Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Kesal...


__ADS_3

Buk... Buk buk...


Samsak tinju bergerak karena hantaman kuat, mata Sam menatap tajam seakan samsak itu adalah musuh yang paling dia benci. Iringan bayang saat ia bersama Riyu terus menyeruak menghantui angannya,


"Sam, apapun yang terjadi berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku..." Ucapan dan senyuman Riyu masih jelas terpampang di pelupuk matanya.


Pukulan Sam semakin kuat... Senyum Riyu tiba-tiba berubah menjadi bayangan saat ia di tusuk oleh Noval, teriakan Riyu kembali berdering memanggil namanya...


"Haahh!!!!" Teriak Sam menghempaskan tinju dengan sangat kuat.


Ruangan hampa hanya terdengar deru nafas yang terengah, keringat menetes dari setiap helai rambut Sam yang basah...


"Kesal?"


Tanya Aji yang entah sejak kapan dia ada di ruangan itu.


"Kau baru saja pulih bos" ucap Aji lagi sambil menyodorkan handuk kecil.


"Aku hanya sedikit melakukan pemanasan" ucap Sam sambil membuka botol minumnya.


Sebuah alasan yang bagus, Aji hanya menanggapinya dengan dengan mengangkat kedua alis.


"Permisi... Bisakah aku meminta bantuan sebentar?"


Seketika Sam dan Aji menoleh ke sumber suara, ternyata Riyu sedang melongokkan kepalanya di pintu sambil memandang mereka dengan penuh harap.


"Sepertinya mangsa datang tanpa harus bersusah payah mengejarnya" bisik Sam pada Aji namun tidak memalingkan pandangannya pada Riyu.


"Hey... Kenapa kalian malah bengong?" ucap Riyu yang mulai tidak sabar.


"Bantuan apa yang kau perlukan?"


"Eum... Mengganti ban mobil" jawab Riyu sambil meringis tidak enak hati.


"Kau meminta bantuan pria tampan hanya untuk mengganti ban mobilmu!" Protres Sam membuka kedua tangannya penuh percaya diri.


"Please Sam..." ucap Riyu memohon.


Sebelum meminta bantuan Sam, Riyu sudah meminta pihak bengkel. Tapi bengkel bisa datang sore harinya karena padat pengunjung, sedangkan Noval masih sibuk di kantornya dan tidak menjawab panggilan Riyu.


Melihat Riyu begitu berharap, munculah satu rencana di benak Sam... "Oke... Aku akan membantumu" ucap Sam menghampiri Riyu.


"Wah terimakasih adik ipar, kau benar-benar baik" Riyu bertepuk tangan kecil.


"Tapi ada syaratnya!"

__ADS_1


"Syarat? Syarat apa?" tanya Riyu tidak mengerti.


Sam memandang Riyu dari ujung kaki hingga ujung kepala, pandangan itu membuat Riyu salah tingkah.


"Apa yang kau pikirkan!" ucap Riyu menutupi dadanya dengan kedua tangannya yang menyilang.


"Jelas aku memikirkan syarat untukmu! Bodoh" Sam berusaha menahan tawa melihat ekspresi Riyu yang canggung.


"Sabtu malam nanti akan ada undangan pernikahan sahabatku di kota S, aku mau kau menemaniku untuk menghadiri undangan itu"


"Apa! Aku tidak mau!" Jawab Riyu spontan.


"Okey. Kalau begitu kau ganti saja ban mobilmu sendiri!" Sam berbalik lalu mengemasi barang-barangnya yang ia bawa ke ruangan fitness pribadinya.


Sedangkan Riyu bimbang, siang itu dia harus segera bertemu klien penting dari perusahaan luar negeri, tapi di sisi lain juga syarat Sam terlalu sulit untuk di penuhi.


Riyu berfikir sambil menggigiti kuku telunjuknya, terlihat Sam mulai pergi melewati Riyu dengan cuek.


"Sam... Bisakah kau memberi syarat lain? Yang lebih mudah misalnya" ucap Riyu tak berdaya.


Langkah Sam terhenti lalu berbalik mendekati Riyu, "Yang lebih mudah hem? Bagaimana kalau kau memandikan aku? Sekarang. Kebetulan aku belum mandi" Sam membuka kaosnya yang basah karena keringat.


"What!!! Sam aku lagi ga bercanda!" protres Riyu yang sesekali matanya melirik ke tubuh sixpack nya.


