
Selama beberapa Minggu akhir-akhir ini Sam sangat sibuk karena sudah mulai konsentrasi di perusahaan Mahesa, selama di luar negeri hanya pak Mahesa dan Noval yang menjadi pemimpin di sana. Namun, Sam menemukan ada beberapa masalah yang ganjil di berkas keuangan.
"Panggil semua manager, kita akan rapat sekarang juga!" ucap Sam pada sekretarisnya melalui telepon.
"Baik pak" jawab sekertaris.
Sam memanggil Aji untuk masuk ke ruangannya, "Memanggilku bos?" ucap Aji saat tiba di ruangan Sam.
"Ikut aku rapat, kau pandai membaca wajah orang saat berbohong bukan?" ucap Sam sambil menyiapkan berkas-berkas di mejanya.
"Bukannya kau juga ahlinya bos" jawab aji tersenyum.
"Ya, tapi aku butuh bantuanmu untuk membuat seseorang mengakui kesalahannya" Sam menyeringai menepuk pundak Aji.
"Dengan senang hati bos" uca Aji menyeringai.
Saat Sam sampai ke dalam ruang rapat, seluruh manager sudah hadir di sana. Mereka berdiri memberi hormat pada Sam, setelah Sam duduk mereka juga duduk.
"Terimakasih atas kehadirannya. Aku telah mengecek semua berkas yang kalian berikan padaku, Selama Noval dan pak Mahesa memimpin, ternyata mereka sangat tidak teliti dengan kesalahan-kesalahan yang ada di laporan perusahaan selama ini" semua yang hadir di sana saling pandang, mereka tegang dan tidak berani mengungkapkan satu patah katapun.
"Salah satunya File keuangan ini. Dalam file laporan keuangan banyak sekali kesalahan! Selama 5 tahun keuangan perusahaan ada pengeluaran tidak jelas sebesar 80rb dolar" ucap Sam dengan wajah garang.
"Siapa manager keuangan di perusahaan ini?" tanya Sam menyandarkan diri di kursinya.
"Saya... Pak" ucap seorang pria dengan kening yang berkeringat.
"Hemh... Kau, di bayar berapa oleh bosmu?" tanya Sam tanpa basa-basi.
"Apa maksudmu pak? Saya bekerja di sini jadi saya di bayar sesuai gaji saya oleh pak Noval" jawabnya cemas. Tapi pria ini sangat pandai menyembunyikan kecemasannya.
"Aji, periksa rekening atas nama Warto. Berapa gaji yang dia terima perbulannya" ucap Sam sambil menatap tajam manager Warto.
Beberapa menit ruangan itu senyap sampai Aji selesai memeriksa rekening Warto.
"Dalam mutasinya, ada uang masuk sebesar 55% lebih banyak dari gajinya bos" ucap Aji sambil menunjukkan layar laptopnya kepada Sam.
"Baiklah, kalian boleh pergi dari sini" ucap Sam. orang-orang di sana berhamburan keluar ruangan.
"Kecuali kau Warto! kamu tetap di ruangan ini" ucap Sam. Warto kembali duduk di posisinya, kini ruangan itu hanya ada Sam, Aji, dan Warto.
"Jawab dengan jujur, untuk apa Noval mencuri uang perusahaan?" ucap Sam.
__ADS_1
"Gawat, bagaimana ini. Pak Sam langsung bisa menebak dalangnya" bisik Warto dalam hati.
"Saya tidak tau pak"
"Aji... Kau tau kan apa yang harus kau lakukan!" ucap Sam.
Aji melepas sabuk pinggangnya. Ceplaakkkk... dengan kuat Aji mencambuk Warto dengan kencang. Warto terjungkal dari kursinya.
"Sudah kubilang jawab dengan jujur, untuk apa Noval mengambil uang perusahaan!" bentak Sam.
"Ampun pak Sam, saya hanya menjalankan perintahnya. Untuk apa uang itu saya tidak tau" jawab Warto.
"Lakukan sampai dia selesai Aji, setelah itu pergilah ke ruanganku." ucap Sam dengan wajah yang merah padam, lalu dia pergi kembali ke ruangannya.
"Habislah si Warto, aku sudah memperingatkan jangan terlibat tentang masalah ini tapi dia tidak mendengarku"
"Kau benar, pak Sam adalah orang yang kejam dan lebih memiliki kekuasaan lebih di perusahaan ini, aku ragu jika Warto akan selamat"
Para karyawan saling berbisik satu sama lain, saat melihat Sam keluar dari ruangan rapat dengan wajah yang marah.
Kemudian... Aji menjalankan tugasnya sesuai keinginan Sam. Setelah Aji berhasil mengintrogasi Warto, mobil ambulance datang menjemput. Noval yang baru sampai di kantor merasa suasana yang aneh, melihat para karyawan di sana dengan wajah yang tegang.
