
Riyu melenguh dari tidurnya, ia duduk memijat kepalanya yang terasa pening. Perlahan ia membuka mata, pandangannya masih terasa kabur, ruangan seperti bergerak berputar menjadi tiga dimensi.
"Jadi begini rasanya orang mabuk?" gumam Riyu menutup matanya rapat-rapat.
Riyu berjalan sempoyongan ke arah wastafel yang terletak di kamar mandi, lalu membasuh wajahnya. Saat dia melihat bayangan di cermin, ia melihat ada bekas kecupan merah di lehernya.
"Apa ini?" Ucap Riyu mendekat ke cermin, matanya langsung terbuka lebar. "Kurang ajar, jadi Noval sengaja membuatku mabuk dan memanfaatkan kesempatan itu!" Riyu kesal langsung melangkah keluar kamar mandi.
Riyu membuka lemari pakaiannya mengganti bajunya, setelah itu ia mengambil tas selempang, kunci mobil, Riyu bergegas keluar kamar. Namun sebelum dia membuka pintu, Noval sudah terlebih dulu masuk langsung menutup pintu. Mereka saling berpandangan, Riyu memandang Noval dengan penuh rasa kesal karena telah dimanfaatkan, sedangkan Noval memandang Riyu dengan penuh kemarahan.
Riyu ingin sekali menjauh darinya, ia mencoba menerobos melewati Noval yang berdiri di hadapannya. "Mau kemana kamu!" Ucap Noval menahan lengan Riyu dan menariknya.
"Bukan urusanmu!" Riyu mengibaskan cengkeraman Noval dan kembali melangkah. Tapi lagi-lagi Noval menariknya sampai Riyu terhempas ke tempat tidur.
"Apa lagi yang kau inginkan brengsek! Kau sudah mempermainkan aku dan sekarang berani bersikap kasar!" Bentak Riyu.
"Mempermainkan?" Balas Noval.
"Ya! Kau sengaja membuatku mabuk kan?! Supaya kamu bisa seenaknya mempermainkan aku. Aku tau kau suamiku Noval, tapi tidak seperti itu caranya kan! Kamu harusnya bisa menungguku sampai aku benar-benar siap melayanimu lagi!"
Noval semakin geram mendengar Riyu bicara, ia mencengkram leher belakang Riyu. "Kau protes jika aku yang menyentuhmu? Kau menyuruhku untuk menunggu sampai kau siap untuk melayaniku! Tapi kau tidak perlu waktu lama untuk melayani orang lain?! Murahan!"
"Apa maksudmu!" Ucap Riyu bergetar, ia merasa tertusuk dengan perkataan Noval.
"Masih berani tanya apa maksudku!" Noval menatap tajam mendekat ke wajah Riyu. "Kau sudah tidak perawan lagi, katakan padaku dengan siapa kau melakukannya!" Ucap Noval menggeletakkan gigi menahan amarahnya.
Riyu menatap Noval dengan ekspresi terkejut, tak lama setelah itu Riyu tertawa terbahak karena geli mendengar pertanyaan Noval yang menurutnya konyol.
"Apa yang kau tertawakan!" Noval semakin kesal, ia menghempaskan cengkeramannya sambil menatap Riyu heran.
"Tentu saja menertawakan kebodohanmu! Noval sudah berapa lama kita menikah? Dan kau protes kalau aku sudah tidak perawan? Kau bertanya dengan siapa aku melakukannya?!" ekspresi Riyu berubah serius ia berdiri tepat di hadapan Noval.
"Tentu saja kau yang melakukannya, kita suami istri dan sudah pasti melakukan permainan di atas ranjang sebelumnya kan!"
Noval kembali mencengkram Riyu di bagian dagunya, "Selama ini aku belum pernah menyentuhmu sedikit pun! Kau pasti melakukannya dengan Sam keparat itu! Jawab!" Ucap Noval bernada tinggi dan cepat sambil mendorong Riyu kebelakang.
Riyu terdiam. "Sam?" Gumamnya lirih. "Siapa Sam?" Tanya Riyu tak berdaya. Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, hatinya merasakan getaran kuat. Bibirnya bergetar saat menyebutkan nama Sam.
