Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Warisan


__ADS_3

Cetek... Cetak.... Cetek....


Jari-jemari Darma sibuk terhentak di atas mejanya, ekspresi wajah serius yang tak pernah lepas, tatapan tua namun melekat tajam. Ia duduk sambil menunggu orang yang sengaja dia undang pagi itu.


"Dia sudah datang Tuan" Ucap Bayu membungkuk.


"Suruh dia masuk!"


"Baik" Bayu berbalik mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Tak lama kemudian pria berkemeja rapi hadir dan duduk di hadapannya, wajahnya mencoba untuk rileks meskipun hatinya was-was.


"Selamat Pagi Tuan Darma, maaf karena telah membuatmu menunggu karena ada urusan yang harus aku..."


"Aku tidak butuh alasanmu" sahut Darma memotong pembicaraan Noval.


"Baiklah, ada apa Tuan Darma memanggilku kemari?"


Tanpa menjawab Darma langsung melempar sebuah berkas ke hadapan Noval. "Tandatangani! Setelah itu kau boleh pergi dari sini"


Noval pun langsung membuka dan membaca kontrak yang telah tertulis, tak lama kemudian... "Bagaimana, kau setuju bukan?" Tanya Darma menatap tajam.


"Apa maksudmu aku harus patuh terhadap Riyu, bukankah seharusnya dia yang patuh padaku!" Ucap Noval keberatan.


"Karena ini masalah yang berbeda Nak, Riyu adalah pemegang resmi sedangkan kau hanya suaminya yang tidak berguna. Jangan mentang-mentang kau masih menjadi suami sah Riyu, kau bisa seenaknya menguasai perusahaan!"


Noval terdiam mengepalkan tangannya, sedangkan Darma sengaja mengorek status Noval. "Aku sudah sepakat untuk membawa Riyu ke Singapore bersama dokter Lukman, meskipun begitu kau tidak layak untuk menggantikan posisi presedir di perusahaan." Darma beranjak dari kursinya lalu berdiri menatap jendela.


"Bayu!" ucap Darma dengan nada tegas, seketika itu juga Bayu hadir di hadapannya.


"Iya Tuan" ucap Bayu membungkuk.


"Lusa aku akan pergi untuk proses operasi Riyu, kau awasi semuanya jangan sampai orang luar lancang memijakkan kakinya di perusahaan Galuh meskipun... Dia adalah suami Riyu!" ucap Darma secara gamblang.


"Baik Tuan" jawab Bayu.


"Noval kau bisa tandatangani kontrak itu, lalu serahkan pada Bayu. Aku tidak mau membuang waktuku terlalu lama." ucap Darma yang langsung bergegas pergi dari ruangannya.

__ADS_1


Dengan kesal, terpaksa Noval harus menuruti perintah Darma dan menyetujui kontrak yang tertulis. Usai menggoreskan tanda tangannya Noval langsung beranjak pergi meninggalkan berkas itu tanpa berpamitan pada Bayu yang berdiri di sampingnya.


*****


Brakkk.... Tendangan keras mendarat di meja kerja ruangan Noval.


"Sial! Dasar tua bangka sialan! Dia benar-benar mempermalukan aku. Ternyata tidak semudah yang aku bayangkan, tapi untuk sementara ini belum ada yang bisa aku lakukan selain patuh sama tua bangka itu!"


Kemudian datang seorang dari luar karena mendengar kegaduhan dari dalam ruangan Noval. "Apa yang terjadi?"


Noval terdiam mengatur nafasnya.


"Noval, Apa kau sakit? Wajahmu terlihat sangat pucat, ayo mama akan mengantarmu ke rumah sakit" ucap Nita panik.


"Tidak ma, aku baik-baik saja"


"Kalau begitu apa yang terjadi padamu?" Desak Nita ingin tau apa yang terjadi pada Noval, tapi Noval hanya diam menatapnya.


"Oke. Jadi begini kelakuanmu sekarang? Kau tertutup dan menyembunyikan masalahmu dari mamamu ini!"


Noval menghela nafas panjang. "Ma. Aku sudah dewasa, aku akan menghadapi masalahku sendiri. Oke" Noval meyakinkan Nita.


"Hallo..."


"Apa kau ada waktu sekarang? Temui aku di tempat biasa, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Mangsur dari seberang sana.


Noval langsung mematikan percakapan, menggapai jasnya, dan langsung pergi menemui Mangsur. Tak perlu membutuhkan waktu yang lama Noval langsung bisa menemukan Mangsur di tempat favoritnya.


