Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Topi Tertukar


__ADS_3

"Kamu ngga papa?" Riko menjulurkan tangannya membantu Casandra bangun.


"Nga papa. Cuma agak nyeri dikit" jawabnya sedikit meringis menahan nyeri. Hal memalukan, terguling di hadapan gebetan. iya kan Hiks, Hiks.


Casandra mengambil kembali topinya yang jatuh gara-gara tubrukan tadi. "Kok topiku jadi longgar gini si!" keluhnya dalam hati.


Mereka kemudian melanjutkan langkahnya untuk mengambil hadiah dari Casandra. Coba kita lihat, hadiah apa yang akan aku terima dari gadis terkaya di kota ini. Bisik Riko dalam hati.


"Oke. Sekarang ayo tutup matamu" ucap Casandra menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.


"Baiklah" ucap Riko menuruti perintah Casandra.


Sebelum memberikan hadiahnya, Casandra memandang Riko yang masih tersenyum sambil terpejam. Matanya, alisnya, bibirnya, cowok yang sempurna kan? "Hihihi". Casandra tersenyum malu-malu.


"Ehem... Apa, aku boleh buka mata sekarang?" tanya Riko.


"Eh. Tunggu, jangan buka mata dulu!" ucap Casandra yang tersadar dari lamunannya. Ia menggenggam tangan Riko lalu memasangkan sebuah arloji khusus yang telah didesain oleh Casandra sendiri.


"Sudah. Kau boleh lihat hadiahnya sekarang."


Casandra menyembunyikan keduanya tangannya dibalik punggung. Sesekali ia bergerak membetulkan topi yang terasa kendur di kepalanya, sambil menatap Riko menunggu komentar apa dia suka dengan hadiahnya atau sebaliknya.


"Sial! Ini kan arloji yang cuma ada dua disini." ucap batin Riko sambil terus melihat arloji yang telah terpasang di tangannya. Arloji mewah, dengan 12 titik berlian melingkar searah jarum jam.


"Kenapa? Kamu ga suka ya?" tanya Casandra agak berdebar, takut Riko tidak akan menyukai hadiah pemberiannya.


"Casandra. Apa kamu bercanda? Ini hadiah paling indah yang pernah aku terima. Makasih ya." ucap Riko tersenyum langsung merengkuh Casandra masuk kedalam pelukannya.


Tolong. Aku ga mimpi kan? Riko memelukku. Katakan padaku kalau ini bukan mimpi. Bisik Casandra dalam hati.


"Makasih" ucap Riko lagi sambil tersenyum, ia mendekatkan wajahnya pada Casandra. Nafas Riko menerpa wajah Casandra dengan lembut. Tapi, ia terhenti ketika tanda jam kuliah dimulai berdering.


"Oh. Em... Sorry" Riko langsung melepaskan Casandra.


"Em... Aku... Masuk kelas dulu" ucap Casandra tersipu malu langsung berlari menuju kelas dengan perasaan yang tidak karuan.

__ADS_1


*****


Anan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ingin cepat sampai kedai dan mau langsung protes pada kak Sanya. Persetan dengan para gadis itu. Menggelikan! gerutunya dalam hati.


Sebenarnya Anan memiliki wajah yang ganteng, tegas, senyumnya yang santun dan tenang, apalagi matanya yang khas. Kulitnya memang tidak terlalu putih, sawo matang lah. Tapi itulah yang membuatnya terlihat seksi.


"Kak Sanya. Pokoknya besok aku ga mau pergi lagi ke kampus!" protes Anan sambil terus mengikuti kemanapun kakaknya sibuk melangkah.


"Ada apalagi adikku sayang?" tanya Sanya menatap Anan sebentar lalu kembali beralih ke kue-kuenya.


"Tadi mereka masih saja mengenali aku kak!"


"Jadi kau dikejar lagi?" Sanya langsung tertawa geli. Namun melihat ekspresi adiknya yang murung, iapun menghentikan tawanya. "Baiklah, maafin kakak ya. Kalau kau tidak nyaman, biar kakak saja yang mengantarkan kesana" Sanya membelai lembut wajah Adiknya.


Senyum Anan kembali muncul, ia bergegas mengambil kunci kontaknya lagi dan bersiap untuk membeli bahan kue yang telah habis. Anan melangkah keluar, tapi topi yang ia kenakan tiba-tiba jatuh.


