Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Bertemu Dengan Sam


__ADS_3

Hari sudah beranjak pagi, Riyu sama sekali tidak dapat tidur dengan nyenyak semalam. Pikiran melayang memikirkan Noval yang lancang masuk ke dalam ruangan Darma,


Apa benar dia seberani itu... Tapi Bayu melaporkan bahwa tidak ada file, atau berkas, yang hilang, hanya satu rekaman Cctv tidak di temukan. Riyu resah, ia mondar-mandir di depan tempat tidurnya.


Tentu saja tidak ketemu, rekaman itu masih ada di tangan Riyu sekarang. Ceroboh, seharusnya setelah selesai dia mengembalikan flashdisk itu ke tempat semula.


Lagian kenapa harus seheboh ini sih, lagian isi rekaman Cctv itu juga tidak terlalu penting kan!


Tapi mau bagaimanapun juga Riyu menyiapkan dirinya untuk menghadapi Darma sekarang. Setelah membersihkan diri Riyu langsung turun menemui Darma yang duduk di ruang keluarga, turun tangga dengan langkah yang hati-hati mendekati Darma.


"Dia masih bilang tidak mengambil apapun dan tidak tau tentang rekaman Cctv yang hilang Tuan" Bayu memberi laporan.


"Beri dia pelajaran sampai mengakuinya, patahkan tangannya bila perlu!" Ucap Darma dengan nada dingin.


Riyu tersentak mrinding mendengarnya, langkahnya terhenti sesaat memegangi pergelangan tangannya, apa Darma akan mematahkan tangannya jika tau kalau yang mengambil rekaman itu adalah Riyu.


Kakeknya benar-benar mengerikan saat menghukum seseorang, di tambah lagi Riyu mendengar Noval yang berteriak dari bawah tanah yang sengaja pintu di biarkan terbuka. Kakinya mulai gemetar, tapi jika tidak jujur maka Noval yang akan menanggung sesuatu yang bukan kesalahannya.


"Kakek" ucap Riyu setelah berada di hadapan Darma. Darma tidak menjawab hanya menatapnya diam seribu bahasa membuat Riyu gugup meremat jari-jemarinya.


"Kakek. Sebenarnya..." ucapan Riyu terhenti saat mendengar teriakkan Noval lagi. Ia menoleh ke arah pintu dengan cemas, membuat tubuhnya semakin gemetar kuat.


"Kakek tolong hentikan, kakek suruh Bayu menghentikan menyiksa Noval kek" Riyu memohon gemetar. Tapi Darma tetap tidak bergeming sedikitpun.


Melihat reaksi Darma yang acuh, membuat Riyu semakin memberanikan diri. "Kakek bukan Noval yang mengambil rekaman itu! Tapi aku kek, Riyu yang mengambilnya" ucapnya terlihat setetes cairan bening meluncur di pipinya.


"Apa?!" Darma menatap Riyu tajam.


"Maaf" tertunduk takut.


"Apa kau sudah berani selancang itu!" Darma bergetar.


"Aku... Aku tidak sengaja menjatuhkan boxnya saat mengambil buku, aku hanya ingin tau isi rekaman sebelum aku berangkat ke Singapore kek, aku hanya ingin tau tentang..."


"Sam!"


Riyu terdiam, Darma menerka kenapa Riyu bisa mengingat kembali pasti karena rekaman Cctv itu. "Dan kau bisa mengingatnya sekarang" Suara Darma merendah, pandangannya beralih dari wajah Riyu.


"Kakek aku..."


"Kau pilih sekarang. Sam atau nama baik Almarhum Ayahmu" nada dingin.

__ADS_1


Riyu terdiam, dadanya sesak memikirkan dua pilihan sulit. "Kakek aku mohon jangan membawa nama ayah dalam hal ini"


"Lalu apa Riyu! Dulu sebelum kau belum di kenal sebagai istri Noval aku menyuruhmu untuk menceraikannya. Tapi semua orang sekarang sudah tau Riyu! Dan jika kau bersatu dengan Sam, apa pandangan orang terhadap mu nanti!" Darma menggebrak meja membuat Riyu tersentak.


