Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Di Kerjai Sam


__ADS_3

Blak!


Tas terhempas ke sofa, Riyu yang baru saja sampai di rumah Darma langsung membanting dirinya di atas sofa kulit dengan wajah yang musam.


Hatinya terus saja menggerutu gara-gara Sam yang mengerjainya habis-habisan tadi siang, selain itu juga dia harus meminta maaf berkali-kali pada klien karena datang terlambat.


"Errgghh... Kau benar-benar orang yang menyebalkan!" umpatnya kesal sambil memukul sofa berkali-kali.


"Riyu!" Sapa Maya yang kebetulan lewat mengawasi Riyu dengan wajah heran.


"Apa yang salah denganmu?" Maya mendekati Riyu lalu menyentuh keningnya.


"Ish... Apaan sih" Riyu menghempaskan tangan Maya.


"Aku sedang mengecek suhu di kening mu! Apa kepalamu kongslet karena stres dengan pekerjaan?!"


"Aku cuma lagi kesel aja! Hari ini klienku benar-benar cerewet. Kalau bukan karena tender proyek yang besar, udah aku remat dia supaya berhenti ngomel!"


"Riyu, itu dah biasa dalam dunia bisnis!" jawab Maya santai.


"Aku tau May! Sebelum bertemu dengan klien crewet itu juga sebenarnya aku dah kesel gara-gara Sam..." Tiba-tiba ucapan Riyu terhenti.


Gawat, keceplosan... Setelah itu pasti Maya kepo dan akan banyak tanya. "Udahlah, aku mo mandi" ucap Riyu menghindar.


"E... Eh... Kenapa kamu langsung pergi gitu aja setelah melampiaskan omelan mu ke aku! Ayolah Riyu, ceritakan padaku apa yang Sam lakukan padamu tadi siang" ucap Maya membujuk Riyu dengan tatapan memelas.


"Em... Ga ah, males" jawab Riyu merona lalu bergegas pergi menuju kamar. Sedangkan Maya hanya bisa memanyunkan bibirnya karena penasaran.


****


Usai membersihkan diri Riyu bersantai di balkon sambil bermain game di gadgetnya, lumayanlah buat ngilangin suntuk setelah bergelut dengan kesibukan di kantor.


Namun keasyikan bermain game harus terhenti karena ada panggilan masuk... "Hallo" jawab Riyu.


"Kau dimana?" Tanya Noval dari sebrang sana.


"Aku ada di rumah kakek" jawab Riyu singkat.


"Kenapa kamu ga ngabarin aku!"


"Maaf suamiku, karena terlalu suntuk aku jadi lupa ngasih kabar ke kamu. Tapi sebelum makan malam nanti aku pasti sudah pulang ke rumah"


"Oke... Uhuk... Uhuk..."


'Kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Riyu cemas.


"Ya, hanya sedikit kurang enak badan. Aku sedang perjalanan pulang sekarang"


"Baiklah, kalau begitu aku pun pulang sekarang. Nanti biar aku mampir ke apotek ya"


"Oke"

__ADS_1


Riyu menutup teleponnya, lalu bergegas.


Saat Riyu berjalan menuju pintu keluar, ia pun berpapasan dengan Darma yang baru saja pulang dari kantornya.


"Loh Riyu? Aku baru sampai kau sudah mau pergi?"


"Ah kakek, kau sudah pulang" ucap Riyu mengecup pipi Darma.


"Maafkan aku kek, aku ingin tinggal lebih lama tapi sepertinya Noval membutuhkan aku. Dia sedang kurang enak badan"


"Haah... Baiklah, hati-hati di jalan"


"Oke kek, bye" Riyu kembali mengecup pipi Darma lalu bergegas menuju mobilnya.


Dua jam kemudian Riyu sampai di kediaman Mahesa, ya agak sedikit terlambat karena terlalu lama mengantri di apotek tadi.


"Apa tuan Noval sudah pulang?" Tanya Riyu pada pelayan yang membukakan pintu.


"Sudah Non Riyu, Tuan sudah beristirahat di kamarnya" jawab pelayan. Setelah itu ia langsung berlari kecil menuju kamarnya.


"Maaf Noval aku terlambat..." ucap Riyu saat masuk, tapi ternyata Noval sudah tertidur pulas masih memakai sepatu dan baju kerjanya membuat Riyu geleng kepala.


Pelan-pelan ia mencoba untuk membangunkan Noval supaya mengganti bajunya terlebih dahulu,


"Noval... Hey, bisakah kau bangun sebentar saja?" Bisik Riyu lembut. Tapi pada saat telapak tangannya menyentuh pipi Noval... "Ya ampun... Panas sekali" ucap Riyu cemas.


Sedikitpun Noval tidak membuka matanya, karena tidak tega membangunkan Noval akhirnya Riyu terpaksa mengganti baju Noval sendiri.


