
Riyu merasa lega saat tau bahwa rumah budenya sudah selesai direnovasi, memang uang bisa membereskan semua. Tanpa capek, tinggal menyuruh orang lalu membayarnya maka semua beres.
Tadinya pada saat cuti Riyu ingin sekali menjemput Siti lalu membantunya untuk membereskan barang yang berantakan, tapi Riyu mengurungkan niatnya karena merasa tidak enak jika harus pergi pada saat berkumpul dengan keluarga.
Sudah beberapa hari ini Sam dan Lila tinggal di kediaman Mahesa, tapi meskipun sering bertemu dengan Sam, Riyu lebih suka menghindar demi menjaga keharmonisan keluarga Mahesa.
"Malam ini aku harus pergi ke kota S, akan ada pertemuan di sana" ucap Sam pada Mahesa di tengah makan malam bersama.
"Sam kau terlalu sibuk, tidak bisa ya pertemuan itu ditunda dulu"
"Nggak bisa pa, hari Senin aku sudah harus menerima laporan dari perusahaan mereka. Jadi malam ini kita akan berdiskusi lagi"
"Terserah kau sajalah" ucap Mahesa agak keberatan.
Bagi Mahesa, berkumpul seperti ini sangat membuatnya bahagia. Tapi selalu saja ada alasan pekerjaan di salah satu putranya.
"Riyu, Noval. Papa ini sudah tua, kapan kalian akan memberikan papa cucu?"
Uhuk.. uhuk... Riyu tersedak karena pertanyaan Mahesa.
"Riyu pelan-pelan!" tegur Nita sambil melotot.
" Maaf ma" ucap Riyu gugup
"Gimana mau punya cucu, tidur bareng aja ga pernah" batinnya sambil mengelap bibir merah jambunya menggunakan tisu.
"Kau tersedak saat aku menyebut kata cucu, kenapa Riyu? Apa kamu keberatan?" tanya Mahesa menatap seksama.
"O.. oh enggak kok pa, cuma... Cuma kita perlu waktu untuk itu, aku dan Noval juga sedang berusaha" jawab Riyu spontan menahan tidak enak hati. Lidahnya terasa aneh mengucapkan kata-kata barusan, dia juga baru ingat kalau masih ada Sam di meja itu.
Spontan mata Riyu langsung melirik ke arah Sam yang sedang menatapnya dingin, setelah itu Riyu kembali mengalihkan pandangannya ke arah makanan di piringnya.
"Aku sudah selesai" ucap Sam lalu meletakkan sendoknya.
"Riu, aku perlu berkas yang diberikan oleh tuan Darma. Setelah itu kamu keruanganku!"
"Berkas? Berkas yang man... " ucapan Riyu berhenti saat Sam memelototinya.
__ADS_1
Sam mengedipkan satu matanya untuk memberi tanda kepada Riyu, "Oohh... Aku hampir lupa, berkas itu ya hehe" ucap Riyu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Cepatlah" ucap Sam sambil melangkah pergi dengan nada yang kesal.
Meskipun Riyu tidak mengerti apa maunya Sam, dia mencoba untuk mengikuti perannya, Riyu menuju kamar untuk ambil satu berkas "Pa, aku mau ngasih berkas ini dulu pada Sam. Takutnya nanti ga sempet kalau Sam dah pergi" ucap Riyu agak gugup.
"Ya, selesaikanlah urusanmu" jawab Mahesa sambil mengunyah makanannya.
Riyu berjalan menuju ruang Sam, disisi lain Lila menatapnya dengan tatapan curiga. "Sepertinya ada sesuatu" gumam Lila dalam hati.
"Lila. jangan khawatir, mereka hanya menjalankan pekerjaannya" ucap Nita.
Lila mengalihkan pandangannya ke Nita "Eh, iya Tante" jawab Lila. Namun hatinya tetap saja tidak merasa tenang.
"Sam" ucap Riyu dari balik pintu, ia mengetuk beberapa kali namun tidak ada jawaban dari Sam.
Riyu membuka pintu ruangan Sam lalu melongok ke dalam "Sam? Apa kau di dalam?"
Tiba-tiba tangannya ditarik, Sam menutup pintu, lalu membopongnya ke atas meja.
"Apa yang kau lakukan!" ucap Riyu terkejut.
