
Dengan langkah canggung pagi itu riyu turun dari kamarnya untuk sarapan,
"Riyu, kenapa kamu turun sendiri? Noval mana?" Tanya pak Mahesa yang sedang membuat roti untuk sarapan paginya.
"Riyu ga tau pa, udah dari semalam Noval pergi" jawab Riyu lesu.
"Hah semalam? Di malam pengantin pun sempat-sempatnya dia ngeluyur!" Pak Mahesa mengerutkan keningnya.
"Udahlah pa, Noval juga pasti orang yang sibuk. Udah wajar kan dia jarang punya waktu" sahut Bu Mahesa.
Pagi itu, kali pertama Riyu sarapan bersama dengan keluarga barunya. Terasa masih asing, tidak ada kehangatan sedikitpun.
"Em... Maaf pa, ma... Riyu mau minta ijin sebentar untuk pergi ke makam ayah dan ibu setelah sarapan nanti. Boleh?" Tanya Riyu dengan jantung yang berdetak kencang, ia takut Bu Mahesa akan menyemprotnya.
"Boleh, tentu saja boleh. Dimana makam orang tuamu?" tanya pak Mahesa lalu menengguk susu di gelasnya.
"Terimakasih pa" ucap Riyu tersenyum manis. "Ayah dan ibu di makamkan di pemakaman x"
Mendengar pemakaman x pak Mahesa dan Bu Mahesa memandang Riyu dengan wajah yang terheran.
"Jangan bercanda kamu! Bagaimana bisa orang tuamu di makamkan di sana?!" Sentak Bu Mahesa.
Riyu sama sekali tidak mengerti kenapa Bu Mahesa terkejut "Iya ma, orang tuaku di makamkan di sana. Memang kenapa mah dengan pemakaman itu?"
"Hmm... Pemakaman itu salah satu pemakaman elit di kota Y ini Riyu, boleh papa tau? Siapa nama orang tuamu dan apa pekerjaannya?" Tanya pak Mahesa menatap tajam.
"Nama orang tua saya..." belum sempat Riyu menjawab, tiba-tiba seseorang masuk dengan tubuh yang sempoyongan.
Prangg... suara benda pecah. Wajah pak Mahesa merah padam saat tau, Noval pulang dalam keadaan mabuk berat.
"Ternyata anakmu memang benar-benar sibuk ma!" ucap pak Mahesa menatap marah.
Sontak Riyu langsung berdiri dan menghampiri suaminya itu, Riyu membantu memapahnya tapi...
"Aakkh... Pergi sana! Jangan sentuh aku!" Bentak Noval sambil mendorong Riyu.
"Noval!" Ucap pak Mahesa dengan nada tinggi.
Noval tidak menghiraukan kemarahan pak Mahesa, sambil sempoyongan ia pergi ke kamarnya. Sedangkan Bu Mahesa hanya bisa terdiam melihat kejadian itu.
"Aku sudah selesai makan" ucap pak Mahesa kecewa, ia bergegas pergi menuju mobilnya.
__ADS_1
"Riyu! Apa yang kamu lihat? Urus suamimu sana!" ucap Bu Mahesa dengan wajah garangnya, menyembunyikan sikap malu karena kelakuan anaknya.
Riyu menyusul Noval ke kamarnya, "Uhh... Bau alkoholnya nyengat banget" ucap Riyu menutup hidungnya.
Noval tertelungkup di atas ranjang, dengan sabar Riyu melepas sepatu Noval dan membenarkan posisi suaminya,
________________
Pagi yang sama di rumah Siti....
"Akh... Sejak Riyu jadi keluarga kaya, aku juga jadi repot setengah mati. Biasanya pagi-pagi gini udah ada sarapan di atas meja, sekarang aku repot sendiri bikin sarapan!" Siti menggerutu sambil menggoreng telur dadar untuk sarapan paginya.
"Udahlah Bu, ngapa sih ngomel mulu! Telinga Agi sumpek tau." ucap Agi dengan muka bantalnya.
"Cih, kalo bukan karena uang aku ga bakal nyuruh Riyu nikah sama pemuda brengsek seperti Noval! Tapi... Gimana nasib Riyu di sana ya?"
"Eh eeehh... Jidat ibu ga panas kan? Sejak kapan ibu khawatir sama Riyu? bukannya ibu benci banget sama dia!" ledek Agi.
"Ish kamu ini! Dah buruan makan!" ucap Siti menyentong nasi.
"Aku memang benci sama Riyu... Gara-gara dia suamiku mati karena kecelakaan itu. Tapi... Ah sudahlah, ga ada gunanya aku mikirin anak ga tau diri itu!" gumam Siti dalam hatinya.
