
Sam membuka bajunya lalu melangkah menuju balkon yang berada d depan kamarnya. Sambil menghisap rokoknya, Sam menikmati angin dan langit malam.
Beberapa hari ini Sam mengamati Riyu yang sering terbangun di pagi hari dengan mata yang bengkak, namun untuk sementara ini Sam hanya bisa diam mengawasinya. Sam hanya mencari waktu yang tepat untuk mendekatinya lagi...
"Apa gadis itu mengganggu pikiranmu bos? Kau... Tidak mungkin jatuh hati pada kakak iparmu kan?" ucap Aji bersandar pada stainless pembatas balkon.
"Jatuh hati... Huh, aku hanya ingin memperalatnya. Dia akan aku jadikan perantara untuk menghancurkan benalu di rumah ini"
"Bos kau tidak pandai berbohong"" Bisik aji dalam hati.
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan padamu"
"Sesuai dugaan mu bos, Riyu memang putri Galuh Saputra yang menghilang. Ini data dan file lain tentangnya. Tapi dalam kasus ini aku menemukan satu hal yang mengejutkan"
"Apa itu?" tanya Sam serius.
"Untuk menyelidiki masalah ini aku harus membuka file tentang Galuh Saputra, kasus kecelakaan yang menimpanya bukan suatu kebetulan"
"Pembunuhan?" Tebak Sam.
"Tepat. Namun selama 3 tahun penyelidikan tidak mendapatkan titik terang, dan polisi menyatakan bahwa kasus ini alami kecelakaan. Identitas Riyu di sembunyikan dan perusahaan Galuh di ambil alih oleh seseorang kepercayaan Galuh, namun... Orang ini hanya bekerja di balik layar dan tidak pernah terpublikasi"
Sam mendengarkan sambil membaca berkas-berkas yang di berikan oleh Aji.
"Yang lebih mengejutkan lagi, Galuh Saputra dan Mangsur adalah sahabat dekat sejak kecil. Hubungan mereka sangat dekat bahkan layaknya saudara"
Sam menatap Aji saat mendengar penjelasan terakhir. "Jadi antara Riyu dan Mangsur memang saling bersangkutan. Tapi bukankah orang tua mereka sangat dekat? Sebenarnya ada apa sehingga Riyu begitu ketakutan saat mendengar nama keluarga Mangsur" bisik Sam dalam hati.
"Apa ada yang salah Bos?"
"Tidak, justru aku mendapatkan puzzle yang hampir sempurna. Selidiki lagi ada perselisihan apa antara Galuh dan Mangsur! Aku harus mendapatkan bukti-bukti yang tepat"
"Baik bos" ucap Aji lalu undur diri.
"Riyu... kehidupanmu penuh dengan rahasia" gumam Sam dalam hatinya.
__ADS_1
Dong... Dong... Dong.... alarm jam clasik yang terpasang di ruang tamu memberi tanda bahwa sudah pukul 12 malam. Riyu masih terbaring di dalam selimut menatap kosong ke arah jendela.
"Sebenarnya apa yang membuat Noval begitu sibuk? hampir setiap malam pulang dini hari dalam keadaan mabuk, bahkan dia juga ga pulang" gumam Riyu dalam hati.
Tidak lama setelah itu seseorang masuk kedalam kamar Riyu, Riyu kaget dan langsung bangun dari ranjangnya.
"Hey kenapa kamu cuma bengong di situ! cepat bantuin!" sentak Dewi yang kesusahan memapah Noval yang mabuk berat.
Tanpa menjawab lagi Riyu langsung membantu Dewi untuk membawa Noval ke atas ranjang.
"Dah biar aku yang urus, kamu boleh pergi" ucap Dewi.
"Maaf... Apa ga salah? seharusnya aku yang mengurus suamiku, kau yang pergi" jawab Riyu kesal.
"Kamu ga usah banyak omong, cepetan keluar dari kamar Noval!" Dwi menarik Riyu lalu mendorongnya keluar kamar.
"Aku istrinya biarkan aku masuk!" ucap Riyu.
Plakkk... Dewi menampar Riyu dengan kencang.
"Jangan mentang-mentang kamu istrinya jadi berlagak belagu di depanku! Istri itu hanya status, tapi Noval hanya milik aku. Kamu paham!" Dewi langsung membanting pintu. Riyu memandang hampa di depan pintu sambil memegangi pipinya yang perih.
Beberapa lama kemudian, Sam turun membawa gelas untuk mengambil air minum di dapur. Seketika ia melihat Riyu yang sedang tertidur meringkuk di kursi sofa yang berada di ruang tengah.
