Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar
M.K.I Part 2 (Bagian 57)


__ADS_3

"Heeyyy.... Boss, tuan muda Mahesa. Lama sekali kau tidak berkunjung ke sini" Sapa Bram saat melihat Noval masuk ke bar langganannya.


Selama ini Noval memang sudah jarang banget berkumpul atau bersenang-senang di bar, ya lah, dia sibuk mengurus perusahaan dan juga Riyu saat menjalani operasi.


Sebenarnya malam itu Noval sedang sangat merasa suntuk, makanya dia memutuskan untuk pergi ke bar mencari kesenangan lain di luar rumah... Wanita cantik tentunya, tapi ternyata dia ketemu Bram di sana, anak buah Nita.


"Ya Bram, sepertinya kau semakin berjaya sekarang" ucap Noval menyambut tangan Bram untuk tos.


"Haha... Hampir, tapi semua seketika di hancurkan oleh adik tirimu." Bram mematikan rokoknya di asbak yang tersedia di atas meja.


"Geng Api dibakar habis! Barang yang sudah di siapkan untuk klien dari Taiwan semua hangus menjadi abu"


Sepertinya apa yang di lakukan oleh Sam berdampak besar bagi pendapatan gelap Noval, kejadian terbakarnya markas Gangster api saja sudah melenyapkan barang yang seharga jutaan dolar.


Tapi geng Teratai Hitam sangatlah tersembunyi dan tertutup, bahkan Bram pun tidak tau siapa dan dimana letak persembunyian geng Teratai Hitam. Yang mereka tau hanya kepala geng yang tidak lain adalah Sam.


"Mungkin untuk sementara ini kita akan menghentikan transaksi sampai mendapatkan barang itu lagi, Bram. Berurusan dengan Teratai Hitam sama halnya dengan mencari bayangan di dalam gelap"


"Apa kau tidak menyelidikinya?!"


"Sudah. Tapi tidak ada satupun informasi yang aku dapat!" ucap Noval menatap tajam.


"Bagaimana dengan Sam?!"


"Hemh... Dia bermain dengan sangat rapi. Aku akui dia lumayan lihai, tidak aku sangka ternyata dia memiliki keberanian sebesar itu. Tapi kau tenang saja, aku memiliki pekerjaan baru yang ga kalah menggiurkan" Noval menyeringai.


"Boleh kau beritahu aku hem? Oooo... Aku hampir lupa kalau sekarang kau sudah berdiri bersama dengan Nyonya besar Galuh kan? Sudah pasti itu sangat menggiurkan" ucap Bram mengelus dagunya dan tersenyum licik. sedangkan Noval, hanya mengangkat kedua alisnya.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu menghentikan perbincangan mereka, tak lama kemudian masuklah seorang wanita yang sudah lama tidak terlihat oleh Noval...


"Noval..." Ucap Dewi tersenyum lebar lalu tiba-tiba memeluk Noval dengan erat.


"Sepertinya wanitamu sedang terbakar rindu bos. Baiklah... Aku tidak akan menggangu kesenangan kalian" ucap Bram tertawa ringan dan pergi dari ruangan VIP.


Sebenarnya... Noval sudah bosan dengan wanita satu itu, tapi karena dirinya sedang membutuhkan pelampiasan malam itu... Ya terpaksa Noval harus bersikap lembut padanya.

__ADS_1


****


Sudah tiga hari ini Riyu keluar dari rumah sakit, Darma memintanya untuk tinggal di kediamannya beberapa waktu, terkadang kekhawatiran seorang kakek terlalu berlebihan tapi Riyu ga keberatan tentang itu.


Di kediaman Darma bisa di bilang sangat sepi, malah seperti rumah kosong yang ga ada kehidupan, peraturannya juga ketat, ga boleh keluar rumah sembarangan misalnya, apa lagi kalau tanpa ijin.


Untunglah ada Maya, Riyu jadi merasa memiliki sahabat yang membuat waktunya terisi dengan canda dan juga obrolan yang menyenangkan.


"Riyu! Sam sepertinya benar-benar menyukaimu!" Ucap Maya sambil menikmati cemilan di dalam toples lalu meletakkannya di atas pangkuannya.


"Sudahlah! Jangan bahas dia Maya!" Ekspresi Riyu berubah kesal.


"Ayolah Riyu, ceritakan padaku apa yang kau lakukan waktu Sam menutup pintu itu?" Maya menatap penuh harap dengan mata belonya.


"Maya, sudah aku bilang jangan bahas pria gila itu!"


"Aahhh... Wajahmu merah merona haha, oke... Aku ga akan bahas, lagian... Waktu itu juga aku liat kok" Maya kembali melahap cemilannya.


Riyu langsung berdiri menatap Maya cemas, "Apa yang kau lihat?"


