Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Hinaan


__ADS_3

Bremmm... Breemmm...


Sepeda motor Anan terhenti tepat di seberang kampus. Sesekali dirinya mengamati sekitar, berharap ia bertemu dengan Casandra Sebelum ia mulai kerja, setidaknya Anan harus tau dulu seperti apa sosok yang akan ia kawal.


Sambil menunggu, Anan duduk di atas sepeda motornya menatap hampa pada gedung kampus ternama yang pernah ia pijak. Dua tahun lalu tepatnya, Anan pernah menjadi mahasiswa berprestasi di kampus ini. Perjuangannya di tingkat sekolah mampu mendapatkan beasiswa untuk meneruskan pendidikan di kampus ini.


Sebelum Anan membantu kakaknya di kios kue, ia bekerja paruh waktu sebagai tukang kebun suatu keluarga terpandang di kota Y. Namun karena suatu fitnah, Anan harus kehilangan kesempatan untuk melanjutkan kuliah juga pekerjaannya.


"Akhirnya kau muncul juga" ucap Anan tersenyum ketika melihat Casandra bersama kedua sahabatnya berjalan ke arah taman kampus. Iapun bergegas menyeberang dan menghampiri mereka.


"Apa??? Jadi Riko mengajakmu berkencan?" Nanda terkejut. Sedangkan Casandra menjawabnya dengan anggukan yang sangat bersemangat.


"Akhirnyaaa.... Kalian bisa dekat juga haha. Selamat ya Ndra" ucap Sara. Ia ikut bahagia karena perjuangan Casandra untuk orang yang disukai akhirnya membuahkan hasil. "Eh, itu kan Anan" ucap Sara.


Casandra dan Nanda langsung mengalihkan pandangannya ke gerbang utama kampus. "Liat deh, kayaknya dia mau kesini hihi. Ehm" ucap sara lagi langsung merapikan rambutnya dan duduk dengan anggun.


Tidak lama kemudian, pria bertubuh tinggi itu sudah berdiri di hadapan mereka. "Bisa kita bicara sebentar?" ucap Anan pada Casandra.


"Maksudmu. Bicara padaku?" Casandra menunjuk wajahnya sendiri.


"Bukan. Tapi bicara pada gelas jusmu!. Ya kamulah siapa lagi?"


Cih, dasar!. "Kalau begitu, bicaralah" ucap Casandra.


Anan terdiam menatap Casandra dingin. Ntah kenapa, tengkuknya langsung terasa angin dingin yang meniup. Ternyata selain menyebalkan, dia seram juga ya. Gumam Casandra dalam hati.


"Huh. Oke, ayo kita bicara" Casandra beranjak dari duduknya. Sedangkan Nanda dan Sara hanya diam memperhatikan.


Mereka berdua berjalan ke sisi taman yang tidak terlalu banyak orang. Ternyata dia mau memakai topi yang aku berikan hihi. Gumamnya dalam hati. Casandra berhenti cengengesan ketika Anan menatapnya heran.


"Eheem... Oke, apa yang mau kau bicarakan?" tanya Casandra berusaha serius.


Sebelum berbicara Anan menoleh ke sekitar, memastikan tidak ada orang yang mengupingnya. Anan menggertakkan jari telunjuknya, supaya Casandra mendekat dan mendengar bisikannya.

__ADS_1


"Kau... Dekat dengan Putri Tuan Sam kan? Eum... Bisa kau beri tau padaku seperti apa dia?" ucap Anan dengan nada sedikit berbisik.


Agak terkejut dengan pertanyaan Anan. Kenapa dia sangat penasaran padaku? gumam Casandra menatap Anan heran.


"Kenapa kau menanyakannya? Jawab dengan jujur, kamu pasti mau berniat jahat. Iya kan?!"


"En... Enggak. Duuuhhh, gimana ya aku ngomongnya sama wanita tengil ini" gumam Anan menyeka wajahnya. Iapun terdiam sesaat sambil memikirkan kata-kata yang tepat.


"Dengar Nona tengil, sedikitpun aku tidak berniat jahat padanya. Aku tau kau berhubungan dekat dengan Nona muda kan? Beri tau seperti apa dia. Kau boleh menghabisiku jika sampai aku melakukan niat buruk padanya. Okey" ucap Anan penuh harap.


Casandra terdiam menatap seksama, ia melihat mata Anan yang menatap dengan penuh harap. Selama ini kak Sanya dan pria menyebalkan ini hanya mengenalku sebagai bodyguard wanita yang mengawal putri Sam. Aduuhh, ga mungkin kan aku menguak diriku sendiri.