"Ada apa kau memanggilku"


"Hey Nak kau terlihat kesal" Mangsur tersenyum merenyitkan kedua alisnya.


"Aku hanya sedikit lelah, katakan apa maumu!" Ucap Noval dengan nada enggan.


"Sudah sejauh mana kau bisa masuk kedalam keluarga Galuh? Aku harap hasilnya tidak mengecewakan"


Mendengar pertanyaan Mangsur Noval langsung menghela nafas panjang. "Apa kau tidak bisa sabar? Aku sudah berusaha tapi Darma benar-benar membuatku sulit! Bahkan dia memberikan kontrak kalau aku tidak boleh menggantikan posisi presiden meskipun Riyu tidak ada!"

__ADS_1


Mangsur menatap Noval seksama. "Hmm. Aku paham masalahmu, memang Tuan Darma adalah orang yang sangat sulit untuk di tangani, lalu bagaimana dengan Riyu"


"Dia akan berangkat ke Singapore lusa nanti, entah berapa lama tapi untuk sekarang ini menunggu adalah jalan yang tepat. Saat dia lupa ingatan nanti, aku baru akan mulai mengendalikannya lagi" Seringai jahat Noval kembali terlukis di bibirnya.


Mangsur mengangguk seakan tak sabar menanti rencana Noval diluncurkan kembali. "Tuan Mangsur. Kau cukup dekat dengan Galuh bukan? Apa yang kau ketahui tentang keluarga itu?" Noval sengaja memancing Mangsur, karena dia tau ada sesuatu yang sangat diinginkan oleh Mangsur, jika tidak, Ia tidak akan bersikeras untuk menyerang kembali.


"Noval perlu kau tau... Ayahku dulunya adalah ayah angkat Galuh saat ia diusir oleh Darma, tapi kasih sayang ayahku terhadap Galuh benar-benar membuatku iri. Ayah bahkan lebih menyayangi Galuh dari pada aku!" ucap Mangsur, tatapannya lurus ke depan menerawang ke masa silam. Tangannya mulai mengepal, sedangkan Noval masih menyimak dengan seksama.


"Ayah memiliki sisa tambang berlian yang sampai sekarang ini aku tidak tau letak dan posisinya, dia malah mewariskan peta dan juga tambang itu kepada Galuh!"


"Apa?? Tambang berlian?!" Tanya Noval tidak percaya.


"Ya. Tambang berlian. Aku mencoba membujuk ayahku, bahkan menentangnya karena dia bersikap tidak adil. Tapi tetap saja Ayah tidak memberitahu, aku juga mencoba meyakinkan galuh, menjebaknya, bahkan menyelinap ke kediaman dan kantornya tapi tetap saja aku masih belum menemukan peta itu"


"Pantas saja Galuh begitu kaya di kota ini, jadi karena itu kau membunuhnya?" Tanya Noval menatap tajam.


"Ya! Aku menghabisinya karena kesal"


"Ceroboh! Karena kau ceroboh jadi tidak bisa mendapatkan apapun sekarang" Noval sengaja meledek Mangsur.


"Hemh. Tapi aku tidak khawatir karena ada kau sekarang" Tatapan Mangsur beralih ke Noval.


"Apa maksudmu?!"


"Kau... Kau sekarang sudah masuk kedalam keluarga Galuh, tanpa harus aku jelaskan kau pasti tau apa yang aku inginkan!"


"Hemh apa jaminanmu?!"


"Jika kau berhasil mendapatkan informasi tentang tambang berlian itu, aku akan memberikan 35% untukmu!"


Noval terdiam menatap Mangsur, setelah itu ia menjulurkan tangannya "Deal?" Kata Noval.


"Deal" Jawab Mangsur menyambut jabatan tangan Noval dengan yakin. Keduanya saling bertatapan satu sama lain.


"Baiklah Tuan Mangsur, aku rasa diskusi kita telah selesai. Aku harus pergi sekarang"


"Ya silahkan Noval" ucap Mangsur memandang Noval yang mulai berjalan menjauh.

__ADS_1


"Jangan khawatir Noval, Setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan, aku akan memberimu hadiah yang sama seperti Galuh. Adil bukan. Aku hanya memanfaatkan mu, sedangkan disisi lain sebenarnya aku sudah jauh melangkah meluncurkan rencanaku pada orang terpercaya di kediaman Darma. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat" Mangsur menyeringai. Tak berselang lama ia pun beranjak pergi dari tempat duduknya.


__ADS_2