Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Perayaan Tahun Baru Kota Y


__ADS_3

Tidak terasa perayaan tahun baru akan segera di mulai, masyarakat kota Y menyambutnya dengan penuh suka cita. Dalam perayaan tahun ini mungkin akan lebih berbeda dari biasanya, dimana para petinggi di kota itu mendonasikan biaya untuk perayaan, sudah pasti akan ada banyak acara meriah yang akan di selenggarakan.


Orang-orang di pusat kota sudah mulai sangat sibuk mempersiapkan perayaan, ada pasar malam, pesta kembang api, bazar, dan sebagainya. Suatu kesempatan untuk libur melepas penat dari kesibukan perusahaan....


"Yes, akan ada konser musik sampai puncak perayaan nanti. Bagaimana Riyu? Sangat menyenangkan bukan?" Tanya Noval sambil memegang dua undangan eklusif di tangannya.


"Ya itu menyenangkan" jawab Riyu enggan.


"Kenapa? Apa kau tidak suka?"


"Em... Noval, mungkin kita bisa mengunjungi tempat yang lebih menyenangkan. Misal pasar malam, pasti akan banyak permainan di sana" ucap Riyu dengan ekspresi yang girang.


"What? Pasar malam? Riyu itu hanya permainan anak-anak, dan kau ingin kita ke sana?!" Noval keberatan.


"Yup. Kau mau kan?" Riyu memandang Noval penuh harap. Tapi di sisi lain Noval sangat membenci tempat seperti itu. Ia terdiam membayangkan berdesakan dengan warga biasa, makanan yang di siapkan di ruang terbuka, panas, sesak....


"Argh... Tidak, aku tidak mau. Lebih baik aku lihat konser saja"


Riyu merenggut, tidak puas dengan jawaban Noval. "Ya sudah! Kalau begitu aku akan meminta adik ipar untuk mengantarku"


"Kalau kamu berani mengajak Sam, aku akan mengurung mu!" seketika Noval marah, ia mencengkram lengan Riyu dan menarik ke hadapannya.


"Noval aku ga ngerti jalan pikiranmu! Kamu sendiri tidak mau pergi, tapi giliran aku mau ngajak adik ipar kamu marah! Sebenarnya apa maumu!"


Noval terdiam mengendurkan cengkeramannya, "Kau cemburu dengan adikmu sendiri?" Ucap Riyu merangkul pundak Noval dengan mesra.


Dengan posisi seperti itu... Noval merasa kikuk, tubuh Riyu yang tepat menghimpit tubuhnya, wajah yang saling berdekatan... Ya selama ini Noval sudah terbiasa dengan banyak wanita, bahkan melakukan hubungan intim tapi entah kenapa... Dia merasakan gerah dan sesak saat Riyu merangkulnya, jantungnya seketika berdebar kencang.


"Aku... Untuk apa aku cemburu!" Noval memalingkan wajahnya dan melepaskan rangkulan Riyu. "Aku cuma ga mau rencanaku gagal karena kau dekat lagi dengan Sam!" Gumam Noval dalam hati, mengalihkan keanehan yang dia rasakan.


"Wajahmu merah hihi" Riyu menggoda.


"Diamlah!" Noval salah tingkah.


"Lalu bagaimana? Kau mau mengantarku, atau biar aku dengan Sam saja?" Riyu berdiri menunggu kepastian.


"Argh! Oke oke... Aku ikut!" Jawab Noval kesal.


"Hihi terimakasih suamiku" Riyu senang lalu mengecup pipi kanan Noval singkat. Ia bergegas pergi keluar kamar, sedangkan Noval terpaku sambil memegangi bekas kecupan Riyu di pipinya.


"Dasar memuakkan. Kali ini aku benar-benar terjebak dalam permainan yang memuakkan!" gerutunya, Noval melepaskan pakaiannya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


****


Riyu berjalan riang menuju meja makan untuk makan malam bersama, tapi ternyata, ada seseorang yang ikut serta di meja makan itu. Seorang wanita yang tidak asing duduk tepat di sebelah Sam.


"Riyu, dimana Noval?" Tanya Nita.


"Dia sedang mandi Ma, sebentar lagi juga turun" jawab Riyu bersiap di kursinya.


"Riyu, ini adalah Lila. Dia putri Mangsur" ucap Nita memperkenalkan.


"Ya aku tau, aku sudah bertemu dengannya di pesta pertemuan kemarin" jawab Riyu menatap sinis ke arah Lila.


"Lila, sepertinya kau perlu menggeser kursi mu sedikit. Adik ipar pasti sangat risih jika kau terlalu dekat dengannya!"


