Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
Pernikahan


__ADS_3

Bla... Bla... Bla...


Suara orang bersahut sahutan dalam gedung, Dhea telah siap dengan keranjang bunga. Dhea terlihat begitu cantik dan imut dengan tatanan rambut dan gaun yang spesial dibelikan oleh Maya dan Noval untuknya. Sebelum matahari terbit Maya dan Noval telah sampai di kota Y, tapi mereka belum bertemu Riyu karena sejak pagi juga Riyu sudah mulai dirias untuk pernikahannya hari ini.


Maya kembali dengan kondisi yang yang sangat baik, kakinya sudah bisa berjalan sekarang. Namun kerusakan pada pita suaranya masih belum sembuh maksimal, ia dilarang untuk banyak bicara. Sam, kau hebat bisa mengadakan pernikahan semegah ini, dan kau Riyu, kau sangat beruntung. Semoga kalian bahagia selamanya. Maya berbisik pada hatinya sambil berdecak kagum pada dekorasi pernikahan yang benar-benar mewah. Berharap, dirinya juga akan menemukan seseorang yang mencintainya juga.


Pada setiap sudut sudah dipenuhi berbagai media yang akan meliput acara pernikahan presedir ternama di kota. Senyum bahagia mereka menyiratkan kalau mereka benar-benar tidak sabar menantikan pengucapan janji suci dimulai. "Noval, Apa Riyu sudah selesai dirias? Ayo kita kesana. Aku sudah tidak sabar melihat dan bertemu dengannya" ucap Maya pada ketikan di ponselnya. Karena jika ia berbicara dengan suara seraknya, sudah pasti tidak akan terdengar, karena tenggelam dengan keramaian disana.


Setelah Noval membaca ketikan Maya, ia tersenyum. "Aku juga tidak sabar melihatnya, ayo kita ke sana." Noval memang tidak banyak bicara saat itu. Melihat perlakuan Sam pada Riyu, membuatnya termenung. Sam benar-benar membuktikan keseriusan cintanya pada Riyu sampai sejauh ini, Pernikahan mereka sangat berbeda jauh dengan pernikahan Noval dengan Riyu beberapa tahun yang lalu.


Noval mengedarkan pandangannya keluar jendela mobil. Angannya sibuk mengorek masa lalu dimana dirinya sibuk bermain permainan ranjang dengan wanita lain pada saat menjelang waktu pernikahannya, membuat Riyu menunggu dengan wajah pias, dan berkeringat karena calon pengantin pria belum juga datang. Sesuatu yang sangat mengecewakan.


Dengusan nafas panjang terdengar di ruangan mobil yang sunyi, Maya mengamati Noval yang sedang termenung menghadap jendela mobil. "Ada apa Noval?" tanya maya dengan suara yang berbisik tapi jelas.


"Ah. Tidak apa-apa, aku hanya sedikit mengantuk" ucap Noval menyembunyikan perasaannya.


"Noval\, percayalah. Kau akan lebih baik setelah ini. Cintamu pada Riyu sangat tulus sekarang. Semoga kelak kau juga akan mendapatkan cinta yang akan membuatmu bahagia\, meskipun... Bukan denganku" _Maya_


*****

__ADS_1


Cermin besar dihadapannya memperlihatkan bayangan wanita yang berdiri anggun dengan balutan gaun pengantin berwarna putih bersih namun berkilau dengan hiasan berlian, bak lukisan tuan putri dalam cerita dongeng. Senyum cerahnya terpampang jelas di wajahnya, jantungnya berdebar kuat, tidak sabar bagaimana saat Sam menjadi pengantin prianya dan menyambutnya hari ini.


"Nona, anda terlihat sangat cantik" ucap sekertaris yang sejak dini hari tadi menemaninya. Riyu berdiri tegap dengan senyum malu-malunya, para pelayan lain sedang merapikan gaun dan juga meneliti apa ada riasan yang kurang di wajah dan rambutnya. Tapi Riyu benar-benar terlihat sempurna.


Tidak lama kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu. "Lihat nona, sepertinya pengantin pria sudah tidak sabar bertemu denganmu" ucap sekertaris, Riyu hanya tertawa dibalik telapak tangannya.


Sekertaris bergegas membukakan pintu, tapi yang diterlihat dibalik pintu itu bukanlah Sam, tapi Maya dan Noval. "Siapa yang datang?" tanya Riyu kemudian menoleh ke arah pintu.


Matanya langsung menangkap sosok yang selalu ada pada doanya, Maya, wanita yang sudah seperti kakak perempuan baginya. Maya tersenyum mendekati Riyu yang tertegun, matanya mulai terbendung caran bening, menatap lekat pada Maya. "Maya" pelukan erat menyambar Maya. "Kau sudah sembuh? Kau bisa berjalan lagi sekarang" Riyu terisak.