"Katakan Noval! Siapa Sam?!" Bentak Riyu di iringi air mata yang meluncur ke pipinya.
Noval mengalihkan pandangannya ke sisi lain menghindari tatapan Riyu yang penuh amarah, Noval merasa bersalah karena ceroboh telah menyebut nama Sam di depan Riyu. Karena marah Noval lupa kalau Riyu sudah tidak ingat lagi masa lalunya.
"Aku benci kamu!" Ucap Riyu memukul dan mendorong Noval. Ia kembali mengambil tas selempang yang terjatuh di lantai lalu pergi sambil menghapus air matanya.
Noval masih tertegun dengan pertengkaran itu, "Argh Sial! Kenapa aku bisa lupa kalau Riyu hilang ingatan!" umpat Noval pada dirinya sendiri.
Noval mengatur nafasnya, ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Mencoba untuk rileks dan menstabilkan emosinya kembali, tapi perasaannya merasakan sesuatu yang berbeda.
Dia begitu kesal setelah tau Riyu sudah ada yang menyentuh selain dirinya. Entah itu perasaan cemburu atau perasaan kesal biasa karena mainannya sudah di renggut orang.
****
__ADS_1
Hari sudah menjelang malam, Noval terbangun dari tidurnya yang masih di sisi ranjang bagian bawah. Ia melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 5 sore.
"Kenapa aku tidur selama itu!" Noval menggerutu dan bergegas membersihkan diri.
Tak lama kemudian Noval turun dari kamarnya, ia melihat tuan Darma yang baru pulang dari kantor.
"Noval apa kau sudah bersiap?! Ingat kita akan kembali besok!" Tanya Tuan Darma.
"Aku sudah mempersiapkan semuanya" jawab Noval.
"Kau harus ingat perjanjian kita, kau sekarang dalam pengawasanku. Jika kau berani menyakiti cucuku, aku tidak akan segan menghancurkan kedua tanganmu! Kau paham?" Ucap Darma dengan nada yang santai, tapi ekspresi membunuh. Darma menepuk pundak Noval lalu pergi menuju kamar utamanya.
"Kau tenang saja Tuan Darma, aku akan bermain dengan lembut kali ini" gumam Noval dalam hati, memandang Darma memasuki kamarnya.
Noval menoleh ke seluruh ruangan yang di lewatinya, namun tidak ada sosok yang dia cari di sana. "Apa kau tau dimana Riyu?" Tanya Noval pada pelayan yang kebetulan lewat.
"Terakhir saya lihat, Non Riyu pergi tadi pagi Tuan. Setelah itu saya belum melihat Non Riyu pulang" jawab pelayan apa adanya.
Noval terdiam sesaat. "Arh... Buat apa aku buang-buang waktu memikirkannya, lebih baik aku pergi bersenang-senang sebelum kembali ke kota Y besok!" Noval bergegas pergi.
Sebuah Kasino disalah satu kota di Singapore menjadi tujuan Noval saat itu, bersama teman sehobi berjudinya, Noval menghabiskan waktu di sana untuk membuang rasa suntuknya.
Tinggal bersama kakek Darma memang tidak mudah, Noval harus banyak menjaga sikap, tatakrama, belum lagi peraturan ini dan itu. Untuk sementara ini dia harus mengikuti alurnya sambil mencari titik kelemahan Tuan Darma.
Noval melihat jam yang menunjukkan pukul 1 malam lalu kembali bertanya pada pelayan yang hendak membawakan air minum ke kamar Darma. "Apa Riyu belum pulang?"
"Belum Tuan" jawab pelayan.
Noval kembali masuk ke kamar dan menghempaskan dirinya. "Biarlah, untuk apa aku memikirkan wanita bodoh itu!" ucap Noval terpejam.
Setengah jam berlalu, Noval mencoba untuk tidur tapi tetap saja tidak berhasil. Wajah Riyu yang marah tadi pagi terus membayanginya, Riyu pergi dengan perasaan marah dan belum kembali sampai sekarang.
"Wanita Kurang ajar, kau benar-benar membuatku muak!" ucap Noval langsung bergegas untuk mencari Riyu.