"Apa maksudmu!" Ucap Lila dengan pandangan yang tidak suka.


"Hemh, kursi mu! Kau terlalu dekat Lila. Sam akan merasa tidak nyaman saat dia makan nanti! Aku kira kau putri Mangsur adalah wanita yang cerdas bukan!"


Sam tersenyum geli mendengar ucapan Riyu, tidak dia sangka kalau Riyu berubah menjadi berani sekarang. Sedangkan Nita hanya diam mengamati. Dengan kesal Lila menggeser kursinya beberapa sentimeter menjauh dari Sam.


Tak lama kemudian Mahesa dan Noval datang duduk di kursi masing-masing. Mahesa melihat Lila yang mandang Riyu kesal, "Ada apa ini? Kenapa suasana makan malam begitu menegangkan?" Tanya Mahesa.


"Tidak ada apa-apa kok Pa, cuma masalah sepele saja" Jawab Riyu lalu menengguk air minumnya.


"Noval, apa rencanamu untuk merayakan tahun baru nanti? Mama dan Papa sudah memutuskan untuk melihat konser musik, kau mau ikut?" Tanya Nita penuh dengan senyum, mengalihkan suasana yang tidak enak itu.


"Sebenarnya aku juga pengen Ma hadir di konser musik, tapi Riyu ingin pergi ke pasar malam"


"Apa? Untuk apa pergi ke tempat yang seperti itu! Pasar malam di sediakan untuk rakyat biasa!" Protres Nita.


"Memangnya kenapa? Apa kau juga pernah bercermin kalau kau juga berasal dari rakyat biasa? Tidak perlu bersikap angkuh!" Sahut Sam.

__ADS_1


"Sam!" Kata Mahesa.


"Apa? Aku tidak salah bukan!"


Riyu menatap Sam dalam, dia merasakan kalau hubungan antara Sam dan ibu tirinya tidaklah baik selama ini. Sedangkan di sisi lain, Noval mengepalkan tangannya, ia merasa kesal karena Sam telah menghina ibunya. Sam pun melirik ke tangan Noval yang tergenggam erat, ia berupaya membakar Noval lagi....


"Oh iya kakak ipar, kebetulan aku juga berencana pergi ke pasar malam. Biar saja suamimu nonton konser, kau bisa pergi denganku nanti" ucap Sam tersenyum sinis.


"Kebetulan sekali Sam. Tapi Noval sudah bersedia ikut denganku, kalau kamu mau pergi ke sana juga, kita bisa pergi bersama-sama. Lebih ramai lebih menyenangkan, iya kan?" jawab Riyu lalu memandang Noval.


"Ya... Lila kau bisa bergabung dengan kami, aku rasa Sam juga butuh teman" Ucap Noval menatap Sam puas. Merekapun saling lempar pandang dengan sengit.


"Ya sudahlah Ma, biarkan anak muda bersenang-senang dengan caranya sendiri. Mumpung ini hari liburan, kalian nikmatilah... Tapi Papa tidak ingin ada konflik apapun lagi, kalian harus akur saat pergi bersama nanti!" ucap Mahesa menatap tajam kepada kedua putranya.


Mereka menghentikan perbincangan setelah pelayanan telah selesai mempersiapkan makanan di atas meja. Meskipun sesekali Sam merasa berat hati saat melihat Riyu yang tersenyum pada Noval.


****


________________


Kediaman Mangsur


Lila masuk ke dalam rumahnya lalu menutup pintu dengan kencang, Mangsur beserta istrinya kaget dan menghampiri Lila yang duduk di sofa dengan wajah musam.


"Lila, Apa yang terjadi? Bukannya kamu sudah ketemu sama Sam! Tapi kenapa malah kesal kaya gini?" Tanya Nyonya Mangsur sambil duduk di samping Lila.


"Ma, Pa... Awalnya aku seneng karena Riyu sudah hilang ingatan dan jauh dari Sam! Tapi ternyata lidahnya masih saja tajam, dia berani mempermalukan aku di depan Sam tadi!" ucap Lila dengan nada yang penuh kekesalan.


Sedangkan Mangsur dan istrinya saling berpandangan,


"Putriku... Ini hanya masalah sepele bukan? tidak perlu semarah itu. Kau tidak perlu memperdulikan dia, yang penting adalah bagaimana caranya supaya Sam bisa kau dekati lagi" bujuk Mangsur.


"Hah... Entahlah Pa, aku kesal. Tapi perayaan nanti mereka malah mengajakku pergi ke pasar malam! Ini adalah ide gila dari Riyu! Menyebalkan"


Mangsur terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu... "Pasar malam mana yang akan kalian kunjungi?" Tanya Mangsur tiba-tiba.