Belaian lembut menyentuh punggung Riyu yang bergetar. "Aku kira kau tidak akan datang di hari pernikahanku. Maya, kenapa kau datang terlambat!" protesnya kesal, masih memeluk Maya.


"Maafkan Aku karena datang terlambat. Sudah, jangan menangis Riyu, nanti riasanmu rusak." jawab Maya lirih dengan suara serak dan berat.


"Hiks. Terima kasih Maya. Aku akan sedih jika kau tidak datang, kau adalah pengganti ibu, pengganti keluargaku untuk menyaksikan pernikahanku"


Noval, masih berdiri di depan pintu. Riyu sangat cantik, namun, Noval bingung tidak berani mendekatinya. Ada perasaan bahagia, tetapi ada juga perasaan yang menusuk relung hatinya. Kaki Noval mulai berbalik, membiarkan Maya dan Riyu melepas rindu dan tidak akan mengganggunya.


"Noval" sapa Riyu menghentikan langkah kaki Noval yang hampir keluar pintu. "Noval kau juga datang?" ucap Riyu lagi. Noval berhenti namun belum berbalik menoleh Riyu. Ia menarik nafasnya panjang, memasang senyum di bibirnya sebelum menoleh. "Tentu, bagaimana aku tidak datang di acara penting adik perempuanku"

__ADS_1


"Hiks" Riyu langsung berlari menuju arah Noval, memeluknya "Terimakasih Noval, thanks" bisik Riyu. Noval terpejam, menyambut pelukan Riyu dengan sangat erat. Noval merasakan pelukan itu dan mencurahkan kerinduan yang sangat dalam, rindu yang sekarang ini tidak berani lagi ia ucapkan.


"Riyu\, sebenarnya aku merasa sakit demi kebahagiaanmu. Namun hanya dengan cara ini untukku menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat padamu selama ini" _Noval_


"Hey, dasar cengeng. Sudah berhenti menangis, kau akan terlihat seperti monster air nanti diacara pernikahanmu!" ucap Noval mengalihkan semua perasaannya. Riyu dan Maya tertawa.


"Noval, aku menyayangimu" ucap Riyu tersenyum tulus. Noval terdiam menatapnya dalam. Hanya menjawab dengan usapan tangannya di kepala Riyu sebagai jawaban balasan kalau dirinya juga menyayanginya. Maya menatap Noval dalam, ia tau, meskipun Noval tersenyum dihadapan Riyu. Sebenarnya Noval juga merasakan kesedihan yang coba ia sembunyikan.


"Nona, Sudah waktunya." ucap seorang pelayan memberi tau kalau Riyu sudah harus bergegas sekarang.


*****


Mobil berhenti tepat didepan gedung yang akan menjadi saksi janji sehidup semati antara Sam dan juga Riyu. Doni terlihat tampan hari itu, ia mengenakan setelan jas berwarna putih, berdiri tegap siap menyambut kedatangan Riyu. Orang-orang yang bertugas menabur bunga sudah berjajar rapi di sepanjang pintu masuk gedung. Riyu menapakkan kakinya diatas karpet merah yang akan mengiringi langkahnya menuju tangan Sam yang telah berdiri menantinya.


Musik pernikahan terdengar lembut, kamera yang terpasang di berbagai sudut telah merekam sejak tadi, seakan tidak ingin sedetikpun melewati moment itu. Sam dan Riyu berjalan memasuki ruangan gedung. Tepuk tangan senyap, obrolan senyap, begitu juga musik pernikahan. Semua terdiam senyap, menajamkan telinga supaya ikrar suci terdengar dengan jelas.


Tepuk tangan dan sorak sorai kegembiraan kembali menggelegar setelah Sam mencium Riyu sebagai tanda resmi menjadi suami istri. Senyum kebahagiaan benar-benar terpancar dari seluruh orang yang ada di luar juga dalam gedung itu. Mahesa bertepuk tangan dengan tawanya, sesekali ia menyeka ujung matanya karena terharu. Akhirnya, ia melihat Sam bahagia, Bahagia yang belum pernah Mahesa lihat selama ini.


Tuhan memberikan berbagai macam cobaan dan ujian pada hidup ini, membuat penderitaan, kesedihan, bahkan kehilangan. Tapi dibalik semua itu, Tuhan juga memberikan kebahagiaan dengan caranya, yang perlu manusia lakukan adalah berusahakeras memperjuangkan keteguhan hatinya.

__ADS_1


Tamat


Akan lanjut di season 3


__ADS_2