Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari ini. Akan jadi hari yang bersejarah bagi Ariana dan Orion. Karena hari ini adalah hari yang sakral untuk mereka berdua. Mereka akan bersatu dalam ikatan pernikahan yang sah. Meskipun tidak ada pesta meriah yang mengiri pernikahan mereka. Hanya ada acara ijab kobul di rumah sang mempelai pria. Dan tamu yang di undang pun tidak banyak. Hanya kerabat dekat dan beberapa rekan bisnis saja yang di undang. Pak Alvian sengaja melaksanakan pernikahan putranya dengan terkesan diam-diam. Agar pernikahan itu tidak tidak terendus oleh media. Ya...Karena setahun belakangan ini Pak Alvian sedang banyak di expost oleh berbagai media karena kemajuan bisnisnya yang pesat dalam waktu yang relatif singkat. Bukan tidak mungkin kalo kehidupan pribadinya juga bisa saja terexpost. Seperti rumor kedekatannya dengan banyak wanita yang di hembuskan oleh lawan bisnisnya demi menjatuhkannya. Tapi Pak Alvian beruntung. Para mitra bisnisnya tidak terpengaruh oleh rumor tersebut.


Jadi Pria paruh baya itu. Tidak ingin kehidupan pribadi anak-anaknya ikut terexpost dan di manfaatkan lawan bisnisnya untuk menjatuhkan kerajaan bisnis yang sudah ia bangun dengan susah payah. Tidak hanya itu. Ia juga tidak ingin rumor-rumor buruk membuat sikis dan kehidupan sosial anak-anaknya terganggu. Oleh sebab itu juga untuk sementara waktu ia hanya menggelar pernikahan secara sederhana dan baru akan mengadakan resepsinya secara besar-besaran setelah calon menantunya yaitu Ariana menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA.


Pak Alvian, Orion dan penghulu juga beberapa saksi sudah tampak duduk di tempat ijab qobul akan di laksanakan. Wajah Orion tampak menegang. Ayahnya yang melihat itu mengelus bahunya perlahan seraya tersenyum. "Tenanglah! Semua akan baik-baik saja. Percayalah. Ayah yakin kamu akan mengucapkan ijab kobul itu dengan lancar."


Mendengar Ayah yang berusaha menenangkanya Orion tersenyum dan kini ia sudah tampak lebih tenang.


Tak lama kemudian mempelai wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Ariana. keluar dari kamar di iringi oleh ibunya menuju tempat ijab qobul. Ia tampak cantik dan anggun mengenakan kebaya putih dan hijab yang senada dengan di hiasi bungan kantil.


Sejenak Orion merasa terpana melihatnya.


Ternyata bisa juga dia secantik ini. Ah sial..Kenapa jantungku jadi berdegup kencang begini sih.


Ariana kini sudah tampak duduk di sebelah Orion. Sebelumnya saat berhias di dalam kamar ia merasa ragu untuk menikah dengan Orion. Karena kemarin ia melihat Orion sangat dekat dengan seorang gadis yang bernama Anesya. Yang tiba-tiba datang mengganggu acara makan malam mereka. Ariana merasa tidak enak. Kalo ia harus menjadi orang ketiga antara Orion dan Anesya. Ariana ingin menyerah mumpung ia belum memiliki perasaan yang dalam terhadap Orion. Tapi melihat Ibunya, pak Alvian juga yang sudah sangat baik pada keluarganya. Mana mungkin ia tega mengecewakan mereka begitu saja. Jadi meskipun masih dalam kebimbangan ia pun tetap berusaha memantapkan hati untuk menikah dengan Orion.


Prosesi ijab qobul berlangsung hikmat. Orion sangat lancar mengucapkan ijab qobulnya. semua saksi mengucapkan kata sah. Ibu merasa senang dan terharu sampai menitikkan air mata. Begitupun Pak Alvian. Aska dan Haikal juga turut merasa bahagia. Akhirnya Kakaknya yang jutek itu menikah juga. Yah..meskipun ia sempat menyukai mempelai wanitanya yang kini telah resmi jadi kakak iparnya.


Orion merasa sangat canggung saat harus mencium kening Ariana. Biasanya ia tak pernah segemetar ini saat dulu pernah mencium Anesya mantanya. Kecanggungan juga terlihat di wajah Ariana. Ini adalah pertama kalinya Ia di cium oleh seorang pria walaupun hanya di keningnya. Setelah itu Ariana mencium tangan Orion.


Oh ya ampun. Aku sungguhan menikah sekarang.


********


Singkat cerita. Acara ijab qobul telah selesai. Tamu-tamu undanganpun juga sudah tampak tidak ada.

