Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Surat Perjanjian


__ADS_3

  Senja telah tiba, cahaya mentari yang gagah mulai meredup seiring waktu. Sam menikmati mabuk yang ia rasakan akibat terlalu banyak menengguk wine, rasanya enggan bangkit dari atas mobilnya.


 


"Bos, berapa lama lagi kau akan berbaring di sana? Seharian berjemur seperti ikan di atas nampan" ucap Aji berdiri tegap menatap dari balik kacamata hitamnya.


"Aji? Sejak kapan kau berada di sana" ucap Sam dengan suara yang malas. Lalu ia duduk sambil berkata. "Seingatku, aku datang sendiri ke sini. Kau menguntit ku ha?" ucap Sam meringis geli.


"Bos, kau terlihat bodoh saat mabuk" Aji mendekati Sam. "Biar aku yang menyetir, kau cepatlah turun dari sana. Kau akan segera bertunangan bos, bukankah itu hal yang menyenangkan?"


Sam terdiam sesaat mengerutkan keningnya. "Kau benar, seharusnya ini adalah sesuatu yang menyenangkan. Hey Aji, mari temani aku minum. Kita pergi ke villa untuk merayakannya" ucap Sam sempoyongan masuk ke dalam mobil.


"Dasar konyol, kau sudah terlalu mabuk masih saja ingin minum" gumam Aji dalam hati.


*****


Di sisi lain...


Riyu sibuk menata baju di lemarinya, sesekali ia tertegun teringat Sam. Perasaannya tidak karuan saat telinga Riyu kembali terdengar suara Mahesa yang menyebutkan bahwa Sam akan bertunangan dengan Lila.


Tok... Tok... Tok... Ketukan pintu membuyarkan angannya.


"Masuk" ucap Riyu sambil melanjutkan menata baju.


"Non. Di panggil tuan Mahesa ke ruangannya" ucap Mirah dengan tatapan cemas.


Riyu terdiam menatap Mirah. "Baiklah. Aku akan segera ke sana" Riyu menggeletakkan baju-bajunya lalu melangkah menuju ruangan Mahesa, di depan pintu ia berhenti sejenak."Ada apalagi papa memanggilku" Dengan hati yang ragu, jantung yang berdegup kencang, Riyu memberanikan diri mengetuk pintu.


"Masuklah" jawab Mahesa dari dalam ruangan.


"Papa memanggilku?" tanya Riyu gugup.


"Ya. Duduklah"


Pluukk. Mahesa meletakkan sebuah map di atas meja tepat di mana Riyu duduk di depannya.

__ADS_1


"Tanda tangani!" ucap Mahesa dengan nada datar.


Riyu memandangnya heran, ia mengambil map itu lalu membukanya. Di dalamnya ada selembar kertas perjanjian, berisi jika Riyu berani menggoda Sam lagi maka ia harus bersedia cerai dengan Noval tanpa mendapatkan sepeserpun harta. "Hanya ini? Apa papa pikir aku adalah wanita yang gila harta?!" Tanpa ragu Riyu menandatangani kertas itu, lalu menyerahkan kembali kepada Mahesa.


"Sejak kapan kau berani menggoda Sam?" Mahesa cukup terkejut Riyu menandatangani perjanjian itu tanpa ada protes sedikitpun yang keluar dari bibirnya.


"Sedikitpun aku tidak pernah menggodanya" jawab Riyu tegas.


Mahesa tertawa geli mendengar jawaban itu "Oh benarkah? Riyu. Aku menilaimu sebagai gadis berhati baik, saat aku tau kau membantu Sam dalam kecelakaan itu, tapi ternyata. Aku salah"


"Tuan Mahesa, aku tidak peduli bagaimana anda memandangku, aku yakin meskipun aku berbuat baikpun kau pasti akan tetap memandangku buruk" ucap Riyu menatap Mahesa tajam.


"Kau berani melawanku!"


"Maaf aku tidak berniat melawanmu tapi, Jika kau ingin menyalahkan aku, maka lebih baik kau harus melihat bagaimana putramu terlebih dulu. Dengan statusnya yang sudah memiliki istri, dia berani membawa wanita lain dan bercumbu di atas tempat tidurnya. Apa itu pantas Tuan Mahesa?"


Mendengar ucapan Riyu, Mahesa mengerutkan alisnya.


"Jadi kau mendekati Sam untuk membalas perbuatan Noval itu?"


