
Malam semakin larut, suasana yang sepi membuat deburan ombak pantai terdengar sangat jelas. Sam termenung di balkonnya, tangannya memegang segelas anggur yang sering ia mainkan di tengah diamnya.
Sesekali Sam memandang Riyu yang terbaring di ranjang, Sam merasa bersalah karena keegoisannya, seandainya dia tidak mengajak Riyu ke pesta mungkin Riyu tidak akan sakit seperti ini.
Sam berbalik memandang pantai yang gelap, matanya menerawang jauh ke masa silam saat ia pertama kali bertemu dengan Riyu... Kenangan indah, sekaligus menyakitkan. Tak lama kemudian...
"Sam..." Sapa lembut memecah lamunannya.
Sam langsung menoleh ke sumber suara, terlihat Riyu telah berdiri menatapnya dengan mata yang sayu.
"Riyu? Kenapa kau... Masuklah, kau harus istirahat. Aku janji besok kita pulang ke kota Y, oke" Sam menghampiri Riyu dan menggiringnya masuk.
"Tidak..." Ucap Riyu menahan Sam. "Sam... Jelaskan padaku, apa Noval menikahi aku karena cinta? Atau sesuatu yang lain?"
"Riyu kau tidak boleh terlalu lelah, apalagi terlalu banyak berfikir"
"Jika bukan kau lalu siapa lagi yang mau menjelaskan padaku Sam! Papa? Kakek? Semua orang bungkam menutupi apa yang aku ingin tau!"
"Apa yang ingin kau ketahui?' Tanya Sam bernada dingin.
"Noval. Sam... Apa dia menikahi aku karena dia mencintaiku? Tapi kenapa ingatan yang muncul malah sebaliknya Sam, dia membenciku!"
Sam terdiam menatap Riyu dalam...
"Kau pasti tau kan Sam. Ayo jawab!" Riyu mencengkram lengan Sam.
"Jika aku memberitahumu apa kau akan percaya? Bisa saja aku berbohong dan mengarang cerita untuk membuatmu membenci Noval. Sehingga kau berpaling darinya lalu pergi ke pelukanku" Ucap Sam tanpa ekspresi. Sedangkan Riyu terdiam menatapnya.
"Sekarang pergilah, kau perlu istirahat. Kita bahas ini lain waktu saja!" Sam berjalan melewati Riyu.
"Ternyata kau sama seperti mereka!" Teriak Riyu kesal meluapkan emosinya.
"Apa maksudmu?!" Sam berbalik menatap tajam.
"Kenapa? Apa kau tidak terima jika aku bilang kau sama saja seperti mereka! Bohong dan menutupi semuanya dariku?!" Riyu berjalan memutari Sam yang tertegun.
"Hemh Riyu, aku tidak suka mengulangi perkataanku. Tapi baiklah kali ini sekali lagi aku bilang, pergilah istirahat sekarang!" Ucap Sam mencoba sabar.
"Tidak sebelum kau menjawabku!" Ucap Riyu membuang muka.
Sam menghela nafas panjang, "Oke apa yang ingin kau tanyakan?"
"Noval menikahi aku karena cinta atau sesuatu yang lain?!" Riyu memandang pekat ke mata Sam.
"Dia menikahimu karena kau gadis kaya dan pewaris tunggal keluarga Galuh, dia hanya mencintai hartamu. Puas?"
__ADS_1
Riyu terkejut mendengar jawaban Sam yang sangat blak-blakan "Apa kau serius?" ucap Riyu menatap tajam.
"Apa aku terlihat bercanda?" Tanya Sam mengangkat kedua tangannya. "Aku sudah menjawab pertanyaan mu dan sekarang pergilah tidur sebelum kesabaranku habis, Riyu!"
"Tidak kau pasti bohong!" Riyu tetap pada pendiriannya, Sam mulai geram dengan kecerewetan Riyu yang membuatnya bingung mau bersikap seperti apa.
"Aku sudah menjawab pertanyaan mu dengan jujur, dan sekarang kau menuduhku Aku berbohong?!" Ucap Sam sudah tidak bisa bersabar lagi.
"I.. Iya itu kan yang selama ini sering kau lakukan! Kau juga selalu mempermainkan aku!"
Sam terdiam memijat keningnya pelan, "Sudahlah, kita istirahat sekarang"
"Tidak!" Riyu menghindari Sam yang akan menuntunnya untuk pergi istirahat.
"Riyu, jangan keras kepala!" Sam mulai geram.
"Aku cuma kesal karena kau terus mempermainkan aku!"
Sam membuka kancing kemejanya lalu melangkah mendekat ke arah Riyu.
"A... Apa yang akan kau lakukan?!"
"Kau bilang aku mempermainkan mu kan?! Sekarang aku akan menunjukkan bagaimana caraku mempermainkan mu!"
"Sam... Kau..." Riyu mulai melangkah mundur.