"Pusat kota" Jawab Lila singkat.


"Hmm... Lila, kau pergi saja. Selebihnya biar papa yang mengurusnya"


"Tentu saja membuatmu lebih dekat dengan Sam. Sudah larut, kau pergilah istirahat" ucap Mangsur memegang kepala Lila dengan penuh kasih sayang.


****


______________


"Usaha yang bagus adikku, sepertinya kau tidak menyerah" ucap Noval melangkah mendekati Sam yang sedang menikmati rokoknya di balkon.


"Hemh, sampai kapanpun aku tidak akan menyerah" jawab Sam tanpa menoleh ke arah Noval sedikitpun.


"Haha... Tentu saja. Tapi sayangnya, Riyu sekarang sudah benar-benar melupakanmu. Aku juga bisa menikmati tubuhnya setiap saat" Noval sengaja membakar Sam.


"Apa kau ingin menceritakan pengalaman ranjangmu? Aku tidak bisa membayangkan saat kau tau kalau istrimu sudah terenggut" Sam tersenyum Sinis.


Noval menatap tajam.... "Kau kalah poin Noval, aku orang pertama yang menyentuhnya. Dan... Tidak ku sangka kau bergairah dengan wanita yang sudah menjadi milikku. Dengar... Ini hanya masalah waktu saja, aku pasti akan merebut kembali semua yang pernah kau curi" Sam menepuk pundak Noval lalu beranjak pergi.


Noval meredam amarahnya, dia tau kalau saat itu bukanlah saat yang tepat untuk berkelahi. "Kau memang penuh kejutan Sam, sebenarnya aku tidak peduli dengan seberapa besar kau mencintai Riyu. Dan Tidak ku sangka kau ketua dari Geng Teratai Hitam!"


"Sekarang kau mengakuiku?" Sam berbalik melempar senyum pada Noval.


"Ingat Noval... Selain merebut hakku, aku juga akan menghancurkan kaki tanganmu. Mulai sekarang lebih baik kau bisa memperingatkan Nita untuk berhati-hati pada setiap makanan yang akan dia santap. Karena mungkin tidak akan senikmat makanan yang selama ini dia makan"


"Apa maksudmu!"


"Hemh... Kau pasti tau maksudku. Aku harap kau dan Nita tidak lupa, bagaimana kalian membuat seorang ibu bernama Ranu bisa kehilangan akal sehatnya. Kau berdoa saja supaya Nita tidak mengalami hal yang sama!"


"Sam!" Bentak Noval menggenggam semua kemarahannya. Tanpa menoleh lagi Sam pergi meninggalkan Noval dengan kekesalannya.


"Kurang ajar!" umpat Noval menggeletakkan giginya.


Sam melangkah menuju kamarnya, di sana dia berpapasan dengan Riyu yang juga akan pergi ke kamarnya. Riyu menghentikan langkahnya tepat di depan Sam,


"Selamat malam kakak ipar" ucap Sam mbungkuk sambil menggenggam tangan Riyu lalu mengecupnya.

__ADS_1


Riyu hanya melempar senyum canggung, sedangkan di balkon Noval melihat dengan tatapan marah. Menyadari Noval tidak suka, Riyu langsung menarik tangannya... "Um... Selamat malam juga Sam" ucap Riyu canggung.


Sam tersenyum ke arah Noval, iapun melanjutkan langkahnya menuju kamar. Riyu langsung menghampiri Noval.


"Bukankah kelakuan adik ipar sangat manis? Aku heran kenapa kalian selalu saja berdebat dan ga pernah akur!"


"Manis hem? Makan saja kalau kau mau!" Noval kesal lalu bergegas pergi.


"Aih... Kenapa sih dia. Dasar aneh!" Riyu memandang heran, tapi kemudian diapun menyusul Noval masuk ke dalam kamarnya.


****


PUSAT KOTA


Duurrr.... Duurrr.... Duurrrr berbagai macam warna dan bentuk Kembang api menghiasi langit malam di kota Y. Jalan yang biasanya sesak karena kendaraan, kini sesak karena orang-orang yang berkumpul membawa kegembiraan.


Malam itu untuk pertama kalinya Noval pergi mengenakan baju yang lebih santai, hemm... Kalau di bayangkan dia lumayan tampan juga. sepatu ket, kaos putih dengan jaket jeans, Noval terlihat seperti pria lebih muda dan santai dari biasanya.


Noval sibuk melihat ke sekitar, dia benar-benar merasa risih saat melihat banyak orang di tempat umum seperti itu. Tanpa sadar ternyata Riyu sedang menatapnya sambil tersenyum, Noval pun sedikit gugup dan salah tingkah.


