Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Stroberi


__ADS_3

Mentari mulai beranjak naik, sinar lembut perlahan membelai menyeruak melewati celah tirai yang sedikit terbuka. Riyu mengedarkan pandangannya yang masih sedikit buram karena bangun tidur, matanya meraba ke jam dinding yang terpampang menunjukkan detik terus bergulir, kakinya terperanjak turun dari ranjang berlari kecil ke kamar mandi.


"Gawat, aku bisa terlambat" gumam Riyu menyambar handuk di ruang gantinya.


Bertepatan hari ini, Sam dan Riyu akan mengantar Maya ke bandara. Maya akan melakukan terapi ke negaranya, Singapore. Noval telah mempersiapkan pengobatan terbaik disana. Berapa lamanya tergantung kemajuan dari tubuh Maya untuk menerima terapi. Meskipun ia sudah sadar dan membaik sekarang, Maya masih perlu melakukan terapi agar bisa berjalan lagi seperti dulu. Sejak Maya sadar, Dhea selalu dengan ibunya, ia menginap di ruang kamar Maya.


"Sam, Sam ayo bangun!" Riyu menarik selimut Sam hingga terpental ke lantai. Tidak ada tanggapan dari Sam selain lenguhan kecil dan menggeliat membalikkan tubuhnya ke lain arah. Tidak habis ide, Riyu langsung membuka tirai lebar-lebar membuat Sam silau, tidak nyaman dengan sinar matahari yang menerpa wajahnya. Tangannya bergerak mencari selimut, tapi selimut itu sudah tergeletak dilantai barusan. Riyu tertawa menutupi mulutnya saat melihat reaksi Sam. Tapi, tawa Riyu terhenti saat Sam tidak bangun malah menutupi wajahnya dengan bantal.


"Saammm. Ayo bangun! Kita bisa terlambat nanti" Riyu menarik kedua kaki Sam, tapi percuma saja bahkan seluruh kekuatannya tidak bisa membuat Sam bergeming sedikitpun dari tempat tidurnya. Dari balik bantal, senyum seringai tersembunyi dari bibir Sam.


Riyu diam berfikir sejenak, kemudian kepalanya tiba-tiba memiliki ide konyol untuk membangunkan Sam. Riyu naik keatas tempat tidur Sam, menarik nafas dalam-dalam kemudian "Samm saayaanggg. Ayo bangun kita harus pergi sekarang!" suaranya memenuhi langit-langit kamar, Riyu melompat-lompat hingga Sam terpantul di atas ranjangnya.


"Aahhh bisakah kau diam!" bantal yang menutupi wajahnya dilempar tepat mengenai Riyu yang masih berdiri. Bukannya bangun, Sam membalikkan badannya dan kembali memejamkan mata.


"Tidak! Aku tidak akan diam kalau kau tidak bangun hahaha" Riyu semakin semangat memantulkan dirinya untuk mengganggu Sam. "Rasakan. Rasakan hahaha" masih melompat , tawanya semakin kencang melihat Sam yang memantul karena lompatannya.


Bruuukkk


Dentuman membuat Riyu terdiam, ia berbalik menatap kelantai yang ternyata Sam malah tersungkur di sana. "Sam, kenapa kau malah tidur di lantai?" Riyu mengadahkan tangannya di pinggang.


"Kau... " Sam duduk nyengir memegangi pinggulnya.


"Apa?" bertanya dengan wajah polos. Riyu tidak sadar gara-gara lompatannya Sam jadi terjatuh dari tempat tidur.


"Awas kau, biasanya pembalasan itu lebih menyenangkan sayang" Sam bangun menyeringai menatap Riyu yang berdiri mematung diatas kasur.


"Tunggu. Apa yang akan kau lakukan?" Riyu mulai memiliki firasat tidak enak saat melihat Sam tersenyum.

__ADS_1


"Aku sudah senang karena sikecil bawel itu tidak disini sekarang, tapi kau yang malah menganggu tidurku" Sam berjalan memutar ke sisi lain tempat tidurnya.


"Aku, aku cuma ingin kau bangun Sam. Lihat? Matahari sudah terang sekarang. Kita harus pergi ke bandara kan?"


"Aku tidak akan pergi sebelum memakanmu" mengangkat kedua bahunya.


"Sam hehe, sebagai permintaan maafku karena telah mengganggu tidurmu. Aku akan menyiapkan air untuk kau mandi, deal kan?" Riyu bergerak perlahan turun dari atas tempat tidur. Aku harus kabur, sebelum dia benar-benar memakanku.


"Apa dengan menyiapkan aku air mandi hatiku akan luluh begitu? Tidak akan! Kau tidak hanya menggangguku, bahkan kau membuatku terjatuh kelantai" Sam menatap dingin.