"Apa kau pikir aku sedang bercanda?!" Ucap Sam dengan nada dingin. "Dari dua syarat itu terserah kau mau pilih yang mana, aku sibuk" ucap Sam berbalik pergi meninggalkan Riyu.


"Ergh! Okey aku ikut kamu ke pesta!" Sahut Riyu dengan nada kesal. Mendengar jawaban dari Riyu, Sam berhenti lalu tersenyum puas.


****


Mereka berdua beriringan menuju ke garasi mobil dimana Riyu memarkirkan mobilnya di sana. Sam memeriksa ban yang akan di ganti, pada ban depan benar-benar kempes, sepertinya mengalami kebocoran parah.


Setelah memeriksa ban, Sam berdiri tepat di depan Riyu. Riyu berdiri di tengah kedua tangan Sam yang menjulur berpegangan di mobil. Riyu memundurkan tubuhnya hingga bersandar mobil, tubuh sixpack Sam kini benar-benar dekat dengannya.


"A... Apa yang kau lakukan?" Tanya Riyu gugup.


"Nona sepertinya kau berharap aku melakukan sesuatu padamu... Mana kuncinya?"


"Hah?"


"Kunci... Aku perlu mengambil ban cadangan di bagasi mobilmu!"


"O... Oh... Iya, ini kuncinya" ucap Riyu gugup lalu memberikan kunci mobil pada Sam, jantungnya berdegup dengan kencang.


Sesekali Riyu melihat ke jam tangan, tapi lagi-lagi matanya terganggu oleh Sam yang bertelanjang dada. Apalagi saat Sam mengangkat ban mobil cadangan, lengan dan tubuhnya benar-benar terlihat begitu kuat dan... Seksi.

__ADS_1


Meskipun berkali-kali mencoba mengalihkan pandangannya, tapi tetap saja Riyu tidak bisa berpaling dari Sam yang terlihat begitu tampan saat dia fokus memutar mur mobil.


"Bisa minta tolong ambilkan mur itu?" tanya Sam. Tapi Riyu tidak mendengar karena masih terhipnotis olehnya.


Sam menjentikkan jarinya untuk membuyarkan Riyu yang melamun menatapnya, "I... Iya, ada apa?" ucap Riyu gagap saat sadar.


"Apa yang kau pikirkan?" Sam menatap Riyu dalam.


"Ehm... Sam, sepertinya kau harus memakai bajumu" ucap Riyu memalingkan wajahnya.


"Kenapa? Kau takut tergoda? Tenang saja... Tubuh ini memang sudah menjadi milikmu seutuhnya" ucap Sam menyeringai.


"Ma... Maksudmu!" wajah Riyu sudah terlihat merah seperti udang rebus.


"Oh iya... Aku lupa kalau ingatanmu hilang. Ijinkan aku untuk membantumu mengingat sedikit"


Riyu terdiam memperhatikan Sam dengan serius...


"Riyu, kau patah hati saat itu. Dan tanpa berdosa kau mendatangi villaku tanpa permisi"


"Lalu? A... Apa aku selancang itu?!" Tanya Riyu tidak percaya.


"Bahkan ada yang lebih lancang lagi!"


"Hah? A... Apa yang terjadi?"


"Saat kau melihatku pulang dari kantor, kau sangat berambisi, lalu..." Sengaja Sam berbelit-belit, ia sangat suka melihat ekspresi Riyu yang tegang.


"Lalu? Lalu apa?!" Riyu mulai tidak sabar mendengar cerita Sam.


"Apa kau benar-benar tidak ingat saat kau memperkosa aku!"


"Apa?! Ga... Itu ga mungkin!" ucap Riyu kesal. Ia langsung membuka pintu mobilnya lalu menyalakan mesin.


"Hey nona! Setelah kau merenggutku berani-beraninya kau menghilangkan ingatanmu! Sekarang bagaimana aku meminta pertanggung jawaban mu!"


"Diam kau dasar gila! Sam, kau memuakkan! Mesum!" Wajah Riyu semakin memerah, Sam mulai tidak tahan menahan tawanya.


Mobil Riyu mulai berjalan mundur, sedangkan Sam menjauh beberapa langkah. "Riyu kau belum mengucapkan terimakasih padaku" teriak Sam.


"Tidak perlu! Kau orang paling menyebalkan di dunia ini!" umpat Riyu, semakin tidak sabar melajukan mobilnya.


"Riyu" Teriak Sam.


"Diam dasar kau menyebalkan!" Balas Riyu.

__ADS_1


Tawa puas dari bibir Sam langsung tumpah begitu saja setelah Riyu keluar dari gerbang......


__ADS_2