______________________
Perusahaan Mangsur memang salah satu perusahaan ternama di kota S, Noval bahkan pak Mahesa sendiri saja tidak berhasil melakukan kerja sama. Namun kali ini sam berhasil menaklukkan nya.
"Pa, Keluarga Mahesa sudah kamu tolak berkali-kali tapi apa yang membuatmu menerima kerja sama ini?" ucap seorang wanita anggun yang tidak lain adalah nyonya Mangsur.
"Mama lihat Lila, pandangan matanya selalu berbinar ketika melihat Sam. Ayolah ma, peka dikit" Ucap pak Mangsur. Mereka mengawasi Lila dan Sam yang sedang berbincang di taman yang terletak di samping rumah megah Mangsur.
"Papa benar, sepertinya Lila suka pada pemuda itu. Oh jadi... Papa bereniat mempersatukan mereka?"
Pak Mangsur hanya tertawa gembira mendengar pertanyaan istrinya.
"Aku tidak tau jika keluarga Mahesa masih memiliki pemuda seperti Sam. Meskipun dia sangat dingin tapi melihat ketegasan dan kepandaiannya papa jadi yakin, dia pria yang cocok untuk Lila"
"Mama setuju pah, tapi untuk sementara ini biarkan mereka saling mengenal terlebih dulu"
Tidak berapa lama kemudian, Sam berpamitan kepada pak Mangsur untuk pulang.
__ADS_1
"Bos, sepertinya ada permainan baru" ucap Aji ketika di mobil dalam perjalanan pulang.
"Tentu, Kau tau Aji... Saat raja rimba terbangun dari tidurnya, ia tidak akan pernah melepaskan apapun yang menjadi incarannya"
"Tapi bos, sepertinya gadis manja itu akan sangat merepotkan"
"Tenang saja, justru permainan ini akan semakin menarik. Kamu tenang saja Aji, cukup tenang dan melihat" ucap Sam mengepalkan tangannya.
Dalam perjalanan pulangnya, Aji melihat salah satu mobil pribadi milik keluarga Mahesa ada di sebelah mobil yang mereka tumpangi. Aji mengamati mobil itu melihat ada Riyu di dalamnya.
"Bos!"
"Ikuti" ucap Sam singkat.
Aji mengalihkan tujuannya lalu mengikuti kemana mobil yang di tumpangi Riyu pergi. 45 Menit kemudian, mobil yang mereka tumpangi berhenti di sebuah pemakaman x.
"Untuk apa dia pergi ke pemakaman elit ini? Apa dia pernah memiliki kekasih kaya dan sekarang sudah meninggal?" ucap Aji
"Omong kosong!" ucap Sam kesal lalu ia turun dari mobil dan mengikuti Riyu masuk kedalam makam.
"Kenapa bos marah..." gumam Aji.
Riyu berhenti di sepasang batu nisan yang terbuat dari batu marmer, Sam mengawasi tidak jauh dari Riyu. Riyu terlihat tersenyum kepada kedua nisan itu sambil mengelus batu nisan.
Saat Riyu bergeser, Sam dapat melihat jelas nama yang tertulis di batu nisan "Galuh Saputra"
"Ada hubungan apa antara Riyu dengan keluarga Galuh Saputra!" gumam Sam.
Setengah jam kemudian Riyu beranjak dari makam dan pada saat Riyu hendak kembali ke mobil, ternyata mobil beserta supir yang mengantarnya tadi sudah tidak ada di sana.
"Loh, tadi dia parkir di sini tapi kok ga ada? gimana aku bisa pulang, makam ini jauh sekali dari rumah papa Mahesa" gumam Riyu memegangi kepalanya. Tiba-tiba dari arah belakang, seseorang menyergap Riyu dan memasukannya ke dalam mobil. Riyu ketakutan dan berontak, tapi pada saat Riyu melihat...
"Kamu..."
"Jalan! Kita menuju vila" ucap Sam.
"Tidak! Aku harus pulang Sam. Dimana supir yang mengantarku tadi!" ucap Riyu kesal.
"Aku sudah menyuruhnya pulang dan menyampaikan kepada suamimu tercinta bahwa istrinya sedang berkunjung ke rumah budenya"
__ADS_1
"Dasar picik!"
Sam menyeringai mendengar perkataan Riyu, Sam bergerak cepat menahan kedua tangan Riyu. Bahkan Sam sama sekali tidak memberikan Riyu kesempatan berontak atau berbicara.