Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Ketahuan


__ADS_3

Di dalam kamar. Ariana menangis tersedu. teringat kata-kata dari gurunya. Ia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Ibunya nanti.


"Tok..tok.." Terdengar pintu kamarnya di ketuk. ia buru-buru menhapus airmatanya. Lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Ibu..apa ibu sudah makan?" Haikal.


"Kami membelikan makanan enak untukmu, pasti ibu suka." Aska menambahkan.


Ariana tersenyum. Lalu mengacak lembut rambut kedua anaknya.


Kalian baik sekali. Selau perhatian padaku. mata Ariana berkaca-kaca karena terharu.


"Ibu..kenapa malah menangis?"


"Ah..tidak, ibu tidak menangis, ini hanya ibu mengantuk. huaammm..tuh kan air matanya sampai keluar karena menguap." Tersenyum.


"Jadi apakah ibu mau makan bersama kami?" Aska nampak menunggu.


"Ah..tentu saja. Mana mungkin ibu mau melewatka makanan enak. Kalian beli makanan apa sih?" Seraya menutup pintu kamar dan membimbing kedua anaknya untuk menuruni tangga.


"kami beli pizza dan berger."


"Wah sepertinya enak, ibu juga suka makanan itu."


"Bagaimana kalo kita makannya sambil nonton tv."


" Ide bagus." Berjalan cepat menuruni tangga sambil bercanda riang.


Sesampainya di ruang tv.


"Ibu..suka nonton acara apa?"

__ADS_1


"Sudah jam berapa ini." Melirik jam dinding menunjukkan pukul 16.30." Pas banget saatnya nonton naruto." Tersenyum seperti anak kecil.


"Ibu suka film itu juga. Aku juga. Kita sama." Aska ikut tertawa seraya mengganti chanel tv.


"Wah.. tampannya. Sasuke itu cool banget ya."


"Naruto lebih keren." Haikal menimpali.


"Sasuke itu tampangnya dingin kayak kak Orion." Aska menambahkan seraya melahap pizza di tangannya.


'


Ehh bener juga. Sasuke memang mirip Orion. Eh..kenapa juga aku jadi ikut-ikutan gini sih. Orion huft.


Tiba-tiba Orion muncul melewati mereka. Ia baru saja pulang dari kampus. Tatapanya sangat aneh. Memandang tajam ke arah Ariana. Seolah-seolah ingin menelan Ariana bulat-bulat.


Kenapa tiba-tiba dia mukanya seperti orang kesal begitu. Padahal tadi pagi sikapnya sangat manis. Sekarang berubah jutek lagi. kenapa dia. Apa dia salah minum obat lagi.


"Apa ibu sungguh suka dengan orang berwajah jutek begitu."


"Eh maksudnya?"


"Haha..jangan-jangan ibu juga suka ya sama kak Orion? Hehehe." Haikal tertawa geli.


"Mana mungkin. Ibu pasti lebih suka orang sepertiku." Sela Aska sambil tersenyum manis.


"Kalian itu bicara apa sih?"


"Kamu salah kak. Ibu itu paling suka ya dengan Aku. karena aku manis dan imut . Haha."


Aska mendorong pundak adiknya gemas." Kalo kamu mau di sukai Ibu. kamu harus diet dulu. Haha."

__ADS_1


seketika Haikal mengerucutkan bibirnya. Wajahnya bertambah lucu.


Melihat tingkah mereka Ariana jadi ikut tertawa dan bisa menghilangkan kesedihannya sejenak.


*******


Malam sudah nampak larut. Seluruh penghuni rumah besar sudah terlelap sepertinya.


Ariana kembali mengendap-endap keluar dari kamarnya.


Sepertinya sudah aman. Aku akan ke ruang kerja pak Alfian untuk mencari sertifikat ibuku disana. Aku harus bergerak cepat sebelum semuanya jadi berubah mencurigaiku.


Ariana berjalan berjingkat-jingkat agar langkah kakinya tak menimbulkan suara berisik. Setelah sampai di depan pintu ruang kerja. Ia membukanya perlahan. Kemudian menutupnya kembali seraya mengambil nafas panjang dan menghembuskanya karena merasa lega. Ia pun segera menuju meja kerja. Membuka setiap lacinya. Tapi sepertinya tak ada tanda-tanda keberadaan sertifikat ruko ibunya disana. Ariana pun tak putus asa.


Biasanya kalo di film-film orang kaya menyimpan barang berharga di dalam berangkasnya. Dan berangkas biasanya di sembunyikan di balik lukisan. Ah ya benar.


Matanya seketika di edarkan ke seluruh ruangan.dan pandanganya terhenti di sebuah lukisan yang tergantung di dinding lima meter tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan langkah cepat ia menghampiri lukisan itu. kemudian menurunkan lukisan itu sari dinding. dan ya..tebakanya benar. Terdapat berangkas di balik lukisan itu.


Akhirnya aku menemukanya. Tapi bagaimana caraku membukanya.


Ariana teringant tanggal lahir anak-anak pak Alfiana yang ia cari di internet. Kemudian ia mencobanya satu persatu. dan pintu berangkas terbuka saat Ariana menggunakan tanggal lahir Orion sebagai kode untuk membuka pintu berangkas.


"Ah akhirnya terbuka juga." Setengah berteriak karena senang.


Dan tiba-tiba pintu terbuka.


"Sudah ku duga, kamu tidak bisa di percaya."


Matan Ariana terbelalak saat melihat asal suara.


"Kamu?"

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2