Sam semakin dekat dengannya, Riyu mencari sisi celah untuk kabur dari Sam yang terlihat kesal dan menakutkan. Tapi pada saat ia berlari, Sam berhasil menangkap tangannya kemudian menghempaskan Riyu ke atas ranjangnya.
"Sam... Kau tidak akan melakukannya kan?!" Riyu semakin gugup. Tapi Sam malah membuka kemejanya kemudian melemparkannya ke lantai, kini badan Sam yang sixpack terpampang jelas di hadapan Riyu.
"Sam cukup! Jangan mendekat atau aku akan..."
"Akan apa? Berteriak? Silahkan!" Ucap Sam tidak peduli.
Riyu semakin terpojok di sisi ranjang, tiba-tiba saja Sam menarik kakinya lalu menindihnya. Riyu mulai ketakutan, ia mencoba berontak namun dengan cepat Sam langsung menahan tangannya.
"Tatap mataku Riyu! Dan dengarkan baik-baik. Aku tidak akan menceritakan kisah menyakitkan yang kau alami bersama Noval, tapi aku akan membuatmu ingat bagaimana kau mengoleskan madu di hidupku lalu pergi begitu saja, bahkan kau melupakannya dan membuat luka baru di hidupku!"
Riyu mulai gemetar melihat tatapan Sam, sepertinya dia tidak main-main kali ini. Meskipun mencoba melawan namun tenaga Riyu tidak sebanding dengan Sam yang menahannya dengan kuat. Air mata mulai mengalir di ujung mata Riyu, bibirnya bergetar, begitu juga detak jantungnya yang semakin tidak karuan.
Apa Riyu harus pasrah malam ini... Sedangkan berontakpun Riyu tidak mampu.
"S... Sam... Sam hentikan!" Riyu diiringi gemetar di tubuhnya saat Sam mulai menyeka lehernya.
"Sam... Tidak..." Ucap Riyu lagi, tapi Sam semakin erat mendekap tubuhnya. Riyu menangis terisak, ia begitu takut menghianati pernikahannya dengan Noval. Namun Sam seakan tidak perduli, apa yang menjadi ketakutan terbesar Riyu saat itu.
__ADS_1
Sam masih terus melanjutkan aktivitasnya, wajahnya kian mendekat dan dengan cepat ia mencium Riyu hingga membuat matanya terpejam rapat. Riyu tidak berani melihat Sam yang begitu tak kenal ampun, dan tak memperdulikan tangisnya.
Dalam setiap sentuhan Sam di tubuhnya, sayup-sayup pendengaran Riyu mulai berubah, suara gemericik air hujan tiba-tiba muncul di iringi dengan bayangan dan suara yang datang lagi dan lagi...
____________________________________
"Sam... Maukah kau menyentuhku?"
"Sam... Sentuh aku..." (Menggema di telinga Riyu)
_____________________________________
Riyu semakin erat mencengkram selimutnya.
_____________________________________
"*Aku menginginkannya"
"Atau kau lebih rela jika keparat itu yang menyentuhku*?!"
______________________________________
"Ergh..." Jerit Riyu tertahan. Seketika itu juga Riyu reflek memeluk erat Sam yang masih berada di atasnya... Rasa bersalah, namun... Dalam setiap ingatan yang menyeruak hanya nama Sam yang menggema...
"Maaf... Maafkan aku Riyu" Ucap Sam bergetar diiringi airmata yang menetes jatuh di pundak Riyu pada saat ia menghentakkan tubuhnya...
****
Pagi harinya, cahaya mentari menembus masuk ke dalam kamar apartemen membuat Sam terbangun karena silaunya. Sam mencoba menghalangi cahaya dengan satu telapak tangan kanannya, penglihatannya masih belum jelas karena baru saja bangun tidur.
Perlahan tangan kiri Sam meraba ke sisi ranjang dimana Riyu tertidur tadi malam, namun ia tidak merasakan ada Riyu di sana. Sam langsung duduk dan membuka mata, benar saja, Riyu sudah tidak ada.
"Riyu? Riyu!"
Apartemen terdengar sepi, tidak ada satupun jawaban yang terdengar oleh Sam. Ia langsung bergegas mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, lalu mencari Riyu di seluruh ruangan yang ada di apartemen.
Sam curiga kalau Riyu telah meninggalkan apartemen, untuk meyakinkan dirinya Sam menghampiri lemari dan... Barang-barang Riyu memang sudah tidak ada di sana.
Lantas Sam mengambil ponselnya, ia menghubungi ke ponsel Riyu, tapi beberapa kali mencoba, selalu saja operator yang menjawab panggilannya.
"Aji apa kau tau kemana Riyu pergi?!" Tanya Sam khawatir.
"Bos, sudah dari pagi Nona Riyu meninggalkan kota S"
"Apa?! Brengsek! Kenapa kau tidak memberitahu aku!" Ucap Sam marah.
__ADS_1
"Maafkan aku bos, tapi dia melarangku untuk memberitahumu" Jawab Aji apa adanya.
"Argh!" Sam menyudahi teleponnya kemudian bergegas untuk bersiap menyusul Riyu pulang ke kota Y.