__ADS_1


Orion dan Ariana juga sudah tampak berganti pakaian biasa.


Tak disangka dan tak di duga. Pak Alvian sudah memesankan mereka hotel untuk menginap bersama.


"Ayah! Untuk apa repot-repot ke hotel


kalo cuma untuk tidur. Aku tidak mau. "Ujar Orion yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


Sedangkan Ariana yang juga duduk di situ. Tiba-tiba mukanya terlihat pucat setelah mendengar kata-kata Hotel. Telapak tangannya sudah mulai dingin bagai es.


Kalo di hotel aku hanya akan berdua saja dengannya. Oh..Ya ampun bagaiamana ini. Ibu..tolong aku.


"Hai..Ini kan hari spesial kalian. Kalian harus menghabiskan waktu bersama tanpa harus ada yang mengganggu. Bukan begitu Ariana?" Sahut Pak Alvian seraya memandang ke arah Ariana.


Ariana yang sejak tadi diam saja merasa bingung tidak tahu harus menjawab apa. "Kalo..A..ku..terserah Orion saja." Akhirnya menjawab dengan suara terbata.


"Hei..kamu jangan sekasar itu pada Ariana. rubahlah sikapmu. Sekarang dia itu istrimu. Minta maaf sekarang juga." Perintah Ayah dengan muka serius.


"Tapi Ayah.."


"Jangan tapi-tapi, ayo minta maaf sekarang juga!"


"Baiklah..Ariana maaf kan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi."


Sebenarnya siapa sih anaknya tuh. Aku atau gadis ini sih. Ehhgg..menyebalkan sekali.

__ADS_1


"Dengan segala kerendahan hatiku aku memaafkanmu suamiku." Seraya mengerlingkan mata. Seolah sedang mengatakan. Akulah pemenangnya.


Aku pasti sudah gila bicara begitu. Tapi tidak apa-apa. Biar Ayah mertuaku berpihak padaku. Hehe..maafkan Aku Orion. Ini ku lakukan agar kamu tidak seenaknya lagi padaku.


"Nah..begitu kan bagus. Suami istir itu harus saling mengasihi. Semoga kedepanya tidak bertengkar lagi ya. Dan Oh..iya. Jadi ayah sudah putuskan kalian akan tetap ke hotel malam ini juga."


"Kenapa Dadakan sekali sih Yah. Aku dan Ariana juga belum sempat berkemas ini sudah sore dan aku lelah. Lagipula kami berdua kan masih pelajar. Memang harus ya melakukan itu. "Orion memberi penekanan di kalimat terakhirnya. Seolah malu untuk mengucapkannya.


Mendengar itu muka Ariana kembali memerah. "Ku rasa Orion benar Pak. Aku malah ingin minta tidur di kamar terpisah." Akhirnya apa yang selama ini di pikirkannya keluar juga melalui mulutnya.


"Ya..Ya..Aku tahu kalian masih pelajar. Dan Ariana juga masih bersekolah. Tapi apakah kalian lupa kalo kalian juga suami istri. Ayah faham di usia kalian pasti sulit sekali untuk menahan diri. Kalian hanya usahakan saja agar Ariana jangan sampai hamil dulu sampai ia lulus sekolah. Ayah rasa itu tidak masalah


toh kalian sudah menikah sah. Tidak ada yang melarang kalian melakukan itu. Iya kan?"


"Ayah bicara apa sih. Membuat kepala ku pusing saja. Ya baiklah akan ku turuti kemauan Ayah. Aku akan pergi ke hotel bersama Ariana. Apa Ayah puas sekarang!"


"Apa!" Mata Ariana membulat tak percaya mendengar ucapan Orion yang setuju pergi ke hotel dengan dirinya pula.


Apa dia sungguh-sungguh. Aduhhh..apa yang harus aku lakukan. Tapi kalo aku menolak. Pak Alvian pasti akan terus mendesak karena Orion sendiri sudah setuju.


"Nah..Orion sudah setuju. Lalu bagaimana denganmu menantuku?" Ujar Pak Alvian nampak menunggu.


Dahi Ariana mengeriyit. "Baiklah..aku menurut saja pada suamiku." Seraya menunduk malu.


Aku pasti sudah benar-benar gila sekarang. Ariana.

__ADS_1


Oh..jadi begitu ya. Jadi kamu ikut-ikutan setuju. Bukannya menolak. Baiklah keliahtanya kamu ingin sekali tidur denganku. Lihat apa yang akan ku lakukan padamu. Dasar payah. Terus saja pasang keluguanmu itu pada Ayahku. Orion.


BERSAMBUNG...


__ADS_2