"Cih... Gadis bodoh" ucap Sam menyibakkan rambut Riyu di wajah dengan lembut.
__________
Pagi-pagi sekali Riyu bangun, membuka matanya perlahan. Dia merasa nyaman di bawah balutan selimut lembut dan kasur yang nyaman.
"Hah... Dimana aku!" ucap Riyu kaget bangun melihat sekitar.
Riyu melihat tubuhnya yang berada di bawah selimut, ia menghela nafas lega saat tau bajunya masih rapi menempel di tubuhnya.
"Kamar siapa ini? bukankah aku tiduran di ruang tengah semalam?" gumam Riyu.
__ADS_1
Ia menoleh ke sofa panjang yang berada di sebelah kanannya, Sam masih tertidur pulas. Tanpa selimut, tanpa bantal, dengan AC yang menyala dengan suhu 16°C.
"Di... Dia... Apa ini kamarnya?"
Riyu merasa trenyuh pada Sam, semalaman Sam tertidur tanpa mengenakan selimut sedangkan Riyu bisa tidur dengan nyaman di ranjang Sam. Riyu melangkah perlahan mendekati Sam, ia menyelimuti Sam pelan supaya tidak terbangun.
"Sam... Terimakasih. Aku minta maaf karena sudah merepotkan mu, bahkan aku juga berterimakasih meskipun kamu membawaku ke kamarmu kau sama sekali tidak menyentuhku" bisik batin Riyu.
Riyu memandangi Sam sejenak lalu bergegas pergi.
"Non... Kenapa kamu bisa berada di kamar tuan Sam?!" ucap Mirah pelayan di rumah keluarga Mahesa yang memergoki Riyu keluar dari kamar Sam.
"Aku... Aku hanya" Riyu bingung menjawabnya.
"Saya tau kau nona muda di rumah ini, saya juga menghormatimu tapi tidak disangka kamu berani berbuat seperti ini!" hardik Mirah.
Wanita yang berusia sekitar 60tahun itu menatap Riyu dengan mata yang berkaca-kaca, Mirah adalah pelayan yang setia dan baik tapi ia salah paham pada Riyu sekarang.
Namun atas kejadian ini Riyu belum bisa menjelaskan apa-apa, Riyu juga tidak menyangka kalau Sam akan membawanya ke dalam kamarnya.
Mirah berbalik untuk mengganti gorden jendela kaca yang ada di seberang kamar Noval, sesekali Mirah menatap Riyu dengan tatapan yang tidak suka. Riyu melangkah masuk ke kamar Noval untuk menyiapkan baju kantornya, ia menatap Mirah dengan tatapan tidak berdaya.
Namun... Pada saat Riyu membuka pintu kamar yang tidak di kunci itu, Riyu memergoki Noval dan Dewi yang sedang bercumbu di sana.
Riyu membeku, air matanya mengalir dari mata yang sayu. Riyu langsung menutup kembali pintu itu dan ia berlari turun menuju dapur.
Mirah yang menyaksikan kejadian itupun tidak menyangka, ternyata selama tuan dan nyonya Mahesa pergi Noval berani membawa wanita lain bahkan melakukan hubungan dengan wanita lain saat sudah memiliki istri.
"Meskipun tuan Noval berbuat demikian tidak sepatutnya nona Riyu membalas perbuatannya apa lagi berani menggoda tuan Sam" ucap Mirah yang menyusul Riyu ke dapur.
"Aku tidak menggoda Sam" jawab Riyu terisak. Ia menghela nafas untuk mengatur nafasnya yang sesak lalu berkata lagi.
"Semalam Noval pulang dengan keadaan mabuk berat bi, dia datang bersama wanita itu. Setelah aku membantunya memapah Noval ke ranjang dia mengusirku bahkan menamparku" Riyu tertunduk, sesekali Riyu menahan tangisnya.
"Setelah itu aku menunggu di ruang tengah, tapi aku malah ketiduran. Aku bahkan terkejut saat bangun di kamar Sam, tapi aku bersumpah kami tidak melakukan apa-apa bi! Sam tidur di sofa" Riyu menatap Mirah dengan mata yang merah.
Mirah terdiam menatap Riyu dengan seksama. "Nona Riyu sepertinya tidak berbohong, jadi aku sudah salah paham terhadapnya" gumam Mirah dalam hati.
__ADS_1
"Maafkan aku nona, karena sudah salah paham padamu" ucap Mirah sedih.
"Tidak apa-apa, aku bantu siapkan sarapan ya bi" Riyu tersenyum, meskipun sakit hatinya tapi Riyu berusaha untuk menyembunyikannya.