahnya sangat mirip dengan..." bisik Lila dalam hati sambil menatap Riyu menaiki tangga.


"Kenapa kamu begitu terkejut Lila? kamu mengenalnya?" ucap Sam tersenyum dingin.


"Oohh Sam hehe, tidak dia... Hampir mirip dengan sahabatku" ucap Lila gugup.


"Sekarang tidak usah berdrama lagi Lila. Apa maksud kedatangamu?" ucap Sam berubah mulai berperilaku dingin.


"Aku... Aku hanya ingin bertemu denganmu Sam"

__ADS_1


"Baiklah. Kamu sudah bertemu denganku, sekarang kau boleh pergi"


"Apa? Tapi Sam..."


"Aku masih banyak urusan, bibi Mirah... Tolong tunjukkan nona Lila pintu keluarnya" ucap Sam lalu pergi.


"Baik tuan. Mari non Lila"


"Ga perlu! Aku bisa keluar sendiri!" Lila kesal langsung beranjak pergi.


Lila masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kesal, sudah berkali-kali ia mencoba untuk mendekati Sam tapi hasilnya tetap sama saja, berakhir dengan pengusiran.


"Kurang ajar! Awas kamu Sam, suatu hari kamu pasti akan bertekuk lutut di hadapanku dan aku... tidak akan pernah menyerah begitu saja!" ucap Lila lalu melajukan mobilnya.


Riyu duduk di taman belakang rumah menatap langit yang sedang memamerkan keindahannya membuat Riyu hanyut dalam lamunan, wajah Lila wanita yang ia temui tadi...


"Apa hanya kebetulan saja... Tapi dari bentuk bibirnya saat wanita itu tersenyum, mirip sekali dengan Lila putri keluarga Mangsur. Tapi ada hubungan apa Lila dengan Sam"


Saat itu juga Sam datang lalu duduk di samping Riyu.


"Ada sesuatu yang mengganggumu Riyu?" Tanya Sam sambil melihat apa yang di lihat Riyu.


"Darimana kamu bisa tau tentang riwayat keluargaku Sam?" Tanya Riyu lirih sambil memandang langit.


" Cukup mudah Riyu,... Aku hanya mengikuti insting lalu menyelidikinya"


"Jadi diam-diam kamu menyelidiki aku?!" Riyu menatap Sam heran.


"Riyu bibirmu menggiurkan"


Riyu beranjak dari bangku taman, namun Sam berhasil menangkap tangannya hingga Riyu terjatuh tepat diatas pangkuan Sam. Merasa tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Sam langsung memeluk Riyu.


"Sam kau gila! gimana kalau sampai ada yang lihat!"


"Riyu kamu cemburu benarkan?" ucap Sam berbisik di telinga Riyu lalu meniup lembut telinga Riyu.


"Sam apa maksudmu! Aku tidak cemburu. Sekarang lepaskan aku Sam"


"Tidak akan"


"Tiinnn tin" suara klakson mobil.


"Sam itu pasti Noval. Lepaskan aku dasar kau mesum!" Riyu melepaskan diri dari pelukan Sam dan langsung lari menuju ke pintu gerbang untuk menyambut kedatangan Noval.


"Dasar gila! Dia terus saja menggodaku" Riyu menggerutu. "Noval kamu sudah pulang, biar aku..." Riyu menyambut Noval dan ingin membantunya membawakan tasnya, tapi Noval berpaling begitu saja.


"Apa kau lapar? aku akan menyiapkan makanan untukmu" ucap Riyu sambil menyeimbangi langkah Noval yang cepat.


"Atau mau mandi dulu? biar aku siapkan air hangatnya"


"Bisakah kau diam dan tidak menggangguku!"


"Aku tidak mengganggumu, aku hanya ingin melayanimu"


"Jadi kau ingin melayaniku kan"


Noval menarik Riyu ke dalam kamarnya lalu menghempaskan Riyu ke atas ranjang.

__ADS_1


"Noval, maksudku... Maksudku..."


"Kenapa? Bukannya kamu mau melayaniku. Kenapa kau malah ketakutan"


"Tidak Noval aku... Aku..."


Riyu turun dari ranjang lalu berlari ke luar, tapi Noval berhasil menjambak rambutnya.


"Mau kemana kamu!" Noval menghempaskan Riyu lagi.


Riyu kesakitan, dia juga ketakutan. Noval memang suaminya, dan sudah menjadi kewajiban Riyu untuk melayaninya tapi tidak dengan kasar seperti ini.


"Tidak Noval, aku tidak ingin melakukannya jika kamu emosi seperti ini"


"Biar kau tau posisimu! kau tidak akan pernah layak mendapat kelembutanku"


Noval mencengkram dagu Riyu kuat-kuat setelah itu menghempaskan Riyu lagi hingga dia menabrak meja rias, menjatuhkan semua barang yang ada di sana. Riyu meringis kesakitan sambil memegangi dada kanannya.


"Akan aku ingatkan juga, bahkan wanita pelayanku saja adalah orang yang berpendidikan dan kaya. Sedangkan kau berani bermimpi untuk melayaniku!" ucap Noval menjambak Riyu lalu menamparnya kencang, Riyu kembali terjatuh tak berdaya.


"Cih! Kau membuatku muak!" Noval mengambil jasnya dan keluar kamar sambil membanting pintu.


Riyu tertunduk, badannya gemetar, tidak lama kemudian darah segar mengalir dari hidungnya. Riyu berusaha menopang tubuhnya dengan kaki yang lemas, ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


____________________


***Di suatu tempat...


Malam itu sekelompok gangster berkumpul di suatu gedung terbengkalai di kota Y, suasana sepi dan terpencil sangat mendukung mereka untuk melakukan transaksi dan jual beli barang\-barang terlarang.


 


Salah satu pemimpin gangster itu adalah Noval, mereka sedang menunggu tamu, seorang pengusaha terkaya di kota F untuk membeli obat terlarang yang ada di genggaman Noval.


"Bos, mereka sudah datang" ucap salah satu anak buah Noval.


"Hm... Bawa dia kemari" jawab Noval.


Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki bertubuh gempal, berpakaian rapi dengan rambut yang sudah setengah botak membawa satu koper uang di tangan kirinya.


"Bos Noval... Hahaha lama kita tidak berjumpa, kau semakin terlihat tampan" ucap pria yang biasa di panggil Bowo.


"Kau memang pandai berbicara pak Bowo" ucap Noval tersenyum getir.


"Bagaimana kamu sudah menyediakan barangnya? Aku sudah mempersiapkan apa yang kamu mau"


"Tenang saja, semua sudah siap dengan cantik. Bawa barangnya kemari!" ucap Noval menjentikkan jarinya.


"Ini adalah barang kelas 1, asli dari Prancis dan baru datang. Semua milikmu pak Bowo" ucap Noval. Bowo membuka koper hitam lalu menyobek kertas aluminium yang membalut serbuk putih, Bowo mengambil sedikit serbuk itu dengan belati kecilnya lalu menjilatnya.


"Hmm... Seperti yang aku harapkan" ucap Bowo tersenyum puas.


Mereka saling bertukar koper satu sama lain, setelah berbincang sesaat Bowo berpamitan lalu pergi.


"Bereskan tempat ini, jangan ada yang tertinggal. Jika sampai kalian meninggalkan jejak sedikit saja, aku akan melubangi kepala kalian!" ucap Noval kepada anak buahnya lalu bergegas pergi.


***

__ADS_1


__ADS_2