Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Noval Di Penjara Ruang Bawah Tanah


__ADS_3

Deerrr.... Riyu seperti orang tersambar petir. Sontak pukulannya langsung berhenti karena ucapan Noval. Keduanya terdiam saling tatap, hanya nafas menderu yang terdengar sekarang.


"A... Apa kau bilang?" Tanya Riyu tak percaya, ia pikir telinganya salah dengar tadi. Katakan kalau Noval sedang tidak mabuk kan... Riyu menatapnya serius.


"Aku... Aku mencintaimu" wajah Noval langsung berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang merah merona, tangannya memegangi dada karena berdetak kuat. Kurang ajar, jantungku... Gumam dalam hati.


Riyu terdiam menatap punggung Noval yang terlihat gemetar. "Pftt... Hahahaha" gelak tawa Riyu pecah di tengah ketegangan Noval, tertawa geli hingga ia merasa nyeri di perutnya. Bagaimana mungkin iblis yang selalu menindas dan menganiaya aku tiba-tiba mengatakan cinta?!? Begitulah ucap Riyu dalam hati. Mendengar Riyu terbahak Noval berbalik menatapnya heran.


"Apa yang kau tertawakan!" Ucapnya kesal.


Tapi masih saja Riyu tidak bisa menghentikan tawanya, "Kau... Hahaha, tentu saja menertawakanmu" Riyu beralih berdiri ke hadapan Noval. "Katakan padaku, kau sedang tidak mabuk kan? Atau kepalamu terbentur saat pesawat landing tadi?" Lagi-lagi Riyu tertawa, membuatnya benar-benar kesal. Noval menyingkirkan Riyu lalu bergegas pergi dari kamar itu.


"Kurang ajar! Awas saja kau. Seumur hidupku baru kali ini aku berkata jujur tapi dia malah menertawakan aku! Brengsek!" Umpatnya dalam hati, Noval menuruni tangga dengan malu, kesal, bercampur aduk di perasaannya.


Sedangkan di sisi lain Riyu mengatur nafasnya, menghapus air mata yang keluar di ujung pelupuk karena tertawa. Sedangkan pipinya memang masih terasa panas dan merah, tapi Noval tidak menampar dengan begitu kencang tadi.


"Ini benar-benar gila! Apa yang dia rencanakan sebenarnya? Menyatakan cinta padaku supaya aku tidak menceraikannya. Lalu dia akan mengambil alih semua berkas perusahaan! Tidak akan aku biarkan" Oceh Riyu setelah Noval pergi dari kamarnya.


Setelah meminta seorang pelayan untuk mengantar sebotol wine, Noval melangkah menuju balkon atas untuk menenangkan dirinya, ingatkan? Balkon yang terdapat kolam renang, tempat dimana Sam dan Riyu mengikat janji di sana. Ia melewati lantai tiga tapi di sana, Noval melihat sekelebatan seseorang yang masuk kedalam ruangan pribadi Darma.


Apa Si Tua sudah pulang? Gumam Noval tak bergeming melihat ke arah pintu. Penasaran dia langsung menghampiri ruangan itu. Setelah di sana ternyata pintu sedikit terbuka. Hal yang aneh karena selama Darma pergi tidak ada orang yang boleh memasuki ruangan pribadinya, apa lagi jika tanpa ijin.


Noval melongok sebentar ke ruangan Darma, melihat ruangan sepi yang banyak sekali rak buku, berkas yang berjejer, dan meja kerja, tapi ternyata tidak ada satu orangpun di ruangan itu. Noval langsung menutup kembali pintunya.


"Apa yang kau lakukan di ruanganku!" Noval terkejut hingga tersentak saat menutup pintu. Ia menoleh ke arah sumber suara, ternyata ada Darma yang telah menatapnya dengan tatapan mengerikan.


"Aku tidak melakukan apapun" jawab Noval mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


Tapi Bayu bergerak cepat menyergap Noval, kedua tangannya kini berada di belakang punggung tergenggam erat oleh cengkraman Bayu. "Apa-apaan ini lepaskan aku!" Ucap Noval.


Sedangkan di sisi satunya seorang penjaga mendekat dan memeriksa Noval, ia memeriksa pada setiap kantong di bajunya bahkan di bagian tubuhnya.


"Tidak ada apa-apa Tuan" ucap penjaga memberi laporan. Namun tatapan Darma tetap tidak bergeming dari Noval yang sedang menahan sakit di tangannya.


"Bawa dia ke ruangan bawah tanah! Sampai kau selesai memeriksa ruanganku. Laporkan padaku jika ada satu barangpun yang hilang dari tempatnya, sekecil apapun itu"


"Siap Tuan" jawab penjaga memberi hormat.