Saat Noval mengambil kunci mobilnya di atas meja hias... "Noval dimana Riyu!" hardik Darma.
"Aku sedang bersiap mencarinya kek" jawab Noval gugup.
Darma mengibaskan telapak tangannya menandakan segera Noval harus pergi.
"Sial, pertama kalinya aku harus berputar putar kota untuk mencari wanita bodoh! Jika bukan karena kekayaannya sudah ku cabik-cabik dia!" ucapnya sambil menoleh setiap jalan yang dilewatinya.
Noval sudah mencari dibeberapa kaffe dan restoran yang buka 24 jam, tapi belum juga menemukan Riyu di sana. Namun pada saat Noval berhenti dilampu merah, matanya tertuju pada sebuah kaffe sederhana yang berada di lantai dua. Di sana terlihat Riyu yang sedang duduk sendirian di kursi pengunjung yang berada di luar ruangan. Noval langsung membelokkan mobilnya ke parkiran kaffe.
Riyu sedang asik dengan lamunannya, sehingga tidak sadar kalau Noval sudah duduk di hadapannya.
"Kakek mencarimu"
__ADS_1
Riyu terkejut lalu menoleh ke arah Noval. "Pelayanan, bil" Riyu menjentikkan jarinya, tak lama seorang pelayan kaffe datang. Setelah membayar Riyu bergegas pergi mengabaikan Noval begitu saja.
"Kau..." Noval geram.
"Kita pulang, besok kita tidak boleh terlambat " Noval langsung menggandeng tangan Riyu, menariknya menuju mobilnya.
"Lepaskan aku!"
"Riyu berhentilah bersikap angkuh di hadapanku!" Noval mulai tidak sabar. Riyu masih saja mengabaikannya.
Terpaksa Noval langsung menggendong Riyu masuk ke dalam mobilnya,
"Dasar kau gila!" Riyu berontak.
Cekrek.... Noval menodongkan pistol di depan kening Riyu. "Jika kau masih bertingkah di hadapanku, akan aku hancurkan kepalamu. Sayang" ucap Noval dengan tatapan tajam.
Riyu terdiam gemetar, ia merasakan kejadian ini tidak asing. "Ok. Kita pulang" ucap Noval kembali menyimpan pistolnya dan langsung melajukan mobilnya.
Dalam sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, sesekali terdengar isakan Riyu di iringi tangannya yang mengusap pipinya. Sedangkan Noval, hanya mengamati dari balik setir mobilnya.
"Oke aku akan jujur padamu! Semalam aku tidak menyentuhmu" ucap Noval memecah keheningan. Namun Riyu masih tetap diam memandang keluar jendela.
"Aku kehilangan gairah setelah tau Sam keparat itu telah menyentuhmu!" Gumam Noval dalam hati.
"Riyu kau mendengarku?!" Noval kesal.
"Untuk apa aku mendengarkan. Kau pasti bohong!"
"Ga ada gunanya aku bohong pada perempuan bodoh sepertimu! Jika aku melakukannya maka kau akan bangun pagi harinya tanpa mengenakan busana!" Noval menjelaskan dengan nada kesal.
Riyu melihat ke arah Noval, "Benar juga, lagipula tadi pagi pakaian tidurku masih utuh di badan" gumam Riyu dalam hati.
"Lalu bagaimana dengan Sam? Siapa dia?"
"Dia adik iparmu" Jawab Noval singkat, salah dia keceplosan dan sekarang harus menjelaskannya.
"Adik iparku? Jadi kau menuduhku melakukannya dengan adik ipar?!"
Noval terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa. "Ya... Ya aku hanya bercanda tadi pagi" Noval menghela nafas panjang.
"A... Aku minta maaf oke... Sekarang berhentilah menangis, jika tidak kakek akan introgasi nanti! Aku muak mendengar ceramahnya!"
"Kau menjijikkan" gumam Riyu.
Setelah perdebatan, suasana kembali hening. Mereka harus segera kembali dan bergegas istirahat karena besok pagi sudah harus sampai di bandara untuk penerbangan pagi.
***Bersambung.......
Episode Selanjutnya :
Mencintai Kakak Ipar part 2***
__ADS_1