Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Mengusir Lila


__ADS_3

Nita termenung masih dengan map ditangannya. Rencana yang sudah ia susun bertahun-tahun kini kacau balau keluar dari jalurnya.


"Tidak. Jika sampai Riyu menceraikan Noval, maka aku akan gagal mendapatkan sebagian harta Galuh, tidak, Ini tidak boleh terjadi!."


Nita langsung bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Noval, sejak ia melihat liontin yang dipakai oleh Riyu, ditambah lagi Nita pernah menemukan foto Galuh dan Diana yang tersimpan di bawah baju Riyu. Nita menjadi sangat yakin kalau Riyu memang anak kandung Galuh yang hilang.


"Pantas saja Darma sangat menginginkan Riyu untuk bekerja di perusahaannya, karena Darma sudah tau kalau Riyu adalah cucunya!." gumam Nita menyimpan kecemasan di hatinya. Ternyata dirinya sudah keduluan oleh Darma.


Berselang berapa lama kemudian akhirnya Nita pun sampai di rumah sakit. Ia langsung masuk menuju kamar Noval. Nita melempar map itu ke atas pangkuan putranya


"Apa ini?" Tanya Noval mengamati map yang ada di tangannya sekarang.


"Kau lihat saja sendiri" Ucap Nita yang berdiri sambil memeluk lengannya.


"Surat cerai?" Ucap Noval mengerutkan keningnya.


"Ya! Riyu yang datang sendiri mengantar surat cerai itu. Dan apa kau tau apa yang dilakukan Mahesa?! Dia malah merestui hubungan Riyu dengan Sam! Kau lihat kan? Kita kalah Noval! Dan setelah ini pasti Mahesa akan mengusir kita dari rumahnya!" Omel Nita panjang lebar.


"Mama, aku tidak menyangka kalau kau ternyata benar-benar lemah dan menyerah begitu saja!" Ucap Noval lalu melempar map itu ke dalam tong sampah.


"Apa lagi yang bisa kita lakukan?! Apalagi Mahesa dan Tuan Darma mendukungnya sekarang! Kita tidak memiliki kekuatan apapun Noval!"


"Ma, Riyu tidak akan berani menceraikan aku! Aku juga baru akan memulai rencanaku. Bisakah kau diam dan tunggu saja sampai rencanaku berjalan sempurna! Setelah itu Riyu pasti akan menuruti semua keinginan kita!"

__ADS_1


Nita terdiam menatap Noval dalam. "Apa rencanamu sebenarnya?" Tanyanya penasaran.


"Mama tunggu saja, drama baru akan segera dimulai. Tunggu saatnya aku bertindak!" Noval menyeringai lalu menggigit apelnya ditangannya.


Noval memang orang yang dipenuhi dengan akal picik, Nita mulai merasa lega karena Noval pasti tidak akan bermain-main lagi. Ia sepakat, akan melihat dan menunggu sampai Nita tau apa yang akan Noval lakukan. Percaya kalau putranya ini sudah memiliki rencana bagus meskipun ia belum tau apa isi rencana itu.


⭐⭐⭐⭐


Akhir pekan ini mungkin akan menjadi pekan yang santai untuk Riyu, meskipun Sam hanya bisa menemaninya sore nanti, tidak masalah. Riyu paham kalau Sam memang orang yang sangat sibuk. Saat itu Riyu sedang asyik membaca novel di bangku santai yang ada di tepi kolam, ditemani dengan jus alpukat segar dan beberapa cemilan di atas mejanya.


"Ugh. Tidak di Dunia nyata, tidak dinovel, kenapa peran wanita selalu mudah ditindas!" Ucap Riyu gemas membaca novel favoritnya.


Tak lama kemudian terdengar suara ribut di dalam villa, Riyu menutup novelnya sambil mendengarkan dari mana arah suara keributan itu.


"Non, sudah saya bilang tuan Sam tidak ada di rumah" ucap pelayan mengejar Lila yang menyelonong masuk.


"Non Lila! Kau dilarang masuk!" Ucap pelayan itu sambil menahan lengan Lila.


"Kau pelayan menjijikkan! Beraninya kau menyentuhku!" Lila mengambil ancang-ancang hendak menampar. Lalu si pelayan melepaskan genggamannya menutup pipinya dengan telapak tangan.


Saat tangan Lila berayun, Saat itu juga Riyu langsung menahannya dengan kuat. "Memangnya kenapa kalau dia pelayan? Pelayan justru lebih memiliki tata Krama dibandingkan denganmu!" Ucap Riyu menatap tajam, lalu menghempaskan tangannya.


"Ooohhh jadi kau mulai merasa jadi Nyonya di rumah ini Hem? Kamu merasa berkuasa sekarang? Dasar tidak tahu malu! Seharusnya kau ingat statusmu yang ga lain cuma wanita kampung!" Lila memandang jijik ke arah Riyu.

__ADS_1


Riyu bersikap cuek dan mencoba untuk tidak menggubris omongan Lila "Sekarang katakan padaku, kenapa kau datang dan membuat keributan di sini?" Ucap Riyu dengan tenang.


"Jelas aku ingin menemui Sam! Tapi tidak di sangka malah bertemu wanita murah sepertimu!"


"Ooowww... Coba lihat, sekarang siapa yang tidak tau malu? Bukankah Sam sudah memutuskan pertunangannya dengan mu? Dan kau masih datang kemari untuk menggodanya? Haha, Lila, Lila. Kamu menyedihkan"


Mendengar ucapan Riyu, Lila benar-benar ingin meremat mulutnya. "Sekarang terbukti, siapa yang murah bukan?" ucap Riyu lagi.


"Kau..."


"Pergi dari sini"


"Kamu berani ngusir aku?!" protres Lila.


"Kenapa tidak? Aku berhak melakukannya."


Lila hanya berdiri menatap Riyu dengan gigi yang terkatup rapat.


"Tunggu apa lagi? Cepat pergi! Atau kau lebih suka satpam yang menyeretmu keluar dari sini?!" Ucap Riyu dengan nada tinggi.


"Hemh! Tunggu saja kau Riyu!" Lila kesal. Ia berbalik lalu keluar dari rumah.


Apa yang membuat gadis kampung yang ia kenal bisa jadi garang seperti itu, dan lagi, Riyu sudah terang-terangan tinggal bersama Sam sekarang. Berbagai pertanyaan berayun dibemak Lila yang mulai mengudikan mobilnya menjauh dari Villa.

__ADS_1


__ADS_2