"Apa! Aku hanya menutup pintu ruanganmu. Sedikitpun aku tidak masuk ke dalam, Tuan Darma!" Noval berontak dan protes, tapi Bayu semakin mengencangkan cengkeramannya. "Hei lepaskan aku!" ucapnya lagi. Bayu mengiringinya menuju lift, dan memencet tombol menuju penjara bawah tanah.


Pintu lift terbuka, sebuah ruangan besar, gelap, telah menyambut Noval. Bayu menggiringnya menyusuri lorong yang ada di ruangan bawah tanah itu, Noval terlihat berkeringat, ia menyusuri ruangan dengan matanya. Ruangan yang cukup mengerikan bahkan lebih pantas di sebut ruangan penyiksaan karena ada alat-alat penyiksaan di setiap sudut dan pada setiap ruangan yang berjeruji besi.


Bayu menghempaskan Noval di satu ruangan kosong dan sempit. "Kau harus menunggu di sini Tuan, sampai Tuan Darma benar-benar ingin melepasmu' ucap Bayu dengan nada dingin, lalu mengunci pintu besi dan meninggalkan Noval di sana


*****


Perusahaan Mangsur


Tap... Tap... Tap... Langkah Nita menyusuri lantai setelah keluar dari lift, sekertaris dari perusahaan Mangsur mengiringi di belakang Nita mengantarkan hingga ke depan ruangan Mangsur. Sesampainya di sana sekertaris mendekat ke arah pintu dan mengetuknya.


"Maaf tuan, ada Nyonya Mahesa sudah datang"


"Biarkan dia masuk"


Sekertaris keluar, lalu membungkukkan badan dan menjulurkan tangannya sebagai tanda mempersilahkan Nita untuk masuk ke ruangan Mangsur.

__ADS_1


"Silahkan Nyonya"


Hanya di balas anggukan olehnya, Nita melangkah tegap memasuki ruangan. Setelah ia di dalam, sekertaris menutup kembali pintu tanpa suara.


"Maaf telah lama menunggu, Tuan Mangsur" ucap Nita tersenyum, Mangsur yang telah menunggunya di sofa mempersilahkan ia duduk di sofa sebelah kanan.


"Jangan terlalu sungkan, aku yang seharusnya meminta maaf karena telah mengganggu waktumu" Tatapan Mangsur masih sama seperti dulu, tetap dengan penuh penasaran pada sosok wanita yang ada di hadapannya.


Tak lama kemudian sekertaris kembali masuk membawakan dua cangkir minuman, Setelah meletakkan ke atas meja ia kembali berpamitan keluar.


"Ada apa memanggilku kemari? Sepertinya ada masalah penting" Nita mengambil cangkir tersenyum sebelum menyeruput teh.


"Aku dengar putramu pulang hari ini, bagaimana perkembangannya? Oh. Tapi melihatnya yang sekarang aku jadi ragu pada putramu"


"Apa maksudmu?" Nita memicingkan matanya.


"Aku ragu, apa Noval masih bisa di andalkan! Jangan sampai dia mengabaikan semua tugas yang aku berikan" Tatapan mata beralih tajam.


"Jadi kau meragukan putraku rupanya. Kau tenang saja Tuan Mangsur, Noval pasti bisa mendapatkan berkas itu" Nita meletakkan kembali gelasnya dengan hati-hati.


"Kapan? Apa kalian sengaja mengulur waktu! Ini sudah terlalu lama Nyonya Mahesa" wajah Mangsur terlihat sudah tidak sabar. "Dan saat terakhir aku bertemu dengan putramu, aku melihat ada bulir cinta yang tumbuh di matanya" angan Mangsur kembali ke masa dimana Noval membuatnya ketakutan. Maka dari itu, Mangsur mencoba menyerang lewat Nita.


"Cinta?" Nita tidak mengerti apa maksudnya.


"Apa kau tidak mengetahuinya? Hahaha aku kira kau lebih sensitif pada putramu sendiri Nyonya" Mangsur mencondongkan posisi duduknya ke arah Nita. "Jangan sampai Noval tidak melakukan tugasnya hanya karena dia jatuh cinta pada Riyu" ucapnya dengan nada sedikit berbisik namun jelas.


"Apa! Itu tidak mungkin!" Sangkalnya.

__ADS_1


"Hemh, kau bisa melihatnya sendiri Nyonya. Dengar, jangan sampai kau dan putramu mengecewakan aku! Paham" Mangsur kembali ke posisi duduk tegak. Nita meremat jari-jemarinya, tidak percaya dengan apa yang telah di ucapkan Mangsur.


__ADS_2