
Riyu duduk memeluk lututnya di kamar mandi, membiarkan air dingin yang keluar dari shower mengguyur baju dan tubuhnya. Angannya pergi jauh menyusuri kenangan indah saat bersama ayah dan ibunya, ketika ia bisa tertawa lepas, ketika ia memiliki pelukan hangat saat sedih...
"Ayah... Ibu... Riyu kangen"
Braaaakkkk....
Seseorang mendobrak masuk kedalam kamar mandi secara tiba-tiba.
"Kamu!" Riyu terkejut.
"Dasar bodoh! Kamu menyiksa diri cuma gara-gara laki-laki keparat itu? Sekarang ganti bajumu yang basah ini lalu temui aku di luar"
"Dasar mesum! Berani-beraninya kamu mendobrak kamar mandiku. Pergi dari sini!"
"Hey! Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan barusan? Kalau kamu tidak nurut, maka aku sendiri yang akan menggantikan bajumu!"
Riyu menutupi badannya dengan kedua tangannya.
"Dalam 5 menit kamu harus sudah ada di bawah, jika tidak... Tau sendiri resikonya" ucap Sam lalu keluar dari kamar Riyu.
"5 menit??? Dasar gila! Kenapa hidupku di kelilingi oleh orang-orang yang menyebalkan!" omel Riyu.
Buru-buru Riyu mengeringkan tubuhnya, Riyu mengganti pakaian dengan kaos dan celana jeans, simple tapi dia terlihat manis. Setelah itu Riyu langsung bergegas turun menemui Sam.
"Kamu terlambat 15 detik!" ucap Sam melirik arlojinya.
"Hey hanya 15 detik kenapa di permasalahkan!" jawab Riyu kesal.
"Terserah akulah! Ayo..." Sam langsung menggandeng Riyu menuju mobilnya.
"Eh eh... Tunggu dulu, mau kemana kita?" tanya Riyu menghentikan langkahnya.
"Satu jawaban satu ciuman, bagaimana?" ucap Sam berbisik pada Riyu.
Riyu terdiam, jantungnya berdegup kencang saat bertatapan dengan Sam di jarak yang sangat dekat.
"K... Kau gila!" ucap Riyu gugup lalu memalingkan wajahnya.
"Kalau begitu cepat masuk!"
Riyu berjalan pelan masuk ke dalam mobil Sam, tapi ia tidak melihat Aji. Sam menyetir sendiri mobilnya.
"Sebenarnya apa maunya, dan aku mau di ajak kemana ini..." gumam batin Riyu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka diam tanpa mengobrol atau berkata apapun, setelah 45 menit perjalanan Sam menghentikan mobilnya di sebuah jalanan sepi.
"Selama aku hidup, baru pertama kali aku bertemu dengan gadis bodoh seperti dirimu. Orang yang tidak memiliki harga diri, mudah di tindas, dan... Bodoh lagi" ucap Sam sengaja memancing kemarahan Riyu.
Riyu hanya bisa menahan diri, wajahnya memerah, dadanya naik turun karena nafas yang berat.
"Di besarkan oleh keluarga yang gila harta..." Belum selesai Sam bicara, Riyu menoleh ke arahnya dengan tatapan marah.
"Ayah dan ibuku bukan orang yang gila harta!!' ucap Riyu dengan mata merahnya.
"Oh ya? Lalu bagaimana dengan budemu itu? Bukankah dia adalah saudara orang tuamu? dia juga sangat gila pada uang sehingga keponakannya di jadikan korban, Sudahlah jangan menyangkal Riyu! Orang tuamu pasti juga begitu kan!"
Mendengar Sam berbicara seperti itu, Riyu mengepalkan tangannya.
"Kau boleh menghinaku, tapi aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menghina almarhum orang tuaku!" ucap Riyu merapatkan giginya.
"Kau tidak tau bagaimana keluargaku, jadi jangan asal bicara tuan Sam!" ucap Riyu lagi.
Tiba-tiba Sam langsung turun dari mobil lalu membuka pintu yang di sebelah Riyu, Sam menarik Riyu keluar dari mobilnya.
"Riyu Galuh... Terlahir sebagai putri semata wayang keluarga Galuh Saputra dan istrinya Diana. Tapi, Galuh dan Diana tewas saat kecelakaan, mobilnya terjun ke jurang lalu terbakar. Di dalam berita putri Galuh hilang secara misterius dan tidak diketahui posisinya hingga sekarang karena identitas yang sengaja di sembunyikan!" Ucap Sam menatap tajam mata Riyu yang mulai membendung air matanya.