"Apa yang kau lihat?"


"Tidak ada, aku akui untuk pertama kalinya aku melihatmu tampan!" Jawab Riyu dengan ekspresi yang gemas.


"Sudahlah cepat, biar kita lekas pergi dari tempat ini!"


"Tunggu dulu, Sam dan Lila belum sampai" Riyu menahan lengan Noval.


Tak lama setelah itu... Sam datang dengan Lila. Riyu menatap Sam, jantungnya berdegup kencang. "Sudah puas memandang?!" ucap Noval mengejutkan Riyu. Ia langsung mengalihkan pandangannya, lalu mereka mulai berkeliling ke dalam perayaan itu.


"Noval, lihat. Ada gula kapas, ayo!" tiba-tiba Riyu menarik tangan Noval dengan sangat antusias, saking banyaknya orang di sana Noval tidak bisa memperhatikan jalannya sampai kemudian...


Pannngggg..... Dengan cukup keras Noval menabrak tiang besi penyangga lampu.


"Aahhhhh" Seru Noval sambil memegangi hidungnya yang nyeri.


Riyu menoleh ke arah Noval yang sedang kesakitan, "Ya ampun...." Riyu terkejut lalu menghampiri Noval.


"Noval, kau kenapa? Apa itu sakit?" Tanya Riyu khawatir.


"Kau masih nanya!" Ucap Noval kesal, dia masih memegangi hidungnya, wajahnya mulai memerah dan kemudian darah segar mengalir dari hidungnya.


"Oh ya ampun... Darah" Riyu semakin khawatir, ia menoleh ke sana kemari hingga akhirnya melihat ada bangku yang tidak jauh dari sana.


"Kita istirahat dulu di sana, biar aku bersihkan darahmu" ucap Riyu memapah Noval untuk duduk di bangku, segera Riyu mengeluarkan tisu basah dari tasnya.


"Bagaimana bisa kau menabrak tiang besi itu? Apa kau tidak melihatnya!" omel Riyu Sambil membuka kemasan tisu.


"Ini semua gara-gara kamu! Kau berlari sambil menarik yang tanganku!" jawab Noval kesal.


"Oh... Iya... Maafkan aku" Riyu menggigit bibirnya. "Baiklah singkirkan tanganmu, sini biar aku membersihkannya" Riyu merasa bersalah, dengan lembut dia menyeka darah yang keluar dari hidung Noval.


Dug... Dug... Dug...


Suara degup jantung Noval kian terdengar kencang saat ia memandang wajah Riyu yang penuh perhatian begitu dekat dengan matanya, seketika itu juga waktu berjalan begitu lambat... Noval memandang Riyu yang sedang fokus menyeka darah di hidungnya, matanya, bibirnya, alisnya... Rasanya enggan mengalihkan mata.


"Apa yang terjadi?!" Tanya Sam yang tiba-tiba muncul dan duduk di samping mereka. Sebenarnya Sam sengaja karena dia tidak rela melihat Riyu yang begitu dekat dengan Noval.


Noval terkejut lalu mengalihkan pandangannya. "Noval menabrak tiang besi" jawab Riyu singkat.


Mendengar penjelasan Riyu, Sam langsung tertawa hingga terasa nyeri di perutnya.


"Berhenti tertawa!" Riyu menepuk Sam kesal. "Ini kau gantikan aku membersihkan darah nya, aku akan pergi ke mobil untuk mengambil kotak obat" ucap Riyu menyerahkan tisu pada Sam.


Sam merasa keberatan jika harus menyeka wajah Noval, yang ada dia malah akan meninjunya dengan keras. "Ini kau bersihkan saja sendiri!" Ucap Sam melempar tisunya ke pangkuan Noval.


"Siapa juga yang sudi!" Umpat Noval.


"Aku melihat kau begitu mesra menatap Riyu tadi... Jangan bilang kau..." Sam menatap Noval tajam.


"Kenapa? Apa kau cemburu? Haha Sam meskipun kau cemburu tidak akan ada gunanya!"


Sam dan Noval saling menatap sengit, "Apa kalian akan berkelahi di tempat seperti ini!" ucap Riyu yang sudah kembali mengambil kotak obat.

__ADS_1


Seketika Noval dan Sam saling membuang muka. "Sini biar aku obati lukamu" ucap Riyu lembut kepada Noval.


Sam sangat kesal melihat Riyu yang begitu perhatian pada Noval, ia pun melangkah menjauh untuk menghindari rasa cemburunya.


__ADS_2