Mendadak Jadi Istri Muda

Mendadak Jadi Istri Muda
Jadikan Aku istri mudamu


__ADS_3

Pagi-pagi di hotel. Seorang staf dari kantor Ayahnya mengantar pakaian ganti untuk mereka. Hari ini juga Orion dan Ariana memutuskan untuk pulang ke rumah. Mereka tak ingin lama-lama lagi berada di hotel. Meskipun Ayahnya sudah memesannya untuk menginap tiga hari di hotel tersebut.


******


"Hah..Akhirnya aku bisa kembali ke kamarku sendiri." Ujar Orion yang langsung menghambur ke tempat tidurnya. Seolah sedang menemukan tempat paling nyaman di dunia.


Sedangkan Ariana kini menempati sebuah kamar kosong. Kamarnya tepat di sebelah kamar Orion. Sebenarnya kamar itu adalah kamar Haikal. Tapi karena Haikal takut tidur sendirian. Jadi ia memilih tidur di kamar Aska.


"Untung saja Ayah mertuaku membolehkan kami tidur di kamar terpisah. Huft. Kalo terus berada di dekat Orion bisa-bisa nanti...." Gumaman Ariana terhenti saat ia teringat kejadian semalam di hotel.


*B*isa-bisa nanti aku meleleh. Huaa..... Huft..Apa sih yang aku pikirkan. Kan aku harus memikirkan sekolahku yang tinggal satu semester lagi. Oh..lya Ayah mertuaku sudah mendaftarkanku ke sekolah yang baru belum ya. Nanti aku coba tanya deh.


Ariana tampak membenahi kamar barunya. Kamar bekas Haikal sedikit berantakan. Setelah itu ia mulai menyusun bajunya di lemari di kamar tersebut. Sedangkan Orion tampak sudah rapih. Ia sudah mengenakan sepatu dan jaketnya bersiap pergi ke kampus.


Sesaat sebelum bersiap menuruni tangga. Orion melewati kamar Ariana yang pintunya tampak terbuka. D lihatnya gadis itu sedang memberekan kamarnya sendiri. Orion tersenyum. Ada niat ingin menjahili gadis itu lagi. Tapi niatnya ia urungkan. Karena sepertinya ia sudah sangat terlambat untuk pergi ke kampus.


Saat Orion berlalu. Ariana menoleh ke tempat asal Orion sedang berdiri memandanginya tadi.


"Sepertinya ada orang tadi. Tapi kenapa tidak ada siapa-siapa disana. Hemm..Yasudahlah aku tutup saja pintunya." Gumam Ariana seraya menuju pintu kamar dan menutupnya.


*****


Di kampus. Orion sudah di sambut dengan tawa jahil sahabatnya Reno. Sejak tadi sahabatnya itu terus saja menggodanya. Saat ini mereka tengah duduk di kantin setelah jam kuliah pertama usai tadi.


"Hei..Bagaimana malam pertamamu. Apa kamu tidak ingin menceritakannya padaku?" Ujar Reno sembari tertawa geli.


"Kenapa aku harus menceritakannya padamu. Ada-ada saja. Diamlah aku sedang tidak ingin bercanda." Orion mendengus kesal.


"Hah..kamu ini. Kenapa sekarang kamu jadi tertutup padaku. Biasanya kamu selalu cerita apa-apa padaku. Ayolah..Ceritakan sedikit. apakah seru? Hehe"


"Seru kepalamu. Memangnya nonton film. Begitu di bilang seru. Kalo kamu ingin tahu rasanya kenapa kamu tidak menikah saja sendiri. Haha." Balas Orion yang seketika membuat Reno cemberut.


"Sebenarnya Aku juga ingin. Aku iri. Tapi siapa yang mau menikah denganku?"

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang datang ke tengah obrolan mereka. "Wah..Sepertinya seru. Memangnya kalian sedang membicarakan apa sih?" Terdengar suara renyah khas milik Anesya hadir di antara Orion dan Reno.


"Kenapa kamu tidak menikah saja dengan dia?" Ujar Orion memberi ide pada Reno.


"Ah..apa?" Anesya tampak kaget dan tidak mengerti apa yang di bicarakan Orion barusan.


Sedangkan Reno malah tersenyum sumringah. "Ah, iya..Apa kamu benar sudah rela aku dengannya?"


"Tentu saja. Lagipula aku kan sudah menikah." Ujar Orion seraya bangkit berdiri hendak pergi meninggalkan tempat itu.


"Baiklah kalo begitu. Anesya ayo kita menikah. Orion sudah setuju tuh."


"Hihhh..Apa yang kamu bicarakan sih cowok gesrek. Orion jadi kabur tuh." Tukas Anesya ketus.


"Sebaiknya kamu melupakam Orion. Karena dia sudah punya istri sekarang."


"Apa!!! Apa kamu bilang?!" Anesya terperangah. Seolah belum bisa mencerna kata-kata Reno dengan baik.


"Iya..Orion itu sudah menikah. Kemarin pernikahannya. Jadi sebaiknya jangan mendekati dia lagi. Karena sekarang dia milik orang lain. Oleh sebab itu denganku saja. Aku masih single. Hehe."


"Ayolah..Aku kan juga nggak kalah tampan dan keren kan dari Orion?" Reno terus saja mendesak.