"Apalagi kalau bukan Sam yang sedang berada di atas mu! Haha"


"Itu... Tapi kita ga lakuin apa-apa kok!" ucap Riyu memalingkan wajahnya.


"Tapi kalau ciuman iya kan!" Maya melirik tajam. "Riyu! Wajah meronamu itu ga bisa bohong sama aku, tapi tenang saja. Aku ga akan bilang ke siapapun tentang hal ini" Maya tersenyum lembut.


"Lagian kalau dilihat... Kau dan Sam memang sangat serasi, kenapa kau tidak menceraikan Noval dan kabur bersamanya? Aku rasa para pembaca kisahmu ini juga akan setuju (😆)" Ucap Maya asal ceplos.


"Apa kau gila!" Protes Riyu. "Aku Sendiri ga tau kenapa Sam sangat berambisi, dia berani berbuat segila itu"


"Itu berarti dia benar-benar mencintai kamu Riyu! Jujur saja deh, perasaan mu juga merasakannya bukan? Tenang saja, aku mendukungmu" Maya tersenyum semangat.


Riyu terdiam sesaat, rasanya enggan membahas semua hal yang menurutnya ga masuk akal... "Enggak May, aku akan tetap mempertahankan pernikahanku dengan Noval, lagian... Bukankah dia juga pria yang baik?"


Maya langsung terdiam, ia tertunduk sesaat untuk menghela nafasnya.


Tiba-tiba saja suasana hati Maya seketika berubah mendung membuat Riyu bingung melihatnya. Maya langsung meletakkan toples di atas meja dan sikapnya berubah aneh seketika itu juga.

__ADS_1


"Eum... Aku ke toilet dulu" ucap Maya buru-buru pergi dari hadapan Riyu.


"Eh... Apa yang terjadi? Apa... Ada yang salah dengan kata-kataku?" Tanya Riyu bingung. Tapi Maya tetap berjalan dengan langkah yang cepat menuju kamarnya tanpa menoleh Riyu sedikitpun.


****


Pintu kamar tertutup dengan cepat, nafas Maya sesak karena menahan kesal, Ia bergegas menuju wastafel lalu membasuh wajahnya.


Sepasang mata tajamnya melihat bayangan dirinya di cermin yang tersedia di atas wastafel itu, sepertinya ada sesuatu yang memang mengganggu pikiran Maya.


"Noval tidak mencintai kamu Riyu! Dia hanya memanfaatkan mu. Kau bodoh! Tapi kenapa hidupmu di penuhi dengan keberuntungan!"


Braakkk!!!


Seketika barang-barang yang berjejer di rak kamar mandi berserakan karena amukan tangan Maya.


Maya terduduk di lantai sambil bersandar di pintu kamar mandi, ia memeluk lututnya dan mulai terisak. Sepertinya kali ini dia merasa kekesalan yang tidak bisa di siratkan di hadapan Riyu, apa yang sebenarnya terjadi...


"Maya... Apa kau baik-baik saja?" Ucap Riyu dari luar pintu kamar mandi. Dia merasa khawatir karena mendengar barang yang berjatuhan tadi, takut terjadi sesuatu pada Maya.


"Ya... Aku baik-baik saja" jawab Maya menyembunyikan kelu di lehernya.


"Maya apa yang terjadi? Jika ada masalah beri tau aku May, jangan kau pendam sendiri. Atau... Apa ada ucapanku yang telah menyinggung mu? Aku minta maaf kalau begitu" ucap Riyu menyesal.


"Aku tidak apa-apa Riyu, aku ga sengaja nyenggol rak tadi, jadi barang-barangnya berjatuhan. Kau jangan khawatir"


"Syukurlah kalau gitu, aku ada di ruang baca jika kau mencariku ya"


Tidak ada jawaban lagi dari Maya, Riyu memandang sebentar ke arah pintu lalu beranjak pergi, sedangkan Maya masih memilih untuk menenangkan diri di kamar mandi.


"Apa yang terjadi Riyu? Kau terlihat bingung" Tanya Darma yang berpapasan dengannya saat berjalan menuju ruang baca.


"Eum... Ga ada apa-apa kek" jawab Riyu tersenyum singkat.


"Apa kamu bertengkar dengan Maya?" Darma menatap Riyu dalam.


"Tidak... Cuma, sikapnya memang agak aneh akhir-akhir ini. Mungkin dia mengalami gangguan emosional menjelang datang bulan" Riyu menyembunyikan keraguannya, karena dia sendiri juga ga tau kenapa Maya tiba-tiba ngambek.

__ADS_1


"Kakek aku pamit mau ke ruang baca" ucap Riyu, sebenarnya dia juga ingin cepat-cepat pergi dari hadapan kakeknya untuk menghindari banyak pertanyaan lain.


Darma hanya mengangguk, setelah melihat Riyu berpaling, Darma beralih memandang kamar Maya. Wajahnya yang serius menyiratkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tau...


__ADS_2