"Aha!" ucap Casandra tiba-tiba.


"Apa?" Anan tidak mengerti.


"Apalagi? Kau mau tau seperti apa Nona muda kan? Ayo ikut aku" ucap Casandra antusias. Ia langsung menarik tangan Anan supaya mengikutinya.


"Mohon maaf Nona Muda, ada yang ingin bertemu denganmu" ucap Casandra pada Sara sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Namun, meskipun Casandra sudah memberi isyarat, Sara masih tidak mengerti dengan maksud Casandra, apalagi memanggilnya dengan sebutan Nona muda.


"Sandra maksud... " belum juga Sara menyelesaikan ucapannya, Casandra langsung memotongnya.


"Ahh... hehe. Nona muda, dia adalah pria kue yang ada di kedai kak Sanya. Dan katanya ingin melihatmu. Kemarin kalian sudah bertemu kan? Tapi Pria kue ini belum tau kalau kau adalah putri tuan Sam. Haha" ucap Casandra dengan tertawa yang dipaksakan.


"Sandra, aku ngga nger... " ucap Sara. Lagi-lagi Casandra melotot lalu mengedipkan matanya. Anan terdiam bersama perasaan was-was. Sedangkan Nanda bingung dengan tingkah Casandra.


"Aahaha.... I iya, aku paham sekarang. Hai Anan, kemarin kita sudah bertemu tapi belum sempat kenalan kan? Hehe" ucap Sara terpaksa mencoba menuruti alur Casandra.


Jadi dia, orangnya. Tapi sama sekali tidak mirip dengan Tuan Sam ataupun Nona Riyu. Gumam Anan dalam hati. Anan menarik lengan Casandra.


"Kau yakin dia orangnya? Wajahnya tidak mirip dengan orang tuanya" berbicara dengan nada berbisik.

__ADS_1


"Apa kau bilang? Jaga ucapanmu, kalau Nona muda dengar habislah kau!"


Merekapun kembali ke hadapan Sara dan Nanda. "Kamu udah ketemu aku sekarang. Memangnya ada apa Anan?" ucap Sara.


Anan langsung salah tingkah. Apalagi? Dia kan cuma pengen tau aja seperti apa orangnya, ga lebih. "Tidak ada apa-apa Nona, kalau begitu saya permisi dulu" ucapnya dengan sopan.


"Eh, sudah gitu doang?" ucap Casandra. Mau cowok ini apa sih sebenarnya. Casandra menatapnya kesal.


"Anan, ga usah buru-buru. Duduk santai aja dulu disini. Kemarin kak Sanya kan sudah traktir kami kue lezat, sekarang aku yang akan menraktirmu minum. oke"


"Tidak perlu repot Nona, saya... " Anan sungkan.


"Hey, sudahlah. Santai saja iya kan" ucap Casandra menepuk pundak Anan. Padahal Anan paling tidak suka kalau di tepuk pundaknya. Kena kau pria kue hihihi.


"Sandra!" suara laki-laki dengan nada kesal, ketika melihat tangan Casandra masih di pundak Anan.


"Ri... Riko" langsung berdiri.


"Apa yang kau lakukan dengan pria kampung ini!" Riko geram menatap Anan dengan benci.


"Kami... Hanya mengobrol iya kan?"


"Sayang. Coba lihat tangan lembutmu ini. Sayang sekali jika harus bersentuhan dengan barang kotor, jangan kau ulangi lagi" ucap Riko sambil mengelus telapak tangan Casandra.


Perasaan Nanda dan Sara merasa sangat tidak enak pada Anan. Apalagi ucapan Riko sangat kasar dan sengaja menghina.


"Kau!" Riko mencengkram kerah Anan. "Sudah kubilang jangan pernah menginjakkan kaki di kampus ini lagi" Anan di hempasan hingga mundur beberapa langkah.


"Riko apa yang kau lakukan!"


"Kenapa? Kau tidak rela? Ada apa denganmu Sandra. Kenapa kau bisa bergaul dengan orang seperti dia?!"


Suasana jadi sangat tidak enak, entah kenapa Riko bisa membenci Anan seperti itu. Mereka saling melempar pandangan benci, Casandra terdiam memikirkan cara agar tidak terjadi hal buruk hanya gara-gara masalah sepele.

__ADS_1


__ADS_2