Riyu terdiam, menatap Mahesa seksama "Ya. Anggap saja aku melakukannya untuk balas perbuatan Noval! Aku sudah setuju dengan perjanjian ini, dan aku sudah menandatanganinya. Permisi!" Riyu beranjak lalu keluar dari ruangan Mahesa.


Memang ada penyesalan dalam hati Riyu dengan ucapannya tadi, karena kenyataannya. Riyu tulus memiliki perasaan pada Sam, bukan untuk balas dendam semata. Tapi disisi lain juga tidak mungkin jika ia mengungkapkan itu semua. Bisa-bisa malah semakin membuat masalah jadi runyam. Untuk sementara ini, biarkan Mahesa percaya dengan kebohongan itu.


*****


Hari demi hari berlalu, tatapan keluarga Mahesa semakin dingin pada Riyu. Tapi dia tetap berusaha tegar, suasana masih panas sampai akhirnya hari pertunangan Sam di laksanakan.


Senyum lebar tersirat di wajah Lila, malam itu ia terlihat cantik mengenakan gaun biru muda yang membalut tubuh langsingnya.


Riyu memandang Sam dan Lila, saat Sam menggenggam tangan Lila dan memakaikan cincin di jarinya, entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang menusuk dadanya. Begitu sakit, tapi... Riyu tak berdaya. Tepuk tangan dan senyum bahagia terpancar dari seluruh tamu undangan dan kedua keluarga. Riyu mengalihkan perhatian pada meja prasmanan. Ia mengambil minuman dan lebih memilih menyendiri disana.


"Cantik bukan? Sam sendiri yang memilihkan cincin ini spesial untukku" ucap Lila yang secara tiba-tiba muncul menjulurkan tangannya, memamerkan cincin tunangan yang terpasang di jari manisnya.


"Selamat Lila, semoga kau dan Sam di berkati kebahagiaan" ucap Riyu tersenyum.

__ADS_1


"Oh terimakasih perhatiannya Riyu, tapi ingat. Sam sekarang sudah jadi milikku, aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dari genggaman tanganku. Jika ada yang berani melakukannya, Aku tidak akan segan membuat hidup seseorang penuh dengan kesengsaraan" Lila berbisik di telinga Riyu. "Oh satu lagi, berhentilah bersikap munafik di hadapanku. Wanita kampung!" Lila berbalik lalu beranjak pergi.


"Baiklah Riyu, ini semua telah berakhir... Lupakan perasaanmu, jalani sebagai mana mestinya. Sebagai istri Noval." Riyu berbisik pada dirinya sendiri.


**Malam itu di sebuah bar xx**


 


Suara musik yang menderu mengiringi anggukan setiap pelanggan yang berada di bar, sambil menikmati Wine di mejanya, Noval asik bermain dengan kedua wanita yang bersandar di pundaknya.


 


"Bos, Ada tamu cantik datang menemuimu" salah satu anak buahnya menghampiri.


"Suruh dia masuk. Kalian boleh pergi sekarang" ucap Noval pada kedua gadis di sampingnya.


"Uwah. Kau memang laki-laki yang pandai memikat wanita cantik" ucap Lila kagum saat berpapasan dengan dua wanita ketika masuk keruangan VIP menemui Noval.


"Ya bahkan tuan putri Mangsur terpikat olehku, sampai-sampai kau datang kemari hanya ingin bertemu denganku?" jawab Noval tersenyum.


"Kau pandai memuji diri tuan Noval, tapi baiklah aku akui. Aku memang datang kemari untuk berterimakasih karena kau telah membantuku mendapatkan Sam" Lila menarik dasi Noval hingga wajah mereka saling berdekatan.


"Oh ya? Bagaimana caramu berterimakasih padaku nona?" aroma parfum Lila membuat Noval merasa tergoda.


"Kau akan tau bagaimana caraku berterimakasih. Tapi aku ingin kau tetap bekerja sama denganku"


"Kerja sama yang bagaimana? Kau sangat menggoda." bisik Noval,


"Aku ingin kau membuat seseorang hidup seperti dalam neraka"


"Maksudmu Riyu?"


"Ya. Bagaimana? Kau bersedia?"


"Dengan senang hati" jawab Noval, ia memberi isyarat dengan tangannya supaya anak buah yang ada di ruangan itu pergi dan tidak mengganggunya.

__ADS_1


"Sepertinya kau memang lihai dalam hal ini" ucap Lila.


"Kau akan tau." Noval membenamkan wajahnya pada Lila. Setelah itu suara dari aktivitas mereka membaur bersama dengan musik DJ.


__ADS_2