Anan memasang kembali topi itu di kepalanya. "Ish. Kenapa jadi sempit topinya?" Rasanya topi itu mengecil, agak sesak di kepalanya. "Eh tunggu sebentar" gumam Anan. Ia melepaskan topi hitamnya, lalu mengamati.


"Apa ini?"


"Sejak kapan topiku ada hiasan seperti ini?!" ucapnya, namun ingatannya langsung tertuju pada tragedi di kampus tadi. Jangan-jangan topi ini punya gadis galak itu. Bisik Anan dalam hati.


Anan ingin mengembalikan topi itu, tapi dia juga bergidik jika harus balik ke kampus. "Sudahlah, biarkan tuanmu mencarimu kesini. Baru aku akan memberikanmu padanya oke!" Anan berbicara pada topi Casandra kemudian memakainya lagi. Memang agak sedikit sempit, tapi terpaksa karena Anan tidak punya topi lagi.


*****


Kampus


Sepanjang pelajarannya Casandra hanya melamun sambil senyam senyum mengingat saat-saat bersama Riko tadi. Kini, tiga sekawan itu sedang duduk di kantin sekolah. Sara dan Nanda saling berpandangan heran melihat Casandra yang dari tadi cuma senyum-senyum sendiri.


"Kamu ga eror kan Sandra?!" tanya Sara menempelkan punggung jarinya di kening Casandra.


"Aku eror gara-gara dipeluk Riko Sar. Eh" Casandra tersadar keceplosan, ia langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"Cieeee" ucap Nanda dan Sar serentak.

__ADS_1


"Trus gimana? Riko udah nembak?" tanya Nanda.


Casandra menggeleng cepat, topinya yang kegedean langsung bergerak membuat Casandra tidak nyaman. "Aduuh. Ini topiku kok jadi keged..... Loh"


"Kenapa Ndra?" tanya Nanda.


"Ini bukan topiku!"


"Casandra. Eror boleh, tapi jangan banget-banget deh. Kalau itu bukan topimu trus topi siapa?! Cewe kan yang pake topi disisni cuma kamu" sahut Sara.


Seketika tatapan tajam Casandra langsung menusuk Sara. "Hehe. Aku bercanda Casandra" Sara tidak enak hati.


"Bukan itu! Ini pasti topi punya cowok menyebalkan itu!" Casandra kesal.


Sedangkan Sara dan Nanda tidak paham apa yang diucapkan Casandra. "Maksudnya apa si?"


"Tadi waktu aku lagi jalan sama Riko, ada cowok tukang kue nabrak aku. Sialnya, selain dia ambil topi, dia juga jatuhin aku!" jelasnya kesal.


"Kok bisa sih!" Sara tidak percaya.


"Ga tau. Tapi tadi dia dikejar-kejar sama para senior kita."


"Wah... Pasti ganteng kan?" Sahut Nanda.


"Ganteng apanya! Nyebelin iya!. Nanda, Sara, gimana dong. Itu topi hadiah dari Ayah waktu ultahku ke 17 kemarin" Casandra panik.


"Topi yang ada gold diamond itu???" ucap Sara.


"Iya Sara. Masa topi berhargaku ditukar sama topi kecut ini!" Casandra mengamati topi Anan. Warnanya sama hitam hanya saja, milik Casandra ada lambang S dari gold diamond, sedangkan milik Anan ada lambang A yang dibuat dari Tipe-X. wkwkwkwk.


Nanda dan Sara tau, barang yang diberikan oleh Om Sam untuk Sandra pasti adalah barang berharga dan bernilai tinggi. Topi itu juga jadi topi kesayangan Casandra.


"Ya sudah, nanti kita bantu ngomong sama Om Doni ya supaya bantu nemuin topi kamu" Nanda mencoba menenangkan Casandra.


Hari ini jadwal kuliah memang lumayan sibuk. Apa boleh buat, Casandra hanya bisa meminta tolong pada Doni untuk membantunya. Sebenarnya ingin keluar sendiri untuk mencari topinya, tapi, kesalahannya yang kemarin belum juga beres, kalau sampai Casandra berkeliaran lagi diluar, pasti ayahnya akan menambah hukumannya.

__ADS_1


__ADS_2