Riyu gemetar, bibirnya tidak bisa mengucapkan apapun...
"Kecelakaan... Bukan... Tapi pembunuhan!"
"Hentikan!" Bentak Riyu.
"Cukup! Aku mohon hentikan" Riyu menangis histeris, kedua tangannya menutup telinga dengan kuat.
Sam menghentikan kata-katanya, ia memandangi Riyu yang shok terbelenggu oleh masa lalunya. Sam semakin tidak tega melihat Riyu menangis terisak, Sam merasa bersalah. Ia lalu memeluk Riyu, tapi Riyu mencoba mendorong dan melepaskan pelukan Sam meski tidak berhasil melepas pelukannya.
"Tampar aku jika kau mau Riyu" ucap Sam di telinga Riyu dengan lirih.
"Pukul aku jika bisa membuatmu lega, aku hanya tidak ingin kau terbelenggu dengan masalalu"
"Kau... Hiks Jahat! Kau pria jahat Sam! hiks hiks" teriak Riyu terisak.
Riyu terus meronta dan memukuli dada Sam hingga ia merasa lelah, beberapa lama kemudian Riyu terdiam, hanya sisa isakannya saja yang keluar dari bibirnya.
"Sudah tenang? Sekarang minumlah" Sam melepaskan pelukannya dan menyodorkan sebotol air mineral pada Riyu.
Mata Riyu sangat bengkak, Riyu juga tidak merespon air mineral yang di berikan oleh Sam.
"Kamu nangis begitu lama pasti haus kan? Sekarang ayo minum!"
"Enggak!" sahut Riyu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Sam merasa kesal, tapi ia mencoba meredam kekesalannya. Karena bagaimanapun juga Sam merasa bersalah, Sam menghela nafas panjang.
"Okey... Okey... Riyu, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin kamu bisa lepas dari trauma itu. Maafin aku okey?"
"Ucapkan sekali lagi!" ucap Riyu berbalik melihat Sam.
"What?"
"Aku tidak suka mengulangi kata-kataku!" ucap Riyu berbalik menindas Sam.
"Hey kau!" Sam kesal.
"Kalau begitu aku tidak akan memaafkanmu!"
"Haaahhhhh..." Sam membuang nafasnya.
"Ayo ucapkan lagi!"
"Aku minta maaf" ucap Sam.
"Aku tidak dengar!" ucap Riyu.
"AAAKUUU MINTAAA MAAAFFFF! (berteriak) Puaasss!!!" Wajah Sam merah padam, suaranya menggema di area perbukitan yang sangat sepi dan sejuk itu.
"Pfff.... Hahahaha"
"Kenapa kau tertawa?"
"Lihat wajahmu terlihat bodoh! Hahaha, Sam anak Mahesa terlihat bodoh" Riyu mengejek Sam sambil tertawa geli.
"Kau mengerjai ku!" ucap Sam merapatkan giginya.
Sontak Sam langsung membuka pintu mobil bagian belakang, lalu mendorong Riyu di jok belakang.
"A... Apa yang kamu lakukan!" ucap Riyu panik.
"Ini adalah resiko karena kau berani mempermainkan aku!"
"Sam... Sam, kamu ga serius kan! Ingat aku kakak iparmu! Tidak seharusnya kau..."
Sam menciumnya, "Sam... Sam aku mohon hentikan!"
Tapi tetap Sam tidak memperdulikan permohonan Riyu...
"S... Ssam... Hen... Hentikan" perasaan Riyu mulai tak karuan tapi Riyu tetap mencoba mempertahankan kesadaran saat sam mencumbunya, sampai saat Sam mencoba berlaku lebih jauh lagi, saat itulah Riyu bangun dan tersadar.
"Tidak Sam, tidak.... Aku mohon cukup! Sam... Kita tidak boleh melakukannya, tidak boleh" ucap Riyu terengah. Sam menatap Riyu kecewa.
__ADS_1
"Kenapa Riyu... Kenapa kau menjadi kakak iparku... Kenapa..."
Riyu terdiam... Jantungnya berdegup kencang, namun tidak ada yang bisa ia katakan saat itu. Ada rasa yang membuatnya sedih saat Sam mengatakan status mereka berdua.