"Riyu presiden Galuh Union bercerai dengan Noval putra Mahesa lalu menikahi adik iparnya yang juga putra dari Mahesa. Begitu kan?!"


Lemas rasanya mendengar perkataan Kakeknya, Riyu hanya bisa tertunduk tanpa mengeluarkan kata-kata. ruangan senyap sesaat.


"Tuan. Keluarga Mahesa telah tiba" Ucap seorang penjaga pintu gerbang memecah ketegangan untuk memberi laporan .


"Biarkan mereka masuk" Jawab darma tanpa menoleh.


Tak lama kemudian terlihat Mahesa masuk dari pintu, di susul dengan Nita yang sudah terlihat pias wajahnya. Meskipun Mahesa dan Nita sudah memasuki ruangan keluarga, tapi Riyu masih berdiri melihat ke arah pintu. Berharap seseorang yang dia inginkan datang juga, tapi ternyata pintu terbuka hampa.


"Tuan maaf..." ucap Mahesa bergetar karena kelakuan anaknya yang lancang.


"Kau tenang saja Mahesa, aku hanya memberi sedikit pelajaran pada putramu. Pencuri sesungguhnya sudah mengakui kesalahannya" ucap Darma menatap Riyu yang berdiri gemetar dengan tajam.


"Bayu"


"Iya Tuan"


"Lepaskan Noval, bawa dia ke rumah sakit dan berikan pengobatan terbaik"


"Dan kau. Riyu, kembalilah ke kamarmu"


Riyu memandang orang-orang disana sesaat kemudian berjalan menuju kamar, tidak... Riyu memilih pergi ke balkon di lantai atas untuk menenangkan diri.


Kenapa kakek jadi seperti ini sekarang padahal dulu dia mendukung kami tapi kenapa jadi berubah pikiran, dan lebih memilih nama baiknya...


Resah memikirkan perkataan yang di ucapkan Darma, Riyu berjalan lesu menuju balkon sambil menggosok lengannya. Matanya menyisir bebas keluar pintu kaca pembatas antara balkon dan ruangan, pemandangan dan suasana sepi di sana benar-benar membuat hati nyaman. Namun baru beberapa langkah keluar dari pintu kaca, langkah Riyu terhenti saat melihat seseorang yang berdiri di dekat pembatas balkon yang terbuat dari Stainless...


"Sam..." Gumamnya bergetar. Sosok yang dia tunggu di ruangan bawah tadi, ternyata sudah ada di hadapannya sekarang.


Perlahan Sam berbalik karena sekilas mendengar suara menyebutnya, menatap wanita yang berdiri tepat di belakangnya.


Riyu...


Ingin sekali rasanya berlari lalu mendekapnya namun saat ia melangkah mendekati Riyu... "Kau mencintai dan ingin melindungi Riyu bukan? Maka lindungilah dia dari dirimu sendiri!" Ucapan Darma seketika terngiang di telinganya. Sam berhenti sekuat diri menahan seluruh gejolak di perasaannya.


Padahal Sam sengaja berada di atas balkon untuk menghindari bersitatap dengan wanita yang ia cintai. Tapi tak di sangka kalau ternyata Riyu juga datang ke sana. Kemudian Sam melempar senyum teduhnya pada Riyu yang masih berdiri tak bergeming.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona Riyu, apa kabarmu?"


Geram rasanya mendengar Sam memanggilnya Nona Riyu, ia melangkah mendekat lalu... "Plaakkk" tangannya menampar Sam tanpa ragu.


Tangan Sam meraba tempat dimana Riyu menamparnya, kemudian tersenyum dan berkata... "Baiklah kau boleh menamparku sesukamu kakak ipar, aku pantas mendapatkannya karena sudah lancang padamu malam itu"


"Jadi kau menyesal karena telah menyentuhku!" Ucap Riyu bergetar, matanya yang mulai berair menatap sam dengan penuh kekesalan. "Jawab! Kau menyesal iya?!"