"Hihh..Bicara apa sih kamu ini. Hentikan omong kosongmu itu. Sekarang jelaskan padaku. Apa Orion mencintai istrinya itu?" Anesya tampak tidak sabaran.


"Ya..Tentu saja lah dia mencintai istrinya. Memangnya kenapa?"


"Cih..omong kosong. Aku tidak percaya ia bisa secepat itu berpaling dariku. Aku akan memperjuangkan Orion lagi." Seru Anesya seraya bangkit dari duduknya dan pergi dari tempat itu.


"Hei..Anesya mau kemana? denganku saja, Aku juga pasti bisa membahagiakanmu!" Ujar Reno setengah berteriak. Tapi Anesya bergeming. Menolehpun tidak. "Huft..Kenapa sih kamu masih saja mengejar Orion. Kan masih ada aku disini. Apa kamu tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan ini." Gumam Reno lirih seraya mengaduk minuman jus alpukat yang ada di hadapannya.


Sedangkan Anesya masih berusaha mencari Orion. Sepertinya gadis itu belum puas dengan penjelasan Reno. Jadi ia ingin betanya langsung pada Orion. Ia belum benar-benar rela kehilangan pria itu. Entahlah. lni karena cinta atau ambisinya.


"Orion..!" Serunya saat mendapati Orion sedang duduk santai di bangku. Di bawah pohon rindang. di taman kampus.

__ADS_1


Orion hanya melihat sekilas pada Anesya. kemudian pandangannya kembali pada layar Hp yang sedang di mainkannya. Kemudian Anesya datang mendekat. Wajahnya tampak gusar.


"Orion..Apa benar kamu sudah menikah. Dan apa kamu mencintai istrimu. Apa kamu sadar dengan semua yang kamu lakukan?" Serbu Anesya saat sudah ada di sisi Orion. Hadis itu kini sudah duduk di samping Orion.


Orion masih terdiam. la tak ada keinginan sama sekali untuk menjawab.


Melihat itu. Anesya semakin menjadi tidak sabaran."Jawab Rion !" Ujar Anesya lagi. Rion adalah panggilan kesayangan Anesya pada Orion.


Orion sudah merasa terusik sekarang. Orion tahu betul dengan sifat Anesya yang ambisius. Pasti gadis itu selalu saja tidak sabaran. la akan melakukan apapun demi mendapatkan keinginannya itu.


"Kalo aku sudah menikah memangnya kenapa? bukan urusanmu kan?" Jawab Orion datar.


"Tentu saja itu urusanku. Kamu pasti tidak mencintai gadis itu kan. Ya aku ingat apa kamu menikah dengan gadis yang waktu itu kamu ajak makan malam di restorant vaforit kita?" Anesya menatap menyelidik. Entah apa yang ia cari di dalam mata Orion. Gadis itu berharap dirinya masih ada disana. Di dalam hati Orion.


"Kenapa kamu itu cerewet sekali sih. Sudah ku bilang itu bukan urusanmu lagi kan. Lagipula mau menikah dengan siapapun juga itu terserah aku. Jadi berhenti mengurusi urusanku. Aku harap kamu tahu batasanmu."


"Apa..! Apa kamu bilang. batasan? Aku tidak percaya kamu sekarang benar-benar berubah. Cih...Asal kamu tahu ya. Aku akan melanggar semua batasanku. Aku tidak terima dengan perlakuanmu padaku."


"Terserah padamu. Apa kamu tidak ingat. Kamu lah yang memutuskan hubungan kita. Jadi kenapa kamu harus merasa kamulah yang paling menderita sekarang?" Ujar Orion seraya menatap mata gadis itu dalam-dalam. Seolah ia ingin menyampaikan kekecewaanya yang mendalam pada gadis itu.


"Jadi kamu dendam padaku? Jadi kamu ingin membalasku dengan melakukan ini semua."


Orion tersenyum geli. "Sepertinya kamu salah mengartikan maksudku. Aku hanya berusaha menyadarkanmu. Berhentilah berbuat seperti ini. Karena itu akan menyakiti dirimu sendiri pada akhirnya." Orion beranjak dari duduknya. la ingin segera berlalu dari hadapan gadis itu. la tak ingin mencari sisa-sisa cintanya yang pernah ia miliki pada gadis itu.


"Apa maksudmu? apa kamu tidak punya sedikit sisa cinta untukku. Apa kamu benar-benar tidak bisa memberiku kesempatan kedua?"


"Aku bilang berhentilah melakukan hal seperti itu. Berdamailah dengan dirimu sendiri mulai sekarang. Karena aku pastikan aku tidak akan kembali lagi padamu. Semoga kamu mengerti dengan keputusanku. Dan agar kamu berhenti melukai perasaanmu sendiri seperti ini."


Maafkan aku Anesya. Aku harus tegas padamu. Kamu berhak bahagia walaupun tanpa aku. Semoga kamu bisa menemukan cinta lain yang bisa menyembuhkan lukamu.


"Kalo begitu. Jadikan aku istri mudamu? Tidak apa-apa jika aku jadi yang kedua. Asalkan bisa bersamamu. Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu." Rupanya Anesya tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan Orion.


"Apa!??"

__ADS_1


Kenapa..Kenapa dia malah mengatakan hal konyol seperti itu. Dasar gadis keras kepala yang ambisius. Tindakanmu hanya akan merepotkanku saja.


BERSAMBUNG....


__ADS_2