Seisi perusahaan itu heboh ketika melihat Warto di gotong oleh petugas Ambulance dengan luka parah di seluruh tubuhnya, termasuk salah satunya adalah Noval, dia terkejut melihat anak buahnya terluka parah seperti itu.
"Astaga, tuan Sam memang sangat tampan, bahkan aku juga sangat mengidolakannya tapi... Dia ternyata kejam sekali" ucap salah satu karyawati.
"Kau benar, tuan Sam sudah menunjukkan kekuasaannya. Mungkin dengan kejadian ini tidak akan ada lagi orang yang berani berbuat curang" Banyak karyawan yang bergidik ngeri karena nasib Warto.
Noval mendengar percakapan para karyawati, ia mengepalkan tangannya. "Jadi Sam yang melakukan ini" bisik Noval lalu dia pergi ke ruangannya.
Aji melaporkan kepada Sam semua informasi yang dia dapat, bahkan ternyata di Perusahaan Mahesa Noval memperkerjakan anak buahnya di seluruh cabang perusahaan sebagai manager keuangan.
"Kurang ajar! Wanita iblis dan anaknya itu memang tikus yang menjijikkan. Perlahan-lahan dia menggerogoti perusahaan untuk mengenyangkan dirinya"
"Berikan perintahmu bos" ucap Aji mantap.
"Pecat semua orang-orang yang terdaftar di daftar hitam. Tapi... Jangan biarkan satupun lolos tanpa cacat di tubuhnya!"
"Laksanakan" Aji memberi hormat lalu undur diri.
Selang beberapa saat, Noval masuk kedalam menemui Sam. "Kenapa kau menghajar karyawan sampai terluka seperti itu, kau berniat mempermalukan perusahaan Sam!"
"Oh tuan Noval, kenapa? Kamu tidak rela anak buahmu di perlakukan kasar?" ucap Sam dengan tenang.
__ADS_1
"Apa maksudmu!"
"Sudahlah, tidak perlu berpura-pura lagi. Kau juga tenang saja, anak buahmu yang tercecer di seluruh kantor cabang akan bernasib sama dengan manager Warto"
"Kau..." Noval mengepalkan tangannya.
"Sudah cukup bermainnya Noval...." Sam beranjak dari kursinya dan mendekati Noval.
"Singa yang lama terbelenggu kini dia melakukan pemberontakan dan siap mengigit, tidak ada yang aku takuti di dunia ini termasuk kau dan juga wanita rubah itu" Sam menatap tajam Noval dengan senyum dinginnya.
"Mungkin untuk beberapa waktu ini aku akan membiarkan kalian tetap tinggal dan menikmati kekayaan Mahesa, tapi ingat... Aku tidak akan membiarkan kalian menguasainya"
"Hemh kau berani mengancam saudaramu sendiri!" ucap Noval.
"Aku tidak memiliki saudara. Bahkan sejak aku melihatmu pertama kali masuk ke dalam rumah, aku tidak pernah sekalipun menganggap mu saudara. Sekarang pergi dari hadapanku!"
Noval menatap Sam dengan perasaan kesal, lalu dia pergi kembali ke ruangannya.
"Brengsek!!! Dia mulai memainkan kartunya, hemh... Aku tidak akan membiarkan kau melangkah terlalu jauh Sam. Tunggu saja kejutan yang akan aku berikan padamu" ucap Noval, menggenggam erat kepalan tangannya.
"Aji, buka lowongan kerja untuk pengurus baru di setiap kantor cabang"
"Siap Bos" balas Aji pada pesannya.
Malam harinya... Hidangan makan malam telah siap di meja makan, Riyu, Sam, Noval duduk di meja yang sama. Keadaan sangat canggung karena tidak ada obrolan apapun yang keluar dari bibir mereka.
"Riyu... Kau pasti merasa jenuh berada di rumah seharian bukan?" ucap Sam secara tiba-tiba.
Riyu terdiam memandang Sam heran, "Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu di depan Noval"
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Em.. Tidak Sam aku hanya..."
"Jika kau tidak terlalu sibuk di rumah besok kau bisa hadir di pesta pertemuan"
"Apa?" Riyu tercengang.
"Hari ini aku melakukan pembersihan karyawan, banyak karyawan yang harus aku pecat. Aku juga berhasil mendapatkan kontrak, kita akan mengadakan pesta untuk merayakannya. Besok datanglah"
"Tapi... Tapi aku tidak bisa"
"Tenang saja, aku akan membantumu. Aku rasa Tuan Noval tidak akan keberatan jika aku mengajak kakak ipar bukan?" ucap Sam menatap Noval.
__ADS_1
"Itu bukan urusanku, aku sudah selesai" Noval menggelegak kan sendoknya lalu beranjak pergi.
Hanya tinggal Sam dan Riyu yang berada di meja makan itu, Riyu tidak tau sebenarnya apa yang terjadi pada Sam dan Noval sehingga mereka melakukan perselisihan sengit.