Jadi tadi itu dia terjatuh ya? Aku kira dia memang pindah kelantai tidurnya. Riyu terdiam menggigit bibir bawahnya. "Baiklah, aku minta maaf karena membuatmu terjatuh kelantai" ucap Riyu menjewer kedua telinganya sendiri.


"Hanya maaf? Lihat! Pinggangku cidera" Sam menunjuk pinggangnya.


"Apa?" protes Riyu. Ia yakin kalau itu cuma akal-akalan Sam saja supaya bisa mengerjainya.


"Kau harus bertanggung jawab!"


"Ya sudah, aku tidak akan pergi" Sam membanting tubuhnya ke atas tempat tidurnya lagi membuat Riyu gemas dengan kelakuannya.


"Saammmm. Ayolah." Riyu menggoncang tubuh Sam. "Sam!" mulai kesal.


Saat itu juga, Sam berbalik lalu menarik Riyu hingga terhempas diatas tubuhnya. Kedua tangannya melingkar erat di pinggang Riyu. "Kau tidak akan lolos sekarang" Sam menyeringai, puas sekali rasanya melihat wajah Riyu yang panik.


"Sam. Kau sudah janji tidak akan melakukannya lagi kalau kita belum menikah" ucap Riyu mulai memelas karena gagal berontak.


"Memangnya apa yang aku lakukan? Dasar mesum" Sam tersenyum tipis. Riyu merengut dengan wajah yang memerah. "Aku cuma ingin memberimu sedikit hukuman"

__ADS_1


Tuh kan. Dia memang pintar cari alasan. "Baiklah, apa hukumanmu Tuan Sam" Riyu tersenyum imut, padahal dihatinya berdegub cemas karena Sam pasti akan meminta hal yang aneh.


"Em... Apa ya" pura-pura mikir, padahal dia hanya mengulur waktu. "Aku ingin kau membuat stroberi"


Stroberi? Riyu berfikir. "Oh, baiklah aku akan membuatkanmu stroberi coklat. Sekarang turunkan aku. Oke" bahagia karena yakin atas terka annya. Tapi tetap saja tangan Sam masih memeluk Riyu, bahkan makin erat. Sam tersenyum menggeleng, ternyata jawaban Riyu masih salah. Riyu mencoba menjawab beberapa makan yang terbuat dari stroberi, tapi semua tidak ada yang cocok dengan keinginan Sam. "Trus stroberi seperti apa yang kau mau!" Riyu mulai kesal.


"Stroberi merah yang kau buat sendiri. Aku ingin kau membuatnya disini" Sam menunjuk lehernya.


"Apa?!" Langsung protres setelah tau stroberi yang dimaksud Sam adalah tanda kecup merah. Sam ingin Riyu membuat kecupan merah dilehernya. Yang benar saja, jika itu ia lakukan pasti tanda merah dileher Sam akan dilihat Noval dan Maya. Membayangkan saja wajahnya sudah semerah apel.


"Aku tidak mau!" memalingkan wajah karena malu. Riyu kembali berontak tapi tetap saja tidak bisa lepas dari pelukan tangannya.


"Kalau begitu aku akan membiarkanmu diatas sini, sampai besok bila perlu" cuek memejamkan mata kembali.


"Sam!"


"Apa?! Ayo cepat. Buat stroberimu" tersenyum saat melihat wajah Riyu mulai mempertimbangkan keinginannya. Riyu menatap kesal pada Sam yang tersenyum imut sambil menunjuk lehernya. Lakukan saja, biar urusan cepat selesai. Begitu gumam Riyu dalam hati.


"Sudah. Puas?" ucap Riyu setelah membuat satu tanda.


"Belum! Kau membuatnya dengan kesal barusan, ulangi lagi disini. Tapi harus penuh kasih sayang" Sam menunjuk sisi lain lehernya.


"Tapi... " protres.


"Ingat, harus dengan kasih sayang. jika tidak aku aku akan menyuruhmu mengulanginya terus"


Riyu mulai gemas, tapi kemudian ia melempar senyum semanis mungkin lalu membenamkan wajahnya leher Sam. Mengecup lembut sekali sebelum membuat stroberi disana. Sedangkan disisi lain, Sam menahan tawanya. Puas pagi-pagi sudah berhasil mengerjai kekasih tercintanya. Riyu kembali mengangkat wajahnya, jarinya membelai lembut ketanda merah yang ia buat barusan.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" Sam tersenyum.


Ungkapan pagi diiringi dengan ciuman lembut sebelum tangannya melepas tubuh mungil Riyu. Setelah drama panjang pagi itu, mereka bergegas untuk bersiap mengantar Maya dan menjemput Dhea.


__ADS_2