"Kau! Apa Noval telah menyentuhmu?! apa kau tidur dengannya?" ucap Sam menahan badan Riyu hingga condong ke belakang.
"Jadi kau sudah melakukannya dengan Noval!" ekspresi Sam berubah menjadi marah dan menyeramkan.
"Ma... Maksudmu melakukan apa?" Riyu gugup karena takut melihat Sam.
"Kau masih bertanya melakukan apa? Jangan berpura-pura lugu di hadapanku Riyu! Katakan sudah berapa kali kau lakukan hubungan intim dengan Noval! Ayo Jawab!"
Riyu baru sadar apa yang dimaksud oleh Sam, dia merasa marah karena Sam pikir Noval telah menyentuhnya.
"Aku... Belum"
"Kau bohong! Lalu maksudmu sedang berusaha membuat cucu dengan Noval itu apa! "
"Aku... Aku hanya menghibur Tuan Mahesa! Jika aku tidak menjawab begitu aku takut dia akan marah dan memaksaku dengan Noval. Aku. Belum melakukannya dengan Noval!" ucap Riyu tertunduk malu sambil menggosok lengannya.
Sam terdiam sesaat menatap Riyu dalam. "Jadi kau masih murni?" ucap Sam agak merasa lega.
Wajah Riyu semakin merah merona " Itu... Itu bukan urusanmu! Sekarang biarkan aku pergi" ucap Riyu mendorong Sam menjauh supaya dia bisa turun dari meja, tapi Sam tidak bergeming sedikitpun.
__ADS_1
"Tidak... Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum melahapmu!"
"Sam. Hentikan dasar kau gila! " Riyu berontak.
Berapa lama kemudian. Lila masih merasa ada yang tidak beres. "Kenapa mereka lama sekali! Apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya!" gumam Lila dalam hati.
"Om Tante, Sam belum menyelesaikan makan malam tadi. Aku akan membawakannya segelas jus ini untuk Sam" ucap Lila mencari alasan.
"Kau gadis yang pengertian, pergilah" ucap Mahesa.
Lila langsung bergegas menuju ruangan Sam, sebelum ia masuk, Lila menempelkan telinganya. "Sam, hentikan" Lila mendengar suara Riyu.
"Sudah aku duga tidak beres!" Lila langsung membuka pintu ruangan Sam.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" hardik Lila sambil menerobos masuk ke dalam.
Dia terhenti dan terpaku, karena melihat Sam duduk di kursi nya dan Riyu duduk di seberangnya dengan sebuah berkas di atas meja.
"Apa yang kami lakukan?! Kau tidak lihat kami sedang berdiskusi tentang pekerjaan!?" bentak Sam pada Lila.
Lila terdiam merasa heran, apa yang dia lihat tidak seperti apa yang dia dengar dari balik pintu. "Tapi... Tapi aku tadi dengar kalian..."
"Mau apa kau datang kemari? Jika tidak ada urusan, pergi!" ucap Sam bernada dingin memotong ucapan Lila.
"Aku... Aku kesini untuk mengantarkanmu jus ini, kau belum menyelesaikan makan malam mu tadi jadi..."
"Aku sudah menikmati makanan penutup, aku sudah kenyang!" ucap Sam lalu bergegas pergi.
Lila menatap Riyu yang sedang merapikan berkas di atas meja dengan seksama, Lalu Riyu beranjak sambil membawa berkas itu kembali.
"Kau... Apa yang kau lakukan pada Sam ku!" ucap Lila menahan lengan Riyu.
"Tidak kau lihat? Kami sedang berdiskusi sampai kau menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu!" ucap Riyu menatap Lila tajam.
"Kau...."
"Tidak ku sangka Lila, kau adalah putri Mangsur yang terhormat, tapi kau tidak memiliki tata Krama. Mengenaskan!" ucap Riyu mengibaskan lengannya, tangan Lila terlepas dari lengannya.
"Jelas-jelas tadi aku mendengar.... Tapi bagaimana bisa?!" gumam Lila dengan perasaan yang kesal.
__ADS_1
Riyu berjalan menuju kamarnya dengan hati yang masih berdegup kencang. Hampir saja tadi ketahuan, Untung Sam orang yang sangat waspada sehingga ia sadar sesuatu yang tak pernah Riyu duga sebelumnya.