Sam tak bergeming, ia tertunduk merasa bersalah. Wajar jika Riyu sangat marah padanya, ia juga merasa bersalah karena telah memaksa Riyu untuk mengingatnya hingga membahayakan nyawanya. "Iya aku menyesal" jawab Sam bersalah.


"Jadi setelah menyentuhku seenakmu kau menyesal ha!" Riyu memukul dada Sam.


"Setelah menyesal maka kau akan meninggalkan aku kan! Dasar kau brengsek!" Mendorong Sam hingga melangkah mundur. Sam semakin tidak mengerti dengan sikap Riyu kali ini.


"Setelah kau memanggilku Nona beraninya kau panggil aku kakak ipar! Aku kira kau serius mencintai aku, tapi sekarang semua itu hanya omong kosong kan?! Jawab Sam jawab!" Riyu mulai terisak, ia terus mendorong dan memukul Sam hingga lelah dan terasa kebas.


Sam terdiam menatap dengan penuh tanda tanya, perlahan bibirnya tersenyum lebar meskipun Riyu memukulnya kencang berkali-kali.


"Kenapa kau tertawa! Kau bilang mencintaiku tapi itu bohong kan. Dasar pembual! Seharusnya kau terus bertahan Sam, bukan malah menghilang menghindari aku! Apa lagi menyebutku Nona dan kakak ipar! Kau benar-benar membuatku marah!" nafasnya tersengal melampiaskan semua yang ia tahan selama ini.


Sam menangkap tangan Riyu, meskipun ada pemberontakan tapi Sam tetap tidak melepaskannya. Justru ia menarik tangan Riyu hingga ia jatuh ke dalam dekapannya, dekapan yang erat melepas rasa rindu, membiarkan Riyu terisak hingga tenang di sana.


"Aku ingat semuanya Sam... Hiks hiks... Aku ingat..." Riyu membenamkan wajahnya di dada Sam yang bidang, tidak ada yang bisa terucap dari bibir Sam, bahagia, lega, bersyukur karena kini Riyu telah kembali di dekapannya. Mereka terdiam menyampaikan buliran perasaan satu sama lain.


"Kenapa kau hanya diam... Apa kau tidak senang karena aku telah mengingatmu" ucap Riyu lirih setelah berhenti terisak.


"Justru aku sangat senang Riyu, sampai tidak bisa berucap apapun" Jawab Sam yang kemudian mengecup kepala Riyu dengan lembut.


"Tapi kakek menyuruhku untuk membuat pilihan. Antara kau... Atau nama baik Almarhum ayah"


Sam terdiam Apa maunya Tuan Darma sebenarnya!


"Sam... Gimana aku harus memilihnya" Riyu bergetar.


Perlahan Sam melepaskan dekapannya, membelai lembut wajah Riyu dan menatapnya dalam "Itu akan menjadi urusanku, yang terpenting sekarang kau sudah kembali ke sisiku. Itu akan memulihkan kekuatan dan keyakinanku Riyu"


Tin... Tin... Suara klakson mobil.


"Sepertinya mereka sudah selesai dengan urusannya, aku harus kembali sekarang. Riyu... Bertahanlah untukku. Tidak. Tapi Untuk kita... Paham?" Ucap Sam penuh kasih.


Riyu mengangguk dan tersenyum, Sam berbalik hendak menuruni tangga yang langsung mengarah ke halaman depan. "Sam..." ucap Riyu,menghentikan langkah Sam dan berbalik menoleh.

__ADS_1


Riyu langsung berlari ke arah Sam, seketika itu juga masuk kedalam pelukannya dengan ciuman hangat yang mengiringi. "Aku mencintaimu" bisik Riyu. Sam kembali melumatnya lembut sebentar.... "Aku mencintaimu" balas Sam tersenyum.


Merekapun berpisah setelah beberapa saat saling pandang di ujung tangga...


__ADS_2