****


Pagi harinya... Noval mulai membuka matanya perlahan, tubuhnya lemas dan merasa pusing. Noval menyeka keningnya karena merasa ada sesuatu yang menempel, iapun menyentuh permukaan kain handuk yang lembab.


"Apa ini" gumam Noval. Saat ia menoleh ke sebelah kirinya, Noval melihat Riyu yang tertidur pulas bersandar di sandaran ranjangnya. Satu tangan Riyu masih memegangi handuk yang menempel di keningnya.


"Apa dia merawatku semalaman???" gumam Noval dalam hati. Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa sangat gatal Noval langsung reflek batuk hingga membuat Riyu terkejut.


"Noval... Kau sudah bangun?" Tanya Riyu dengan nada yang serak.


Melihat Noval batuk-batuk, Riyu langsung mengambil air minum yang tersedia di meja dan memberikannya pada Noval.


"Noval hari ini lebih baik kau beristirahat, ga usah pergi ke kantor dulu" ucap Riyu perhatian.


"Aku akan menyiapkan sarapan untukmu" ucap Riyu lagi sambil tersenyum. Sedangkan Noval hanya terdiam mengamati wajah Riyu yang sayu akibat kurang tidur.


Disisi lain, Sam berjalan keluar kamar sambil memutar kunci mobil dengan jarinya, dia berjalan cepat melewati dapur, tapi kemudian Sam kembali melangkah mundur saat tau Riyu sedang memasak.


"Selamat pagi sayang" bisik Sam di telinga Riyu.


Hampir saja panci terjatuh karena Riyu kaget bukan main,


"Apa kau berniat membuatku melepuh!" bentak Riyu kesal.

__ADS_1


"Bukan melepuh, tapi meleleh" Sam mengedipkan sebelah matanya.


"Enyahlah! Jangan ganggu aku"


"Apa yang sedang kau buat?" Tanya Sam penasaran.


"Kakakmu sedang sakit, jadi aku membuatkannya bubur" jawab Riyu fokus mengaduk.


"Waw... Ide yang bagus"


Riyu menatap Sam heran,


"Mungkin lain waktu juga aku mau sakit supaya kau membuatkan bubur untukku"


"Mimpi!" Ucap Riyu kesal. Ia pun selesai memasak dan mengambil sebagian bubur untuk di taruh di mangkuk. Riyu lewat di depan Sam dengan cuek, sedangkan Sam tersenyum melihat Riyu yang selalu gugup saat dia dekati.


Sesampainya di kamar Riyu sempat bingung karena Noval sudah tidak ada di atas ranjangnya.


"Apa yang kau lakukan di balkon Noval?" Tanya Riyu Sambil membawa bubur dan segelas air.


"Berjemur" jawab Noval singkat.


"Ini... Aku buatkan bubur, ayo makan biar aku suapi. Buka mulutmu!"


Noval terpaku menatap Riyu yang menyodorkan sesendok bubur ke depan mulutnya, "Kenapa malah bengong? Ayo buka mulutmu"


"Biar aku makan sendiri" ucap Noval canggung.


"Tidak! Biar aku suapi. Ayo sekarang buka mulutmu!" paksa Riyu.


Noval pun membuka mulutnya, ia benar-benar merasa kikuk karena selama ini cuma Nita yang menyuapinya saat sakit.


Di sisi lain Sam melihat drama romantis itu dari balik pintu kaca di kamar Riyu, kesal, muak, cemburu... Tapi untuk sementara ini dia belum bisa melakukan apapun meskipun dia sangat tidak rela saat Riyu perhatian pada Noval.


"Apa buburnya terasa enak? Dasar bayi tua!" ucap Sam pada Noval dengan nada dingin.


"Hey kau salah masuk kamar!" Ucap Riyu.


"Tenang saja sayang, seperti yang kita rencanakan. Setengah jam kemudian suamimu akan mati keracunan karena bubur yang sudah dia telan, setelah itu kita bisa menikah dan hidup bahagia. Benarkan?!" Ucap Sam menyeringai lalu beranjak pergi.


Mendengar ucapan Sam, Noval langsung batuk dan berusaha memuntahkan bubur yang sudah dia telan tadi.


"Noval kau kenapa!" Riyu panik.


"Kau meracuniku!" Bentak Noval, wajahnya benar-benar merah.


"Kau percaya dengan ucapan adik konyol mu itu?! Dia hanya menggoda mu! mana mungkin aku memasukkan racun ke bubur ini!"


Noval menatap Riyu tidak percaya.


"Noval kalau aku menaruh racun, sudah pasti mulutku berbusa sekarang! Karena aku juga mencicipi bubur ini sebelum memberikannya padamu!"

__ADS_1


Apa yang di ucapkan Riyu benar juga "Anak keparat itu mempermainkan aku! Brengsek!" Umpat Noval dalam hati.


__ADS_2